Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN OUTPUT PRODUKSI PANEN MENGGUNAKAN ALAT PANEN MODERN KELAPA SAWIT (DODOS MEKANIK) DENGAN ALAT PANEN MANUAL KELAPA SAWIT (DODOS MANUAL) DI AFDELING IV PT. SUPRA MATRA ABADI KEBUN AEK NABARA Hasibuan, Mhd. Safrijal; Rizal, Khairul; Sepriani, Yusmaidar; Dalimunthe, Badrul Ainy
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1535

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan unggulan dan utama indonesia. Tanaman yang produk utamanya terdiri dari minyak (CPO) dan minyak inti (KPO) ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara yang terbesar di bandingkan dengan komoditas perkebunan lainya.  Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat di simpulkan beberapa hal mengenai Perbandingan Output Produksi Panen Mengunakan Alat Panen Modern Kelapa Sawit (Dodos Mekanik) Dengan Alat Panen Manual Kelapa Sawit (Dodos Manual). Dari analisis perbandingan tersebut dapat di lihat bahwa jumlah output kg maupun janjang yang di hasilkan dari penggunaan alat dodos mekanik jauh lebih tinggi meskipun penggunaan alat pada bulan mei hanya 27 hari karena beberapa kendala yang sudah di jelaskan di atas. Dari perhitungan biaya alat memang alat panen dodos mekanik jauh lebih mahal akan tetapi, output yang dapat di hasilkan dari pengguaan alat dodos mekanik masih menghasilkan keuntungan yang besar dari perhitungan biaya/hari yang di keluarkan. penggunaan alat panen dodos mekanik bisa lebih meningkatkan efisiensi waktu dan dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja dalam pemanenan kelapa sawit.
ANALISIS PUPUK ORGANIK LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT (LCKS) DI DESA AIR MERAH KECAMATAN KAMPUNG RAKYAT Fazri, Muhammad; Rizal, Khairul; Sepriani, Yusmaidar; Zamzami, Lutfi Fadilah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4619

Abstract

Liquid Palm Oil Waste (LCKS) is waste produced from the palm oil processing process, which can be processed into liquid organic fertilizer through fermentation and the addition of microbes. This research aims to analyze the nutrient content contained in liquid palm oil waste fertilizer. This research was carried out from January to April. The research method used is a direct survey method in the field to carry out the process of making organic fertilizer from liquid palm oil waste. The research results show that this fertilizer has an organic C content of 48.38%, pH 4.37, nitrogen (N) 2.20%, phosphorus (P) 0.39%, and potassium (K) 1.41%. The production process involves fermentation with the addition of microbes to improve the quality of the fertilizer. The research results show that the high C-organic content, appropriate pH value, and nitrogen content that meets quality standards make this fertilizer effective for plant growth. Even though the phosphorus and potassium levels are below quality standards, LCKS organic fertilizer still contains important nutrients and essential microelements that support soil fertility and plant productivity.Key-words: Palm oil liquid waste, organic fertilizer, POC, nutrients
ANALISIS PEMBIAYAAN MODAL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L) DI LAHAN AFD II KECAMATAN BILAH BARAT KABUPATEN LABUHAN BATU Pristikawati, Devi; Rizal, Khairul; Sepriani, Yusmaidar; Walida, Hilwa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1905

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas tanaman sayur-sayuran yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Permintaan kebutuhan cabai merah setiap tahunnya selalu melonjak naik terus-menerus hal itu terjadi dikarenakan peningkatan jumlah penduduk yang ada di Indonesia tiap tahunnya. Karena cabai merah ini merupakan kebutuhan yang sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam rumah tangga terutama bagi ibu-ibu,warung,restoran,dan lain sebagainya. Cabai merah ini merupakan kebutuhan pelengkap dalam setiap masakan yang dihidangkan dimanapun berada, cabai merah ini juga bisa menjadi pewarna alami untuk makanan. Penelitian ini dilakukan di lahan pasca perumahan yang terletak di PTPN III AFD II Kec. Bila Barat Kab. Labuhan Batu yang bertujuan untuk mengidentifikasi pembiayaan modal produksi dalam penanaman cabai merah dengan menganalisis beberapa faktornya yang termasuk biaya modal tetap dan modal tidak tetap atau bisa disebut dengan biaya variabel.
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA TANAH YANG DITANAMI KELAPA SAWIT (Eleasis guineensis jacq.) DI PT. SINAR PANDAWA Julham, Muhammad; Rizal, Khairul; Lestari, Widya; Sepriani, Yusmaidar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3919

Abstract

This research was aim to identification the soil chemical properties of soil planted by oil palm on PT. Sinar Pandawa. the research was held at Perkebunan Sennah Village Bilah Hilir District Labuhanbatu regency. this research used survey method with purposive random sampling and the samples taken by zig zag method contained 5 plots with 20 m distance on 0-20 cm depth. this research was held on June - July 2023. the resluts showed that the soil chemical properties of soil planted by oil palm on PT. Sinar Pandawa have acid pH by 4,26-4,97 units, with several chemical properties by low to high such as total nitrogen by 0.04% - 0.98%, available P by 0.10 - 0.60 ppm and C-organic 0.72 - 3.82%. Keywords : chemical properties, soil, oil palm INTISARIRiset ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat kimia tanah pada tanah yang ditanami kelapa sawit di PT. Sinar Pandawa. Riset telah dilaksanakan di Desa Perkebunan Sennah Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu. Riset ini menggunakan metode survey secara purposive random sampling dan pengambilan secara zig zag yang terdiri dari 5 titik dengan jarak 20 m pada kedalaman 0-20 cm.  Riset ini telah dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2023. Hasil riset menunjukkan bahwa sifat kimia tanah pada tanah yang ditanami kelapa sawit di PT. Sinar Pandawa memiliki kriteria pH masam sebesar 4,26-4,97 unit, dengan beberapa sifat kimia tanah yang rendah sampai tinggi seperti N-total 0,04%-0,98%, P tersedia rendah yaitu 0,10-0,60 ppm dan C-Organik 0,72-3,82%. Kata kunci :Sifat kimia, Tanah, kelapa Sawit
ANALISIS KANDUNGAN ASAP CAIR DARI PELEPAH KELAPA SAWIT DAN BATOK KELAPA SERTA PERBANDINGAN pH PELEPAH KELAPA SAWIT DAN BATOK KELAPA Siddik, Pazar; Dalimunthe, Badrul Ainy; Sepriani, Yusmaidar; Rizal, Khairul
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1955

Abstract

Pelepah kelapa sawit dan batok kelapa berasal dari limbah pertanian yang sangat mudah didapatkan sehingga bisa di olah menjadi asap cair yang sangat bermanfat untuk petani. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa Klorin 0,0300 % mg, Fosfat 67.4600 mg, Lignin 34.130 mg dan Selulosa 50.92 mg. Serta perbandingan pH keasaman pada asap cair dari pelepah kelapa sawit dan batok kelapa. Analisis kandungan dilakukan dengan menggunakan eksprimen Laboraterium kimia sedangkan untuk mengetahui pH keasaman menggunakan pen pH meter. Proses perbandingan pH keasaman pada asap cair menggunakan perbandingan pekat, 1:1 dan 1:2 dengan takaran 10, 20 dan 30 ml. Hasil dari perbandingan pengukuran pH keasaman pada asap cair dari pelepah kelapa sawit dan batok kelapa 1.18 %. Sedangkan dengan pencampuran asap cair dari pelepah kelapa sawit dan batok kelapa 2.15 % sehingga dapat di simpulkan tingkat keasaman pH dicampur lebih tinggi sedangkan tidak dicampur tingkat pH keasamanya lebih rendah.
PENGARUH MEDIA TANAM TANAH LIAT DAN TANAH BAKARAN TERHADAP PERTANAMANTANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI PERKEBUNAN BERANGIR KABUPATEN LABUHANBATU UTARA Saragih, Daniel Syahputra; Dalimunthe, Badrul Ainy; Sepriani, Yusmaidar; Adam, Dini Hariyanti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1902

Abstract

Tanaman cabai merupakan komoditi sayuran yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dibandingkan jenis sayuran lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanah liat dan tanah bakaran terhadap tanaman cabai dan bagaimana interaksi tanaman cabai dengan penggunaan media tanam tanah liat dan tanah bakaran. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Penelitian dilakukan di salah satu kebun milik warga desa Sumberejo Perkebunan Berangir, Kecamatan NA X-IX, Kabupaten Labuhan Batu Utara, dari bulan Februari 2022 sampai Mei 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih cabai merah, polibag ukuran diameter 6 cm dan tinggi 10 cm, media persemaian menggunakan campuran pupuk kompos tanah bakaran dengan perbandingan 1:1. Alat yang digunakan berupa cangkul, penggaris, label, gembor, alat tulis, penggaris dan polibag. Hasil penelitian menunjukkan tanah bakaran lebih unggul dibandingkan tanah liat dan campuran tanah liat dan tanah bakaran. Berbeda tidak nyata untuk tinggi tanaman cabai merah pada umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah daun produktif, tinggi tanaman, dan hasil tanaman per polibag. Hasil terbaik dijumpai pada pengaruh jenis pupuk kandang sapi (kompos) (P2), varietas tanaman cabai berbeda sangat nyata dengan tinggi tanaman pada umur 30 HST, jumlah daun per tanaman berbeda tidak nyata dengan tinggi tanaman umur 15 dan 45 HST
ANALISIS KUALITAS PUPUK KASCING DARI CAMPURAN KOTORAN AYAM, BONGGOL PISANG DAN AMPAS TAHU Andriawan, Febri; Walida, Hilwa; Harahap, Fitra Syawal; Sepriani, Yusmaidar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1908

Abstract

Kascing merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan dari proses pencernaan dalam tubuh cacing. Jumlah dan bahan pakan yang diberikan mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari kascing yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara kascing dari campuran kotoran ayam, bonggol pisang dan ampas tahu yang selanjutnya dibandingkan dengan standar kompos SNI-19-7030-2004. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Maret 2022 di Desa Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan membudidayakan cacing tanah yang diberi pakan 1 kg kotoran ayam yang telah diencerkan dengan air 500 ml ditambah limbah bonggol pisang sebanyak 500 gr dan ampas tahu 500 gr. selama 4 minggu. Hasil uji menunjukkan bahwa kascing ini memiliki kelembapan sebesar 66,24%, C-Org sebesar 9,759%, N sebesar 2,72%, P sebesar 0,80%, K sebesar 0,29%, C/N sebesar 3,588, Mg sebesar 0,32%, pH sebesar 5,18. Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa kascing dari campuran kotoran ayam, bonggol pisang dan ampas tahu mengandung unsur hara makro N,P, K yang memenuhi standart kompos SNI, sedangkan untuk kadar air, Corg dan C/N dan pH masih belum mem
Pelatihan Penggunaan Alat AL Sintan Pertanian Cultivator Di Petani Labuhanbatu Desa Kampung Baru Anggana, Zelvin; Sepriani, Yusmaidar; Lestari, Widya; Rizal, Khairul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7432

Abstract

Cultivator is a piece of agricultural machinery and equipment used to cultivate secondary land. This service aims to provide information on the use of al-sintan Cultivator agricultural tools to the community. The implementation strategy used in this service is a traditional, one-on-one methodology. In explaining the theory regarding agricultural al-sintan instruments, Culltivator uses classical methods. Meanwhile, an individual approach is taken during training. The explanation of the stages of implementing service is as follows; Identification of problems, Preparation of activity plans, Training and counseling, Field demonstrations.
Analysis of Post-Paddy Fields into Red Chili Cultivation Land in Aek Paing Village Rantau Utara District Labuhanbatu Pratama, Engkih; Sepriani, Yusmaidar; Ainy Dalimunthe, Badrul; Dorliana Sitanggang, Kamsia
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 2 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.508 KB) | DOI: 10.51601/ijse.v2i2.21

Abstract

Some communities or farmers in North Rantau Sub-district who do not know how to use land or use land for something of higher economic value. A post-rice field land is the most appropriate idea or mindset in the field, by utilizing agricultural land it becomes more useful by providing knowledge about the chemical properties of paddy fields and providing insight that paddy fields require maximum handling, restoration and improvement so that land is productive in agriculture. chili cultivation, so that it can have a good influence on the economy of the surrounding community. This study aims to determine the chemical properties of the soil to utilize red chili plants in Aek Paing Village, Rantau Utara District, Labuhanbatu Regency. This research was carried out in post-rice fields located in Aek Paing Village, Rantau Utara District, Labuhanbatu Regency. The research was carried out on October 18, 2021 until it was completed. The method used in this research is using the free grid survey method. The results of this study found that post-rice fields located in the District of North Rantau, Labuhanbatu Regency, were not well used as red chili farming land. The results of this study indicate that the pH value is low, C-Organic is low, N-total is low, P-Bray II is high, Ca is low, Mg is low, K is high, Na is low, CEC is high.
The Effect Of Leaf Cutting (P Running) On Vegetative Growth Of Red Chillies (Capsicum Annum L.) Bayu Syahputra, Ade; Sepriani, Yusmaidar; Rizal, Khairul; Ayu Putri Septiani, Ika
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 2 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.504 KB) | DOI: 10.51601/ijse.v2i2.22

Abstract

This research was carried out in Afd II Village, West Bilah District, Labuhan Batu Regency, starting in October 2021. The aim of the study was to determine the effect on the growth of Red Chili (Capsium Annum L) plants on cutting shoots on chili leaves. Chili is a staple for consumption in everyday life. Chili peppers can be made more productive by using the right gardening techniques. Maintenance measures such as cutting shoots of chili plants with a dichotomous are one approach to increase chili yields. Pruning dichotomous shoots seeks to remove less productive plant parts to maximize. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments with 5 replications, in order to obtain 22 experimental units, each bed planted with 30 chili plants. The total number of plants is 30 x 5 = 150 plants. For the experimental unit, 3 were selected to be used as plant samples. From the observations, if the F test shows a significant effect, it will be continued with the Duncan' New Multiple Range test (DNMRT) at a 5% significance level. As treatment, namely: A = Pruning 7 DAP, B = Pruning 4th branch, C = No pruning, D = Pruning 14 DAP. Cutting the tops of leaves to increase the yield of the red chili, the results of the study concluded: 1. Red chili plants that were trimmed branches made the chili plants taller, 2. Trimming leaves caused the emergence of new leaf blades to increase 3. And cutting leaf shoots was useful for improve the yield of chili plant quality. Based on the results of the study, it is recommended to trim the 4th branch because it can increase growth.