Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengalaman Akseptor KB dalam Menggunakan KB Suntik 3 bulan di Puskesmas Romauli, Suryati; Wijayanti, Ika; Wardhani, Yeni; Pasang, Novita
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i1.150

Abstract

The Three-Month Injectable Contraceptive (KB) is one of the highly effective contraceptive methods for preventing pregnancy, widely favored by couples of reproductive age. However, it also brings about some negative impacts that are complained about by acceptors. The purpose of this study is to explore the experiences of KB acceptors regarding the use of the Three-Month Injectable Contraceptive at the Libarek Primary Health Center in Jayawijaya Regency. This research utilizes a qualitative method with a phenomenological study approach. Data collection is carried out through in-depth interviews. The participants in this study consist of 10 individuals who have experience using the Three-Month Injectable Contraceptive and are selected using purposive sampling technique. The data collected, in the form of recordings and field notes, are analyzed using the colazzi technique. The results of this research yield five themes, namely, acceptor perceptions, reasons for acceptors choosing the Three-Month Injectable Contraceptive, advantages, complaints due to usage, and efforts made to address the impacts of the Three-Month Injectable Contraceptive. Acceptor perceptions of KB include preventing pregnancy and spacing births. Reasons for choosing the Three-Month Injectable Contraceptive include midwife recommendations, spousal support, practicality, and fear of other methods. The benefits of the Three-Month Injectable Contraceptive include not needing to take daily pills, maintaining a good appetite, injections every three months, no impact on breastfeeding, comfort, and safety. Complaints experienced by acceptors include menstrual cycle disturbances and weight changes. Efforts to address side effects include consulting with midwives, seeking information from friends, and adjusting eating patterns.
Pelatihan Enterpreneurship Home Care Baby SPA and Treatment Pada Alumni Program Studi Diploma III Kebidanan Jayapura Romauli, Suryati; Helda W, Nouvy; Niu, Flora
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v4i2.98

Abstract

Pelayanan kebidanan komplementer saat ini semakin diminati masyarakat, salah satunya adalah pelayanan Baby SPA, yang mana menjadi trend baru dalam merawat bayi untuk meningkatkan pertumbuhan bayi. Pentingnya bagi alumni Prodi Diploma III Kebidanan Jayapura diberikan bekal tentang enterpreunership sehingga memiliki peluang membuka usaha praktek bidan maupun home care baby SPA and treatment, yang berfokus pada pelayanan kesehatan bayi dan anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk menumbuhkan motivasi enterpreunership dikalangan alumni Prodi Diploma III Kebidanan Jayapura, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan alumni tentang baby SPA and treatment serta mendampingi alumni dalam membuka usaha home care baby SPA and treatment. Metode yang digunakan dengan melakukan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Juli sampai dengan 15 Juli 2022. Dengan peserta sebanyak 13 orang. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test, diskusi, demostrasi, praktek baby SPA and treatment dan diakhiri dengan post-test. Setelah dilakukan pelatihan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang cukup signifikan tentang home care baby SPA and Treatment, dan setelah pendampingan dalam waktu seminggu peserta telah membuat brosur pemasaran pelayanan dan pada minggu ke dua 11 peserta telah melakukan pelayanan home care baby SPA and treatment. Ada peningkatan kunjungan rumah serta omset pemasukan setiap bulannya.
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Melalui Permainan Ular Tangga di SMK Negeri 3 Kesehatan Mimika Romauli, Suryati; Lestari, Muji; Yogi, Ruth; Simanjuntak, Roganda; Ranga, Elvira Bara; Kalsum, Fadila U; Pudji, Nurul Fahira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1040

Abstract

Masa remaja merupakan masa kritis dalam perkembangan perilaku individu. Remaja dihadapkan pada berbagai permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi, hal ini dikarenakan kurangnya informasi, sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan yang sesuai dengan karakteristik remaja yaitu dengan menggunakan permainan ular tangga. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini dengan memberikan pendidikan kesehatan melalui permainan ular tangga. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Kesehatan Mimika. Peserta sebanyak 35 remaja. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara : sosialisasi permainan ular tangga, pre test untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi, pemberian pendidikan kesehatan melalui permainan ular tangga dan monitoring serta evaluasi (post test). Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 2 hari melalui permainan ular tangga, terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap yang cukup signifikan tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi, remaja lebih memahami bagaimana menjaga kesehatan reproduksinya agar terhindar dari penyakit HIV/AIDS, remaja dapat menjaga perilakunya terhadap seks bebas dan NAPZA. Diharapkan SMK Negeri 3 Kesehatan Mimika dapat bekerjasama dengan pihak puskesmas Mimika agar remaja dapat diberikan informasi tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi dan mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi dari Puskesmas.