Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INTERVENSI KOMPRES HANGAT DENGAN AROMATERAPI PEPPERMINT PADA PASIEN NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA (EKLAMPSIA) Yustilawati, Eva; Adhiwijaya, Ardian; Syam, Ikrimah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2442

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO Preeklampsia dan Eklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada ibu di dunia didalam preeklamspia dan eklampsia terdapat 211 per 100.000 kelahiran hidup dan diperkirakan jumlah kematian ibu adalah 295.000-340.000 kematian ibu terjadi setiap tahunnya. Eklampsia merupakan salah satu komplikasi dari preeklampsia dengan adanya kejang dan penurunan kesadaran, dan tindakan operasi section caesarea adalah tindakan terminasi kehamilan untuk menyelamatkan ibu dan anaknya. Nyeri merupakan rasa yang muncul pada pasien setekah dilakukan tindakan operasi section caesarea  pada daerah insisi sehingga menyebabkan robeknya jaringan pada dinding perut dan dinding uterus. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat dilakukan dalam menurunkan nyeri adalah kompres hangat dengan aroma terapi peppermint pada pasien. Tujuan penulisan: adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami eklampsia post operasi section caesarea dengan masalah nyeri di ruang ICU dengan menggunakan kompres hangat dengan aromaterapi peppermint. Metode: yang digunakan adalah study kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian. Pelaksanaan kompres hangat dengan aromaterapi peppermint 1 kali sehari dalam 2 hari pemberian. Hasil: analisis data menunjukkan beberapa diagnosis yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik dan resiko infeksi. Pemberian kompres hangat dengan aromaterapi peppermint adalah intervensi yang bisa digunakan dalam menurunkan nyeri. Kesimpulan: berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa penerapan kompres hangat dengan aromaterapi peppermint yang dilakukan 1 kali sehari dalam 2 hari menunjukan bahwa terjadi penurunan pada masalah nyeri pasien setelah pemberian, hal ini menunjukkan bahwa kompres hangat dengan aromaterapi peppermint efektif dilakukan dalam membantu menurunkan nyeri pada pasien.
Kesiapan Tanggap Bencana Mahasiswa Keperawatan UIN Alauddin Makassar Ardian Adhiwijaya; Dewi Yuliani Hanaruddin
JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Vol 8 No 02 (2019)
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.6 KB) | DOI: 10.12345/jikp.v8i02.142

Abstract

Penanganan bencana merupakan tanggung jawab banyak pihak salah satunya adalah mahasiswa keperawatan yang memiliki dasar pengetahuan dalam tanggap bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kesiapan tanggap darurat mahasiswa keperawatan UIN Alauddin Makassar. Metode penelitian menggunakan desain observasional secara analitik dengan menggunakan cross-sectional dengan banyak sample sebanyak 49 responden yang terjaring menggunakan simple random sampling. Hasill penelitian didapatkan bahwa faktor psikologis memiliki nilai tertinggi dengan 75.5% responden siap secara psikologis, 65.3% responden tergolong siap secara pengetahuan dan kesiapan fisik dengan nilai 57.1%. Uji spearman’s Rho menunjukkan korelasi sedang yang timbal balik antara kesiapan psikologis dengan kesiapan fisik (p<0.05). disarankan kepada mahasiswa keperawatan agar bisa menyiapkan diri dan mengambil bagian dalam tanggap bencana, serta diharapkan kepada dosen agar memoersiapkan mahasiswa dari berbagai aspek selain pengetahuan, seperti aspek psikologis dan aspek fisik.
PENGARUH TERAPI MUROTTAL TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN DIABETES MELITUS DI RS BHAYANGKARA MAKASSAR Musdalifah Mukhtar; Ardian Adhiwijaya; Ismayanti Ismayanti
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i2.3047

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan kondisi kronis dan berlangsung seumur hidup yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menggunakan energi dari makanan yang telah dicerna, dimana tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat sehingga kadar glukosa didalam darah menjadi tinggi. Masalah psikologis sering dialami penderita diabetes melitus yaitu kecemasan karena memikirkan kondisi penyakitnya, untuk itu kecemasan perlu dikendalikan. Pengendalian kecemasan dengan pendekatan spiritual dipandang penting dan efektif salah satunya yaitu terapi murottal karena diyakini memiliki  efek samping yang lebih rendah, lebih aman dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Quran terhadap perubahan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantiatif, salah satu pendekatan kuantitatif yaitu quasi eksperimen dengan jenis one group pretest-postest. Teknik pengumpulan sampel yaitu teknik quota sampling yaitu 15 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Tingkat kecemasan pada pasien Diabetes Melitus sebelum dilakukan intervensi terapi murottal yaitu kecemasan sedang 2 (13,3%) dan, kecemasan berat 10 (66,7%) kecemasan berat sekali 3 (20), tingkat kecemasan pada pasien diabetes melitus setelah dilakukan intervensi terapi murottal kecemasan sedang 2 (13,3%) dan kecemasana ringan 13(86,7%) pada uji “paired sample T-test dalam penelitian ini menunjukkkan bahwa ada perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan pasien Diabetes Melitus di RS Bhayangkara Makassar dengan diperolehnya nilai signifikan p-value 0,0001 (p<0,05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yakni terdapat perubahan yang signifikan terapi murottal terhadap perubahan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus di RS Bhayangkara Makassar. Terapi murottal ini dapat dipertimbangkaan untuk diterapkan sebagai intervensi keperawatan dalam mengatasi respon cemas pasien.
BANTUAN HIDUP DASAR MENINGKATKAN MOTIVASI SATPAM DALAM MENOLONG KORBAN HENTI JANTUNG DI LINGKUNGAN KAMPUS: SEBUAH STUDI EKSPERIMEN Ardian Adhiwijaya
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 2 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i2.3109

Abstract

Ketidaktahuan akan sesuatu hal membuat seseorang enggan untuk memberikan pertolongan dan tidak termotivasi untuk menolong. Penelitian ini yang bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan hidup dasar terhadap motivasi satpam dalam menolong korban henti jantung di lingkungan kampus. Desain pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design digunakan dalam penelitian ini. 18 satpam terlibat dan mengisi instrument dengan lengkap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang valid dengan reliabilitas 0.82 lalu data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh pemberian pelatihan hidup dasar terhadap motivasi  (p<0.05), satpam menunjukkan peningkatan motivasi yang cukup besar (77.8%). Dapat disimpulkan bahwa pelatihan bantuan hidup dasar efektif dalam meningkatkan motivasi satpam untuk menolong korban henti jantung di lingkungan kampus.
Status Kesehatan Mental Perawat dalam Menangani Pasien Covid-19 Ardian Adhiwijaya; Aidah Fitriani; Nurul Fadhilah Gani
Jurnal Gema Keperawatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v15i2.2334

Abstract

The fast-spreading Covid-19 disease creates mental health problems for nurses related to the increasing number of patients, excessive workload and hours accompanied by inadequate personal protective equipment. The aim of this study is to analyze the mental health status of nurses in managing Covid-19 patients in South Sulawesi. The type of research is a descriptive observational research design. This research was conducted online by involving 7 referral hospitals with Covid-19 in South Sulawesi Province  which will be implemented on August until December 2020. The sample in this study were 83 nurses who were in charge of treating Covid-19 patients at the South Sulawesi Covid-19 Referral Hospital, who were selected by the cluster random sampling technique. Mental health status was measured using the DASS-21 instrument. The majority of nurses do not feel symptoms of anxiety, stress or depression when dealing with Covid-19 patients. However, there are nurses who experience severe anxiety and even very severe and there are also nurses who experience extreme depression. The results of the nurses' answers stated that sometimes they find it difficult to relax because of the increased workload (47%), sometimes their feelings are easily moved or touched (55.4%). There are 3.6% of nurses who always find it difficult to feel positive (happy, proud, etc.) There are even nurses who are not enthusiastic about anything (1.2%). Nurses who treat Covid-19 patients have good mental health status, tend not to experience stress, anxiety or depression.
The day digital information is no longer optional: A reflection on the COVID-19 pandemic Nuru, Hasanuddin; Adhiwijaya, Ardian; Mamang, Fardiana
Public Health of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): April - June
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v7i2.426

Abstract

N/A
PEMBINAAN SATUAN PENGAMANAN KAMPUS DALAM MEMBERIKAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA KORBAN HENTI JANTUNG DI LINGKUNGAN KAMPUS Ardian Adhiwijaya; Ilhamsyah; Eva Yustilawati; Andi Budiyanto Adiputra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.25967

Abstract

Security guards have the responsibility and capacity to keep campus conditions favorable, making it possible to provide first aid when an emergency or cardiac arrest occurs in the campus environment. This community service applies the 2020 American Heart Association Guidelines Update for CPR and ECC aid algorithm, which aims to provide training to security guards on basic life support for victims of cardiac arrest and analyze differences in knowledge and skills of security guards in providing basic life support to victims of cardiac arrest before and after training. This community service uses the service learning method with the DEAL model reflection. The results showed that the security guards did not know (1) what events could be classified as emergency conditions and (2) what things to do to help victims. Then BHD training was given and it turned out to increase the knowledge and skills of security guards in helping victims of cardiac arrest in the UIN Alauddin Makassar campus environment. After the training, security guards expressed an increased sense of responsibility in doing for others and the experience gained can inspire them to remain committed to helping the community. It is expected that security guards can assist in the right help.  ---  Satpam memiliki tanggung jawab serta kapasitas dalam menjaga kondisi kampus tetap kondusif, sehingga memungkinkan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi gawat darurat atau henti jantung dalam lingkungan kampus. Pengabdian ini menerapkan algoritma pertolongan 2020 American Heart Association Guidelines Update for CPR and ECC, yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada satpam tentang bantuan hidup dasar bagi korban henti jantung dan menganalisis perbedaan pengetahuan dan keterampilan satpam dalam memberikan bantuan hidup dasar pada korban henti jantung sebelum dan sesudah pelatihan. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode service learning dengan refleksi model DEAL. Diperoleh hasil bahwa satpam belum mengetahui (1) kejadian apa saja yang bisa digolongkan sebagai kondisi gawat darurat dan (2) hal apa saja yang dilakukan untuk menolong korban. Kemudian diberikan pelatihan BHD dan ternyata dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan satpam dalam menolong korban henti jantung dilingkungan kampus UIN Alauddin Makassar. Setelah pelatihan, satpam mengungkapkan adanya peningkatan rasa tanggung jawab dalam berbuat untuk orang lain dan pengalaman yang diperoleh dapat menginspirasi untuk tetap berkomitmen membantu masyarakat. Diharapkan satpam dapat memberikan bantuan dengan cara pertolongan yang tepat.
NURSING SKILL MANAGEMENT IN IMPLEMENTING TRIAGE IN THE EMERGENCY DEPARTEMENT Ilhamsyah; Aprilia, Arlena Dwi Suci; Adhiwijaya, Ardian
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 6 No 2 (2025): HOMES JOURNAL: JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hmsj.v6i2.57082

Abstract

Backround: One of the services available in the emergency installation is triage. Triage is an action for patients who will enter the emergency department (ED) selected based on their emergency. Through the implementation of triage, patient satisfaction in the Hospital can be achieved and death and disability in emergency cases can be minimized, so it is very important for nurses to have knowledge and skills in implementing triage. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and nurse skills in implementing triage in the emergency room (ER) of Labuang Baji Hospital, Makassar. Methods: The design of this study was quantitative research with a correlational analytical research type through a cross-sectional approach. The sample in this study was 30 nurses using the total sampling method. The instruments in this study were a questionnaire on knowledge about triage and the Triage Skill Questionnaire (TSQ), which were analyzed using the chi square test. Result: The results of the univariate statistical test showed that ER nurse respondents had low knowledge of 86.7%, moderate knowledge of 10% and high knowledge of 3.3%. Meanwhile, nurses who had high skills were 83.3% and moderate skills were 16.7%. Meanwhile, the results of the bivariate statistical test showed that there was a relationship between knowledge and nurses' skills in implementing triage in the Emergency Room of Labuang Baji Hospital, Makassar with a significance value of p value = 0.002 <0.05. Conclusion: This study found a significant relationship between nurses' knowledge and their skills in implementing triage in the Emergency Room of Labuang Baji Hospital, Makassar. Improved knowledge contributes to better triage skills, which are crucial in reducing mortality and disability rates while increasing patient satisfaction in emergency care services.  
Dampak Workshop CPR Berkualitas Tinggi terhadap Kompetensi Perawat di Fasilitas Kesehatan Primer: Studi Praeksperimental di Indonesia Yustilawati, Eva; Budiyanto, Andi; Adhiwijaya, Ardian; Zahrani, Gina
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v10i2.651

Abstract

ABSTRAKResusitasi jantung paru (CPR) sangat penting dalam menyelamatkan nyawa saat henti jantung. Namun, kompetensi perawat dalam melakukan high quality cardio pulmonary resuscitation (HQ-CPR) masih menjadi tantangan, terutama di fasilitas kesehatan primer. Tujuan penelitian: Studi ini bertujuan mengevaluasi dampak workshop HQ-CPR terhadap kompetensi perawat di pusat layanan kesehatan primer di Indonesia. Metode: Desain praeksperimental pretest-posttest satu kelompok digunakan. Sebanyak 28 perawat mengikuti workshop. Kompetensi dinilai menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang telah divalidasi. Intervensi dilakukan pada bulan Juni 2024 selama 9 jam. Pretestdilakukan selama 30 menit, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi, kemudian istirahat, dan dilanjutkan dengan posttest selama 30 menit. Instrumen untuk mengukur kompetensi berupa kuesioner yang telah valid dan reliabel dan lembar observasi SOP HQ-CPR. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi perawat setelah workshop (p = 0,001). Sebelum dilakukan intervensi, hanya 16 perawat yang kompeten dan setelah dilakukan intervensi, seluruh perawat kompeten. Semua peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, dengan 100% mencapai kompetensi setelah workshop. Diskusi: Hasil penelitian ini mendukung teori andragogi yang menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih efektif bila berbasis pada pengalaman, partisipatif, dan relevan dengan praktik. Workshop HQ-CPR sebagai metode edukasi yang mampu mentransfer pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan praktis, terutama dalam keterampilan kritis seperti HQ-CPR. Kesimpulan: Workshop HQ-CPR secara efektif meningkatkan kompetensi perawat dan menekankan perlunya pelatihan rutin untuk mempertahankan standar tinggi dalam perawatan darurat. Kata Kunci: kompetensi, resusitasi jantung paru (RJP), workshop The Impact of A High-Quality CPR Workshop on Nurses’ Competence in Primary Health Care Settings: A Pre-Experimental Study in Indonesia ABSTRACTCardiopulmonary resuscitation (CPR) plays a critical role in saving lives during cardiac arrest. However, nurses’ competence in performing High-Quality CPR (HQ-CPR) remains a challenge, particularly in primary healthcare facilities. Research Objective: This research aims to evaluate the impact of an HQ-CPR workshop on nurses’ competence in primary healthcare centers in Indonesia. Methods: A one-group pretest-posttest pre-experimental design was employed. A total of 28 nurses participated in the workshop. Competence was assessed using validated questionnaires and observation checklists. The intervention was conducted in June 2024 over a duration of 9 hours. A 30-minute pre-test was administered, followed by material delivery, a break, and then a 30-minute post-test. Competence was measured using a validated and reliable questionnaire and a standard HQ-CPR procedural observation checklist. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The findings revealed a significant improvement in nurses’ competence following the workshop (p = 0.001). Prior to the intervention, only 16 nurses were deemed competent; following the intervention, all 28 participants achieved competency. All participants demonstrated increased knowledge and practical skills, with 100% achieving competence after the workshop. Discussion: These results support the principles of andragogy, which suggest that adult learning is more effective when it is experience-based, participatory, and relevant to practice. The HQ-CPR workshop proved to be an effective educational strategy for transferring knowledge and enhancing practical skills, particularly in critical procedures such as HQ-CPR. Conclusion: The HQ-CPR workshop effectively enhances nurses’ competence, highlighting the importance of routine training to maintain high standards in emergency care.Keywords: competence, cardiopulmonary resuscitation (CPR), workshop
Stress Management of Pregnant Women in Preventing Preeclampsia: Qualitative Interview Study Hasnah; Rasmawati; Fadhilah Gani, Nurul; Rasdiyanah; Nurhidayah; Adhiwijaya, Ardian; Ilhamsyah; Subu, Muhammad Arsyad
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i1.1422

Abstract

Maternal mortality remains a critical issue in Indonesia, predominantly caused by the triad of haemorrhage, preeclampsia, and infection. The progression from haemorrhage to preeclampsia and ultimately infection presents a serious threat to maternal health. From a nursing perspective, early prevention strategies, including stress management, are essential in reducing the risk of preeclampsia among pregnant women. This study aims to explore the lived experiences of pregnant women in managing stress as a non-pharmacological nursing intervention to prevent preeclampsia. A qualitative descriptive design has been employed to explore stress management strategies among pregnant women in the context of preeclampsia prevention. Participants were selected through purposive sampling and recruited from two primary healthcare centres. Data were collected over two months using in-depth interviews and focus group discussions (FGDs). All interviews were audio-recorded, transcribed verbatim, and analyzed thematically using OpenCode software for systematic coding and interpretation. The thematic analysis has identified three overarching themes: (1) Sources and experiences of stress during pregnancy; (2) Emotional shifts associated with pregnancy; and (3) Coping strategies adopted to prevent preeclampsia. The third theme included three sub-themes: the use of relaxation techniques to manage stress, the application of distraction methods to redirect stress, and the integration of spiritual practices as a means of emotional regulation. Pregnant women utilize a variety of distraction, relaxation, and spiritual strategies to alleviate stress and manage emotional fluctuations during pregnancy, thereby helping to prevent an increase in blood pressure. This study suggests that preeclampsia prevention can be achieved effectively and economically through non-pharmacological nursing interventions. Future research should consider a larger and more diverse population, potentially incorporating a transcultural nursing approach, to further explore these interventions' applicability across different cultural contexts.