Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SUNGAI BEREMAS KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2013-2023 Hafiz, Muhammad; Putri, Rozana Eka; Ulni, Arie Zella Putra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.40517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan lahan perkebunan kelapa sawit, faktor yang mempengaruhi dan dampak laju pertumbuhan kelapa sawit di Kecamatan Sungai Beremas  Kabupaten Pasaman Barat.Jenis penelitian ini menggunakan metode mix method. Teknik analisis data menggunakan layout ArcGis, laju pertumbuhan, rata-rata, reduksi, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Laju pertumbuhan yang mengalami laju pertumbuhan sangat pesat adalah pada tahun 2021 yaitu sebesar 11%.  pada tahun 2013 laju pertumbuhan 0%, tahun 2014 tingkat laju pertumbuhan lahan sebesar 1,05%, tahun 2015 tingkat laju pertumbuhan lahan sebesar 0,59%, tahun 2016 tingkat laju pertumbuhan lahan sebesar 0,03%, tahun 2017 hingga tahun 2018 tidak mengalami pertambahan luas lahan. Pada tahun 2019 tingkat laju pertumbuhan lahan sebesar 5,46% dan pada tahun 2020 tidak mengalami pertambahan luas lahan. Pada tahun 2021 tingkat laju pertumbuhan lahan sebesar 11% dan pada tahun 2022 hingga tahun 2023 tidak mengalami pertambahan luas lahan kelapa sawit. 2) Faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan lahan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Sungai Beremas adalah pada harga sawit yang ditentukan pada perbedaan umur tanaman sawit yang,mana harga sawit yang lebih mahal berada pada sawit dengan umur tanam 10-20 tahun, kemudia luas lahan sawit yang selalu mengalami pengluasan dari tahun 2013 hingga 2023, kemudian untuk segi kemirngan lerengnya Kecamatan Sungai Beremas memiliki lereng dan ktinggian  lahan yang ideal untuk perkebunan kelapa sawit karena Kecamatan Sungai Beremas lebih di dominasi oleh lahan yang sangat landai yaitu seluas 17.760,3971 Ha dengan ketinggian 100 Meter dan ketinggian lahan 200 Meter dengan kemiringan lereng 2-15% yaitu lereng yang landai dengan lahan seluas 16.639,3869 Ha. 3) Perkebunan kelapa sawit memberikan dampak yang sangat membantu terhadap perekomian masyarakat petani sawit di Kecamatan Sungai Beremas, pada mulanya banyak petani sawit yang dulunya menanam lahannya dengan tanaman kopi, teh, karet, dan cengkeh. Kemudian masyarakat beralih kepada tanaman kelapa sawit karena merasa penghasilan dari penjualan kelapa sawit lebih menguntungkan daripada tanaman lain. Kemudian dampaknya terhadap lingkungan adalah adanya pencemaran terhadap udara, air dan hutan.
Spatial Assessment of Carbon Emissions Caused by Industrial Activities in Batang Anai, West Sumatra Novelia, Nabila; Putri, Rozana Eka; Ulni, Arie Zella Putra
Jurnal Penelitian Geografi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v13.i2.33628

Abstract

This study aims to analyze: (1) the spatial distribution of carbon emissions in Batang Anai District, Padang Pariaman Regency, and (2) the impacts of carbon emissions on environmental quality and community settlements. The primary focus is to map emission patterns while also assessing their socio-economic and public health implications. A descriptive quantitative method with a spatial analysis approach was applied, utilizing Geographic Information System (GIS) techniques supported by ArcGIS software. Data collection included field surveys, interpretation of land cover imagery from 2015 and 2025, estimation of potential carbon stocks, and questionnaire distribution to residents within a 2-km radius of industrial areas across three villages (Kasang, Katapiang, and Sungai Buluh). Analytical procedures involved overlaying carbon emission and land cover maps, calculating carbon concentrations, and processing perception data using a Likert scale to assess environmental, health, and socio-economic impacts. The results reveal: (1) the spatial distribution of carbon emissions is categorized into three levels—low, medium, and high; and (2) communities report deteriorating air quality, increased dust and air temperatures, respiratory illnesses, and reduced living comfort. These findings highlight the urgent need for industrial zoning-based carbon emission control and the establishment of vegetative buffers around industrial zones to enhance environmental sustainability and community well-being.