Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY DI SDN BENOWO III SURABAYAPETUNJUK PENULISAN NASKAH Dewi Widiana Rahayu; Akhwani; Sunanto; Ainur Rohmah
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.2935

Abstract

Media pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi perkembangan siswa. Selama masa pandemi siswa menggunakan media berbasis digital namun perlu juga adanya media fisik seperti benda tiruan yang perlu dikembangkan agar bisa dimanfaatkan secara langsung oleh siswa. Menyadari urgensi penguasaan pembuatan media pembelajaran, tim pengabdian masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya mengadakan kegiatan Pemanfaatan Media Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran Inquiry di SDN Benowo III Surabaya. Metode yang akan diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menggunakan metode demonstrasi dan simulasi. Mitra sekolah berpartisipasi dalam pemberian layanan dan fasilitas sekolah sebagai tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat. Setelah pelaksanaan program akan dilaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan program, jika produk media dirasa belum sempurna dalam meningkatkan hasil belajar maka akan dijadikan bahan perbaikan dan penyempurnaan media yang digunakan. Hasil dari penelitian ini, siswa mampu memahami materi tatasurya dengan baik dan benar berbantuan media ajar yang mendukung proses pembelajaran. Sehingga dampak yang ditimbulkan yakni kepada hasil pembelajaran siswa dengan nilai dan pemahaman yang memuaskan.
Penerapan Model Pembelajaran Game Bassed Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa di SDN Kedungturi Dini Farichatus Sholikha; Akhwani; Marwati, Siti
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan motivasibelajar matematika materi waktu kepada peserta didik kelas IV di SDN Kedungturi Sidoarjo, melaluimodel Game Based Learning dan dilakukan sebanyak 2 siklus. Pada siklus I metode peaksanaanmenggunakan metode ceramah klasikal saja. Metode klasikal saja kurang efektif karena menjadikanpeserta didik bosan, sehingga memicu kurangnya semangat dalam pembelajaran sehingga berdampak padahasil belajar mereka yaitu kurang memenuhi standar penilaian atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).KKM pada mata pelajaran matematika kelas IV di SDN Kedungturi Sidoarjo yaitu 80. Pada siklus IIditerapkannya model Game Based Learning. Penerapan model tersebut mampu meningkatkan hasil belajarpeserta didik. Hal tersebut dapat dibuktikan dari nilai hasil belajar peserta didik siklus II mata pelajaranmatematika. Pada siklus I, nilai ketuntasan klasikal hanya 46% dengan kategori sedang lalu meningkatpada siklus II yaitu 86% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka penggunaanmodel Game Based Learning dapat dikatakan berhasil meningkatkan Motivasi belajar matematika materi waktu.
Penggunaan Media Roda Putar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas I pada Mata Pelajaran Matematika di SDN Krian 4 Sidoarjo Nengtyas, Sri Rahayu; Akhwani; Mujiadi; Salwah, Daimatus
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas I di SDN Krian 4 melalui penggunaan media roda putar. Sebelum pelaksanaan siklus dilakukan pra siklus. Dalam pelaksanaan pra siklus dilakukan pre test dengan hasil presentase yaitu 37,03%. Dalam pelaksanaannya dilakukan sebanyak dua siklus. Pada siklus 1 terdapat hasil presentase yakni 62,96%. Pada siklus 2 terjadi peningkatan presentase yakni 81,48% . Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan penggunaan media roda putar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas I di SDN Krian 4 Sidoarjo
TIPOLOGI IBU NYAI DALAM PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN DI SIDOSERMO SURABAYA Oktavia, Dwi Cahya; Kasiyun, Suharmono; Thamrin, Muhammad; Akhwani
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2023): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v17i1.544

Abstract

Nyai dianggap Sebagai tokoh agama, beliau berperan penting dalam transformasi dan promosi pesantren, khususnya pondok pesantren wanita, meskipun kebanyakan petani biasanya dipimpin oleh seorang kyai dan nyai hanya sebagai mitra. Namun pada kenyataannya peran nyai cukup besar, karena seorang nyai perempuan memahami permasalahan yang ada pada santri, jiwa keibuan dan kepemimpinan yang baik dapat mengembangkan pesantren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepemimpinan Bu Nyai, mengetahui dan menemukan tipologi Bu Nyai di masing-masing pesantren dan menganalisis tipologi yang berlaku dalam perkembangan pesantren di Sidosermo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan sedangkan jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif Miles & Huberman. Dari hasil penelitian ditemukan tipologi Bu Nyai dalam perkembangan pondok pesantren. Setiap bu nyai menggunakan tipe yang berbeda dalam mengembangkan pesantren. Tipologinya adalah demokrasi yang diterapkan oleh Bu Nyai Mas Rosyidah di pondok pesantren An-Najiyah dan tipe paternalistik yang diterapkan oleh Bu Nyai Mas Hikmiyah di pondok pesantren Hikmatun. Najiyah dan Bu Nyai Mas Farochah menggunakan dua tipe, yakni otoriter dan militer, di pesantren Roudlotu Chubbil Qur'an. Dari keempat tipe tersebut, tipe otoriter dan militeristik yang digunakan oleh Bu Nyai Mas Farochah adalah yang paling dominan dalam perkembangan
Implementasi Budaya 5-S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) dan Metode Guru dalam Membiasakannya Pada Siswa Sekolah Dasar Afifah, Nurul; Djazilan, Syukron; Ghufron, Syamsul; Akhwani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Juni (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v1i4.250

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai implementasi budaya 5-S dan metode guru dalam membiasakannya. Sasaran pada penelitian ini adalah siswa SDN Asemrowo II/63 Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penilitian kualitatif untuk mendeskripsikan keadaan budaya sekolah lebih spesifik dan mendalam. Sumber datanya adalah kepala sekolah, guru kelas rendah, guru kelas tinggi dan guru agama. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya 5-S dan metode guru dalam membiasakannya direalisasikan dalam 4 bentuk kegiatan yaitu kegiatan rutin, kegiataan spontan, pengkondisian, keteladanan. Metode yang diterapkan guru adalah metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasehat, dan metode pengawasan
Studi Motivasi Belajar Siswa Kelas V Pengguna Media Sosial Tiktok Di SDN Simomulyo I Surabaya: Indonesia Azizul Hakim, M. Wandi; Muslimin Ibrahim; Syamsul Ghufron; Akhwani
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2024): Juni : ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v4i2.10205

Abstract

This research is motivated by the rise of elementary school students who participate in playing TikTok which is feared will affect their learning motivation. The purpose of this study was to determine the intensity level of fifth grade students in playing TikTok, the learning motivation of fifth grade students using social media TikTok, and the correlation between the intensity of using TikTok and students' learning motivation. This research includes observational research. The data collection technique uses the interview method, distributing questionnaires on student learning motivation, and correlations between the intensity of using TikTok and learning motivation. The results showed that the use of TikTok social media for fifth grade students spent 2 hours 58 minutes in one day, student learning motivation achieved a score of 3.22 which was included in the fairly good category, and the correlation obtained a score of -0.16 which was included in the very low category. So it doesn't really affect student learning motivation because students play TikTok outside of their study time.
PEMBELAJARAN BUDAYA JAWA DI SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS DI SD ANTAWIRYA ISLAMIC JAVANESE SCHOOL Nastiti, Syavina Putri; Widiana Rahayu, Dewi; Kasiyun, Suharmono; Akhwani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47467

Abstract

This study aims to describe the implementation of Javanese cultural learning at SD Antawirya Islamic Javanese School, which integrates Islamic values with local wisdom. The problem addressed in this research is the declining implementation of local culture in education due to modernization and globalization, which affects students’ character and cultural identity. This research focuses on the learning process, the role of teachers and the school environment, as well as the challenges and strategies in maintaining Javanese culture. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation applied to ensure data validity. The results show that Javanese cultural learning is integrated into daily school activities through the use of the Javanese language, the application of unggah-ungguh (etiquette), and culture-based learning programs such as the “Dolananku” module. Teachers and the school environment play a significant role as role models in instilling cultural and religious values. The main challenges include the influence of globalization and the lack of support from the external environment, particularly families. However, the implementation of this learning approach is proven to be effective in shaping students’ character to become polite, religious, and culturally grounded individuals.
IMPLEMENTASI MEDIA INTERAKTIF ASLINE-3 SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Laelatul Fitria; Agus Wahyudi; Akhwani; Sunanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02 Juni 2026 Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47194

Abstract

Low student interest in science learning remains a common problem in elementary schools, characterized by a lack of student engagement and enthusiasm during the learning process. This study aims to analyze the implementation and the effect of using the ASLINE-3 interactive media on increasing students’ interest in learning. This study employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest pre-experimental design. The research subjects were 26 fifth-grade students from Class V-A at SDN Kalirungkut I/264 in Surabaya. Data collection techniques included a questionnaire to measure students’ interest in learning and observation to assess the implementation of the learning process. The data were analyzed using descriptive analysis and N-Gain. The results of the study indicate that the implementation of learning using the ASLINE-3 media was in the “very good” category, with a percentage of 100%. Students’ learning interest increased, as indicated by a rise in the average score from 78.08 to 92.69. The N-Gain analysis result of 0.73 indicates a moderate category (fairly effective). Thus, the use of the ASLINE-3 interactive media has proven effective in increasing students’ learning interest in IPAS instruction and can serve as an alternative for technology-based instructional innovation in elementary schools.
PERBANDINGAN MEDIA EDUKATIF BAMBOOZLE DAN WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Rizqinah, Nabila Ayu; Akhwani; Nafiah; Mustofa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49994

Abstract

This study aims to analyze the comparative learning outcomes of students using Bamboozle and Wordwall educational media in elementary schools. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Nonequivalent Control Group Design. The subjects of the study were fourth-grade students of SD X consisting of two classes, namely class as the experimental group using Bamboozle media and class using Wordwall media, each totaling 30 students. Data collection techniques used tests (pretest and posttest) and observation. Data analysis was carried out using descriptive statistics and independent sample t-tests. The results showed that there was an increase in learning outcomes in both classes. In the class using Bamboozle, the average score increased from 73.33 to 78.83, while in the class using Wordwall it increased from 71.33 to 76.17. However, based on the results of the t-test, a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.284> 0.05 was obtained, which means there was no significant difference between the learning outcomes of students using Bamboozle and Wordwall media.
IMPLEMENTASI MEDIA CULTURE CRAFT BERBASIS DIGITAL UNTUK MENGENALKAN NITRASIA PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR SURABAYA Wulandari Cahyaningrum, Ayu; Mariati, Pance; Akhwani; Sunanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Completed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57339

Abstract

This study was conducted based on the importance of introducing Indonesian traditional values to elementary school students through engaging, interactive, and technology-based learning. The use of digital learning media is expected to support students in understanding traditional values in a more meaningful and concrete way. This study aimed to describe the implementation of the digital-based Culture Craft media in introducing Indonesian traditional values to third-grade students at SDN Tenggilis Mejoyo I Surabaya.This study employed a qualitative approach with a descriptive research design.The data were collected through observations, interviews, and documentation involving the classroom teacher and third-grade students. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The findings revealed that the implementation of the digital-based Culture Craft media was carried out through preparation, implementation, and closing stages of learning activities. The integration of visual elements, text, and animation created a more active learning environment and increased students’ participation during the learning process. Furthermore, the media helped students recognize the values of cooperation, responsibility, tolerance, and patriotism, as reflected in group discussions, task completion, project presentations, and students’ understanding of Indonesia’s cultural diversity. In conclusion, the digital-based Culture Craft media contributes to the introduction of Indonesian traditional values while strengthening character development among elementary school students.