Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Ijarah dalam Sistem Perbankan Syariah Fitriani, Dara; Nazaruddin, Nazaruddin
Al-Hiwalah: Journal of Sharia Economic Law Vol. 1 No. 1 (2022): Al-Hiwalah : Journal Syariah Economic Law
Publisher : Department of Islamic Economic Law, Faculty of Sharia, Sultanah Nahrasiyah State Islamic University, Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.261 KB) | DOI: 10.47766/alhiwalah.v1i1.895

Abstract

Lease transactions in conventional banking do not transfer property rights, which means that when the lease expires, the goods are returned to the owner of the leasing object, which generally does not require the services of a financial institution. Another case in practice is because of Islamic banking financing which is known under a lease agreement called ijarah. In Islamic banking, al-ijarah is divided into 2 types, namely mutlaqah ijarah or leasing, operating lease is a process that we usually encounter in daily economic activities. In the context of Islamic banking, ijarah is a lease contract in which a bank or financial institution rents out equipment, buildings or goods, to one of its customers by charging a fee that has been determined with certainty in advance. Meanwhile, al-Ijarah al-Muntahia bit-Tamlik is a kind of fusion between a sales and lease contract or a lease contract which ends with the ownership of the goods being in the hands of the lessee. The nature of the transfer of ownership also distinguishes it from ordinary leases, which exist in conventional financial institutions. The concept of al-Ijarah in Islamic banking as a lease in general, but what distinguishes it is that in Islamic banking there is a lease which at the end of the contract, the customer is given a choice/option to own the goods or not, generally called a lease purchase.
Optimalisasi Kualitas Lingkungan Melalui Penataan Pemukiman Nelayan Tanjung Kramat Tatura, Lydia Surijani; Heryati, Heryati; Fitriani, Dara; Hatta, Asta Juliarman
Madaniya Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1647

Abstract

Kelurahan Tanjung Kramat sebagian besar berada pada permukiman di sekitar pesisir pantai yang di mana kawasan ini kekurangan tempat untuk membangun yang menyebabkan permukiman menjadi sempit, rumah satu dan lainnya berdekatan dan tidak teratur membuat permukiman ini menjadi kumuh. Di bagian pesisir pantai masalah lingkungan juga hadir karena ketidakpedulian masyarakat yang membuang sampah sembarangan di pesisir pantai yang akan berdampak pada lingkungan dan ekosistem laut. Untuk sebuah permukiman nelayan, Tanjung Kramat belum mempunyai sarana dan prasarana yang menunjang untuk nelayan beraktivitas, seperti belum adanya fasilitas dermaga tambatan perahu, fasilitas pengolahan hasil laut yang kurang, dan tempat pelelangan ikan. Metode kegiatan pengabdian mandiri ini yaitu Mengoptimalisasi Kualitas Lingkungan Melalui Penataan Permukiman Nelayan Tanjung Kramat dengan menggunakan metode pendampingan langsung di lapangan dalam survei langsung. Survei ini bertujuan untuk survei kondisi permukiman nelayan dan kualitas lingkungan di kelurahan Tanjung Kramat. pelaksana kegiatan melibatkan Dosen dan Mahasiswa serta pemerintah kelurahan sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini.