Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Pelayanan Penumpang Wheelchair di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Oktaviani, Suci; Istiyani, Yuniar
Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 2, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v2i2.6664

Abstract

Bandar udara merupakan salah satu sarana transportasi yang pelayanannya menjadi prioritas bagi masyarakat, tidak hanya penumpang biasa tetapi penumpang berkebutuhan khusus, contohnya pelayanan kepada penumpang yang membutuhkan wheelchair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai contoh pengguna wheelchair yang memerlukan layanan khusus.  Berkaitan dengan hal tersebut, Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima mengoperasikan wheelchair untuk memberikan kemudahan bagi penumpang yang membutuhkan bantuan wheelchair. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi dan wawancara. Tiga petugas penanganan darat dan empat penumpang wheelchair termasuk di antara tujuh narasumber yang diwawancarai peneliti selain melakukan pengamatan langsung di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, simpulan, dan verifikasi sebagai metodologi analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, pelayanan penumpang wheelchair di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima secara umum sudah baik. Misalnya, saat penumpang wheelchair dikawal petugas, mereka bersikap sopan dan ramah serta memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Tentu saja petugas menghadapi kendala, seperti wheelchair yang disediakan tidak layak pakai. Roda kursi roda yang mengeluarkan suara bising, roda yang sulit diputar serta penumpang yang tidak ada pendamping.
Analisis Prosedur Pelayanan Joumpa di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang Monika, Adesti; Istiyani, Yuniar
Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 2, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v2i2.6631

Abstract

JOUMPA merupakan layanan VIP yang dikelola oleh PT. Gapura Angkasa, yang menawarkan layanan meet and greet, transfer, fast track, akses ke lounge, dan pengantaran bagasi untuk memberikan kebutuhan penumpang yang mengutamakan kenyamanan, kemudahan dan efisiensi selama di bandar udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pelayanan JOUMPA dan kendala serta solusi di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan melalui observasi langsung ke Bandar Udara, wawancara dilakukan dengan narasumber pelayanan JOUMPA dan leader pag bag handling, dan dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan foto dan arsip terkait prosedur pelayanan JOUMPA. Data yang didapat selanjutnya akan dianalisis dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk validitas penelitian, hasil penelitian akan dilakukan uji keabsahan data dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pelayanan JOUMPA di Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang berjalan baik sesuai ketentuan, dan terbagi menjadi dua layanan, yaitu layanan meet and greet dan layanan transfer. Layanan ini bertujuan memberikan efisiensi dalam perjalanan penumpang dari dan menuju pesawat tanpa antrian panjang, mencakup dari penumpang itu datang ke bandar udara, pendampingan selama di bandar udara, hingga pengantaran ke pintu pesawat atau juga pengantaran ke penjemputan terakhir atau drop zone. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemui beberapa kendala seperti kurangnya jumlah petugas, keterlambatan penumpang, kendala komunikasi antar pihak, permintaan penumpang. Solusi yang dilakukan antara lain penambahan petugas khusus JOUMPA, peningkatan komunikasi dan koordinasi, serta memberikan pelayanan yang terbaik untuk memenuhi permintaan penumpang sesuai ketersediaan.
Hubungan Efektivitas Kinerja Inspektur Bandar Udara Terhadap Pengawasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan di Wilayah III Surabaya Basuki, Titis Giriyanti Nuringtyas; Istiyani, Yuniar
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.5479

Abstract

Keselamatan operasi penerbangan merupakan aspek penting dalam industri penerbangan, yang membutuhkan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Pengawasan kawasan keselamatan operasi penerbangan bergantung pada efektivitas kinerja inspektur bandar udara.  Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efektivitas kinerja inspektur terhadap pengawasan kawasan keselamatan operasi penerbangan di wilayah III Surabaya dan untuk mengetahui besar hubungan efektivitas kinerja inspektur bandar udara terhadap pengawasan kawasan keselamatan operasi penerbangan di wilayah III Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sampel yang digunakan yaitu sampling jenuh yang dimana seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 26 orang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menguji hipotesis dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji parsial (t) dan uji koefisiensi korelasi. Hasil dari penelitian ini, berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel (3.346 2.056) yang artinya variabel x efektivitas kinerja mempengaruhi pengawasan kawasan keselamatan operasi penerbangan. Besaran hubungan yang diberikan dari variabel x efektivitas kinerja terhadap pengawasan kawasan keselamatan operasi penerbangan yaitu sebesar 0,564 dengan taraf  signifikansi sebesar 5%, artinya terdapat hubungan sedang efektivitas kinerja terhadap pengawasan KKOP, dan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yang tidak terdapat dalam variabel penelitian ini.
PROTECTIVE WASTE: INNOVATION IN ANTI-CORROSION PAINT BASED ON CUCUMBER PEEL WASTE AND TEA POWDER Sandi, Gilang Tri; Prasetiyo, Erwan Eko; Tamara, Amelia Puspa; Istiyani, Yuniar
Prosiding Seminar Nasional dan Call Paper STIE Widya Wiwaha Vol 4 No 1 (2025): International Seminar Proceedings and Call for Paper STIE Widya Wiwaha
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/semnas.v4i1.1326

Abstract

Corrosion is a serious problem that can reduce the service life of materials, increase maintenance costs, and reduce the safety level of various construction systems. On the other hand, Indonesia still faces challenges in managing organic waste such as cucumber peels and tea powder that have not been optimally utilized. This research offers an innovative idea in the form of EcoGuard, an anti-corrosion paint based on active extracts from cucumber peel and tea powder waste as an environmentally friendly coating material. The method used is a literature study through searching various scientific publications related to the characteristics of active compounds in cucumber peel and tea powder waste, coating paint formulation, and corrosion resistance testing on metal materials. The results of the literature review show that the antioxidant content, polyphenols, and other organic compounds inboth wastes have the potential to act as natural corrosion inhibitors.  This potential utilization is expected to slow down the corrosion rate by tens of percent compared to conventional coatings based on chemicals or heavy metals. This innovation contributes to improving material maintenance efficiency while presenting an environmentally friendly waste-to-product approach. As such, EcoGuard has the potential to become a sustainable coating technologysupporting the achievement of SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 12(Responsible Consumption and Production), and SDG 13 (Climate Action).
Analisis Dampak Pelatihan Manajemen Risiko kepada Karyawan terhadap Jumlah Pelaporan Potensi Bahaya di PT. Alda Trans Papua Ekowati, Titik; Istiyani, Yuniar
Jurnal Flight Attendant Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Flight Attendant Kedirgantaraan
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/attendant-dirgantara.v7i2.1552

Abstract

This study analyzes the impact of risk management training on hazard reporting behavior at PT. Alda Trans Papua, a high-risk aviation company. Hazard reporting is a critical indicator in the Safety Management System (SMS), yet the effectiveness of the training provided has never been evaluated in depth. Using a descriptive qualitative method through observation, semi-structured interviews with five training participants from various job levels (managers, supervisors, and staff), and documentation studies, this research aims to analyze the impact of training and identify factors influencing post-training reporting behavior. The findings indicate that risk management training positively increases employee awareness and proactive behavior in identifying and reporting potential hazards. Employees gain a better understanding of the importance of early risk identification as part of accident prevention. However, the implementation of reporting in the field still faces obstacles in the form of work practices that deviate from procedures (practical drift), external factors, and a poorly digitized reporting system. This research confirms that the success of reporting depends not only on training but also on three key factors: strong management commitment, an easily accessible reporting system, and a supportive safety culture (just culture). To maximize the impact of training, it is recommended to develop an integrated digital reporting system, enhance synergy between departments, and consistently apply the principles of just culture so that employees feel safe reporting without fear of blame. Future training should also be equipped with applicable visual examples through closer collaboration between the safety and operations teams.