Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN BENAI KABUPATENKUANTAN SINGINGI Diskhamarzaweny, Diskhamarzaweny; Irwan, Muh; Ammar, Zul; Andriani, Rina; Yulis, Yul Emri; Dewi, Dessy Kumala; Sapridawati, Yeni
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2225

Abstract

Kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan desa yang dirasa sulit. Setelah dilakukan pendekatan dengan masyarakat, ternyata kondisi ini terjadi karena masih minimnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya perangkat desa dalam melakukan pengelolaan keuangan yang sesuai standar pemerintah yakni UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Bupati Kuantan Singingi No. 40 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa.UU Desa memberi jaminan yang lebih pasti bahwa setiap desa akan menerima dana dari pemerintah melalui anggaran negara dan daerah yang jumlahnya berlipat, jauh diatas jumlah yang selama ini tersedia dalam anggaran desa. Kebijakan ini memiliki konsekuensi terhadap proses pengelolaannya yang seharusnya dilaksanakan secara profesional, efektif dan efisien, serta akuntabel yang didasarkan pada prinsip-prinsip manajemen publik yang baik agar terhindar dari risiko terjadinya penyimpangan, penyelewengan dan korupsi.Kegiatan PKM ini dirancang dalam bentuk pelatihan yang dilaksanakan dengan metode ceramah, tutorial serta diskusi antara narasumber dengan masyarakat desa. Pelatihan ini bertujuan agar tercipta peningkatan pengetahuan, wawasan, pemahaman, dan keterampilan masyarakat desa khususnya perangkat desa dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PELAPORAN PAJAK BUMDES MURDAS DI DESA MUARO SENTAJO KEC. SENTAJO RAYA KAB. KUANTAN SINGINGI: PKM Sapridawati, Yeni; Irwan, M; Diskhamarzaweny, Diskhamarzaweny; Ammar, Zul; Andriani, Rina; Dewi, Dessy Kumala; Yulis, Yul Emri
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2700

Abstract

Salah satu tujuan didirikannya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menurut Permendagri No. 39 Tahun 2010 antara lain untuk meningkatkan kemampuan keuangan pemerintah desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai kegiatan usaha ekonomi masyarakat pedesaan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. Permasalahan utama yang saat ini dihadapi oleh BUMDes Murdas di Desa Muaro Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kab. Kuantan Singingi adalah kurang optimalnya kinerja kelembagaan BUMDes dalam pengembangan usaha, yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : Kurangnya pengetahuan pengurus dalam manajemen BUMDes, rendahnya tingkat pendidikan pengurus BUMDes, kurangnya pembinaan BUMDes, kurangnya akses permodalan bagi BUMDes, kurangnya sarana prasarana untuk pengembangan usaha BUMDes, serta terbatasnya modul/referensi tentang manajemen BUMDes. Permasalahan tersebut menjadi alasan yang melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di BUMDes Murdas. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya menghadirkan narasumber dari tim dosen Program Studi Akuntansi Universitas Islam Kuantan Singingi. Namun, kegiatan ini juga bekerjasama dengan Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Teluk Kuantan yang menyampaikan materi tentang pelaporan pajak BUMDes. Materi tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala KP2KP Teluk Kuantan selaku narasumebr. Kegiatan pengabdian ini dirancang dalam bentuk pelatihan yang dilaksanakan dengan metode ceramah, tutorial serta diskusi antara narasumber dengan pengurus BUMDes dan perangkat desa. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan perangkat desa khususnya pengurus BUMDes Murdas untuk dalam melaksanakan pengelolaan keuangan dan pelaporan pajak BUMDes yang transparan, akuntabel, partisipatif, efektif, dan efisien.
SOSIALISASI TATA CARA PEMBUKUAN KEUANGAN DESA DI DESA BERINGIN TALUK KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Ammar, Zul; Diskhamarzaweny, Diskhamarzaweny; Yulis, Yul Emri; Irwan, M; Andriani, Rina; Dewi, Dessy Kumala; Sapridawati, Yeni
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.3108

Abstract

Masih terbatasnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terutama perangkat desa tentang tata cara pembukuan keuangan desa yang sesuai dengan standar akuntansi, merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh banyak desa di Kabupaten Kuantan Singingi, salah satunya adalah Desa Beringin Taluk Kecamatan Kuantan Tengah. Hal ini disebabkan karena kurang optimalnya sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten terhadap masyarakat, khususnya perangkat desa dalam melakukan pengelolaan keuangan desa yang sesuai standar pemerintah yakni UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Bupati Kuantan Singingi No. 40 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat tema Tata Cara Pembukuan Keuangan Desa dan dilaksanakan bukan hanya untuk memenuhi salah satu elemen Catur Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Islam Kuantan Singingi saja. Namun, kegiatan pengabdian dengan tema ini dilaksanakan mengingat tingginya permintaan masyarakat terutama Pemerintah Desa Beringin Taluk untuk membantu mereka dalam memahami tata cara pembukuan keuangan yang sesuai standar akuntansi, sehingga nantinya mereka memiliki pengetahuan, wawasan, pemahaman, dan keterampilan dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Jadi, setelah mendapatkan sosialisasi tentang tata cara pembukuan keuangan desa, diharapkan masyarakat desa khususnya perangkat desa dapat meningkatkan kinerjanya dalam pengelolaan keuangan desa. Desa Beringin Taluk pun dapat dijadikan desa percontohan bagi desa-desa lainnya dalam hal pengelolaan keuangan desa.
PERAN KOMPETENSI AUDITOR ATAS PENGARUH SKALA ENTITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT (STUDI BUMN DI BEI) THE ROLE OF AUDITOR COMPETENCE ON THE INFLUENCE ON ENTITY SCALE ON AUDIT QUALITY (STUDY OF SOES ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE) Pirmansyah, Pirmansyah; Uli. S, Desti Monika; Dewi, Dessy Kumala; Zurman, Zurman; Helmiati, Helmiati
Jurnal Akuntansi Kompetif Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Akuntansi Kompetif (JAK)
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/akuntansikompetif.v9i1.2509

Abstract

Audit quality refers to the auditor's proficiency in identifying and disclosing any abnormalities or inconsistencies in the client's accounting information system. The alignment of the audit stages with regulatory regulations (Financial Services Authority and the Ministry of Finance) and the public accountant professional standards (SPAP) is one of the audit quality indicators that can be addressed by auditors. This study aims to provide empirical evidence about the influence of independent variables, namely entity scale on audit quality as a dependent variable moderated by auditor competence. The population in this study is SOEs listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2023 period. The sampling method used is purposive sampling, based on the criteria obtained by 24 companies as samples with a research period of 5 years so that 120 observation data were obtained. The data was analyzed using moderated regression analysis (MRA). The results of the study stated that the entity scale had a negative effect on audit quality. Auditor competence plays a role in moderating (weakening) the entity scale against audit quality. The contribution of this research is to provide information to shareholders, investors, creditors, and other users of financial statements regarding elements that can affect the quality of audits, thus assisting them in making informed decisions.
PENGARUH ROA, DER, DAN LDR TERHADAP AUDIT DELAY PADA BANK TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2020-204 Leoni, Sihuanie Celsi; Kanivia, Aan; Dewi, Dessy Kumala
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jm.v15i1.3490

Abstract

Introduction: Audit delays are a common issue in the financial reporting process of public companies, particularly in the banking sector, which is characterized by complex operations and strict regulatory oversight. Delays in the publication of audited financial statements may reduce investor confidence and signal negative perceptions of corporate performance and transparency. This study aims to examine the effect of profitability (Return on Assets/ROA), solvency (Debt to Equity Ratio/DER), and liquidity (Loan to Deposit Ratio/LDR) on audit delay in banking subsector companies listed on the Bursa Efek Indonesia during the 2020–2024 period.Methods: This research employs a quantitative explanatory approach and purposive sampling, yielding 42 companies and 210 firm-year observations. Data were analyzed using SPSS version 25 with multiple linear regression.Results: The results indicate that profitability (ROA) has a negative and significant effect on audit delay, supporting H1. Solvency (DER) also shows a negative and significant effect on audit delay; however, the direction of the relationship is opposite to that predicted by the proposed hypothesis, so H2 is rejected. Liquidity (LDR) has a positive and significant effect on audit delay, supporting H3. Simultaneously, the three financial ratios significantly affect audit delay (H4 supported). The Adjusted R² value of 0.710 indicates that 71.0% of the variation in audit delay is explained by the independent variables, while the remaining 29.0% is explained by other factors outside the model.These findings contribute to the auditing literature and offer practical implications for companies, auditors, and regulators to improve the timeliness of financial reporting. Keywords: Audit Delay, Banking, Liquidity, Profitability, Solvency
PELATIHAN PENYUSUNAN BIAYA PRODUKSI DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA HOME INDUSTRY KECAP TOP Kartika, Ika; Dhea Praadha Gitama, Gytha Nurhana; Dewi, Dessy Kumala; Khotimah, Kusnul
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v3i4.2422

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) still face challenges in systematically preparing production costs as a basis for determining the cost of goods manufactured (COGM). Home Industry Kecap Top in Cirebon Regency is one of the enterprises that has not yet calculated COGM accurately and still sets selling prices based on estimation. This community service activity aims to enhance partners’ capabilities in preparing production costs and calculating COGM through practice-based training. The method employed is Participatory Action Research (PAR), consisting of observation, training, mentoring, and evaluation stages. The results indicate an improvement in partners’ understanding of identifying production cost components and calculating COGM using the full costing method. The calculation shows that the COGM of Kecap Top is IDR 19,808 per unit. This training encourages more accurate and sustainable selling price determination.
Go Digital: Edukasi dan Sosialisasi Fintech untuk UMKM Pasar Tradisional Kanoman Kanivia, Aan; Dewi, Dessy Kumala; Vallenski, Kevin; Yazwa, Debby Zaqiara; Fa’alihah, Nayla Sausan
Jurnal Pengabdian Bisnis dan Akuntansi Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bisnis dan Akuntansi Soedirman
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.jpba.2025.4.2.19730

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed economic activities, particularly payment systems used by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The implementation of financial technology (fintech), especially the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), offers advantages including transaction efficiency, improved financial recording, and increased financial inclusion. However, digital payment adoption among MSMEs in traditional markets remains relatively low due to limited digital literacy, strong dependence on cash transactions, and concerns regarding transaction security. These conditions are evident among MSMEs in Pasar Kanoman, Cirebon City, where most traders still rely on conventional payment methods despite access to basic digital devices. This community service program aims to enhance understanding, awareness, and readiness of MSMEs to adopt fintech through QRIS utilization as a digital payment system. The program was implemented through structured educational sessions, socialization activities, interviews, and direct mentoring tailored to the needs and characteristics of traditional market traders. A participatory approach encouraged active involvement and ensured knowledge could be practically applied in daily business activities. The results show improved understanding of QRIS functions, benefits, and operational mechanisms, along with more positive attitudes and increased interest in digital payment adoption. Overall, the program strengthens financial literacy and supports sustainable inclusion.