Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Quizizz Sebagai Media Evaluasi Sumatif Materi Bioteknologi Kelas X MA Anggraeni, Hamidah; Al Habib, Ismul Mauludin; Putri, Hanif Rafika
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3770

Abstract

Penilaian pembelajaran merupakan bagian krusial dalam menjamin keberhasilan proses belajar dan pencapaian tujuan pendidikan. Evaluasi sumatif, khususnya, digunakan untuk mengukur kemajuan siswa terhadap hasil pembelajaran di unit pembelajaran akhir. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan Quizizz sebagai media evaluasi sumatif dengan siswa yang menggunakan media evaluasi konvensional berbasis kertas, guna mengetahui efektivitas Quizizz dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain posttest only control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah di Kabupaten Jember. Sampel ditentukan melalui purposive sampling, terdiri dari dua kelas yang masing-masing berjumlah 25 siswa, yaitu MA At-Taqwa sebagai kelompok eksperimen yang menggunakan Quizizz, dan MA Miftahul Ulum sebagai kelompok kontrol yang menggunakan evaluasi berbasis kertas. Data dikumpulkan melalui tes akhir yang berisi 20 soal dan dianalisis menggunakan uji-t dua sampel independen setelah memenuhi uji normalitas dan homogenitas. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata posttest lebih tinggi, yaitu 78,80, dibandingkan kelompok kontrol yang memperoleh 47,01. Uji-t dua sampel independen menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik (p = 0,000 < 0,05), menandakan bahwa Quizizz meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Quizizz terbukti efektif sebagai media evaluasi sumatif, khususnya pada materi Bioteknologi, karena mendukung keterlibatan dan motivasi belajar melalui fitur interaktif dan umpan balik instan. Penelitian ini menegaskan bahwa Quizizz merupakan alternatif evaluasi yang menarik dan relevan dalam pembelajaran modern.
Pembuatan Tempe Edamame sebagai Media untuk Mengimplementasikan Biotechnopreneurship pada Mahasiswa Pendidikan Biologi UNIPAR Jember Putri, Hanif Rafika
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1755

Abstract

Tempe merupakan produk hasil fermentasi kedelai yang kaya manfaat. Vitamin B, protein, lemak, mineral, dan karbohidrat dalam tempe setara dengan kandungan nutrisi dalam daging sapi. Tempe dibuat dengan melakukan proses fermentasi yang melibatkan jamur (kapang) Rhizopus sp. pada substrat kedelai. Kedelai edamame (Glycin max (L) Merrill) merupakan jenis kedelai yang mempunyai aroma kacang-kacangan yang kuat, biji yang lebih besar, tekstur lebih lembut, dan memiliki rasa yang lebih manis jika dibandingkan dengan jenis kedelai kuning. Edamame dipilih dalam penelitian ini karena jumlah produksinya yang melimpah di Kabupaten Jember, sehingga mudah dalam mendapat bahan baku. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pembelajaran biotechnopreneurship melalui praktek pembuatan tempe berbahan edamame. Pembelajaran berbasis bioentrepreneurship memuat inovasi pengolahan makanan melalui kegiatan praktikum bioteknologi konvensional yang berbasis kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa. Setelah kedelai edamame mengalami proses fermentasi dalam waktu 24 jam, maka didapatkan hasil tempe edamameĀ  denganĀ  bentuk dan tekstur yang padat, memiliki aroma khas tempe, berwarna keputihan dan memiliki rasa khas tempe dengan sedikit rasa manis. Pembelajaran berbasis biotechnopreneurship melalui pembuatan tempe edamame dapat dimplementasikan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa yang memiliki minat berwirausaha tinggi ada 14 orang, yakni dari rentangĀ  skor 71,4% hingga 89,2%. Pembelajaran bioteknologi yang dihubungkan dengan kewirausahaan (enterpreneurship) membuat siswa memahami konsep bioteknologi secara bermakna yakni melalui praktek membuat tempe edamame. Minat berwirausaha mereka juga tumbuh karena mereka membuat ide usaha sesuai dengan konsep bioteknologi yang telah mereka pahami.
Development of An E-Pocket Book Using The Canva Application to Train Students Scientific Literacy Skills Komaria, Siti; Al habib, Ismul Mauludin; Putri, Hanif Rafika
Jurnal Paedagogy Vol. 12 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v12i2.14810

Abstract

This study aims to develop a Canva-based e-pocket book for enhancing science literacy skills among students. The Research and Development (R&D) method was employed, utilizing the ADDIE model. This study concentrates on developing science literacy skills in conjunction with Biology curriculum materials, particularly in the chapter concerning plant organs, which necessitates comprehension of scientific concepts and their practical application in daily life. The instruments consisted of validation questionnaires, science literacy tests, and interviews. Data analysis involved qualitative descriptive and quantitative statistical analysis. Results showed showed that the e-pocket book media was very feasible (89.7%) and effective in improving students' science literacy skills with the category of "moderate" (0.4) in the aspect of science context, "high" (0.8) in the aspect of science content and "high" (0.9) in the aspect of science competence. The e-pocket book created using the Canva application can be accessed by anyone even if they don't have the Canva application, and can be accessed via smartphone, computer and laptop. E-pocket book media can be an innovative learning alternative that effectively in addressing the contraints of educational facilities in schools, thereby potentially enchancing the quality of learning signicantly.