Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Implementasi Relaksasi Nafas Dalam Pada Asuhan Keperawatan Pasien Gastritis Dengan Gangguan Nyeri Akut Untuk Mengurangi Skala Nyeri Tiara Wyanda; Rinawati Tarigan
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i3.539

Abstract

Background : Gastritis, an inflammation of the gastric mucosa, is a common health problem that often causes acute pain. This study aims to determine the effectiveness of deep breathing relaxation techniques as a non-pharmacological treatment intervention in reducing pain levels in ulcer patients. Using a case study method, deep breathing relaxation therapy was administered for 5-10 minutes using the technique of inhaling through the nose, holding for 3 seconds, and slowly exhaling through the mouth. Results of observations over 5 days showed a decrease in pain levels in patients. This study concluded that deep breathing relaxation therapy is effective in reducing pain in ulcer patients and recommended its implementation to improve patient knowledge and experience in pain management.
Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Dm Tipe II Dengan Masalah Keperawatan Ketidak Stabilan Kadar Gula Darah Dipuskesmas Helvetia Rismaya Ayu Shakila; Rinawati Tarigan
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 3 (2025): September : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i3.542

Abstract

Type II diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia, occurring due to abnormalities in insulin secretion, insulin action or both. One of the recommended sports exercises is leg exercises. Diabetic foot exercises are a form of physical exercise for Diabetes Mellitus sufferers of all ages to avoid injuries so that blood circulation in the feet can be facilitated. Foot exercises are movements that train the small muscles of the feet and improve blood circulation in various positions such as sitting, standing or lying down. The purpose of this writing is to discuss diabetes foot exercises which can reduce blood sugar levels in people with Type II Diabetes Mellitus. The writing method uses a descriptive design with a killing process approach. The written results show a decrease in blood sugar levels after carrying out diabetic foot exercises with results before doing 310 mg/dl and after doing 230 mg/dl.
Implementasi Pemberian Air Rebusan Daun Salam pada Keluarga Ny. R dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Rinawati Br Tarigan; Gilang Syahputra Siregar
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i4.170

Abstract

Hypercholesterolemia is a condition where the concentration of cholesterol in the blood increases beyond normal values. One of the plants recommended for consumption by cholesterol sufferers is bay leaves. This is because bay leaves contain various active compounds such as flavonoids which can prevent the oxidation of Low Density Lipoprotein (LDL) and prevent the deposition of fat on blood vessel walls. Saponins can prevent fat absorption, increase excretion in the urine so that fat does not accumulate. This case study aims to provide an overview of implementing the provision of bay leaf boiled water in reducing cholesterol levels in Mrs. R at the health center often in Sidorejo sub-district, Medan Tembung sub-district. The type of research is descriptive with an observational approach through case studies to obtain an overview of the use of bay leaf boiled water in hypercholesterolemia sufferers. The subjects used in the case studies taken were patients with hypercholesterolemia. The instruments used in data collection were family protection observation sheets and taking action to apply boiled bay leaf water. The results of the research showed that boiled bay leaf water was effective in reducing cholesterol levels as applied by Mrs. R taken twice a day, namely morning and evening for 11 days, resulted in a decrease in cholesterol levels from 263 mg/dl to 187 mg/dl.
Penerapan Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Tekanan Darah dengan Hipertensi Syahrani Syahrani; Rinawati Br Tarigan
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v2i4.171

Abstract

Hypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure above normal which can lead to an increase in mordibity and mortality rates. One of the nonpharmacological therapies that has been widely proven to reduce blood pressure is Benson relaxation. The design of this scientific paper uses a case study design of one patient subject in the Medan Sunggal Health Center work area. Data collection instruments used sphygnomanometer, stethoscope and observation sheet. The implementation of the application of benson relaxation is done by checking blood pressure before and after doing benson relaxation therapy, therapy is done once a day for 7 days with a duration of 10 minutes. After the application of benson relaxation therapy on Mrs.A, it was found that there was a decrease in blood pressure in Mrs.A with systolic results of 150 mmHg to 140 mmHg and diastolic 90 mmHg to 85 mmHg Benson relaxation therapy performed for 7 days on Mrs.A had an effect on lowering blood pressure. With this it is found that blood pressure decreases and relieves pain.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sunggal Kota Medan Rina, Rinawati Tarigan; Hastuti, Mona
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5178

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan diseluruh dunia dan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Hipertensi juga disebut sebagai penyakit tidak menular, karena hipertensi tidak ditularkan dari orang ke orang. Penyakit tidak menular merupakan penyakit kronis yang tidak menularkan ke orang lain. Penyakit tidak menular ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi pusat perhatian di Indonesia. Hal ini disebabkan karna munculnya penyakit tidak menular secara umum diakibatkan oleh pola hidup manusia yang tidak memperhatikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi. Jenis penelitian yaitu observasional. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional karena data penelitian (variabel independen dan variabel dependen) dilakukan pengukuran pada waktu yang sama. Penelitian ini dilaksanakan di Puskemas Sunggal Kota Medan dan waktu penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2024. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pasien yang berobat jalan sebanyak 96 responden dan besarnya sampel pada penelitian ini sebanyak 77 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-random sampling dengan cara accidental sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan penyakit hipertensi dengan nilai pvalue status gizi = 0,001 (> 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi. Disarankan untuk responden terus berupaya mengendalikan kondisi penyakit sehingga responden bisa hidup lebih sehat dan berkualitas serta memantau kesehatan bagi penderita hipertensi. Kata Kunci: Status Gizi, Hipertensi
PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP HIV/AIDS BAGI MAHASISWA KEPERAWATAN AKADEMI KEPERAWATAN MALAHAYATI MEDAN Tarigan, Rinawati
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 1 (2023): Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bersifat survei dengan pendekatan kualitatif terhadap 41 orang mahasiswa keperawatan di Akademi Keperawatan Malahayati Medan. Data yang dikumpulkan adalah data primer melalui wawancara langsung terhadap mahasiswa keperawatan tentang pengetahun dan sikap terhadap HIV/AIDS. Data sekunder dari prodi keperawatan, data diolah secara kualitatif dengan menggunakan uji domain tipe normatif. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan lembaran kerja analisis domain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aspek pengetahuan yang meliputi informasi HIV/AIDS 100% responden pada kategori mengetahui, penyebab HIV/AIDS 98,9% pada kategori mengetahui, AIDS sebagai kumpulan gejala 96,6% responden pada kategori mengetahui, kelompok resiko tinggi tertular HIV/AIDS 97,7% pada kategori mengetahuai dan cara penularan HIV/AIDS 96,6% responden pada kategori mengetahui. Sikap responden terhadap HIV/AIDS meliputi: sikap terhadap penderita HIV/AIDS, sebagian besar (90,9%) pada kategori tidak diskriminasi, serta sikap aman yang semu karena tidak termasuk dalam kelompok homoseksual. Pria tuna susila/ wanita tuna susila, pecandu narkoba dan karena orang bermoral dan beragama, sebagian besar (72,7%) responden dengan kategori tidak aman. Fokus Group Discussion yang dilakukan oleh 2 orang wakil prodi keperawatan dihasilkan bentuk kegiatan upaya penanggulangan masalah hiv/AIDS adalah: (a) setiap mahasiswa baru perlu diberi penyuluhan mengenai HIV/AIDS serta cara penularannya, (b) setiap mahasiswa yang baru perlu dilakukan tes HIV/AIDS, (c) diadakan seminar-seminar tentang HIV/AIDS di kampu dan dibentuk suatu organisasi mahasiswa khusus untuk masalah HIV/AIDS. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasi penelitian dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu: (1) responden yang mengetahui tentang seluruh aspek pengetahuan tentang HIV/AIDS mempunyai alasan yang benar sesuai dengan teori yang dikembangkan, (2) sikap responden terhadap penderita HIV/AIDS dan sikap aman yang semu terhadap penularan, mempunyai alasan bahwa mereka dapat menerima penderita HIV/AIDS hidup secara normal di tengah masyarakat, karena tidak menular melalui kontak sosial, demikian juga dengan sikap aman yang semu, responden mempunyai alasan bahwa meskipun tidak termasuk dalam kelompok resiko tinggi penularan, bukan jaminan bebas dari terjangkit HIV/AIDS. Berdasarkan kesimpulan penelitian dapat disusun beberapa rekomendasi yaitu: (a) diperlukan desiminasi informasi tentang data yang benar tentang HIV/AIDS, (b) kerjasama secara terpadu tentang data yang benar tentang HIV/AIDS, (c) diperlukan kelengkapan peraturan pelaksanaan kegiatan dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.R DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II + GANGREN DENGAN TEKNIK PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRIH MERAH DI RUANGAN NURUL JANAH RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI MEDAN Tarigan, Rinawati; Egya Hersita Tarigan
Jurnal Mal el Hayat Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Mal el Hayat : July
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan aktual pada pasien dengan penyakit Diabetes Melitus tipe II + Gangren dengan implementasi Rebusan daun sirih merah di Ruangan Nurul Janah Rumah Sakit Islam Malahayati Medan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai pasien, mewawancarai keluarga pasien, serta perawat mengovservasi pasien tersebut. Hasil penelitian sendiri membahas mengenai Rencana keperawatan pada prioritas diagnosa utama yaitu melakukan perawatan luka yang menerapkan pencucian luka menggunakan rebusan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) dengan perawatan luka sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP).Telah dilakukan implementasi prioritas diagnosa utama dengan menerapkan pencucian luka menggunakan rebusan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum). Implementasi keperawatan dilakukan selama 3 kali kunjungan dalam 3 hari. Hari Pertama Pasien mengatakan nyeri ada,pasien tampak lemah dengan Td 130/80mmHg, Hr 85x/I, Rr 20x/I dan Temp 36,5⁰C, pasien tampak meringis dengan skala nyeri 6 dan intervensi dilanjutkan. Hari kedua pasien mangatakan nyeri nya masih ada, pasien tampak lemah dengan Td 125/100mmHg, Hr 88x/I, Temp 36,5⁰C, masalah belum teratasi dan intervensi dilanjutkan. Hari ketiga pasien mengatakan nyeri pada kaku udah sedikit berkurang dari skala 6 menjadi skla 4, pasien sudah tidak tampak lemah lagi dengan vital sign Td 125/95mmHg, Hr 87x/I, Rr 21x/I, Temp 36,5⁰C, masalah sudah teratasi sebagian dan intervensi tetap dilanjutkan. Hasil evaluasi pada klien Ulkus Diabetes Melitus dengan pencucian luka menggunakan rebusan rebusan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) dapat membantu dalam proses penyembuhan luka Ulkus Diabetes Melitus terjadi ada sedikit perubaha pada luka di kaki pasien tersebut.
Penyerahan Bantuan Logistik Terpadu dan Pendampingan Distribusi Tepat Sasaran Korban Bencana Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang Hastuti, Mona; Apriliani, Apriliani; Ahsani, Afiatika; Tarigan, Rinawati; Melba, Restu Arahman; Nisa, Widiya; Zuhair, Ruslan; Mawaddah, Armi; Budiarti, Tri; Yuningsih, Yuningsih; Ismayadi, Ismayadi; Anwar, Syahferi; Nasution, Rafi Ahmad Rizal; Susanti, Susanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v6i1.4910

Abstract

The impacted community's basic requirements have not been met as a result of the natural disaster that struck Aceh Tamiang Regency. In order to guarantee that aid is targeted, particularly for vulnerable populations (toddlers, pregnant and breastfeeding mothers, the elderly, and individuals with disabilities), the Community Service program aims to distribute integrated logistical assistance and give distribution assistance. Benua Raja Village, Bukit Tempurung Village, Purwodadi Village, and Rantau Village were the four impacted villages where this exercise was carried out on December 7, 2025. Involving the community and volunteers, the strategies employed included gathering and delivering logistical support, distributing bundles of necessities, and offering distribution support all the way to the end. The activity's findings show that, in spite of obstacles brought on by difficult environmental circumstances and restricted access, community-based distribution and the integrated logistics package approach can increase assistance distribution's accuracy, transparency, and accountability. This program not only provides for the basic requirements of the community but also enhances local volunteer talents and humanitarian networks. Aid distribution was more successful thanks to the integrated logistical strategy and field support, which may be repeated in subsequent flood situations. It is intended that this initiative will serve as a template for adaptable and long-lasting community service approaches to disaster relief