Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Siswa pada Pembelajaran IPA Melalui Model Discovery Learning Oktaviani, Winda; Chan, Faizal; Hayati, Dwi Kurnia; Syaferi, Akhmad
Al Jahiz Vol 1 No 2 (2020): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v1i2.2755

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang pada kenyataan bahwa rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran IPA dikelas V SD Negeri 186/I Sridadi masih kurang dengan hasil obervasi rasa ingin tahu sebesar 26,66%. Pembelajaran yang mengedepankan interaksi satu arah dimana guru memiliki peranan utama dalam kegiatan pembelajaran di kelas menyebabkan proses pembelajaran yang berlangsung kurang menarik sehingga siswa mudah cepat bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang berdampak pada keinginan siswa untuk mengetahui lebih banyak tentang materi menjadi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran IPA melalui model discovery learning pada siswa kelas V SD Negeri 186/1 Sridadi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dimana data yang diambil yaitu berupa data observasi melalui lembar observasi rasa ingin tahu dan lembar observasi aktivitas guru. Penelitian ini dilaksanakan dengan 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Pada saat proses belajar mengajar kegiatan pembelajaran menerapkan model pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model discovery learning dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa pada mata pelajaran IPA. Berdasarkan lembar observasi rasa ingin tahu siswa menunjukkan adanya peningkatan, dengan hasil persentase rasa ingin tahu siswa sebesar 63% dengan kategori baik pada siklus I dan 81% dengan kategori sangat baik pada siklus II. Berdasarkan temuan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa rasa ingin tahu siswa pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri 186/Sridadi dapat meningkat setelah diterapkan model discovery learning.
Analisis Faktor Rendahnya Motivasi Belajar Siswa dalam Proses Pembelajaran IPA di SD Negeri 80/I Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian Sari, Rike Kurnia; Chan, Faizal; Hayati, Dwi Kurnia; Syaferi, Akhmad; Sa'diah, Halimah
Al Jahiz Vol 1 No 2 (2020): Al Jahiz: Journal of Biology Education Research, July-December 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v1i2.3146

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa pada saat pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 80/I Rengas Condong ditemukan siswa ada yang mengantuk, mengobrol dengan teman, siswa tidak mengerjakan tugas, siswa tidak merasakan manfaat kerjasama saat guru menjelaskan materi pelajaran, dan tidak semangat ketika belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor rendahnya motivasi belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPA di SD Negeri 80/I Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan tekik analisis datanya meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil analisis faktor rendahnya motivasi belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPA di SD Negeri 80/I Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian melalui 1) Disiplin belajar: ditemukan siswa yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, memiliki partisipasi yang rendah dalam pembelajaran, asyik bercanda dan ngobrol, bukan membawa buku dan alat belajar. 2) Sikap belajar: ditemukan siswa yang tidak terlibat dalam diskusi kelas atau diskusi kelompok, dan siswa yang mandiri terhadap dinamika kelas. 3) Tingkat keaktifan: ditemukan siswa yang kurang mendengar penjelasan guru, siswa yang kurang memperhatikan tugas individu dan kelompok, siswa dengan rasa ingin tahu yang rendah, dan siswa yang kurang berani bertanya dan menjawab. 4) Kepuasan terhadap hasil belajar rendah: ditemukan 42% siswa memiliki nilai belajar dibawah KKM. 5) Hubungan siswa dengan siswa, serta siswa dengan guru kelas berjalan dengan baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa kelas IV IPA karena rendahnya disiplin belajar, sikap belajar siswa yang tidak terlibat aktif dalam pembelajaran di kelas, tingkat aktivitas siswa yang kurang, dan tingkat kepuasan belajar yang rendah.
METRO CLEAN UP: UPAYA MAHASISWA TADRIS BIOLOGI DALAM PELESTARIAN DAERAH ALIRAN SUNGAI UNTUK MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP BERKELAJUTAN Syaferi, Akhmad; Efendy, Niko; Latifah, Afifatul; Aprilia, Anggi; Salimah, Salimah; Turrahmah, Lathifah; Aulia, Sindi; Carolina, Hifni Septina
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2019
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/1752

Abstract

Kegiatan Metro Clean Up merupakan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa Tadris Biologi IAIN Metro untuk memperingati Hari Bersih-bersih Sedunia. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Batanghari Kota Metro. DAS merupakan suatu megasistem kompleks yang meliputi sistem fisik, sistem biologis, dan sistem manusia yang saling berinteraksi dan berhubungan membentuk satu kesatuan ekosistem. DAS diklasifikasikan menjadi daerah hulu dan hilir. Pengabdian ini bertujuan untuk membersihkan bantaran sungai dari sampah plastik dan mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya, karena sungai sebagai sumber air dan irigasi masyarakat yang tinggal disekitar sungai. Dengan upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pelestarian lingkungan dan meningkatkan antusiasme akan kesadaran lingkungan.
Pendampingan Pengelolaan Sampah Organik Komunitas Masyarakat Kota Metro Lampung Sutanto, Agus; Widowati, Hening; Santoso, Handoko; Sujarwanta, Agus; Mufahroyin, Mufahroyin; Saputro, Beny; Cholvistaria, Mia; Rista, Paulina Eva; Sholihah, Anisa; Maharani, Adinda Purnama; Vironica, Elysa; Aprilia, Anggi; Syaferi, Akhmad; Satriadi, Bekti
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4173

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT), Bank Sampah (BS), serta Sekolah Dasar dan Menengah Muhammadiyah di Kota Metro yang terdiri dari 70 perwakilan dalam pengelolaan sampah organik melalui pelatihan pertanian organik dan budidaya sederhana. Tujuan pengabdiannya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengolah sampah organik menjadi kompos, pupuk cair, eco-enzyme, serta menerapkan budidaya ikan dalam ember (DIBER) dan holtikultura serta cabe jawa skala rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif, demonstrasi praktik, dan pendampingan intensif dengan instrumen penilaian mencakup pemahaman awal, kesiapan bahan dan alat, motivasi, analisis kendala, pengalaman terkait, ekspektasi, serta penyesuaian materi.  Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pertanian organik (85%), pengolahan kompos (78%), dan teknik DIBER, ecoenzym, budidaya cabe dan holtikultura  (72%). Sebanyak 65% peserta telah mempraktikkan pembuatan kompos, pupuk organik cair dan eco-enzyme di rumah, sementara 70% mulai menerapkan budidaya cabe jawa,  sayuran  dan ikan secara mandiri. Dampak program meliputi pengurangan sampah organik di lingkungan sekolah dan rumah tangga, peningkatan produktivitas pertanian skala kecil, serta terbentuknya kemandirian ekonomi melalui penjualan hasil budidaya.  Kendala utama meliputi keterbatasan waktu luang (45%), bahan baku (30%) dan ruang praktik/alat dan bahan  (25%), namun solusi seperti pemanfaatan limbah rumah tangga dan pendampingan berkelanjutan berhasil mengatasi tantangan tersebut. Ekspektasi peserta mencakup perluasan praktik ke komunitas lebih luas (80%) dan pendampingan teknis (60%). Indikator keberhasilan meliputi pemanfaatan 90% sampah organik, peningkatan produksi pertanian organik, dan adopsi teknologi sederhana seperti budidamber dan budidaya cabe jawa. Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan.