Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI – NILAI PANCASILA DALAM TRADISI LOKAL BEGAWAI PADA SUKU DAYAK SEBERUANG ENSILAT KABUPATEN KAPUAS HULU Fusnika, Fusnika; Hartini, Agnesia; Kardiman, Robi Tori
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4709

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai Pancasila dalam tradisi lokal Begawai yang dilestarikan oleh Suku Dayak Seberuang Ensilat di Kabupaten Kapuas Hulu. Begawai, yang merupakan praktik gotong royong dalam panen padi, mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Tradisi ini menguatkan konsep kebersamaan, persatuan, rela berkorban, tolong menolong, musyawarah, dan nilai sosial lainnya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografi ini mengungkap bagaimana Suku Dayak Seberuang Ensilat tidak hanya mengamalkan Pancasila, tetapi juga memperkuat identitas budaya melalui Begawai. Temuan menunjukkan bahwa Begawai tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemenuhan ekonomi, tetapi juga sebagai wadah pelestarian budaya dan kohesi sosial sesuai ideologi Pancasila. Upaya pelestarian tradisi Begawai dilakukan melalui pendidikan budaya di lingkungan keluarga, komunitas, dan sekolah. Selain itu, peran pemerintah dan organisasi budaya diperlukan untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan mendukung keberlanjutan tradisi ini agar generasi muda tetap dapat mengamalkan nilai-nilai  Pancasila melalui kearifan lokal. Dengan demikian, Begawai berkontribusi signifikan dalam menjaga keharmonisan sosial, memperkuat identitas budaya, serta mengokohkan ideologi Pancasila dalam kehidupan masyarakat lokal.Kata Kunci: Pancasila, Nilai-Nilai, Tradisi Lokal Begawai
PERAN PENDIDIKAN PANCASIL DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK NILAI KARAKTER TANGGUNG JAWAB PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 SINTANG Mardawani, Mardawani; Hartini, Agnesia; Ekaristi, Dalita; Yuniar, Fitriani
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran PPKn dalam Membentuk Nilai Karakter Tanggung Jawab Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Sintang. Metode penelitian adalah kualitatif dengan bentuk deskriptif. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan tenik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam Membentuk Nilai Karakter Tanggung Jawab Pada Siswa tidak dilakukan saat proses pembelajaran akan tetapi dilakukan diluar jam pelajaran. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan nilai karakter tanggung jawab adalah keinginan untuk mewujudkan visi misi sekolah, mewujudkan program 7 K, adanya kebijakan dari kepala sekolah. Masih kurangya efektivitas guru dalam proses pembelajaran, kurangnya kesadaran siswa terhadap nilai karakter tanggung jawab, 3) Upaya yang dilakukan untuk membentuk nilai karakter tanggung jawab yaitu memberikan pemahaman pentingnnya nilai karakter tanggung jawab. Dapat disimpulkan bahwa Peran PPKn dalam membentuk nilai karakter tanggung jawab terlaksana dengan baik yang ditunjukkan bahwa guru memberikan arahan pentingnya nilai karakter tanggung jawab.Kata Kunci: Pembelajaran, PPKn, Karakter, Tanggung Jawab  
TRADISI LOKAL MAIK MANIK SEBAGAI UPAYA MEMPERKOKOH NILAI GOTONG ROYONG SUKU DAYAK SEBERUANG ENSILAT DESA NANGA DANGKAN Hartini, Agnesia; Fusnika, Fusnika; Wanda, Chrisdess
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5764

Abstract

Tradisi lokal Maik Manik serta cara masyarakat memperkokoh nilai gotong royong dalam tradisi Maik Manik. Maik Manik adalah ritual memandikan bayi pertama kali di sungai. Tradisi ini sarat nilai gotong royong, di mana keluarga dan masyarakat berpartisipasi aktif, memperkuat kebersamaan dan tolong-menolong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tradisi lokal Manik Manik. Mendeskripsikan bagaimana cara memperkokoh nilai gotong royong dalam tradisi Maik Manik. Mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lokal Maik Manik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bentuk etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) tradisi Maik Manik bertujuan membebaskan bayi dari pengaruh negatif serta memberikan perlindungan spiritual melalui berbagai sesajen dan tindakan ritual. Ritual ini merupakan syarat penting agar bayi dianggap layak dan aman untuk dimandikan bebas di sungai. 2) Cara masyarakat Suku Dayak Seberuang Ensilat dalam memperkuat nilai gotong royong tercermin melalui partisipasi aktif seluruh anggota, dari tahap persiapan hingga pelaksanaan, yang menegaskan bahwa tradisi ini merupakan kegiatan yang mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan. 3) Tradisi Maik Manik pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat mencerminkan nilai religius, sosial, dan budaya lokal yang mendalam Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tradisi lokal Maik Manik pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat, khususnya dalam aspek memperkokoh nilai gotong royong.Kata Kunci: Tradisi Lokal Maik Manik, Nilai Gotong Royong,  Suku Dayak Seberuang