Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Knowledge and Practices of The Gandu Village, Sleman Community Againts Covid-19 Capritasari, Rafiastiana; Arifiyah, Adilla
Journal of Health Education Vol 7 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v7i1.52801

Abstract

Background: The Covid-19 pandemic caused by infection with the CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) virus has become an event that threatens public health throughout the world. The disease caused by the corona virus is a new type of disease that was discovered in 2019 and has never been identified to infect humans before. Methods: quantitative research with a cross sectional design. The sample in this study was 180 respondents selected by purposive sampling technique. Knowledge and behavior data from respondents were collected through online and offline questionnaires distributed from August to October 2021. Data analysis used bivariate analysis. Results : the results showed that the majority of people showed good levels of knowledge about the pandemic Covid-19 (87,7%) and good practices (77,2%). Statistic results have shown p=0,000 meaning that there is a relationship between knowledge and prevention practices. Conclusions: Knowledge can influence the behavior of Indonesian people. Providing valid and well-targeted knowledge has an impact on improving behavior in community prevention efforts against Covid-19 infection.
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Penggunaan Multivitamin Pada Peserta Seleksi Bintara Tenaga Kesehatan TNI AU Astuti, Febriana; Capritasari, Rafiastiana; Sumego, Mintoro
Bahasa Indonesia Vol 22 No 3 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i3.4147

Abstract

Pendahuluan: Multivitamin berguna dalam meningkatkan, memperbaiki dan memelihara kesehatan. Selain itu multivitamin juga memiliki efek fisiologis serta berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi. Penggunaan multivitamin harus sesuai dengan aturan pakai guna mencegah efek samping yang tidak diinginkan. Tahap awal seleksi bintara tenaga kesehatan TNI AU adalah tes samapta. Tes samapta jasmani merupakan alat untuk mengukur kemampuan kondisi atau kebugaran jasmani. Tes samapta merupakan tes untuk kebugaran jasmani sehingga para peserta seleksi banyak yang mengonsumsi multivitamin untuk menjaga stamina tubuh selama mengikuti tes samapta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku terhadap penggunaan multivitamin pada peserta seleksi bintara tenaga kesehatan TNI AU. Metode: Penelitian deskriptif analitik ini mengumpulkan data dengan menggunakan survei, pengambilan sampel menggunakan teknik non propability sampling dengan pendekatan total sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 35 dan dilakukan uji statistis, yaitu dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil analisis dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan kategori baik 37,1% dan cukup sebanyak 62,9%. Adapun perilaku yang tergolong baik sebanyak 17,1% dan cukup sebanyak 82,9%. Hasil uji analisis menyatakan bahwa nilai signifikansi berjumlah 0,039 (<0,05) yang berarti terdapat adanya pengaruh antara pengetahuan pada perilaku. Simpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku. Kata Kunci: bintara, multivitamin, pengetahuan, perilaku, tenaga kesehatan
HUBUNGAN PENGETAHUAN SWAMEDIKASI TERHADAP POLA PENGGUNAAN OBAT MASYARAKAT DI DUSUN SANAN PLERET BANTUL Astuti, Febriana; Apriyani, Herlinan Dwi; Capritasari, Rafiastiana; Azzahra, Faza; Yusuf, Anna Lesmanasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1303

Abstract

Mengobati diri sendiri dengan obat tanpa resep yang tepat dan rasional dikenal dengan istilah swamedikasi (Pratiwi et al., 2018). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi sebesar 84,34%. Dari 84,34% masyarakat indonesia presentase masyarakat yang melakukan swamedikasi, 82,55% diantaranya masyarakat yogyakarta (BPS,2022). Hasil studi pendahuluan di Dusun Sanan menunjukkan bahwa keterbatasan informasi dan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat rentan terhadap informasi komersial tentang obat, yang dapat menyebabkan pengobatan yang tidak rasional jika tidak diberikan informasi yang benar. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan tentang swamedikasi dan pola penggunaan obat masyarakat di Dusun Sanan, Kelurahan Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Penelitian korelasional    dengan    pendekatan    cross sectional ini, menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 277 responden diminta untuk mengisi kuisioner, dan uji korelasi Rank Spearman digunakan untuk menganalisis data. Secara keseluruhan, hasil analisis deskriptif variabel menunjukkan bahwa pengetahuan tentang swamedikasi dan pola penggunaan obat adalah baik. Hasil frekuensi swamedikasi, tempat pembelian, jarak lokasi, harga obat, efek samping, dan sumber informasi memiliki hubungan dengan pengetahuan karena nilai signifikansi < 0,05. Sedangkan untuk nama obat, bentuk obat, dan keluhan ringan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan karena nilai signfikansi > 0,05.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) Putri, Meilisa; Capritasari, Rafiastiana; Wijayatri, Ratna; Ningrum, Yessika Ardian; Pradani, Missya Putri Kurnia
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 8 No 2 (2024): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/bjp.v8i2.612

Abstract

Free radicals damage cellular structures and accelerate the degradation of important elements in the skin, thereby accelerating premature aging. Antioxidants in skin care products can shield cells from harm brought on by oxidative stress. Pegagan leaves (Centella asiatica (L.) Urban) are a natural source of antioxidants. Pegagan leaf ethanolic extract has antioxidant properties and can perhaps be applied in cosmetic products like peel-off mask gel. The objective of this research is to measure the antioxidant behavior of a mask that peels off gel composed of ethanolic extract of Pegagan leaves (Centella asiatica (L.) Urban). This research applies a one-shot case study laboratory experimental method. Pegagan ethanolic extract was utilized in concentrations of F1 (0.5% ) F2 (1%) and F3 (1.5%). The level of antioxidant activity was measured. for three formulae using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) technique. Organoleptic, pH measurement, viscosity, homogeneity, spreadability, and drying time are all considered in the physical evaluation of the preparation. Based on evaluation outcomes of the preparations, three formulas met the test requirements with organoleptic test parameters, a drying time of 15-30 minutes, and a pH value between 4.5 and 6.5. For the spreadability test, only F2 meets the test requirements with 5-7 cm, while F1 and F3 do not follow the criteria because the A preparation's spreadability is influenced by viscosity. The thicker the mask gel preparation, the smaller the resulting spreading area. The result examination for antioxidant activity on the ethanolic extract Pegagan leaf showed an IC50 value for F1 of 28.68 ppm, F2 of 38.51 ppm, and F3 of 48.68 ppm. Study shows making the peel-off mask prepared gel Pegagan ethanol extract meets the criteria for a strong antioxidant. The results of this research indicate the quantity of antioxidant function in addition to the outcomes of the physical assessment have an impact on the concentration of pegagan leaf extract in the gel mask that peels off.
PREDIKSI TOKSISITAS, ANALISIS ADME DAN DOCKING MOLEKULER ASIATICOSIDE TERHADAP PENGHAMBATAN ANGIOTENSIN CONVERTING ENZYME: TOXICITY PREDICTION, ADME ANALYSIS AND MOLECULAR DOCKING OF ASIATICOSIDE AGAINST ANGIOTENSIN CONVERTING ENZYME INHIBITION Capritasari, Rafiastiana; Akrom, Akrom; Setianto, Arif Budi; Putri, Meilisa; Hasna, Elly Rosita; Astuti, Febriana
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 14 No. 1 (2025): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jfl.v14i1.2411

Abstract

The presence of risk factors related to the severity of cardiovascular disease is a key consideration in adjunct therapy as an immunostimulant.One of the plants with potential as a cardioprotective immunostimulant is pegagan.Asiaticoside in pegagan leaves can inhibit AT1R and reduce NF-κβ activity.This study aims to predict the interaction of ligands with the receptor of cardioprotective immunostimulant agents.This study uses Molecular Docking simulations with molecular docking using Autodock Tools 1.5.6 and visualization using BIOVIA Discovery Studio Visualizer 24.1.The target macromolecule used is AT1R (PDB 4ZUD) which was downloaded from the PDB.The molecular docking parameters were analyzed based on binding energy.Pharmacokinetic characteristics were evaluated using the SwissADME tool.The binding result of the test ligand molecule to AT1R is -4.50 ±0.595 kcal/mol. The reference ligand has an AT1R binding value of -7.74±0.036 kcal/mol. Validation of the molecular docking method has an RMSD value of 1.857±0.356 Å. The toxicity prediction of the compound Asiatikoside at LD50 4000mg/kg and pharmacokinetic analysis were conducted using the boiled-egg method, which indicates that  Asiatikoside is predicted cannot cross the blood-brain barrier. The ADME prediction results show that the Asiatikoside has 3 parameters that do not meet the bioavailability parameters, namely a molecular weight of 959.12g/mol, TPSA polarity of 315.21A, and flexibility of 10. Conclusion Asiaticosides is predicted to have limitations in terms of oral bioavailability, so special formulations such as nanoencapsulation techniques are needed to help improve its bioavailability Keywords:  Asiaticosides; ACE Inhibition; Molecular Docking
Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Cacingan Anak Pada ibu-ibu PKK Dusun Ngipik, Banguntapan Bantul Astuti, Febriana; Capritasari, Rafiastiana; Arifin, Novi Rizal; Azhima, Adelia; Wicaksono, Herlambang; Karabu, Ince Rambu
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2512

Abstract

Stunting pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kecacingan atau infeksi telur cacing. Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu anggota PKK di Dusun Ngipik Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul , terkait cara mencegah kecacingan. Metode yang digunakan antara lain adalah penyuluhan serta survey dengan menggunakan kuseioner yang terdiri atas pre test yang diberikan sebelum penyuluhan dimulai dan post test atau setelah penyuluhan selesai untuk melihat peningkatan pengetahuan pada peserta penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2023 dari pukul 15.00-17.00 yang dihadiri oleh 32 anggota PKK Dusun Ngipik. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2023 dari pukul 15.00-17.00 yang dihadiri oleh 32 anggota PKK Dusun Ngipik. Terdapat peningkatan pengetahuan dari anggota PKK setelah dilakukannya penyuluhan, yaitu yang awalnya terdapat 20 responden (62,5%) dengan tingkat pengetahuan baik, naik menjadi 31 responden (96,9%). Selanjutnya untuk tingkat pengetahuan dengan kategori cukup yang awalnya sebanyak 8 responden (25%) turun menjadi 1 responden (3%), sedangkan responden dengan kategori kurang yang awalnya berjumlah 4 orang responden (12,5%) berubah menjadi 0 responden. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dari kegiatan penyuluhan yang dilakukan responden dapat dengan baik menerima informasi yang disampaikan dan terdapat peningkatkan pengetahuan dari anggota PKK Dusun Ngipik terkait pencegahan kecacingan pada anak.