Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SOSIALISASI PEMILU 2024 BAGI PEMILIH PEMULA SEBAGAI MANIFESTASI DEMOKRASI DALAM LINGKUNGAN KAWAN SEBAYA Nababan, Kristina Roseven; Listiarum, Febri; Efendi, Muhammad
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v4i32024p289-298

Abstract

The first-time voters represent the young generation who are exercising their right to vote for the first time. Given their substantial numbers, particular attention needs to be devoted to them in the upcoming 2024 general elections. This endeavour aims to provide socialization on the electoral process for the 2024 General Elections to first-time voters within the University, Church Youth, and community settings. The dissemination of information will be conducted through interactive activities, discussions, and the provision of easily comprehensible and relevant information. Additionally, this research will encompass assistance in verifying the Permanent Voter List (DPT) to ensure that first-time voters are correctly registered and can exercise their voting rights accurately in the forthcoming elections. Through these efforts, first-time voters will gain a deeper understanding of the significance of participating in the democratic process and will be equipped with adequate knowledge about the electoral procedures, thus enabling them to make informed decisions concerning the nation's future.
DAMPAK PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER SISWA Massie, Allessandro Yosafat; Nababan, Kristina Roseven
Satya Widya Vol. 37 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.sw.2021.v37.i1.p54-61

Abstract

Pandemi dan pembelajaran daring sangat berdampak sehingga menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Perubahan tersebut meliputi perubahan sikap, perilaku, dan karakter siswa/i maupun sistem pada lembaga pendidikan dalam hal ini berkaitan dengan pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran. Tidak hanya penyampaian materi saja yang terganggu melainkan penanaman nilai karakter pun terhambat. Oleh karena itu melalu penelitan ini digunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan wawancara dan kuesioner. Dalam penelitian ditemukan bahwa pendidikan karakter maupun karakter siswa saat sangat memprihatinkan. Sebagian besar sekolah dan guru belum siap dalam menghadapi perubahan sosial serta penggunaan media pembelajaran modern sebagai upaya pemanfaatan kemajuan teknologi. Maka dari itu, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat ditemukan solusi-solusi yang tepat serta mencegah mencegah dampak negatif yang lebih besar dari terhambatnya pendidikan karakter selama pembelajaran daring ini yang bisa memicu maraknya kenakalan remaja.
OPTIMIZING SPIRITUAL INTELLIGENCE ENHANCEMENT: A COMPREHENSIVE ANALYSIS OF ASMAUL HUSNA ACTIVITIES AT SMA NEGERI 3 SALATIGA Nababan, Kristina Roseven; Mediatati, Nani
Satya Widya Vol. 39 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.sw.2023.v39.i2.p147-158

Abstract

This study aims to analyze the optimization of students' spiritual intelligence through Asmaul Husna activities at SMK Negeri 3 Salatiga, which is aligned with the school's vision in producing graduates with noble character and environmental insight to compete in the global era. The research method used is a qualitative approach by exploring data through interviews, observations, and literature studies as primary data, and strengthening the results with the use of questionnaires as secondary data. The results showed that routine efforts in carrying out Asmaul Husna activities have not made a significant impact on the development of students' spiritual intelligence. Observations show that most students can merely cognitively grasp the concepts or at the knowledge level, but are not fully able to implement them in their daily lives, especially with regard to changing attitudes. Therefore, comprehensive support from all the stakeholders of the school is needed in designing a more effective strategy for developing students' spiritual intelligence. Asmaul Husna activities that are carried out every day need to be carefully monitored by the school and family, considering that the success of this activity can be assessed from significant changes in students' attitudes and behaviour, which are the initial capital in their future career development.
INOVASI PEMBELAJARAN: MENGENALKAN FLEXIBLE LEARNING SEBAGAI PINTU GERBANG BLENDED LEARNING BAGI MAHASISWA BARU UKSW Nababan, Kristina Roseven; Sasi, Galuh Ambar; Permatasari, Carolina Lita
Suluh Abdi Vol 5, No 2 (2023): SULUH ABDI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sa.v5i2.7123

Abstract

Konsep Blended Learning sebagai alternatif pendidikan yang menjanjikan dengan menggabungkan pembelajaran daring (online) dengan interaksi tatap muka (offline), sehingga membentuk pengalaman belajar yang komprehensif dan terintegrasi. Blended Learning memadukan konsep pembelajaran berbasis teknologi sehingga dibutuhkan platform pembelajaran atau e-learning untuk dapat  menyampaikan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan mahasiswa juga untuk memudahkan serta mewujudkan tercapainya pemahaman materi kepada mahasiswa, menciptakan suasana pembelajaran efektif, kreatif dan menciptakan kemampuan penguasaan teknologi pada diri mahasiswa. UKSW menyediakan Learning Management System Flexible Learning (F-Learn) sebagai platform pembelajaran. Fitur yang disediakan perlu dipelajari oleh mahasiswa terutama mahasiswa baru sehingga diperlukan pendampingan dan pelatihan bagi para mahasiswa baru UKSW. Melalui penerapan flexible learning, pendekatan blended learning diperkenalkan secara holistik, memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara pembelajaran daring dan tatap muka. Peran dosen sebagai fasilitator memiliki peran penting dalam membimbing mahasiswa dalam memahami dan mengakses platform flexible learning. Inovasi pembelajaran dapat membuka pintu gerbang menuju pembelajaran blended yang lebih efektif dan interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan adaptasi dalam lingkungan pembelajaran yang semakin beragam untuk menghadapi tuntutan pendidikan tinggi di era digital.
Mandok Hata Sebagai Pendidikan Demokrasi dalam Kebudayaan Batak Nababan, Kristina Roseven
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 11 No 1 (2023): June
Publisher : Department of Political Science, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/profetik.v11i1a2

Abstract

Pendidikan demokrasi di Indonesia cenderung didasarkan pada kurikulum nasional yang sering kali tidak mempertimbangkan nilai-nilai lokal dan konteks sosial budaya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan demokrasi yang berbasis kearifan lokal, dengan fokus pada mandok hata sebagai salah satu model praktik kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara dan observasi terhadap 5 subjek penelitian yang merupakan informan kunci, serta data sekunder melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mandok hata mengandung prinsip-prinsip pendidikan demokrasi, antara lain keterlibatan aktif dan partisipasi, pemahaman hak dan kewajiban, kritis dan refleksi, komunikasi praktis, kemampuan bekerja sama dan gotong royong, serta kesadaran sosial. Pendekatan pendidikan demokrasi yang mengintegrasikan nilai-nilai dan tradisi mandok hata dapat membantu mengembangkan partisipasi dan kesadaran politik individu dalam keluarga dan masyarakat lokal. Dengan demikian, pendidikan demokrasi berbasis kearifan lokal memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang demokratis dan partisipatif, serta dalam memperkuat dan melestarikan kearifan lokal sebagai warisan budaya yang berharga.
The Dialectic for National Unity: : Religious Exclusivism and Multicultural Challenges in Indonesian Communities Nababan, Kristina Roseven
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 16 No. 2 (2025): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v16i2.12422

Abstract

The research examines religious discrimination against Christian communities in Salatiga City, a location frequently regarded as a model of religious tolerance and diversity in Indonesia. The novelty of the research lies in uncovering discriminatory practices within a city that officially promotes interfaith harmony, thereby revealing the gap between public discourse and lived experiences. Using a qualitative approach, the research provides insights into how religious exclusivism manifests even within contexts celebrated for their pluralistic values. Data are collected through interviews with three key informants—SH, M, and U—who experience forced displacement from the X subdistrict due to their religious identity. The interview data are analyzed using the Miles and Huberman analytical framework to identify recurring patterns and themes. The findings indicate various forms of discrimination, including social ostracism, restrictions on property ownership, prohibitions on worship, and forced evictions based on religious affiliation. This discrimination emerges from deeply rooted beliefs that perceive Christianity as incompatible with predominant local traditions and practices. What distinguishes the research is its focus on the micro-level dynamics of intolerance and how these practices challenge Indonesia's constitutional principles of religious freedom and unity in diversity. To address these challenges, the research proposes a multi-stakeholder intervention framework emphasizing leadership engagement, public education, and interfaith dialogue. By integrating empirical evidence with practical solutions, the research strengthens scholarly understanding of the challenges faced by religious minorities in Indonesia. It offers recommendations for fostering genuine pluralism and enhancing social cohesion at the community level.