Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

INTERVENSI KOMPRES HANGAT DENGAN AROMATERAPI PEPPERMINT PADA PASIEN NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA (EKLAMPSIA) Yustilawati, Eva; Adhiwijaya, Ardian; Syam, Ikrimah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2442

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO Preeklampsia dan Eklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada ibu di dunia didalam preeklamspia dan eklampsia terdapat 211 per 100.000 kelahiran hidup dan diperkirakan jumlah kematian ibu adalah 295.000-340.000 kematian ibu terjadi setiap tahunnya. Eklampsia merupakan salah satu komplikasi dari preeklampsia dengan adanya kejang dan penurunan kesadaran, dan tindakan operasi section caesarea adalah tindakan terminasi kehamilan untuk menyelamatkan ibu dan anaknya. Nyeri merupakan rasa yang muncul pada pasien setekah dilakukan tindakan operasi section caesarea  pada daerah insisi sehingga menyebabkan robeknya jaringan pada dinding perut dan dinding uterus. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat dilakukan dalam menurunkan nyeri adalah kompres hangat dengan aroma terapi peppermint pada pasien. Tujuan penulisan: adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami eklampsia post operasi section caesarea dengan masalah nyeri di ruang ICU dengan menggunakan kompres hangat dengan aromaterapi peppermint. Metode: yang digunakan adalah study kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian. Pelaksanaan kompres hangat dengan aromaterapi peppermint 1 kali sehari dalam 2 hari pemberian. Hasil: analisis data menunjukkan beberapa diagnosis yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik dan resiko infeksi. Pemberian kompres hangat dengan aromaterapi peppermint adalah intervensi yang bisa digunakan dalam menurunkan nyeri. Kesimpulan: berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa penerapan kompres hangat dengan aromaterapi peppermint yang dilakukan 1 kali sehari dalam 2 hari menunjukan bahwa terjadi penurunan pada masalah nyeri pasien setelah pemberian, hal ini menunjukkan bahwa kompres hangat dengan aromaterapi peppermint efektif dilakukan dalam membantu menurunkan nyeri pada pasien.
EVIDENCE BASED NURSING TERAPI MUROTTAL PADA KLIEN PREEKLAMPSIA POST SECTIO CAESAREA Risnah Risnah; Eva Yustilawati; Andryana Agrevita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol 3, No 2 (2021): Volume 3, Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.226 KB)

Abstract

Terapi murottal adalah salah satu penerapan Evidence Based Nursing (EBN) untuk mengurangi gangguan pemenuhan rasa nyaman (Nyeri). Terapi murottal iadalah terapi yang memperdengarkan irekamani isuarai iAl-Qur’ani iyang idilagukan ioleh iseorang iqori’ i(pembaca iAl-Qur’an).  Tujuan dari EBN ini adalah dapat membantu menurunkan tingkat nyeri yang dirasakan klien, dapat membantu membuat klien lebih rileks, dapat membantu menurunkan tekanan darah klien. Skor nyeri di ukur menggunakan Numerik Rate Scale (NRS). Dalam penerapan EBN didapatkan bahwa terapi murottal dapat membantu menurunkan nyeri. Hasil penerapan EBN ini didapatkan bahwa pada saat pada hari pertama klien mengalami penurunan tingkat nyeri yaitu skala nyeri 7  ke skala nyeri 6 (NRS), kemudian pada hari kedua yaitu skali nyeri 6 turun hingga skala nyeri 4 (NRS) dan hari ketiga skala nyeri klien berada pada angka 3(NRS). 
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Perubahan Hemodinamik Pada Lanjut Usia Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa Eva Yustilawati; Eka Hadrayani; Nurafni Hamsa
JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Vol 8 No 02 (2019)
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.879 KB) | DOI: 10.12345/jikp.v8i02.144

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan penyakit degeneratif pada sistem kardiovaskular yang apabila tidak terkontrol memberikan peluang besar terjadinya stroke sampai kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap perubahan hemodinamik pada lanjut usia hipertensi dengan jumlah sampel 30 orang dengan menggunakan purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen menggunakan desain penelitian pra-eksperimen dengan rancangan Static Group Comparison,yaitu adanya kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan uji T tidak berpasangan dengan uji statistik Independent Samples T Test . Hasil uji menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan senam lansia terhadap perubahan tekanan darah sistolik (p = 0,000), terhadap perubahan tekanan darah diastolik (p = 0,000), terhadap perubahan denyut nadi (p = 0,000), dan terhadap perubahan mean arterial pressure (p=0,000). Peneliti menyarankan agar masyarakat terutama pada lanjut usia hipertensi dapat melaksanakan secara rutin senam lansia, guna untuk meningkatkan derajat kesehatan dan dapat terhindar dari berbagai macam komplikasi yang dapat mengancam jiwa.
ANALISIS PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR Aidah Fitriani; Eva Yustilawati; Eka Hadrayani; Nurul Fadhilah Gani
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2659

Abstract

ABSTRAK Virus Covid-19 menyebar dengan sangat cepat pada hampir seluruh negara di dunia termasuk negara Indonesia. Hampir Sebagian seluruh provinsi di Indonesia sudah mengalami dampak akibat virus COVID-19. Jumlah penduduk terkonfirmasi sampai periode bulan Juli 2020 virus ini mencapai 100.303 Jiwa dengan kematian 4.838 dan membaik 58.173. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui analisis pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan COVID-19 pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Kuisioner disusun berdasarkan acuan rekomendasi perilaku pencegahan penularan dari organisasi Kesehatan dunia World Health Organization. Partisipan dalam penelitian ini diambil melalui Cluster Sampling dari mahasiswa kesehatan dan non Kesehatan yang menempuh Pendidikan akademik. Kuisioner dikonversi ke dalam bentuk Google Form dan disebarkan melalui grup media sosial. Kuisoner diisi oleh 348 mahasiswa di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Didapatkan hasil mahasiswa memiliki pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan COVID-19 yang baik. Hal ini terlihat dari kecenderungan jawaban dari mahasiswa dominan mengarah pada perilaku yang positif dalam pencegahan penularan covid-19.Kata Kunci: Covid-19, Mahasiswa, Pengetahuan, Perilaku
EVIDENCE BASED NURSING (EBN): BLADDER TRAINING IN URINE ELIMINATION DISORDERS PATIENTS IN LABUANG BAJI MAKASSAR HOSPITAL Risnah Risnah; Eva Yustilawati; Sudarmi Sudarmi; Rosmah Rosmah
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 3 No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hmsj.v3i1.25304

Abstract

Bladder Training is one of the applications of Evidence Based Nursing (EBN) to reduce urinary elimination disorders in Chronic Kidney Disease (CKD) patients with urinary catheters. Bladder training is bladder training that aims to develop muscle tone and bladder sphincter muscles for maximum purpose. The purpose of this EBN is to identify the effectiveness of Bladder Training (delay urination) in reducing urinary elimination disorders in Chronic Kidney Disease (CKD) patients . The results of this EBN application were found that at the time of administering bladder training,on the first day the patient has not felt the sensation of wanting to urinate and at the time of giving bladder training on the second day the client has felt the sensation of wanting to urinate. Bladder training (delay urination) can be recommended as a non-pharmacological therapy to reduce urinary elimination disorders, is easy to do, safe and technically practical to reduce elimination disorders in Chronic Kidney Disease (CKD) patients
Perbedaan Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Penularan COVID 19 pada Mahasiswa Medis dan Non Medis Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Aidah Fitriani; Nurul Fadhilah Gani; Eva Yustilawati; Eka Hadrayani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13415

Abstract

Almost all provinces in Indonesia have experienced the impact of the COVID-19 virus. The purpose of this study was to determine differences in knowledge and behavior in preventing the transmission of COVID-19 in medical students and non-medical students at Alauddin State Islamic University Makassar. This study used a cross-sectional design. Data was collected by filling out a questionnaire involving 174 medical students and 174 non-medical students at Alauddin State Islamic University Makassar. The results of the analysis show that the value of p = 0.023 for knowledge and p = 0.004 for prevention behavior. It was concluded that medical students have better knowledge and behavior to prevent transmission of COVID-19Keywords: COVID-19; medical students; knowledge; preventive behavior ABSTRAK Hampir seluruh provinsi di Indonesia sudah mengalami dampak akibat virus COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan COVID-19 pada mahasiswa medis dan mahasiswa non medis di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yang melibatkan 174 mahasiswa medis dan 174 mahasiswa non medis di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,023 untuk pengetahuan dan p = 0,004 untuk perilaku pencegahan. Disimpulkan bahwa mahasiswa medis memiliki pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan COVID-19 yang lebih baik Kata kunci: COVID-19; mahasiswa medis; pengetahuan; perilaku pencegahan
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG BTCLS DENGAN RESPONSE TIME DI IGD RS BHAYANGKARA MAKASSAR Eva Yustilawati
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14, No 1 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v14i1.3342

Abstract

Perawat di instalasi gawat darurat harus mampu memberikan response time dengan cepat dan tepat yang dibutuhkan pada situasi dalam melakukan asuhan keperawatan. Response time merupakan gabungan dari waktu tunggu atau waktu respons saat pasien tiba di depan pintu rumah sakit sampai mendapatkan tanggapan atau respons dari petugas melalui gawat darurat dengan waktu pelayanan yaitu waktu yang diperlukan pasien sampai selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) dengan response time pelayanan di IGD RS Bhayangkara Makassar. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 22 responden. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa Tingkat pengetahuan perawat tentang BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) di IGD RS Bhayangkara Makassar, berada dalam kategori baik sebanyak 19 orang (86.36%) dan Response time berada dalam kategori sesuai sebanyak 17 responden (77.27%). Sedangkan hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) dengan response time pelayanan di IGD RS Bhayangkara Makassar menunjukkan hasil P value = 0,035 ≤ 0,05 berarti adanya hubungan signifikan tingkat pengetahuan perawat tentang BTCLS dengan response time pelayanan di IGD RS Bhayangkara Makassar. Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan signifikan tingkat pengetahuan perawat tentang BTCLS dengan response time pelayanan IGD RS Bhayangkara Makassar.
Health Literacy Level Regarding Covid-19 Vaccination for Health and Non-Health Students At UIN Alauddin Makassar 2022 Eva Yustilawati; Nurul Fadhilah Gani; Aidah Fitriani; Eka Hadrayani
Comprehensive Health Care Vol 7 No 2 (2023): Comprehensive Health Care
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jch.v7i2.996

Abstract

Background: Covid-19 vaccination is carried out to accelerate the handling of Covid-19. Individuals must have good health literacy in seeking information and making vaccination decisions, not only medical officers, but all communities and students. It is necessary to evaluate the level of health literacy to the Health and Non-Health students. Methods: This research is a quantitative comparative study, cross sectional design. There were 500 participants with 299 Health students and 210 Non-Health students. Data were collected through questionnaires using the HLQ questionnaire (Health Literacy Quisioner). Data were analyzed with the Kruskal Wallis test. Results: Based on statistical analysis, the level of health literacy of UIN Alauddin Makassar students is in good category with a mean score of 3-4. There is a difference about health literacy understanding between Health and Non-Health students (p-value 0.001). Domains is needed to be improved in terms of finding appropriate health services and communication with health workers. Conclusion: There is a difference about health literacy understanding between Health and Non-Health students of UIN Alauddin Makassar and it is necessary to carry out strategies to improve the health literacy.
Efektifitas Pemberian Intervensi Minyak Zaitun Pada Risiko Luka Tekan Di Ruang ICU RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar : Studi Kasus Eva Yustilawati; Ilhamsyah Ilhamsyah; Ardian Adiwijaya; Muh. Reza Irsandi Putra B
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 4 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v4i2.41042

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) or chronic kidney disease refers to the progressive and irreversible abnormal function of the kidneys, resulting in the body's inability to maintain a balance of metabolism, fluid, and electrolytes effectively. The purpose of this case study was to determine the effectiveness of olive oil administration at Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Teaching Hospital. The method used in this study was a case study approach, collecting data through observation, interviews, physical evaluation, and documentation, on one patient as a sample. The data analysis results showed that olive oil administration for 3 days indicated a decrease in the risk of pressure ulcers. This intervention was given once a day by applying olive oil to the patient's back, and the monitoring results before and after the intervention showed decubitus scores on day 1 (13-13), day 2 (13-11), and day 3 (11-11). There was a decrease in the decubitus scores, although not significant, as the patient was in a sedated condition with a total dependence level. The conclusion of this case study is that olive oil can prevent the occurrence of pressure ulcers with a decrease in decubitus scores over 3 days. The recommendation from the research results is that olive oil intervention can be a patented non-pharmacological therapy for long-term patient care with minimal impact, easy accessibility, and economical.
PEMBINAAN SATUAN PENGAMANAN KAMPUS DALAM MEMBERIKAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA KORBAN HENTI JANTUNG DI LINGKUNGAN KAMPUS Ardian Adhiwijaya; Ilhamsyah; Eva Yustilawati; Andi Budiyanto Adiputra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.25967

Abstract

Security guards have the responsibility and capacity to keep campus conditions favorable, making it possible to provide first aid when an emergency or cardiac arrest occurs in the campus environment. This community service applies the 2020 American Heart Association Guidelines Update for CPR and ECC aid algorithm, which aims to provide training to security guards on basic life support for victims of cardiac arrest and analyze differences in knowledge and skills of security guards in providing basic life support to victims of cardiac arrest before and after training. This community service uses the service learning method with the DEAL model reflection. The results showed that the security guards did not know (1) what events could be classified as emergency conditions and (2) what things to do to help victims. Then BHD training was given and it turned out to increase the knowledge and skills of security guards in helping victims of cardiac arrest in the UIN Alauddin Makassar campus environment. After the training, security guards expressed an increased sense of responsibility in doing for others and the experience gained can inspire them to remain committed to helping the community. It is expected that security guards can assist in the right help.  ---  Satpam memiliki tanggung jawab serta kapasitas dalam menjaga kondisi kampus tetap kondusif, sehingga memungkinkan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi gawat darurat atau henti jantung dalam lingkungan kampus. Pengabdian ini menerapkan algoritma pertolongan 2020 American Heart Association Guidelines Update for CPR and ECC, yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada satpam tentang bantuan hidup dasar bagi korban henti jantung dan menganalisis perbedaan pengetahuan dan keterampilan satpam dalam memberikan bantuan hidup dasar pada korban henti jantung sebelum dan sesudah pelatihan. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode service learning dengan refleksi model DEAL. Diperoleh hasil bahwa satpam belum mengetahui (1) kejadian apa saja yang bisa digolongkan sebagai kondisi gawat darurat dan (2) hal apa saja yang dilakukan untuk menolong korban. Kemudian diberikan pelatihan BHD dan ternyata dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan satpam dalam menolong korban henti jantung dilingkungan kampus UIN Alauddin Makassar. Setelah pelatihan, satpam mengungkapkan adanya peningkatan rasa tanggung jawab dalam berbuat untuk orang lain dan pengalaman yang diperoleh dapat menginspirasi untuk tetap berkomitmen membantu masyarakat. Diharapkan satpam dapat memberikan bantuan dengan cara pertolongan yang tepat.