Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik Menggunakan Metode Doctor’s Office Quality-Information Technologi (Doq-It) Di RSUD Cililin Kabupaten Bandung Barat Widiawati, Anisa; Monica, Rizqy Dimas
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i3.15655

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan pada Februari 2024 diketahui dalam kegiatan unit rekam medis masih dilakukan peralihan dalam implementasi rekam medis elektronik, diimplementasikan pada pendaftaran rawat jalan, namun belum sempurna. Implementasi RME diperlukan persiapan untuk menghindari kendala atau kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan implementasi RME menggunakan metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT). Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Instrumen penelitian menggunakan alat tulis, kamera, kuesioner, microsoft office excel 2019, microsoft office word 2019, dan google formulir. Teknik pengolahan data yaitu editing, pemberian skor atau nilai, tabulasi dan analisis data. Hasil penelitian kesiapan implementasi rekam medis elektronik dengan metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) diperoleh total skor sebesar 77,12 yang terletak dalam kisaran kategori II yang bermakna RSUD Cililin cukup siap dalam implementasi RME. Variabel kesiapan yaitu sumber daya manusia skor 2.80, budaya kerja organisasi skor 2.17, tata kelola kepemimpinan skor 2.78, dan infrastruktur TI skor 2.78.
Evaluasi Ketidaktepatan Pengisian Kode Diagnosis Utama Pasien Rawat Inap Penyakit Dalam Dan Anak Periode Triwulan Iv 2023 Berdasarkan Icd-10 Di RSUD CILILIN Anisa, Alya; Monica, Rizqy Dimas
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i3.15641

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan pada Februari 2023 terdapat 14 dari 25 sampel kode diagnosis utama pasien rawat inap tidak tepat. Ditemukan juga petugas ketidaklengkapan pengisian catatan medis merangkap pekerjaan menjadi petugas kodifikasi. Tujuan penelitian mengetahui evaluasi ketidaktepatan pengisian kode diagnosis utama pasien rawat inap penyakit dalam dan anak berdasarkan ICD-10 di RSUD Cililin. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Populasi sebanyak 1.541 diagnosis utama pasien rawat inap penyakit dalam dan anak triwulan IV 2023. Sampel sebanyak 94 dihitung menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi alat tulis, lembar checklist, pedoman wawancara dan ICD-10 browser. Hasil penelitian menemukan meskipun terdapat SPO kodifikasi, tetapi masih tingginya angka ketidaktepatan pengisian kode diagnosis utama pasien rawat inap penyakit dalam dan anak periode triwulan IV 2023 di RSUD Cililin khususnya bulan November sebesar 93,33% dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 15 sampel. Penulis menyarankan petugas selalu menjadikan SPO sebagai acuan dalam pemberian kode diagnosis serta memberikan pelatihan terkait kodifikasi diagnosis jika masih belum memungkinkan adanya coder khusus rawat inap.
TINJAUAN KETERLAMBATAN PELAKSANAAN RETENSI REKAM MEDIS INAKTIF RAWAT INAP DALAM MENUNJANG STANDAR AKREDITASI MRMIK 11 VERSI SNARS 2022 DI RS BHAYANGKARA TK.II SARTIKA ASIH BANDUNG Azizah, Nur; Monica, Rizqy Dimas
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30929

Abstract

Studi pendahuluan di ruang filling (penyimpanan) menunjukkan terdapat 1.150 rekam medis (RM) inaktif pada 2024 dari 11.445 dokumen yang sudah dilakukan penyusutan (retensi). Banyaknya penumpukan dokumen rekam medis (DRM) rawat inap di dalam rak dan ruang filling (penyimpanan) mengakibatkan keterlambatan penyusutan (retensi) yang berpengaruh terhadap standar MRMIK 11 Akreditasi SNARS 2022. Tujuan penelitian mengetahui pelaksanaan penyusutan (retensi) rekam medis (RM) rawat inap guna menunjang standar MRMIK 11 Akreditasi SNARS 2022. Metode penelitian dengan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan observasi (pengamatan), wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Subjek penelitian ini 4 orang petugas penyimpanan beserta kepala Instalasi rekam medis (RM) serta objek penelitiannya adalah penyusutan (retensi) rekam medis (RM) dan ruang filling (penyimpanan) rekam medis (RM) inaktif. Diperoleh hasil penelitian yang  menunjukkan adanya proses pelaksanaan penyusutan (retensi) belum berjalan sesuai dengan SPO dan berpengaruh terhadap standar MRMIK 11 Akreditasi SNARS 2022 dimana, poin 1 terkait kebijakan memiliki kebijakan tentang jangka waktu penyimpanan dokumen rekam medis (DRM), poin 2 terkait keamanan dan kerahasiaan rekam medis (RM) belum terpenuhi karena masih terdapat sebagian rekam medis (RM) inaktif yang menumpuk diatas lantai, dan poin 3 belum memenuhi aspek ketepatan waktu, seharusnya seperti yang tercantum di regulasi yang ada dokumen pada tahun 2018-2020 sudah di retensi. Penulis menyimpulkan bahwa keterlambatan penyusutan (retensi) diakibatkan karena SPO yang tidak dijalankan dengan tepat sehingga terjadi penumpukkan dokumen sehingga berpengaruh terhadap standar MRMIK 11 Akreditasi SNARS 2022.
Strategi Efektif dalam Penggunaan Teknologi dan Edukasi untuk Pencegahan Diabetes Mellitus Pujilestari, Intan; Monica, Rizqy Dimas; Rahayu , Ayu Hendrati; Ginting , Gerinata; Suharto, Suharto
PUAN INDONESIA Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Puan Indonesia Vol 6 No 2 Januari 2025
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v6i2.336

Abstract

Diabetes mellitus is a global health issue with increasing prevalence and serious complications that can affect the quality of life of those affected. Prevention is crucial to reduce the burden of this disease. Effective prevention strategies integrate technology and education for better outcomes. The use of technology, such as mobile health apps and glucose monitoring devices, provides easier and faster access for people to monitor their health. Health education delivered through various digital platforms, seminars, and campaigns increases awareness and understanding of diabetes risk factors and prevention steps. The integration of technology and education enables the delivery of more interactive and personalized information, encouraging the adoption of healthy lifestyles and stress management. However, challenges such as limited access to technology and varying levels of digital literacy require inclusive and adaptive approaches. Collaboration between government, private sector, and community organizations is key to supporting sustainable prevention programs. With the right strategies, diabetes mellitus prevention can be enhanced, reducing the risk of complications, improving individual quality of life, and lessening the economic burden on the healthcare system.
PENYULUHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN STUNTING DI DESA JATISARI BANDUNG Marlina, Lusi; Monica, Rizqy Dimas; Yurika, Yurika; Damayanti , Eva; Pujilestaria , Intan
PUAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal PUAN Indonesia Vol. 7 No. 1 Juli 2025
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v7i1.406

Abstract

This network service (PkM) initiative become designed to address stunting in Jatisari Village through training, education, and community empowerment. the program targeted upgrades in dietary understanding, abilities for getting ready balanced complementary foods (MP-ASI), and hygiene practices. The intervention caused a great boom in community know-how approximately stunting (from 55% to 85%), complete mastery in MP-ASI guidance (100%), and proper handwashing practices (90%) among participants. strong enthusiasm and lively participation (80%–90%) additionally endorsed the status quo of nearby projects together with the “mothers for vitamins cognizance” (Ibu Peduli Gizi/IPG) organization. basic, the program made a significant contribution to elevating recognition and equipping the network with practical capabilities for stunting prevention, mainly for the duration of the vital first 1,000 days of existence, highlighting its capability for lengthy-time period sustainability.
Case Study: Physiotherapy Program in Down Syndrome Patients with Neuro Development Treatment Intervention at Dustira Hospital Monica, Rizqy Dimas
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.324

Abstract

Down Syndrome is a genetic disorder in which there is an extra chromosome on chromosome 21. This extra chromosome results in excessive amounts of certain proteins, which can interfere with the body's normal growth and cause changes in brain development. This case study report aims to determine the effect of physiotherapy intervention with Neuro Developmental Treatment (NDT) on improving motor skills in Down Syndrome children. This case study report was carried out in the children's growth and development clinic at the hospital Dustira Cimahi on January 15, 2024 to February 1, 2024. The intervention used is Neuro Development Treatment through a stimulation and facilitation approach. The results of the Early Growth and Development Detection examination from T1 to T6 showed increased developmental achievements in aspects of fine motor skills, observation and speech. The evaluation results of the Gross Motor Functional Measurement examination showed a total score at T1: 11% and T6: 18%, there was an increase in gross motor skills of 7%. Conclusion: Intervention using Neuro Development Treatment is a therapy that has been proven to be effective in improving the motor skills of Down Syndrome children
Faktor – Faktor   yang   Berhubungan   Perilaku   Merokok  Pada  Remaja  di SMKN  1 Cililin Kabupaten Bandung Barat Tahun 2025 Ruhyat, Ejeb; Monica, Rizqy Dimas; Fadila, Erida; Kartikasari, M.Nur Dewi
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i1.23960

Abstract

Latar Belakang: Perilaku merokok saat ini tidak hanya melanda orang dewasa, melainkan juga melanda remaja. Data Global Youth Tobacco tahun 2019, menunjukkan bahwa 40,6% pelajar di Indonesia (usia 13-15 tahun) sudah pernah menggunakan produk tembakau. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan perilaku merokok pada remaja di SMKN 1 Cililin. Metode: Menggunakan metode analitik observasional desain Cross Sectional Study” dengan jumlah responden sebanyak 88 orang. Metode penarikan sampel yang digunakan yaitu total sampling dan pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value=0,000), sikap (p value=0,000), pengaruh orang tua (p value=0,000, pengaruh teman (p value=0,000), dengan perilaku merokok pada remaja. Kesimpulan: pada penelitian ini bahwa pengetahuan, sikap, pengaruh orang tua dan pengaruh teman terhadap hubungan dengan perilaku merokok pada remaja di SMKN 1 Cililin Bandung Barat tahun 2025.
TINJAUAN PENGELOLAAN REKAM MEDIS PASIEN HIV/AIDS BERDASARKAN ASPEK KEAMANAN DAN KERAHASIAAN GUNA MELINDUNGI HAK PASIEN DI RSUD WELAS ASIH PROVINSI JAWA BARAT Choirunnisa, Adinda; Monica, Rizqy Dimas; Soelistijaningroem, Matoeari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49764

Abstract

Rekam medis merupakan sumber data yang dikumpulkan untuk diolah menjadi informasi medis yang terus bertambah setiap harinya sejalan dengan pelayanan kesehatan yang berlangsung di rumah sakit. Pengelolaan rekam medis pasien HIV/AIDS menjadi perhatian utama karena menyangkut informasi sensitif yang berkaitan langsung dengan status kesehatan pribadi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan rekam medis pasien HIV/AIDS berdasarkan prinsip keamanan dan kerahasiaan yang menjamin perlindungan hak pasien. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan Poli VCT RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat dari tahun 2022 hingga tahun 2024. Pengelolaan rekam medis pasien HIV/AIDS telah terintegrasi ke dalam SIMRS, namun ikhtisar perawatan masih dicatat manual. Pelaporan ke Dinas Kesehatan melalui SIHA dengan identitas pasien disamarkan, sementara akses data dibatasi sesuai kewenangan. Meskipun perlindungan hak pasien telah berjalan efektif, penggunaan spreadsheet eksternal dan belum adanya pemisahan khusus menunjukkan perlunya penguatan keamanan dan SOP yang jelas. Diharapkan dengan adanya penelitian ini menjadi dasar dalam penguatan kebijakan internal dan peningkatan sistem pengelolaan rekam medis HIV/AIDS sebagai upaya melindungi hak pasien.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN ICD-10 TERHADAP KETEPATAN LAPORAN MORTALITAS RAWAT INAP PERIODE TRIWULAN 1 TAHUN 2025 DI RSUD WELAS ASIH PROVINSI JAWA BARAT Azzahra, Salsadilla Recka; Monica, Rizqy Dimas; Soelistijaningroem, Matoeari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49791

Abstract

Laporan mortalitas pasien rawat inap merupakan komponen penting dalam evaluasi mutu pelayanan serta perencanaan kesehatan di rumah sakit. Penggunaan International Classification of Diseases, Tenth Revision (ICD-10) sebagai sistem klasifikasi diagnosis kematian bertujuan meningkatkan ketepatan dan keseragaman pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang menghambat dan mendukung proses pengkodean serta pelaporan mortalitas, menilai keberadaan dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP), mengidentifikasi kendala dalam penyusunan laporan, serta menilai pengaruh pelatihan petugas terhadap ketepatan laporan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan, yaitu petugas coder yang terlibat langsung dalam pengkodean dan pelaporan. Variabel utama penelitian adalah implementasi ICD-10 terhadap ketepatan laporan mortalitas dengan sub-variabel mencakup proses pengkodean diagnosis penyebab kematian, faktor penghambat dan pendukung pengkodean, faktor pelaporan, serta dukungan profesional dan pelatihan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, observasi dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkodean telah memanfaatkan ICD-10 Browser, namun versi aplikasi belum diperbarui. Hambatan utama meliputi penulisan diagnosis yang tidak lengkap atau menggunakan singkatan oleh dokter, serta keterbatasan integrasi aplikasi pelaporan sehingga pengolahan masih dilakukan secara manual. Faktor pendukung meliputi keberadaan SOP, penggunaan ICD-10 berbasis elektronik, serta pelatihan dan pembinaan meskipun belum merata. Motivasi mandiri petugas dalam meningkatkan kompetensi turut mendukung akurasi laporan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa implementasi ICD-10 telah berjalan, namun perlu peningkatan integrasi sistem informasi, perbaikan kualitas pencatatan diagnosis, serta pemerataan pelatihan untuk meningkatkan kualitas laporan mortalitas bagi kepentingan perencanaan kesehatan rumah sakit maupun nasional.
TINJAUAN KOREKSI KLAIM BPJS RAWAT JALAN GUNA MENUNJANG KUALITAS PENGKLAIMAN DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI JAWA BARAT Hadijah, Aini; Monica, Rizqy Dimas
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31952

Abstract

Studi pendahuluan di bagian klaim BPJS Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat bahwa dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), masih terdapat koreksi klaim rawat jalan oleh verifikator BPJS Kesehatan. Data Klaim BPJS Kesehatan di RSJ Provinsi Jawa Barat menunjukan bahwa dalam pengajuan klaim rawat jalan pada bulan september sampai november 2023 terdapat koreksi klaim sebanyak 1,23% atau sebanyak 60, berkas klaim yang diajukan yaitu sebanyak 4.852 berkas. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah koreksi klaim rawat jalan pada Mei-Desember 2023 sebanyak 390 berkas dengaan menggunakan Non probability sampling dengan teknik Saturation Sampling. Hasil penelitian di RSJ Provinsi Jawa Barat masih belum tersedia secara tertulis Standar Prosedur Operasional (SPO) dan alur penanganan koreksi klaim rawat jalan kemudian dari 390 berkas sampel yang diteliti terdapat 5 kriteria koreksi klaim rawat jalan tertinggi yaitu berdasarkan kode ICD 10 sebanyak 237 berkas klaim koreksi atau sebesar 60,76% dengan penyebab 236 kode tidak sesuai (turun satu kelas), 1 bukan APS pasien menolak dirawat dan minta untuk berobat jalan. Penulis menyimpulkan bahwa belum ada Standar Prosedur Operasional (SPO) tertulis untuk koreksi klaim rawat jalan, yang menyebabkan ketidakseragaman dan potensi kesalahan. Jumlah koreksi klaim rawat jalan cukup tinggi, dengan 390 klaim dikoreksi dari 12.284 berkas klaim pada periode Mei-Desember 2023, di mana kode ICD 10 237 paling sering dikoreksi (60,76%). Meskipun kualitas pengklaiman dinilai baik, rumah sakit menghadapi kendala seperti keterlambatan data dari BPJS dan ketidakjelasan data. Upaya perbaikan telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan pihak terkait dan peningkatan ketepatan petugas.