Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Penyuluhan tentang Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Dolot Alhasni Bakung; Sri Nanang Meiske Kamba; Moh Taufiq Zulfikar Sarson
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 3 (2022): June, Pages 355-611
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i3.614

Abstract

Penyalahgunaan narkotika merupakan persoalan nasional yang dipandang serius oleh pemerintah yang dapat menyebabkan rusaknya moral suatu bangsa. Di Indonesia, penyalahgunaan narkotika semakin lama semakin meningkat. Penyalahgunaan narkotika memberikan dampak yang buruk bagi pengedar maupun penggunanya baik secara fisik maupun psikis. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian adalah melakukan penyuluhan dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data melalui observasi, melakukan penyuluhan baik secara langsung maupun door to door. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman dan terciptanya masyarakat yang cerdas, taat dan sadar hukum, sehingga dapat mencegah penyalahgunaan narkotika dikalangan masyarakat khususnya kalangan pemuda atau remaja.
Penyuluhan Tentang Implementasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap terhadap Peningkatan Data Kepemilikan Sertifikat Tanah Moh Taufiq Zulfikar Sarson; Nirwan Junus
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 5 (2022): October Pages 785 - 943
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i5.643

Abstract

Pendaftaran tanah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan jaminan kepastian hukum atas kepemilikan ha katas tanah. Namun masih banyak masyarakat yang belum mendaftarkan tanahnya untuk memperoleh sertifikat. Adapun sasaran pada kegiatan ini adalah masyarakat yang belum memiliki sertifikat. Metode yang digunakan pada kegiatan penyuluhan hukum adalah metode dialog interaktif. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang tata cara pendaftaran tanah. Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan penyuluhan adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang taat dan sadar hukum.
Peningkatan Literasi Digital Melalui Pelatihan Hukum dalam Mengatasi Ujaran Kebencian di Media Sosial Kamba, Sri Nanang Meiske; Thalib, Mutia Cherawaty; Kasim, Nur Mohamad; Sarson, Mohamad Taufiq Zulfikar; Mandjo, Julius T
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 3 (2024): June, Pages 97 - 300
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i3.945

Abstract

Fenomena ujaran kebencian di media sosial merupakan tantangan serius yang mengancam keharmonisan dan keamanan masyarakat sera menyebabkan dampak psikologis dan sosial yang negatif. Pengabdian masyarakat ini mengeksplorasi upaya Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Tupa Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Melalui pelatihan dan edukasi, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hukum terkait ujaran kebencian serta cara mengatasinya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terbentuknya komitmen bersama dan langkah konkret dalam menangani ujaran kebencian baik secara online maupun offline di Desa Tupa yang diharapkan mampu mengubah sikap dan perilaku masyarakat menuju hubungan yang lebih harmonis. Selain itu, membuka peluang kerjasama lebih lanjut dalam mempromosikan perdamaian dan harmoni sosial di komunitas desa lainnya. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya dan keahlian dari berbagai pihak ini dapat menjadi lebih terintegrasi dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan di masa depan yang diharapkan dapat mengembangkan strategi yang efektif dalam memoderasi konten, memberikan edukasi kepada warga, serta menegakkan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, inklusif, dan menghargai keragaman bagi semua individu.