Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN PENGALAMAN KERJA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TRIASE PADA PERAWAT DI IGD RSUD RSUD SYEKH YUSUF: The Relationship Of Work Experience With Triage Decision Making Of Nurses At The Emergency Room Of Syekh Yusuf Hospital Adi Putra, Andi Budiyanto; Adhiwijaya, Ardian; Yustilawati, Eva; Umrah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan keputusan merupakan salah satu penyebab kematian dalam perawatan kesehatan. Menurut data institusi kesehatan dunia sebanyak 98.000 pasien meninggal akibat pengambilan keputusan yang salah yang berdampak pada tindakan kegawatdaruratan yang diberikan kepada pasien. Perawat IGD merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien gawat darurat dan mewajibkan perawat untuk membuat keputusan triase. Dalam pengambilan keputusan triase, perawat memiliki tingkat pengalaman kerja yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengalaman kerja dengan pengambilan keputusan triase pada perawat di Instalasi Gawat Darurat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 29 responden diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Penelitian ini dilakukan di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa pada bulan Juli 2024. Hasil penelitian diuji menggunakan uji korelasi. Diperoleh hasil p value sebesar 0,553 (p>0.05) yang menguatkan bahwa tidak ada hubungan pengalaman kerja dengan pengambilan keputusan triase dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengalaman kerja dengan pengambilan keputusan triase pada perawat IGD di RSUD Syekh Yusuf Kata kunci : Triase, Pengalaman Kerja , Pengambilan Keputusan
KESIAPAN MENGHADAPI BENCANA BANJIR BERBASIS GENDER DI KELURAHAN TANJUNG KECAMATAN RASANAE BARAT KOTA BIMA: READINESS TO FACING GENDER-BASED FLOOD DISASTERS IN TANJUNG VILLAGE, RASANAE BARAT DISTRICT, BIMA CITY Ardian Adhiwijaya; Andi Adriana Amal
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v6i1.79

Abstract

Readiness to face flood disasters remains a problem that needs to be addressed. This research aims to determine flood disaster preparedness based on gender. The study employs a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The research sample consists of 60 heads of households selected through simple random sampling techniques. Data collection utilizes a disaster preparedness instrument, followed by statistical analysis using the Mann-Whitney test. The results of this research indicate no statistical difference in preparedness between men and women in facing floods. However, item analysis reveals that men tend to take the initiative to act, while women are more dominant in planning for flood preparedness. Considering gender perspectives is essential in facing floods to empower individuals according to their potential.
Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan melalui Penyuluhan Cegah Risiko Diabetes dan Hipertensi Secara Aktif dan Sehat : Pengabdian Rasdiyanah, Rasdiyanah; Fitriani, Aidah; Sutria, Eny; Rasmawati, Rasmawati; Adhiwijaya, Ardian; Risnah, Risnah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5160

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kemampuan merancang pembelajaran bermakna yang mengembangkan kompetensi holistik peserta didik. Berdasarkan observasi awal di SMAN 1 Cikancung Kabupaten Bandung, mayoritas guru belum memahami penerapan kurikulum berbasis deep learning. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui workshop interaktif dan partisipatif yang dilaksanakan pada April 2025 dengan melibatkan 21 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep dasar deep learning, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, dan pendampingan perancangan Modul Ajar kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan 90,5 persen guru memberikan apresiasi maksimal terhadap relevansi materi, 81 persen telah mengimplementasikan di kelas dengan respon positif dari 94,1 persen siswa yang menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif. Seluruh guru menyatakan kegiatan ini memberikan perubahan positif fundamental dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa workshop deep learning merupakan strategi efektif untuk penguatan kompetensi pedagogik guru dalam mendukung implementasi kurikulum adaptif terhadap tantangan pendidikan kontemporer. The development of 21st-century education demands teachers possess the ability to design meaningful learning that develops holistic competencies of students. Based on preliminary observations at SMAN 1 Cikancung Bandung Regency, the majority of teachers did not yet understand the implementation of deep learning-based curriculum. This community service activity aimed to enhance teacher competencies through interactive and participatory workshops conducted in April 2025 involving 21 teachers from various subjects. Implementation methods included socialization of basic deep learning concepts, training in developing learning materials, and mentoring in designing contextual Teaching Modules. Results showed that 90.5 percent of teachers gave maximum appreciation for material relevance, 81 percent had implemented it in classrooms with positive responses from 94.1 percent of students showing increased enthusiasm and active participation. All teachers stated this activity provided fundamental positive changes in designing more meaningful, reflective, and student-centered learning, as well as opening opportunities for sustainable collaboration with universities. This activity proves that deep learning workshops are effective strategies for strengthening teachers' pedagogical competencies in supporting adaptive curriculum implementation toward contemporary educational challenges.