Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Industry Xplore

ANALISIS DAN ESTIMASI BIAYA BUBUR ORGANIK DAN PUDING RASA MITRA PROCIL KARAWANG Annisa Indah Pratiwi
Industry Xplore Vol 4 No 1 (2019): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.474 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v4i1.600

Abstract

Analisis dan estimasi biaya diperlukan untuk mengetahui besar biaya produksi, harga pokok produksi, Break Even Point dan mengetahui profit suatu produk. Hal ini juga berlaku di outlet Mitra Sehat Indonesia (Procil) Karawang yang banyak mendapatkan order dari pelanggan, sehingga peneliti tertarik untuk menganalisis perusahaan Mitra Procil Karawang tersebut dengan menggunakan metode service hours dalam menghitung penggunaan asset secara penuh, full costing method dalam menentukan Harga Pokok Produksi (HPP), gross margin pricing (Mark Up) method dalam menentukan harga jual dan Break Even Point dalam menentukan minimal batas penjualan untuk mendapatkan keuntungan. Dari hasil penelitian selama periode satu bulan diperoleh Harga Pokok Produksi sebesar Rp. 7.791.594, Harga Pokok Penjualan sebesar Rp. 9.739.492, harga jual per unit bubur organik sebesar Rp. 3.500, harga jual per unit puding sebesar Rp. 2.500, BEP unit bubur organik sebesar 861,8 porsi, BEP Rupiah bubur organik sebesar Rp. 3.016.300, BEP unit puding sebesar 214 cups, BEP Rupiah pudding sebesar Rp. 536.729 dan total profit sebesar Rp. 15.079.000. Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, harga jual, Break Even Point, keuntungan
PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MEMINIMASI REJECT START DI MESIN EXTRUDER MENGGUNAKAN METODE PDCA DI PT WAHANA DUTA JAYA RUCIKA Annisa Indah Pratiwi; Yusuf Ari Wibowo
Industry Xplore Vol 3 No 1 (2018): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.25 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v3i1.367

Abstract

Abstrak Perkembangan bisnis meningkat semakin ketat memberikan dampak terhadap persaingan bisnis baik di pasar domestik maupun di pasar internasional. Salah satu cara agar bisa memenangkan kompetisi dengan,memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan oleh sehingga bisa mengungguli produk yang dihasilkan oleh pesaing. PT. Wahana Duta Jaya Rucika adalah sebuah perusahaan manufacture yang berdiri sejak tahun 1973 dengan hasil produksi berupa pipa PVC, fitting (sambungan pipa), dan lem penyambung pipa PVC untuk keperluan perpipaan maupun drainase Dalam kegiatan produksinya, perusahaan selalu berupaya agar menghasilkan produk yang baik dan menekan kerusakan produk atau reject yang tinggi dengan menetapkan standar toleransi reject sebesar 1,6 % dari jumlah produksi. Namun di dalam proses produksi dari beberapa data cacat product yang diambil reject start di mesin 21 selalu berada di tiga terbesar pada tiga bulan terakhir. Reject Start memberi kontribusi terbesar dibandingkan seluruh reject di Line 21 dan reject melebihi batas yang ditetapkan yaitu 281.33 % (Data bulan September-Oktober-November). Melihat permasalahan yang terjadi tersebut, oleh karena itu perusahaan memerlukan pengendalian kualitas yang berguna untuk mengurangi dan menekan terjadinya cacat produk sesuai dengan yang diharapkan. Dan kegiatan pengendalian kualitas tersebut dilakukan dengan menggunakan metode pengendalian kualitas dengan alat bantu dasar pengendalian kualitas (QC 7 tools) dan siklus Plan- Do-Check-Action(PDCA). Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa problem reject start di mesin extruder mengalami penurunan yakni reject start di mesin extruder mengalami penurunan yakni sebelum perbaikan adalah 281,33% menjadii 100% setelah perbaikan. Kata Kunci : PDCA, Seven Tools, Quality
PENENTUAN RUTE TERBAIK PENDISTRIBUSIAN DENGAN METODE ANT COLONY OPTIMIZATION (STUDI KASUS PERUSAHAAN JASA PERGUDANGAN SPAREPART JAWA BARAT) Annisa Indah Pratiwi; Sri Sustariyah; Akda Zahrotul Wathoni; Sobar Pazri; Dimas Cheli Ahsanunadia
Industry Xplore Vol 8 No 2 (2023): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/teknikindustri.v8i2.5644

Abstract

This study aims to determine the best route for spare part product distribution. This research was conducted in one of the companies engaged in the production of spare parts, where in the company there is a Logistics department that functions to handle the product distribution process. In the process of distributing goods, costs are required. In addition, the trucks used in the process of distributing goods to each distributor go through different routes, so this research also aims to determine the best route based on the distance between locations. In order to obtain the best route, this research offers a solution using the Ant Colony Optimization (ACO) method by determining the route to be taken by the truck. The best route selection using the ACO algorithm uses the Traveling Salesman Problem (TSP) where one location point can only be made one visit. the best route results while the first cycle results are depots located in the area in the area of the best route V0-V4-V6-V2-V5-V7-V1-V8-V3-V0. That is the depot located in the Karawang area (V0) to MPP (V4), then to DAS (V6), then to KKI (V2), then to TBB (V5), then to MTN (V7), then to DYH (V1), then to MMH (V8), then to MSS (V3), and back to the depot (V0). The route covers a distance of 83 km. The route covers a distance of 255.5 km.Keywords: Ant Colony Optimization (ACO); Goods Distribution; Best Route