Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Action Research Literate (ARL)

Rancang Bangun Mesin Portabel Pencacah Pelepah Sawit Fahrezi, Refanza; Yulianto, Dody
Action Research Literate Vol. 9 No. 5 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i5.2951

Abstract

Limbah pelepah sawit di Provinsi Riau (luas 2,1 juta Ha) berpotensi sebagai pakan ternak dan pupuk kompos, namun pemanfaatannya terhambat oleh keterbatasan alat pencacah yang portabel dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pencacah pelepah sawit portabel yang efisien, berbiaya rendah, dan aman untuk petani skala kecil. Penelitian ini menggunakan tahapan sistematis: survei lapangan, studi literatur, perancangan (perhitungan gaya, transmisi, material), pembuatan prototipe, dan pengujian kinerja. Mesin dengan motor bensin 7 HP dan pisau 1900 RPM menghasilkan cacahan 91,5 kg/jam (efisiensi 90,5%), berat total 27 kg, serta desain aman untuk operator. Solusi praktis untuk petani dalam mengelola limbah sawit, dengan rekomendasi pengembangan lebih lanjut seperti pengujian ketahanan dan integrasi sistem otomatis.
Pengaruh Variasi Campuran Serat Ijuk dan Serat Sabut Kelapa Dengan Matriks Epoxy Terhadap Kekuatan Mekanik Komposit Manalu, Elia Fransisco; Yulianto, Dody
Action Research Literate Vol. 9 No. 5 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i5.2960

Abstract

Komposit dari bahan serat (fibrous composite) terus diteliti dan dikembangkan guna menjadi bahan alternatif pengganti bahan logam, hal ini disebabkan sifat dari bahan komposit yang kuat dan mempunyai massa yang lebih ringan dibandingkan dengan logam. Penelitian ini bertujuan untuk membuat komposit serat berbahan serat ijuk dan serat sabut kelapa dengam pengikat resin epoxy. Pada penelitian ini, campuran serat ijuk, serat sabut kelapa dan resin epoxy, dilakukan dengan perbandingan 20% : 30% : 50%, 25% : 25% : 50%, dan 30% : 20% : 50%. Hasil pengujian kekuatan bending tertinggi terjadi pada spesimen 3 dengan campuran 50% serat bambu : 50% resin polyester mempuyai nilai kekuatan tarik yaitu 18,93 MPa dengan harga impact sebesar 0,387 Joule/mm2 Hal ini dikarenakan adanya variasi campuran serat ijuk semakin besar dan semakin kecil serat sabut kelapa dengan resin epoxy akan mempengaruhi regangan elastisitas dari inti serat (selulosa), selulosa dari serat ijuk yang lebih besar mampu meningkatkan nilai kekuatan bending dan harga impact, sehingga bisa dilihat dari hasil pengujian impact (charpy) dimana pada spesimen 3 (30% : 20% : 50%) memiliki nilai kekuatan bending dan impact tertinggi dan sebaliknya jika campuran serat sabut kelapa semakin banyak maka akan menurunkan harga impact. Jenis patahan pada spesimen 1 bentuk patahan getas dan spesimen 2, spesimen 3 bentuk patahan getas berserabut.
Pengaruh Jumlah Mata Pisau pada Mesin Portabel Pencacah Pelepah Sawit Terhadap Hasil Pencacahan Fahlevi, Refel Minoc; Yulianto, Dody
Action Research Literate Vol. 9 No. 5 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i5.2965

Abstract

Pelepah sawit utuh lambat terurai, sehingga diperlukan mesin pencacah portabel untuk mempercepat proses pengomposan. Penelitian sebelumnya menggunakan pisau axial 18 buah namun memiliki kelemahan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konfigurasi optimal jumlah dan kerapatan pisau untuk meningkatkan efisiensi pencacahan. Penelitian ini menguji variasi mata pisau (2, 3, 4) dan kerapatan (10, 20, 30 mm) dengan kecepatan 3000 rpm, mengukur efisiensi, kapasitas, dan ukuran cacahan. Konfigurasi 3 pisau dengan kerapatan 10 mm menghasilkan efisiensi tertinggi (93%), kapasitas 109,449 kg/jam, dan 82,79% cacahan <2 cm. Desain ini meningkatkan kinerja mesin secara signifikan dengan biaya rendah. Saran untuk penelitian selanjutnya meliputi modifikasi corong masuk dan pengujian bahan baku basah/kering.