Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Quality Analysis of Simplicia Red Ginger (Zingiber officinale Var. Rubrum) Rhizome with Different Drying Temperature Farrel, Rizki; Aulawi, Tahrir; Darmawi, Ahmad
Jurnal Online Pertanian Tropik Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.136 KB) | DOI: 10.32734/jopt.v7i1.3866

Abstract

Red Ginger is ginger that is often used as a basic ingredient of herbal medicine because of its high essential oil content and the spiciest taste. Part of the Red Ginger plant that is commonly utilized is a rhizome, to maintain the quality of ginger rhizome so as not to reduce the economic value, the fresh ginger rhizome is processed first before storing or selling, one of the ways is in the form of Simplicia. The purpose of this study was to obtain the best drying temperature for the quality of red ginger simplicia. The treatments given were drying at 90oC (W1), 100oC (W2), 110oC (W3), and 120oC (W4). The study design used a nonfactorial Complete Randomized Design (RAL) consisting of 5 replications. Drying using an oven that lasts for 300 minutes. Data were analyzed by analysis of variance and if it had the real effect it was followed by Duncan's test (DMRT). Observations made were water content, ash content, starch levels, oleoresin levels, and vitamin C. The best drying results are at a temperature of 120°C at a moisture content with an average value of 3.70%, a temperature of 90°C produces the best drying at ash content with an average value of 4.79%, the starch content of 55.72%, oleoresin content of 50.79% and vitamin C 7.67%. It can be concluded that drying using a temperature of 120°C results in a better quality of Simplicia red ginger rhizome in the water content. Whereas at Ash content, the starch levels, oleoresin levels, and vitamin C, the best temperature is in the drying treatment at 90°C.  
Penyesuaian Speleng Gear terhadap Konsistensi Berat dan Nomor Benang (Ne) pada Mesin Ring Spinning untuk Produksi Ne CMC 24k Darmawi, Ahmad; Sari, Febri Luvita
Jurnal Tekstil Vol 7 No 2 (2024): Vol 7 No 2 Desember 2024
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v7i2.105

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh penyesuaian speleng gear pada mesin Ring Spinning terhadap konsistensi berat dan nomor benang (Ne) pada produksi benang Ne CMC 24k. Ketidaksesuaian dalam nomor benang dapat berdampak signifikan pada kualitas produk tekstil, yang mendorong perlunya kontrol kualitas yang ketat dalam proses pemintalan. Metode penelitian melibatkan pengambilan sampel benang dari spindel 753 hingga 757, yang diuji sebelum dan sesudah penyesuaian speleng gear untuk menilai efektivitas perbaikan. Prosedur penelitian mencakup pengukuran berat dan nomor benang pada kedua kondisi tersebut serta pengamatan perbedaan antara sisi kanan (R) dan kiri (L) pada setiap spindel. Hasil menunjukkan peningkatan stabilitas Ne, namun masih terdapat variasi antara sisi kanan (R) dan kiri (L) pada beberapa spindel yang tidak sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pemantauan kualitas secara real-time dan penyesuaian parameter produksi untuk mencapai konsistensi benang yang lebih baik. Rekomendasi mencakup penerapan teknologi pengawasan berbasis komputer untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk secara keseluruhan.
Penggunaan Alat Ukur pada Mesin-mesin Industri Tekstil Sebagai Standar Parameter Kinerja Mesin Darmawi, Ahmad; Yulianto, Bambang
Jurnal Tekstil Vol 5 No 1 (2022): Vol 5 No 1 Juni 2022
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v5i1.18

Abstract

Pengukuran memainkan aktivitas penting di semua cabang teknik dan sains. Pengukuran dapat didefinisikan sebagai suatu proses untuk memperoleh perbandingan kuantitatif antara standar yang telah ditentukan sebelumnya dan besaran parameter yang tidak diketahui. Kecepatan komponen ini dapat diukur dengan menggunakan instrumen jenis kontak atau non-kontak. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa komponen berjalan pada kecepatan yang ditetapkan sesuai dengan standar yang ditetapkan pada tampilan mesin dan untuk mengetahui apakah ada variasi kecepatan. Pengukuran merupakan bagian integral dari setiap sistem kontrol otomatis untuk tindakan kontrol, perbedaan atau kesalahan antara nilai aktual dan nilai yang diinginkan dari variabel yang akan ditentukan atau diukur. Evaluasi kinerja mesin memerlukan pengukuran berbagai parameter. Pengukuran yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengukuran yang digunakan pada mesin industri tekstil Tipe mekanik, Tipe listrik, Tipe optik dan Tipe non-kontak.
Setting Jarak Antara Top Flat dengan Cylinder terhadap Jumlah Neps Sliver Carding di Mesin Carding Darmawi, Ahmad; Mahmudha, Sukhatsti Jhohan
Jurnal Tekstil Vol 5 No 2 (2022): Vol 5 No 2 Desember 2022
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v5i2.36

Abstract

Proses di mesin carding adalah proses terpenting dari pembuatan benang, karena di mesin carding akan sangat mempengaruhi hasil produk benang yang akan dihasilkan oleh proses selanjutnya terutama untuk kerataan sliver, kebersihan sliver, serta jumlah neps yang terkandung. Ketidaksempurnaan proses di mesin akan berpengaruh untuk dapat meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas benang yang dihasilkan. Kerataan pada benang dipengaruhi oleh tebal (thick), tipis (thin), dan gumpalan serat yang tidak dapat diurai lagi (neps). Salah satu cara yang dapat meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas benang yang dihasilkan dengan memperkecil timbulnya neps. Lalu untuk memperkecil timbulnya neps dilakukan trial terhadap jarak setting antara top flat dengan cylinder. Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, fenomena yang bersifat alamiah maupun fenomena berupa hasil rekayasa. Hasil penelitian didapatkan faktor penyebab tingginya jumlah neps sliver carding melebihi masa pakai (lifetime) dan setting jarak antara top flat dengan cylinder terlalu lebar.
Analisis Jump Cone Pada Mesin Winding Savio Menggunakan Metode DMAIC dalam Pengambilan Keputusan Darmawi, Ahmad; Anandita, Reyno; Parmawati, Sih
Jurnal Tekstil Vol 6 No 2 (2023): Vol 6 No 2 Desember 2023
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v6i2.65

Abstract

Mesin winding merupakan tahap akhir dalam proses pemintalan sebelum di packing dan dikirimkan untuk customer, maka dari itu produk yang dihasilkan harus dipastikan sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan, namun pada kenyataanya masih sering dijumpai berbagai cacat sehingga penelitian ini difokuskan pada masalah cone defect yang ada di mesin winding Savio agar dapat menekan jumlah cacat gulungan. Penelitian ini difokuskan pada defect jump cone dengan pendekatannya menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk meningkatkan proses. Setiap langkah DMAIC dilakukan untuk menganalisis secara hati-hati dan menjaga proses tetap tepat. Pada tahap measure mengunakan diagram pareto untuk mengetahui frekuensi cacat, dan akan diambil cacat yang dominan sebagai langkah perbaikan. Pada tahap analisis, diagram sebab-akibat (fishbone diagram) digunakan dalam analisis penyebab masalah. Pada tahap improve mengunakan metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA). Pada tahap control disaarankan untuk menggunakan tools berupa checklist untuk mengontrol hal-hal terkait diagram fishbone yang dalam tahap analyze.
Penanganan Peak Daerah 18 cm Menggunakan Pendekatan PDCA pada Mesin Drawing Finisher FA 306 A Rosida, Alya; Darmawi, Ahmad; Aribowo, Irham
Jurnal Tekstil Vol 6 No 2 (2023): Vol 6 No 2 Desember 2023
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v6i2.66

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kendala mekanik atau mechanical fault yang sering muncul pada mesin drawing finisher dalam proses produksi benang. Mechanical fault tersebut berada pada area drafting zone, meliputi wilayah callender roll, front roll, middle roll, dan back roll. Untuk mengidentifikasi letak permasalahan, digunakan perhitungan rumus berdasarkan pembacaan gearing diagram mesin drawing finisher. Meskipun perhitungan tersebut tidak memberikan hasil yang akurat secara langsung, namun perhitungan tersebut dapat membantu menyempitkan ruang lingkup permasalahan sehingga mekanik tidak perlu membongkar seluruh bagian mesin. Hasil uji keluaran spectograf menunjukan terdapat peak pada daerah 18 cm yang merupakan wilayah callender roll hasil uji menunjukan adanya penyimpangan batas standar yaitu sebesar 75% sedangkan untuk standar presentase peak berada pada batas standar 55%. Penyebab utama kemunculan peak adalah kesalahan penyetelan toleransi clearen gear. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan peak yang ada pada wilayah callender roll menggunakan metode Plan, Do, check, Action (PDCA) dengan menggunakan metode PDCA tergambar secara jelas dan rinci bagaimana penyelesaian peak khususnya pada daerah 10 cm yang memiliki penyimpangan batas standar sebesar 75% sehingga turun menjadi 25%.
Studi tentang Peningkatan Kualitas Benang Cotton Compact Ne 40 UW Lot 36-33 Darmawi, Ahmad; Rendy Stiyaji
Jurnal Tekstil Vol 8 No 1 (2025): Vol 8 No 1 Juni 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jute.v8i1.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebersihan mesin, kondisi lingkungan, dan pengaturan ketegangan terhadap kualitas benang dalam proses winding pada industri tekstil. Metode penelitian ini melibatkan penggunaan mesin winding otomatis dengan pengaturan ketegangan canggih, serta pengukuran kebersihan mesin dan pengaruh variabel lingkungan seperti suhu dan kelembaban. Material yang digunakan adalah benang roving berkualitas tinggi, dan kebersihan mesin dijaga dengan pemeliharaan rutin untuk mencegah akumulasi fly waste yang dapat mempengaruhi ketegangan benang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan mesin yang terjaga dengan baik mengurangi tingkat cacat benang hingga 7%, dibandingkan dengan mesin yang tidak terawat. Pengaturan ketegangan yang optimal mengurangi cacat benang sebesar 15%, sementara kondisi lingkungan yang stabil, terutama kelembaban, juga berkontribusi pada peningkatan kualitas benang. Benang yang diproses dengan mesin yang bersih dan pengaturan ketegangan yang konsisten memiliki kualitas yang lebih baik, dengan lebih sedikit cacat seperti thin places dan loops. Kesimpulannya, kebersihan mesin, pengaturan ketegangan yang stabil, dan pengelolaan kondisi lingkungan yang tepat memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas benang dalam proses winding. Untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk, disarankan untuk menerapkan pemeliharaan mesin yang lebih ketat, pengaturan ketegangan yang konsisten, serta pengendalian suhu dan kelembaban yang lebih baik.
Smart Lighting System for Vocational Campus Workshop Environment Darmawi, Ahmad; Khairunnisa, Hasna; Harianto, Dedy; Ardiyanto, Agus
Jurnal IPTEK Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2025.v29i1.7729

Abstract

AK-Tekstil Solo is a vocational campus with several workshops for lectures, one of which is the Spinning and Weaving Workshop. It has yarn and fabric manufacturing machines and holds the most significant electricity consumption for machine operations, lighting, and other instruments. Hence, a smart workshop room with electrical energy efficiency is crucial. This research aims to design and develop a smart workshop lighting system using an Arduino-based microcontroller circuit and photocell components. The light intensity setting system is performed by determining the measurement point of light intensity and measuring the natural and artificial light intensity as the input for photocell and relay. An automated lighting system for the smart workshop was then developed using a photocell censor based on the Arduino Mega microcontroller. Product testing shows that the automatic switches and relays based on programming successfully work the automated system.
Pengaruh Variasi Prekursor Terhadap Morfologi dan Aktivitas Antibakteri Nanopartikel Tembaga Menggunakan Reduktor Ekstrak Daun Gambir Elisma, Netri; Emriadi , Emriadi; Darmawi, Ahmad
REACTOR: Journal of Research on Chemistry and Engineering Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/reactor.v4i2.109

Abstract

Research on synthesis copper nanoparticles has been carried out by the reduction method with a green synthesis approach using extracts of gambir leaves (Uncaria gambir Roxb). Gambir leaf extract contains polyphenol compounds uses as a natural reducing agent to reduce copper cation from variations of prekursor (CuSO45.H2O, Cu(NO3)2.3H2O and CuCl2.2H2O). The formation of copper nanoparticles (CuNP) colloid is visually shown by color change from light brown to dark brown. Absorption peak in UV-Vis spectrophotometer analysis at 405 -427 nm which is a specific wavelength of copper nanoparticles base on phenomenon of Surface Plasmon Resonance (SPR). The X-Ray Diffraction (XRD) analysis showed formation of CuNP with a face centered cubic (fcc) crystal structure. The result of Transmission Electron Microscope show the synthesized CuNP was spherical with particle size diameter 15nm for CuSO4 prekursor, 25 nm for Cu(NO3) prekursor and 28 nm for CuCl2 prekursor. The size of nanoparticles influenced of type prekursor anions. The antibacterial activity of the synthesized nanoparticles was also tested using pathogenic bacteria Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The results showed that copper nanoparticles were promising antibacterial agents. Antibacterial activity test on copper nanoparticles were found to have higher antibacterial activity against Gram positive bacteria S. aureus than Gram negatif E. coli.
Implementation of lean manufacturing in the spinning industry to increase production efficiency Parmawati, Sih; Nugraheni, Dyah Novia; Kurniati, Edy Dwi; Darmawi, Ahmad; Alwi, Muhammad
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1148300

Abstract

The spinning industry is an important part of the textile sector that faces efficiency challenges due to the large amount of waste in the production process. This study aims to analyze the implementation of Lean Manufacturing as a strategic approach to improving production efficiency in one of the medium-scale spinning companies in West Java. Using a qualitative descriptive method, data were obtained through direct observation, in-depth interviews with six key informants, and analysis of company documents. The results of the study indicate that the application of Lean principles such as 5S, Just-In-Time (JIT), Total Productive Maintenance (TPM), and Visual Management can reduce waiting time between processes by 55%, reduce the frequency of machine breakdowns by 62.5%, and increase the orderliness of the work area by 68%. Even so, the implementation of lean is not free from challenges such as the mismatch of production schedules with machine readiness, resistance to work culture from senior employees, and lack of in-depth understanding of lean tools. This study confirms that the success of Lean Manufacturing depends not only on the tools used, but also on the readiness of the organizational culture and supporting information systems. These findings provide practical contributions to the development of efficient and sustainable operational management strategies in the spinning industry, and offer recommendations in the form of integrated training, integration of production information systems, cross-departmental evaluation, periodic lean audits, and performance-based reward schemes.