Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEMATIAN JANIN DALAM RAHIM (KJDR) PADA IBU HAMIL DENGAN MALARIA DI PUSKESMAS SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Yogi, Ruth; Setyaning Suci, Eka; Wahyuni, Sri
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2021): Vol. 9 No. 1, Januari 2021
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v9i1.209

Abstract

Pendahuluan. Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Penyakit malaria mempunyai pengaruh yang sangat besar pada angka kesakitan dan kematian bayi, anak balita dan ibu hamil serta dapat menyebabkan penurunan produktifitas kerja. Risiko malaria akan mengakibatkan anemia 3-15%, berat badan lahir rendah 13-70% dan kematian neonatal 3-8%. Pengaruh Infeksi malaria pada kehamilan terhadap janin akan menyebabkan abortus, persalinan prematur, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah, dan KJDR (Kematian Janin Dalam Rahim). Tujuan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuirisiko umur, paritas, suku ibu, penyakit malaria pada kehamilan terhadap kejadian Kematian Janin Dalam Rahim (KJDR)diPuskesmas Sentani.Metode.Penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif dengan rancanganpenelitiancase control. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang mengalami KJDR dari tahun 2010-2018 di Puskesmas Sentani sejumlah 36 orang. Teknik Pengambilan Sampel dengan Teknik Total Sampling dengan jumlah sampel adalah 72 dengan perbandingan 36 kelompok kasus (yang mengalami KJDR) dan 36 kelompok Kontrol. Sumber data yang digunakan berasal dari rekam medik dari tahun 2010-2018. Analisis data uji bivariat dengan chi square, uji multivariat dengan regresi logistic berganda.Hasil.Pada Uji Bivariat didapatkan umur, paritas, dan suku bangsa bukan merupakan factor risiko terhadap kejadian KJDR dg p value >0,05. Hanya Penyakit malaria yang berisiko terhadap kejadian malaria dengan p value 0,005 (<0,05) dan nilai OR 5,5547. Secara uji Multivariat, faktor paling berisiko terhadap kejadian KJDR adalah penyakti Malaria dengan p value 0,007 (<0,05) dan nilai Exp (B) paling besar yaitu 5,043 dengan CI 1,563-16,276.Simpulan. Faktor yang paling berisiko terhadap kejadian KJDR adalah penyakit malaria. Kata Kunci:KJDR, Hamil dengan malaria
Efektivitas Lilin AromaterapiSerai Wangi (Cymbopogon Nardus L) terhadap Kejadian Malaria pada Ibu Hamil di Puskesmas Arso 3 Kabupaten Keerom Wahyuni, Sri; Yogi, Ruth
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1674

Abstract

Latar belakang : Prevalensi ibu hamil dengan malaria di Provinsi Papua sebanyak 3,09%. Prevalensi malaria pada ibu hamil di Kabupaten Keerom tahun 2019 sebesar 7,60 %, tahun 2020 sebesar 5,84 %, dan tahun 2021 sebesar 5. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui efektifitas lilin aromaterapi serai wangi (cymbopogon nardus L.) terhadap kejadian malaria pada ibu hamil di Puskesmas Arso 3 Kabupaten Keerom. Desain Penelitian dengan Quasy Eksperiment dengan two group posttest only. Populasi terdiri dari ibu hamil yang ada di Wilayah Puskesmas Arso 3. Teknik Pengambilan Sampel dengan Purposive Sampling sejumlah 60 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen (30 ibu hamil) yang diberikan lilin aromaterapi selama 1 bulan dan kelompok kontrol (30 ibu hamil) yang tidak diberikan lilin aromatherapy. Instrumen penelitian adalah RDT test. Analisis Data menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian Kelompok eksperimen setelah 30 hari diberikan lilin aromaterapiserai wangi didapatkan hanya 1 (3,33%) yang positif malaria. Sedangkan Pada Kelompok kontrol yang tidak diberikan lilin aromaterapiserai wangi didapatkan ada 7 (23,33%) yang positif malaria. Ada perbedaan efektifitas antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dengan p value 0,0024 (<0,05) dan yang lebih efektif adalah kelompok eksperimen (Kelompok Lilin aromaterapi).
Praktik Kesehatan Reproduksi Perempuan Suku Asmat: Tinjauan Sosial Budaya Yogi, Ruth; Hijjang, Pawennari; Poli, Agustina Ivonne; Numberi , Gerdha K.I.
JURNAL EKOLOGI BIROKRASI Vol 13 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jeb.v13i1.4685

Abstract

The high maternal and infant mortality rates among the Asmat tribe in South Papua Province are closely related to social and cultural values and norms that tend to discriminate against women and have a negative impact on their reproductive health. This study aims to examine how Asmat women construct social and cultural realities related to reproductive health and to understand the meaning of reproductive health behaviors in the context of pregnancy, childbirth, and the postpartum period. This study is expected to provide practical contributions in the form of scientific information for local governments in formulating socially and culturally based policies to reduce maternal and infant mortality rates. This study uses a qualitative approach with an ethnomethodological design to uncover the subjective meaning of individual actions in phenomena related to the reproductive health of Papuan ethnic women. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies, then analyzed interpretively. The results of the study indicate that the reproductive health behavior of Asmat women is greatly influenced by cultural value systems in terms of superstructure, infrastructure, and ethnic preferences. Two cultural behavioral tendencies emerge: a loose and adaptive acculturative behavior toward modern health services, and a strict traditional behavior that tends to maintain slot deposit 5000 prohibitions, taboos, and local belief practices. It was found that the more relaxed and acculturated the community's health behavior, the faster the detection of risks and handling of health cases, which positively impacts the reduction in maternal and neonatal mortality rates. Conversely, behavior that is increasingly strict and traditional tends to increase delays in handling and worsen the risk of maternal and infant mortality.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Baby Blues Pada Ibu Postpartum Wahyuni, Sri; Yogi, Ruth; Irianda, Andi Irfa
Indonesian Health Issue Vol. 4 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v4i1.86

Abstract

Background: Baby blues is a condition of temporary emotional lability that usually occurs on the first day to two weeks after delivery, Mothers who experience baby blues will experience mood swings, feel sad, anxious, often cry, loss of appetite, and difficulty sleeping (insomnia), Baby blues can be categorized as a mild mental disorder syndrome. Objective: This study aims to determine the factors that influence the occurrence of Baby Blues in postpartum mothers at the Timika Health Center. Method: This study is an observational study with a cross-sectional study design, to study the factors that influence Baby Blues in Postpartum mothers. The sampling technique with a total sampling of 30 respondents. Results: the results of this study explain that there is a significant relationship between childbirth readiness with a p-value = 0.000, pregnancy status with a p-value = 0.004 and social support with a p-value = 0.000 with the occurrence of baby blues in postpartum mothers at the Timika Health Center. Conclusion: baby blues can be influenced by a lack of social support from those closest to you. Social support is an important coping strategy for mothers experiencing postpartum stress and functions as a preventive strategy to reduce stress.
Pengaruh Edukasi TOGA Cegah Malaria terhadap Perilaku dalam Pemanfaatan Pekarangan Rumah Pada Kader Posyandu di Kampung Nolokla Sentani Lestari, Muji; Romauli, Suryati; Yogi, Ruth; Margareta, Martini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26397

Abstract

Tingginya kasus malaria di Papua, dapat diatasi dengan memanfaatkan halaman rumah sebagai TOGA dengan menanam tumbuhan pengusir nyamuk yang disebut insektisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pengajaran TOGA terhadap perilaku pencegahan malaria pada pemanfaatan pekarangan rumah pada kader Posyandu di Desa Nolokla Sentani. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan format uji-coba satu kelompok dan uji-coba satu kelompok. Populasi penelitian adalah seluruh kader posyandu, dengan sampel sebanyak 20 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui survei. Data dievaluasi berdasarkan uji normalitas. Hasil : Diperoleh perilaku kader posyandu dalam pemanfaatan pekarangan rumah sebagai TOGA cegah malaria sebelum mendapat edukasi memiliki nilai rata-rata 50.50, std.deviasi 6.863 dengan nilai terendah 40, tertinggi 70, dan setelah edukasi nilai rata-rata meningkat menjadi 94.00 dengan std.deviasi 7.539 serta nilai terendah 70, dan tertinggi 100. Kesimpulan : Edukasi toga cegah malaria berpengaruh signifikan terhadap perilaku dalam pemanfaatan pekarangan rumah pada kader Posyandu, dimana nilai sig (2-tailed)=0.000 < 0.05
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Melalui Permainan Ular Tangga di SMK Negeri 3 Kesehatan Mimika Romauli, Suryati; Lestari, Muji; Yogi, Ruth; Simanjuntak, Roganda; Ranga, Elvira Bara; Kalsum, Fadila U; Pudji, Nurul Fahira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1040

Abstract

Masa remaja merupakan masa kritis dalam perkembangan perilaku individu. Remaja dihadapkan pada berbagai permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi, hal ini dikarenakan kurangnya informasi, sehingga perlu diberikan pendidikan kesehatan yang sesuai dengan karakteristik remaja yaitu dengan menggunakan permainan ular tangga. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini dengan memberikan pendidikan kesehatan melalui permainan ular tangga. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Kesehatan Mimika. Peserta sebanyak 35 remaja. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara : sosialisasi permainan ular tangga, pre test untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi, pemberian pendidikan kesehatan melalui permainan ular tangga dan monitoring serta evaluasi (post test). Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 2 hari melalui permainan ular tangga, terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap yang cukup signifikan tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi, remaja lebih memahami bagaimana menjaga kesehatan reproduksinya agar terhindar dari penyakit HIV/AIDS, remaja dapat menjaga perilakunya terhadap seks bebas dan NAPZA. Diharapkan SMK Negeri 3 Kesehatan Mimika dapat bekerjasama dengan pihak puskesmas Mimika agar remaja dapat diberikan informasi tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi dan mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi dari Puskesmas.