Widiyanto, Mikha Agus
(SINTA ID: 6191897) Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda, Kalimantan Timur

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

Suksesi kepemimpinan pentakostal di era disruptif Widiyanto, Mikha Agus; Parapat, Yohanes
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 1: April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i1.164

Abstract

The disruptive era is demanding strategic leadership which able to answer the needs of the church grows in the future. Leadership in Pentecostal churches that tend to prepare their family in succession has no guarantee of the needs and success of the next leader in the disruptive era. This research is proposed to examine the most dominant influence factor of leadership succession of Pentecostal churches. This research is using a quantitative approach with a survey method. The result showing that to have a succession planning in prepare new leaders for the church is the most dominant influence factor of leadership succession of Pentecostal churches in a disruptive era. To prepare a new leader through the right and contextual leadership succession is the key to future leadership success. Abstrak Di era disruptif menuntut kepemimpinan yang strategis dan mampu menjawab kebutuhan untuk perkembangan gereja di masa yang akan datang. Kepemimpinan pada gereja-gereja aliran Pentakosta yang cenderung mempersiapkan anggota keluarga dalam regenerasi tidak memberikan jaminan sepenuhnya dapat menjawab kebutuhan dan bagi kesuksesan kepemimpinan selanjutnya pada era disruptif. Penelitian ini mengkaji faktor yang paling dominan mempengaruhi suksesi kepemimpinan gereja-gereja aliran Pentakosta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki perencanaan dalam menyiapkan pemimpin baru bagi gereja menjadi faktor yang paling dominan mempengaruhi suksesi kepemimpinan di era disruptif gereja-gereja aliran Pentakosta. Mempersiapkan pemimpin baru melalui perencanaan yang baik dan yang tepat serta kontekstual menjadi kunci sukses kepemimpinan pada masa yang akan datang.
Perwujudan kebahagiaan dalam relasi interpersonal: Implementasi etika Kerajaan Allah berdasarkan Matius 5:3-9 Widiyanto, Mikha Agus; Sukri, Armin
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 8, No 1: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v8i1.547

Abstract

Happiness is hope for all human beings. Happiness is not just affected by income or economic factors, but also by social dimensions related to the relationship built with others. Through the implementation of Kingdom of God ethical principles based on Matthew 5:3-9 make one’s interpersonal relationship to be good and impact the happiness realization. This research used a mixed method design, namely exploratory sequential design, examining Matthew 5:3-9 by qualitative approach with exegeses, followed by a quantitative approach to find the causal relationship between variables. The result showed that: there is a significant influence on the implementation of the ethical principles based on Matthew 5:3-9 on the interpersonal relationship; there is a significant influence on the implementation of the ethical principles based on Matthew 5:3-9 to the happiness; and, there is no significant influence on the interpersonal relationship to the happiness. Implementing the Kingdom of God ethical principles by being poor before God or living in submission and relying on God, expressing meek attitudes, showing generosity, and being able to bring peace will improve the personal relationship to be good and happiness realization.  AbstrakKebahagiaan menjadi harapan bagi semua manusia. Kebahagiaan tidak hanya dipengaruhi faktor pendapatan atau ekonomi, melainkan dimensi sosial terkait dengan relasi yang terbangun dengan orang lain. Melalui pengimplementasikan prinsip-prinsip etika Kerajaan Allah berdasarkan Matius 5:3-9 membuat relasi interpersonal seseorang menjadi baik dan berdampak pada terwujudnya kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perwujudan kebahagiaan melalui implementasi prinsip-prinsip etika Kerajaan Allah dalam relasi interpersonal berdasarkan Matius 5:3-9. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods ini yang dinamakan exploratory sequential design, dengan mengkaji Matius 5:3-9 melalui pendekatan kualitatif dengan eksegese, kemudian dilanjutkan dengan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui hubungan kausal antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:  terdapat pengaruh yang signifikan implementasi prinsip-prinsip etika Kerajaa Allah berdasarkan Matius 5:3-9 terhadap relasi interpersonal; terdapat pengaruh yang signifikan implementasi prinsip-prinsip etika Kerajaa Allah berdasarkan Matius 5:3-9 terhadap kebahagiaan; dan tidak terdapat pengaruh yang signifikan relasi interpersonal terhadap kebahagiaan. Mengimplementasikan prinsip-prinsip etika Kerajaan Allah dengan menjadi miskin di hadapan Allah atau hidup berserah dan mengandalakan Tuhan, menampilkan sikap lemah lembut, menampilkan kemurahan hati dan mampu menjadi pembawa damai akan meningkatkan relasi interpersonal menjadi baik dan terwujudnya kebahagiaan.