Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Proses Labeling PROSES LABELING PADA FIGUR PUBLIK: STUDI KASUS EKY PRIYAGUNG SEBAGAI ‘DUTA BROKEN HOME’ DI INSTAGRAM : STUDI KASUS EKY PRIYAGUNG SEBAGAI ‘DUTA BROKEN HOME’ DI INSTAGRAM Sukron, Sandi; Ghassani, rizqi
KOMUNIKA BANGSA Vol 3 No 1 (2025): Edisi 5
Publisher : UKRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/kosa.v3i1.4293

Abstract

Labeling is an aspect that arises from society's reaction to a person's behavior that is considered deviant. The labeling perspective emphasizes the interactionism approach by concentrating on the consequences of interactions between deviants and social control agents. This research using descriptive methods to find out how Eky Priyagung's broken home content on Instagram gave rise to a broken home ambassador labeling on Eky Priyagung. The data obtained in this research through direct interviews with Eky Priyagung's sources. The results of this study prove that the labels given by the public can influence how a person behaves, creates strategies, and takes advantage of opportunities, ultimately forming an influential figure in raising social issues.
Memperkuat Kerukunan Warga Desa Rancamanyar Melalui Keterampilan Komunikasi Fitriawati, Diny; Sabarudin, Didin; Ghassani, Rizqi; Bintang, Gilang; Suminar, Erna
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v7i1.1736

Abstract

Kerawanan yang menyebabkan instabilitas sosial potensial terjadi pada masyarakat transisi. Ciri transisi tergambar jelas pada masyarakat desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Desa yang tengah berubah menuju wujud sebuah kota ini menyimpan berbagai potensi membahayakan. Di antaranya, gangguan pada kerukunan dan kenyamanan lingkungan. Sebagai masyarakat transisi, kesulitan akan dialami ketika harus berubah ke arah suasana baru. Karena menuntut masyarakat untuk mengikuti arus perubahan dan meninggalkan adat dan kebiasaan yang telah lama terbentuk. Di dalam perubahan menuju kebiasaan baru ini terdapat hal paling mendasar, yakni, komunikasi. Ini berkenaan dengan bertebarannya simbol-simbol baru sebagai pembawa perubahan yang harus mendapat pemaknaan yang tepat dari masyarakat. Kemajuan sangat pesat serta merta mengubah kultur dan kebiasaan serta mengubah pola komunikasi yang sudah terbentuk. Menghadapi perubahan tersebut, warga harus memiliki keterampilan komunikasi, baik komunikasi praktis maupun kemampuan memaknai simbol-simbol yang bertebaran di tengah perubahan yang terjadi. Berkenaan dengan itu, dosen Ilmu Komunikasi bersama dengan mahasiswa Ilkom UKRI melaksanakan pengabdian di desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman dan keterampilan komunikasi kepada kader dan aktivis masyarakat desa agar mampu memperkuat kerukunan di tengah beragamnya simbol-simbol yang bertebaran sebagai konsekuensi dari heterogenitas penduduk. Agar mencapai tujuan, PKM menggunakan metode ceramah dengan disertai diskusi. Hasilnya, masyarakat desa Rancamanyar berkomitmen memahami realitas perubahan dengan menerapkan sisi keilmuan komunikasi agar terpelihara kerukunan di antara sesama warga masyarakat.