Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat, serta Tinjauannya dalam Pandangan Islam Alya Tsuraya Faiha; Wulansari, Rifda; Ernawati, Kholis; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4770

Abstract

Hipertensi, seringkali disebut sebagai “silent killer”, yang merupakan penyebab utama kematian di dunia, terutama pada lansia. Kondisi ini dapat terjadi tanpa gejala yang jelas dan berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular dan ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi pada lansia di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 49 lansia yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia ≥ 60 tahun, didominasi oleh perempuan, dan memiliki tingkat pendidikan rendah. Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian hipertensi (p=0,000). Lansia dengan IMT ≥ 23 kg/m2 memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi. Temuan ini menekankan bahwa IMT yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi pada lansia, yang sesuai dengan temuan penelitian sebelumnya. Dalam perspektif Islam, menjaga pola hidup sehat, termasuk menjaga berat badan ideal, merupakan bagian dari kewajiban untuk mensyukuri nikmat Allah dan mencegah penyakit yang dapat mengganggu kesehatan.
Hubungan Keteraturan Kunjungan Posyandu terhadap Peningkatan Status Gizi pada Balita di Posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07 Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rahmawati Purnama, Yasmine Mutia; Wulansari, Rifda; Hidayat, Roni; Ernawati, Kholis
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4761

Abstract

Pendahuluan: 2 tahun pertama anak merupakan periode emas pertumbuhan otak anak. Nutrisi yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perilaku orang tua dalam pemanfaatan layanan kesehatan, seperti datang ke posyandu untuk penimbangan berat badan setiap bulan guna memantau status gizi anak. Agama Islam juga menekankan agar orang tua bertanggung jawab terhadap perawatan anak, seperti menafkahi, merawat, dan memberikan makanan yang bergizi untuk pertumbuhan anak. Pertumbuhan yang terganggu pada masa ini dapat berdampak buruk pada kualitas hidup anak di masa depan. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan survey cross sectional. Penelitian dilakukan di posyandu balita Wijaya Kusuma 2 di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dengan menggunakan data primer dan data sekunder berupa kuestioner dan KMS balita periode Desember 2023-Mei 2024. Sampel pada penelitian ini berjumlah 48 sampel. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dari 48 sampel terdapat sebanyak 11 balita (39.3%) yang melakukan kunjungan posyandu secara teratur mengalami peningkataan status gizi dan 17 balita (60.7%) yang tidak teratur melakukan kunjungan posyandu tidak mengalami peningkatan status gizi. Pada uji Chi-Square didapatkan tidak ada hubungan antara keteraturan kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi (p=0.269). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara keteraturan kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi pada balita di posyandu Wijaya kusuma 2 kelurahan sumur batu RW 07 Jakarta Pusat. Selain itu Berdasarkan tinjauan Islam orang tua memiliki berkewajiban untuk memberi makanan yang bergizi terhadap anak tak hanya bergizi harus memenuhi standar halal dan thayyib.