Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perancangan Papan Informasi Wisata sebagai Upaya Penguatan Media Interpretasi Wisata Desa Hanggraito, Ahmadintya Anggit; Ermawati, Eka Afrida; Cardias, Esa Riandy; Wijaya, Jemi Cahya Adi
Journal Community Service Consortium Vol 4 No 2 (2024): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v4i2.5397

Abstract

Kurangnya media interpretasi wisata yang efektif di Desa Tambong menyebabkan kesulitan dalam menyampaikan informasi yang jelas dan menarik kepada wisatawan tentang daya tarik desa. Untuk mengatasi hal ini, perancangan media interpretasi wisata dilakukan sebagai upaya percepatan pengembangan wisata desa, dengan hasil utama berupa papan informasi wisata untuk tiga lokasi wisata utama. Papan informasi ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada wisatawan dan memberikan manfaat berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan participatory action research, melalui tahapan survei lokasi, penyusunan rencana kerja, pelaksanaan program kerja, dan sosialisasi hasil kerja. Hasil kegiatan ini adalah desain papan informasi wisata yang berfungsi sebagai dasar pengembangan daya tarik desa dan menjadi pusat informasi Daya Tarik Wisata (DTW) Desa Tambong.
Model Resiliensi Pelaku Bisnis Sektor Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Selama Pandemi Covid-19 Hanggraito, Ahmadintya Anggit; Ratri, Indira Nuansa; Cardias, Esa Riandy
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v13i1.237

Abstract

Pada triwulan pertama tahun 2020, pandemi covid-19 menggempur berbagai sektor yang ada di dunia. Sektor pariwisata merupakan salah satu yang merasakan dampak negatif dari adanya masa krisis ini. Kawasan Asia dan Pasifik mengalami penurunan kedatangan sebesar 82% pada Januari-Oktober 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model resiliensi yang dilakukan oleh para pelaku bisnis pariwisata di Kabupaten Banyuwangi selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan Forum Group Discussion, wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat dua faktor utama dalam mendukung model resiliensi dari pelaku bisnis di Kabupaten Banyuwangi selama pandemi Covid-19. Kedua faktor itu adalah 1) pengelolaan internal bisnis; dan 2) kebijakan pemerintah daerah. Pengelolaan internal bisnis ditunjukkan dengan strategi bisnis dari pengusaha, dan peralihan pekerjaan dari pemilik bisnis atau subsektor dibawah bisnis itu sendiri. Sedangkan, kebijakan pemerintah daerah mendukung proses pemulihan ekonomi di masa krisis pandemi Covid-19.
Produk Intangible Wisata Budaya sebagai Representator Nilai Budaya Osing di Kabupaten Banyuwangi Hanggraito, Ahmadintya Anggit; Jemi Cahya Adi Wijaya; Randhi Nanang Darmawan
Jurnal Media dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Media dan Komunikasi (MEDKOM) No 2 Volume 5 2025
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/medkom.v5i2.71739

Abstract

The Osing culture remains one of the enduring local identities in Banyuwangi Regency amidst the forces of globalization. The uniqueness of the Osing people's traditions, arts, language, and indigenous knowledge presents a significant potential for the development of cultural tourism products. This study aims to explore the cultural values of the Osing that can be represented in intangible cultural tourism products in Banyuwangi Regency. The design of this research is descriptive with a qualitative approach. The findings reveal that Osing cultural values are reflected in various forms of cultural tourism products, such as traditional ceremonies, agricultural customs, performing arts, language, traditional food, and local medicine. These values serve as the core of the cultural tourism appeal in Banyuwangi. Cultural festivals like B-Fest play a vital role in the preservation and promotion of Osing culture through active participation from the local community. Thus, Osing culture not only strengthens local identity but also serves as a strategy for sustainable tourism development.
Perancangan Cullinary Walking Tour dalam upaya penguatan Produk Wisata Gastronomi Bekamal di Desa Wisata Gintangan Hanggraito, Ahmadintya Anggit; Budiani, Budiani; Sari, Mega Devita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.742

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Culinary Walking Tour berbasis produk kuliner Bekamal di Desa Gintangan, Kabupaten Banyuwangi, sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi wisata gastronomi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat setempat, pengrajin Bekamal, dan mahasiswa dalam pelatihan, pendampingan, serta simulasi tur kuliner. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa implementasi Culinary Walking Tour mampu memberikan pengalaman edukatif dan interaktif bagi wisatawan, memperkenalkan sejarah dan proses pembuatan Bekamal, serta memperkuat identitas kuliner Desa Gintangan. Selain itu, peran pemandu wisata (Guide) yang kompeten dalam menyampaikan informasi gastronomi sangat krusial dalam memperkaya pengalaman wisatawan. Keberlanjutan program dapat dicapai melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan promosi, dan kolaborasi dengan pemerintah serta instansi terkait.
Warung Bakmi Mbah Gito: Eksplorasi Pengalaman terkait Produk dan Ruang di Wisata Kuliner Berbasis Budaya Jawa Hanggraito, Ahmadintya Anggit; Budiani, Budiani
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 5, No 1 (2022): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April Edition)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v5i1.38352

Abstract

ABSTRACTThe existence of Warung Bakmi Mbah Gito as a culinary tourism shows the importance of studying culinary products and space attributes that promote local culture. This study tries to explore the experience of Javanese culture-based culinary products and spaces at Warung Bakmi Mbah Gito. data collection methods through observation, in-depth interviews, and questionnaires. The results of descriptive statistics were triangulated with qualitative data in order to produce conclusions. The results of this study indicate that the experience of culinary products at Warung Bakmi Mbah Gito is focused on tangible and intangible products. The products are related to local food using original and natural ingredients that come from the village. Meanwhile, the intangible product is related to the space atmosphere and service model. In addition, the main variables in the space experience at Warung Bakmi Mbah Gito are focused on the design of the room and the music. This study is expected to provide another understanding in the development of culinary tourism destinations based on local culture. Especially in other areas that have food with a different local cultural base.ABSTRAKEksistensi Warung Bakmi Mbah Gito sebagai sebuah wisata kuliner menunjukkan pentingnya kajian terhadap produk kuliner dan atribut ruang yang mengangkat budaya lokal. Penelitian ini berusaha mengeksplorasi pengalaman produk dan ruang kuliner berbasis budaya jawa di Warung Bakmi Mbah Gito. metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner. Hasil statistik deskriptif ditriangulasi dengan data kualitatif agar menghasilkan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengalaman produk kuliner di Warung Bakmi Mbah Gito tertuju pada produk tangible dan intangible. Produk tangible terkait dengan makanan lokal yang menggunakan bahan asli dan alami yang berasal dari desa. Sedangkan, produk intangible terkait dengan atmosfer ruang dan model pelayanan. Selain itu, variabel utama dalam pengalaman ruang di Warung Bakmi Mbah Gito tertuju pada desain ruang dan musik yang dimainkan. Penelitian ini diharapkan akan memberikan pemahaman  lain dalam sebuah pengembangan destinasi wisata kuliner berbasis budaya lokal. Terutama di daerah lain yang memiliki makanan dengan basis budaya lokal yang berbeda.