Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Multidisiplin West Science

Upaya Rumah Sakit X Dalam Meningkatkan Jumlah Kunjungan Dengan Bauran Pemasaran (9P) Elisa Sudarsono, Alya Maharani; Puryanti, Puryanti; Prasetyorini, Anif; Novanda, Aisyah Wahyu; sudarsono, alya
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 10 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i10.2658

Abstract

Pendahuluan: penurunan jumlah kunjungan Rumah Sakit x dalam tiga tahun terakhir sebesar 8%. Tujuan penelitian: Menganalisis Bauran Pemasaran (9P) untuk meningkatkan jumlah kunjungan Rawat Jalan di Rumah Sakit x. Metode penelitian: penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik yang berbentuk survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien rawat jalan di Rumah Sakit x. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data: menggunakan google form. Hasil Penelitian: Seluruh Pasien berada bersedia untuk melakukan kunjungan ulang layanan rawat jalan di Rumah Sakit x. kesimpulan: Pasien lebih mempertimbangkan kualitas inti layanan, keterjangkauan biaya, efektivitas promosi serta kinerja rumah sakit dalam memberikan pelayanan.
Analisis Faktor Organisasi yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Pegawai RS XX Isnaini, Evanda Nadhilah; Puryanti, Puryanti; Djunawan, Achmad; Nanggala, Vanrista Prima; Isnaini, Evanda
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 10 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i10.2661

Abstract

Kedisiplinan pegawai terutama dalam hal absensi di Rumah Sakit XX, pada tahun 2024 di temukan beberapa pegawai yang kurang taat mengenai ketentuan yang sudah di tetapkan oleh Rumah Sakit. Pada tahun 2024 menunjukkan adanya ketidakdisiplinan terhadap peraturan absensi yang sudah ditentukan sebesar 24%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui faktor yang mempengaruhi kedisiplinan kerja pegawai di Rumah Sakit XX. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi logistik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 60 pegawai, yang dipilih menggunakan teknik vinit lemeshow. Didapatkan hasil bahwa sanksi hukuman dinilai sangat baik (60%), keadilan dinilai tidak adil (62%), dan ketegasan dinilai tegas (63%). Dari hasil analisis menunjukkan sanksi hukuman (p=0.361), ketegasan (p=0.739) tidak ada pengaruh terhadap disiplin kerja. Sedangkan faktor organisasi yang meliputi keadilan pimpinan (p=0.010) ada pengaruh terhadap disiplin kerja. Sehingga, disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh faktor organisasi yang meliputi sanksi hukuman, ketegasan pimpinan terhadap disiplin kerja. Sedangkan faktor organisasi yang meliputi keadilan memiliki pengaruh terhadap disiplin kerja.
Hubungan Faktor Individu dan Organisasi dengan Penerapan Budaya Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur Janah, Ilma Qomarotul; Puryanti, Puryanti; Rizki, M. Risya; Evananda, Nadya Nova; qomarotul janah, ilma
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 10 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i10.2713

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan program inti dasar program keselamatan pasien di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Survei budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur tahun 2024 dilakukan bertujuan untuk mengetahui indikator budaya yang memiliki kategori rendah, indikator budaya meliputi budaya keterbukaan (Informed Culture), budaya organisasi (Organization Culture), budaya pembelajaran (Leraning Culture), dan budaya pelaporan (Reporting Culture). Hasil survei budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur tahun 2024 yang memiliki persentase rendah adalah budaya pelaporan sebesar 46%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor individu dan organisasi serta menganalisis faktor individu dan organisasi yang berhubungan dengan penerapan budaya pelaporan insiden keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif bersifat analitik observasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur periode bulan April-Juli 2025. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden dengan pendekatan Puroposive Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi-Square dengan pValue < 0,05 dinyatakan terdapat adanya hubungan. Penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner dan skala likert untuk menentukan skor penilaian. Penelitian ini menggunakan hukum Pareto 80/20 untuk mengidentifikasi faktor yang berpotensi memiliki masalah di masa mendatang. Hasil penelitian faktor individu yang memiliki hubungan dengan penerapan budaya pelaporan insiden keselamatan pasien adalah unit kerja dan status pendidikan, sedangkan faktor organisasi yang memiliki hubungan dengan penerapan budaya pelaporan insiden keselamatan pasien adalah Machine dan kepemimpinan. Kepemimpinan menggunakan teori LMX terdiri dari empat dimensi yaitu Affection, Loyalty, Contribution, dan Professional Respect yang memiliki hubungan dengan penerapan budaya pelaporan insiden keselamatan pasien.
Hubungan Accessibility dan Affordability Dengan Pemanfaatan Layanan Rawat Jalan Vitreo Retina di Rumah Sakit XX Puryanti, Puryanti; Drastyana, Serlly Frida; Ramadhona, Aisya; Sari, Mega Galih
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2953

Abstract

Rumah sakit berperan vital dalam menyediakan layanan kesehatan, salah satunya pencegahan kebutaan melalui pelayanan vitreo retina. Pada tahun 2024, kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit XX Jawa Timur terus mengalami fluktuasi yang menunjukkan esksistensi hubungan faktor aksesibilitas dan keterjangkauan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor accessibility dan affordability dengan pemanfaatan layanan rawat jalan vitreo retina. Desain penelitian yang diaplikasikan ialah deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri atas 14.723 pasien rawat jalan vitreo retina dikaji berdasarkan data tahun 2025, dengan sampel sebanyak 90 responden yang dihitung menggunakan formula Slovin dan random sampling. Data dihimpun melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan uji koefisien phi. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel accessibility dinilai baik berkat dukungan teknologi digital dan transportasi online, sedangkan variabel affordability dinilai sesuai melalui penerimaan berbagai jenis asuransi, meski sebagian responden menilai waktu tunggu belum optimal. Mayoritas pasien menyatakan bersedia memanfaatkan kembali layanan, sementara lainnya enggan karena jarak tempat tinggal yang jauh. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara accessibility (p=0,002) dan affordability (p=0,000) dengan pemanfaatan layanan vitreo retina. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa kemudahan akses dan keterjangkauan biaya menjadi faktor utama dalam pemanfaatan layanan, dengan implikasi perlunya optimalisasi sarana akses serta manajemen pelayanan rumah sakit.