Kalimantan terkenal dengan banyaknya sungai yang mengalir di kota-kotanya, salah satunya yaitu Sungai Kahayan yang ada di Kota Palangka Raya. Sungai adalah aspek penting bagi kehidupan warga di Kalimantan Tengah terutama di Pahandut Seberang. Sungai Kahayan adalah awal perkembangan kota Palangka Raya, dari sebuah permukiman tepi sungai yang terus berkembang hingga saat ini. Pada perkembangannya, sekarang Kampung Pahandut Seberang menjadi wilayah yang berkembang menjadi pusat ekonomi. Semakin banyaknya bangunan-bangunan baru yang dibangun di daerah Pahandut Seberang dan adanya pemukiman tepi sungai yang belum direncanakan, daerah ini menjadi terlihat kumuh. Tujuan penelitian adalah menganalisa prinsip-prinsip penataan permukiman di Kelurahan Pahandut Seberang berpengaruh terhadap mata pencaharian dan kesamaan pola bermukim. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan mengumpulkan data-data, baik observasi lapangan, dokumentasi foto, wawancara, survey dan pemetaan, yang kemudian dianalisa secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi empirik kawasan tepian sungai Kampung Pahandut Seberang. Analisa dari penataan permukiman kumuh diperoleh dari segi fisik bentuk rumah, pola sirkulasi, fungsi ruang bersama. Analisa penataan dari segi non fisik yaitu tempat mata pencaharian dan fasilitas sosial.