Erni Junita Sinaga
Program Studi Teknik Industri D3, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL PRODUKSI PANEN PADI DENGAN PENGGUNAAN MESIN PERONTOK PADI TIPE JERAMI (THROW IN) Dwi Ana Anggorowati; Erni Junita Sinaga; Anis Artiyani
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngadirejo Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, yang mempunyai program kerja antara lainpeningkatan kualitas produksi padi untuk menuju swasembada beras. Desa Ngadirejo adalah salah satu desadiantara 7 (tujuh) desa yang termasuk wilayah Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Luas wilayah desaNgadirejo 466.232 Ha terdiri dari pemukiman seluas 90.332 Ha, tegalan seluas 185 Ha dan area persawahanseluas 179 Ha lain-lain seluas 11.900 Ha.Dari hasil pengamatan di desa Ngadirejo Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang dapat disimpulkanbahwa petani membutuhkan sarana alat perontok padi, yang saat ini masih menggunakan sistem yang sederhanadengan memukul-mukulkan ikatan padi pada papan yang terbuat dari kayu.Pada kegiatan pengabdian ini akan diterapkan mesin perontok padi dengan tipe jerami (throw in)berbahan bakar bensin untuk menggerakkan motor penggerak motor bensin berdaya 6 hp /3600 rpm (4,48 kw),perontok padi dengan kapasitas hasil rontokkan 200kg/jam dan hanya membutuhkan 2 orang pekerja. Sehinggadengan diterapkannya mesin perontok padi ini diharapkan dapat mempercepat proses perontokkan danmeningkatkan jumlah padi yang dirontokkan.
PENGEMASAN SARI KEDELAI UNTUK INDUSTRI RUMAH TANGGA Priscilla Tamara; Peniel I. Gultom; Erni Junita Sinaga
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 4 No 2 (2014): inovatif Vol. 4 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerja yang kurang optimal menyebabkan rendahnya produktifitas yang dicapai, Untuk meningkatkannya diperlukan adanya suatu fasilitas kerja. Seperti pada industri rumah tangga minuman sari kedelai, proses pengemasannya masih bersifat manual sehingga memakan banyak waktu dan tenaga. Oleh sebab itu diperlukan adanya alat pengemas minuman sari kedelai untuk meningkatkan produktifitas kerja.Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengemas sari kedelai serta menghitung waktu baku proses dan output produksinya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis antropometri untuk menghitung dimensi alat yang sesuai dengan kebutuhan pekerja agar memperoleh kenyamanan dalam bekerja dan analisis pengukuran waktu kerja untuk menghitung tingkat perbaikan waktu kerja serta peningkatan output produksi alat yang baru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan alat pengemas sari kedelai tersebut terdapat peningkatan output produksi hingga 31% dibandingkan dengan cara manual serta memberi kenyamanan dan keamanan pada operator pada saat bekerja.
PERANCANGAN FURNACE MULTIFUNGSI UNTUK GERABAH KERAMIK Erni Junita Sinaga
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 1 No 1 (2011): inovatif Vol. 1 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Craftsmen ceramics industry (home industry) are usually produced goods anddecorative ceramic pottery. In the ceramic combustion activity, the operator working positionin a state squatting causing muscle fatigue, whereas for ceramic drying process is done byusing sunlight energy. If the weather is cloudy then the drying process of ceramics can not bedone thus inhibiting production. To overcome the above constraints, so that created aburning tool and ceramic dryer at once.The method used by anthropometric measurements to produce data with severalpercentiles (5%, 50%, 95%). The data used is the long reach of his hand forward, hand gripdiameter, height and standing elbow height. Furthermore, comparing the standard time andstandard output of the old equipment with new equipment. The results obtained by theceramic combustion process is shorter, the combustion process in the old tool takes 8.07hours while the new tool takes 3.67 hours per combustion. Output standard old tools produce1.2 units per day, while the new equipment produces 2.7 units per day, so that profit a newtool showed an increase of 125%
PENERAPAN ALAT PENGERING RENGGINANG DI DESA TIRTOMARTO KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG Erni Junita Sinaga; Anis Artiyani; Erni Yulianti; Harimbi Setyawati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v10i1.2534

Abstract

UKM camilan rengginang yang berada di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Malang. UKM camilan rengginang yang bergerak dalam bidang olahan makanan ini juga menjadi dampak dari perkembangan teknologi yang pesat, UKM camilan rengginang ini memproduksi olahan makanan yaitu rengginang, kerupuk. Dalam proses produksinya, UKM camilan rengginang ini setiap harinya mampu mengolah sebanyak 100 kilogram beras ketan perhari dengan proses produksi yang masih sangat sederhana. Selain itu, kendala dalam hal peningkatan produksi yang lainnya ialah pada saat proses pengeringan, karena dalam hal ini masih mengandalkan sinar matahari. Sehingga ketergantungan pada kondisi iklim saat pengeringan, menjadikan persoalan tersendiri. Ini mengakibatkan tidak bisa mengoptimalkan kapasitas produksi, karena proses pengeringan tergantung pada intensitas cahaya matahari, yang memerlukan tempat yang sangat luas. Selain itu, higienis produk juga menjadi faktor yang tidak diperhatikan. Selama ini, proses penurunan kadar air rengginang dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari selama lebih kurang 1-2 hari. Proses pengeringan secara konvensional yang dilakukan memiliki beberapa kelemahan yaitu rendahnya higienitas produk, konsumsi waktu pengeringan dan intensitas matahari yang tidak merata sepanjang hari. Hasil penelitian diperoleh keefektifan waktu dengan perbandingan waktu standart (Ws) alat baru sebesar 23,56 menit dan untuk alat lama waktu standart (Ws) sebesar 487,13 atau 8,11 jam dan output standart (Os) alat baru sebesar 2,1 kg / jam sedangkan output standart (Os) alat lama sebesar 0,102 kg / jam