Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Desain Fast Displacement Ship untuk Lomba Kapal Cepat pada HYDROCONTEST Pieter Mario Fernandez; Wasis Dwi Aryawan; Gita Marina Ahadyanti
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.569 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.35006

Abstract

HYDROCONTEST merupakan perlombaan kapal cepat dan efisien antar mahasiswa di tingkat internasional dalam format race menggunakan kapal yang didesain, diteliti, dan diproduksi sendiri oleh para mahasiswa. Perlombaan ini mendorong para peserta untuk berinovasi dalam menghasilkan kapal dengan performa keseluruhan yang baik dari segi hambatan, propulsi, maneuvering, dan efisinesi sistem elektrik. Melihat iklim riset dalam perlombaan dan berdasarkan pengalaman/keikutsertaan tim HYDRONE ITS dalam HYDROCONTEST 2017, dilakukan proses desain kapal yang akan digunakan tim HYDRONE ITS dalam HYDROCONTEST 2018 dimana dalam proses desain ini juga dilakukan analisa CFD pada 3 variasi bentuk haluan kapal dan optimisasi sistem propulsi (pitch propeller dan RPM) agar kapal memiliki kecepatan dan endurance yang optimal. Dari proses penelitian ini, diperoleh desain kapal monohull dengan haluan berupa axe bow dengan estimasi kecepatan maksimal 5.25 m/s dan jumlah jarak tempuh maksimum 24 lap lintasan tanpa mengisi ulang baterai.
Desain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Apung untuk Wilayah Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan Halida Aulia El Islamy; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.41 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.36121

Abstract

Pesatnya perkembangan industri di Indonesia masih menyisakan beberapa daerah terpencil dalam keadaan belum teraliri listrik, salah satunya yaitu Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Menanggapi hal tersebut, penggunaan energi terbarukan; energi panas matahari dapat dijadikan solusi kurangnya pemerataan pembangunan pembangkit listrik pada daerah terpencil tersebut. Dengan memanfaatkan kondisi geografis Kepulauan Selayar yang dikelilingi laut, hal tersebut dapat didesain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Apung (PLTSA) yang terdiri dari barge dengan lambung katamaran sebagai media apung dari panel surya dan inverter sehingga nantinya satu PLTSA dapat memenuhi kebutuhan listrik pada beberapa kecamatan walaupun berada di pulau yang berbeda. Dengan menggunakan grid-tie system, pasokan listrik yang dihasilkan dapat langsung dialirkan ke grid PLN daerah setempat. Berdasarkan informasi dan kebutuhan listrik di Kabupaten Kepulauan Selayar, dibutuhkan sekitar 4 barge dengan 2410 unit panel surya dan 4 inverter pada tiap kapalnya untuk memenuhi kebutuhan daya listrik per hari sebesar  1.849.362,051 W. Ukuran utama kapal yang didapatkan adalah L = 164 m, B = 42 m, H = 4,2 m, T = 1,2 m. Dari ukuran utama kapal tersebut, didapatkan perhitungan analisis teknis, analisis ekonomis, analisis sensitivitas, serta gambar Lines Plan, General Arrangement, dan 3D Modeling.
Desain Barge Sebagai Alternatif Pengganti Jetty Untuk Sarana Bongkar Muat Kapal Tanker M. Hafiz Nurwahyu Aliffrananda; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.291 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42075

Abstract

Pada umumnya proses bongkar muat kapal tanker berlangsung di dermaga dengan menghubungkan selang yang ada didermaga dengan peralatan bongkar muat yang ada pada kapal tanker yaitu cargo manifold. Akan tetapi permasalahan muncul ketika kapal-kapal tanker tersebut tidak dapat merapat ke dermaga diakibatkan karena sarat kapal yang terlalu besar ataupun karena lautan di sekitar dermaga memiliki kedalaman air yang kurang sehingga diperlukan jetty sebagai sarana bongkar muat akan tetapi harga pembangunan jetty yang mahal dapat mengurangi pendapatan dermaga sehingga dibutuhkan barge untuk menggantikannya. Dalam permasalahan ini metode yang digunakan dalam menentukan ukuran utama kapal dengan menggunakan layout awal yang diawali dengan menganalisa kondisi perairan sekitar dermaga, kemudian menganalisis payload yang merupakan peralatan bongkar muat apa saja yang harus ada pada barge shingga didadapatkan ukuran utama dari barge serta mendesain sistem kerja dari penyaluran muatan dari kapal tanker ke dermaga sehingga barge dapat dijadikan alternatif sarana bonkar muat pengganti jetty untuk kapal tanker. Dari desain yang telah dilakukan didapatkan ukuran utama barge yaitu LOA 43.2 m, Lebar 16 m, Tinggi 3.6 m dan draught 2.7 meter. Harga pembangunan dari barge adalah sebesar Rp53,978,058,950.86. Harapannya dengan adanya sarana pengganti jetty dengan barge dapat mempercepat proses bongkar muat khususnya untuk kapal tanker dan mengurangi biaya dari pembuatan sarana dan prasarana dermaga.
Capstone Design Kapal Tanpa Awak Sebagai Media Survei Tingkat Kualitas Air di Suatu Perairan Muh Hisyam Khoirudin; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.038 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41906

Abstract

Pencemaran terhadap air saat ini terus menerus terjadi. Mayoritas mutu air sungai maupun laut yang ada di teritori negara Indonesia sudah dalam status tercemar berat. Oleh karena itu, dibutuhkan alat sebagai media survei kualitas air tersebut dalam rangka pengendalian limbah yang masuk ke wilayah penampungan air secara lebih komprehensif. Model kapal tanpa awak yang dilengkapi dengan sistem autopilot dan sensor (sensor suhu, konduktivitas, dan PH) merupakan solusi yang dapat digunakan sebagai media survei kualitas air. Dengan sistem autopilot berdasarkan sensor GPS dan sensor ultrasonik, model tersebut mampu menyusuri perairan dengan medan yang sulit dijangkau manusia serta mampu menghindari halangan yang ada di depannya. Ketika lokasi telah ditentukan, model kapal tanpa awak akan bergerak secara otomatis dan sistem akusisi data sensor akan mengukur suhu, konduktivitas, dan tingkat keasaman yang ada di sekitar lokasi kapal secara waktu-nyata. Hasil pengukuran data tersebut langsung dikirimkan ke pengguna melalui wireless serial module. Hasil pengujian sistem ini menunjukkan bahwa model kapal tanpa awak mampu bergerak secara otomatis maupun manual untuk pengambilan data. Pada pengukuran data sensor suhu memiliki kesalahan maksimal 3.1%, data sensor konduktivitas memiliki maksimal kesalahan 5.2%, sedangkan pada pengukuran data sensor PH memiliki kesalahan maksimal 2.9%. Sistem model kapal tanpa awak ini mampu memantau dan mensurvei tingkat kualitas air secara otomatis sehingga dapat digunakan untuk membantu manusia dalam hal pengendalian mutu air di perairan tertentu.
Desain Kapal Ikan Hibrida Berbahan Dasar High Density Polyethylene sebagai Penunjang Potensi Laut Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Iqbal; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2495.447 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.43943

Abstract

Sektor perikanan merupakan salah satu sektor dengan potensi terbesar pada wilayah Provinsi Kepulauan Riau dikarenakan lebih dari 96% luas wilayah merupakan lautan, namun potensi yang sangat besar ini justru seringkali dimanfaatkan oleh kapal-kapal berbendera asing untuk melakukan praktek illegal fishing pada daerah fishing ground Kepulauan Riau, khususnya perairan Natuna. Kapal-kapal ikan berbendera Indonesia pada daerah Kepulauan Riau masih belum maksimal dalam memanfaatkan potensi ini dikarenakan jumlah armada kapal yang masih sedikit, dan juga penerapan teknologi yang masih sederhana/konvensional. Dengan maksud untuk menunjang pemanfaatan potensi sektor perikanan Provinsi Kepulauan Riau yang masih berada diangka 4-6%, maka pada Tugas Akhir ini akan didesain kapal ikan hibrida berbahan dasar plastik HDPE yang mempunyai tiga sumber daya utama yang merupakan energi terbarukan yakni angin (Vertical Axis Wind Turbines), sinar matahari (Photovoltaic Panel) dan juga gas hidrogen (Fuel Cell) yang langsung diproduksi On-Board dari air laut. Hasil dari Tugas Akhir ini berupa kapal dengan payload 30.5 ton ikan, 8 orang crew, dengan ukuran utama kapal L: 21 m; B: 5.5 m; H: 2.5 m; T: 1.5; Vs: 8 Knot dengan rute pelabuhan perikanan Karimun menuju pelabuhan perikanan Natuna.
Desain Small Autonomous Passenger Ferry di Teluk Bintuni Wahyu Rachmatdhani; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50861

Abstract

Teluk Bintuni terdapat Pelabuhan Babo dan pelabuhan khusus milik Tangguh LNG. Tangguh LNG sedang menambah pekerja yang ditujukan bagi orang asli Papua. Feri autonomous didesain untuk mengantarkan pekerja ini dari Pelabuhan Babo ke Tangguh LNG. Feri tidak mengharuskan adanya personil di atas kapal untuk beroperasi, tetapi ada operator yang mengawasi operasional kapal dari daratan (ground control station). Ini mengikuti acuan yang telah diberikan oleh Lloyd’s Register (2016), AAWA (2016), DNV-GL (2018), dan Maritime UK (2018). Pekerjaan studi ini mengikuti metodologi System Based Ship Design (SBSD) dikombinasikan dengan metode Risk Based Ship Design (RBSD). Untuk menerapkan kedua metode secara bersamaan, kedua metode ini sedikit disesuaikan agar sesuai dengan studi desain. Pre hazard analysis dilakukan untuk mengetahui keamanan kapal autonomous bila beroperasi, dari hasil analisis didapatkan sebanyak 67 hazardous event yang dapat terjadi. Diambil 9 penekanan untuk mendesain kapal ini yatu, mencegah penumpang menaiki atap feri, mencegah penumpang tergelincir di dermaga, mencegah agar kapal tidak dicuri, mencegah agar penumpang gelap tidak memasuki kapal, meminimalkan konsekuensi dalam kasus penumpang gelap, mencegah hilangnya kontrol navigasi selama operasi, meminimalkan konsekuensi jika kehilangan kontrol navigasi terjadi, mencegah kegagalan sistem emergency shutdown, dan mencegah kebakaran di atas kapal. Perlunya dipertimbangkan desain sistem dok untuk dapat bekerja secara autonomous yaitu dengan menggunakan vacuum mooring. Agar kapal dapat menghindari tubrukan secara autonomous terdapat penambahan sensor berupa kamera dan LIDAR untuk dapat menganalisis keadaan lingkungan sekitar. Desain akhir kapal didapatkan kapal dengan ukuran panjang 26m, lebar 6.5m, dan tinggi 3.8m yang ditenagai dengan battery dan digerakan dengan motor listrik.
Pengendalian Aliran Pasif pada Silinder Sirkular dengan Inlet Disturbance Body Berbentuk Silinder Elip (AR = 1/4) Wawan Aries Widodo; Triyogi Yuwono; P. Indiyono; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 11 No. 1 (2009): APRIL 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This investigation to observe the information about fluid interaction phenomena from fluid momentum flow attach on surface contour of two bluff body shapes, there are elliptic cylinder and circular cylinder. This characteristic predicts aerodynamic force on the bluff bodies are related with drag reduction. Elliptic cylinder (AR = 1/4) and circular cylinder are arranged tandem position with longitudinal gap (G/D = 1), and are located elliptic cylinder as inlet disturbance body on upstream and circular cylinder as downstream body. The inlet disturbance body has four shapes, first elliptic cylinder without modification geometry, and the others with modification geometry to cut in front of elliptic cylinder with configuration 5%, 10%, and 15% of major axis length (B). Fluid flow characteristics investigate experimentally on open-circuit subsonic wind tunnel. The experimental results obtain the phenomena fluid interactions are indicated by reattachment process which is related with appearing bubble and massive separation on the surface contour of modified elliptic cylinder. Separating and reattching process is increasing flow transition from laminar to turbulent boundary layer until the postponement of massive separation position on surface contour of circular cylinder. To arrange elliptic cylinder (AR = 1/4) with modification geometry to cut front side 10% from length of major axis as inlet disturbance body gives significant results to reduce drag of circular cylinder. All investigations are running at Reynolds Number of 6.4x104 based on circular cylinder diameter. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai fenomena interaksi aliran dari momentum fluida yang attach pada kontur permukaan bluff body berbentuk silinder elip maupun silinder sirkular. Karakteristik tersebut digunakan untuk memprediksi gaya aerodinamika pada kedua benda tersebut, terutama berkenaan dengan reduksi gaya hambat (drag reduction). Kedua bentuk bluff body (silinder elip dan silinder sirkular) ditempatkan dalam susunan tandem, dengan menempatkan silinder elip dengan axis ratio (AR = 1/4) sebagai inlet disturbance body yang ditempatkan pada sisi upstream. Bentuk geometri silinder elip (AR = 1/4) memiliki empat variasi yaitu silinder elip yaitu tanpa pemotongan sisi depan, dan ketiga lainnya dengan memodifikasi silinder elip dengan memotong sisi depan 5%, 10%, dan 15% dari panjang sumbu mayornya (B). Silinder sirkular ditempatkan pada sisi downstream dalam posisi tandem dengan jarak longitudinal (G/D) = 1. Karakteristik aliran melintasi silinder elip (AR = 1/4) dan silinder sirkular tersusun tandem, diteliti secara eksperimental pada open-circuit subsonic wind tunnel. Hasil-hasil dari kajian eksperimental tersebut digunakan untuk menjelaskan fenomena interaksi aliran yang menghasilkan proses reattachment yang ditandai dengan munculnya separasi bubble maupun separasi masif pada kontur permukaan silinder elip (AR = 1/4) yang dimodifikasi. Proses separating-rattaching dari silinder elip mempercepat transisi aliran dari lapis batas laminar menjadi lapis batas turbulen, serta letak separasi masif pada kontur permukaan silinder sirkular yang semakin tertunda ke belakang. Penempatan silinder elip (AR = 1/4) dengan pemotongan sisi depan sebesar 10% dari panjang sumbu mayornya sebagai inlet disturbance body berhasil mereduksi gaya hambat pada silinder sirkular paling signifikan. Seluruh kajian dilakukan pada bilangan Reynolds 6,4 x 104 didasarkan pada diameter silinder sirkular. Kata kunci: Bluff body, inlet disturbance body, reattachment, separasi bubble, separasi masif.
Analisis Drag dan Lift pada Variasi Bentuk After Body Kapal Selam Mini dengan Metode Computational Fluid Dynamics Putri Virliani; I Ketut Suastika; Wasis Dwi Aryawan
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 2 No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v2i1.755

Abstract

One aspect that needs to be studied in submarine design is the hydrodynamic aspect relating to submarine maneuverability. This research begins by calculating the value of drag and lift on the three variations of the after body’s mini submarine. The first variation as the initial design is rudder and stern plane arranged perpendicularly or named the+ Stern. Then for the second variation made changes to the arrangement of rudder and stern plane in the after body of the mini submarine with + Stern arrangement, the rudder arranged each other crossed so that it resembles the letter X and called the X-Stern arrangement. Further, for the third variation, the upper rudder of the X-Stern arrangement is replaced by the upper rudder of the + Sternarrangement so that it resembles the inverted Y letter and is called the Y-Stern arrangement. Drag and lift are calculated numerically by using ANSYS-CFX software. From the calculation of CFD found that the submarine with after-body Y-Stern arrangement has the smallest drag and lift value.
Dynamics Finite Element for Ship Damage Collision Analysis Hasanudin Hasanudin; Wasis Dwi Aryawan; Achamd Zubaydi; Teguh Putranto
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2017): The 2nd Internasional Seminar on Science and Technology (ISST) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.742 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i2.2308

Abstract

Abstract¾ Along with the growing fleet of vessels, ship collision accident cases are becoming more frequent. It is unavoidable that the rapid shipping due to the number of vessels that operate relatively large and the ship is waiting for the loading and unloading at the port. This study will examine the design of the solid bulk cargo ship safe for shipping operations congested areas. The finite element method is used to determine the amount of internal energy in the structure of damaged vessel. The striking ship is assumed a tanker that have a bulbous bow. Bulk carrier is designed with space of double skin 1.8 m and the structure of wing tank is determined previously. The results obtained from this research is the design of the cargo hold of bulk carrier that has a double skin to protect the leaking compartment when the ship was crashed. Penetration in depth 1.8 m will be occurred at ship if ship crashed is with speed 12 knots and weight 1400 tons.
System Based Ship Design for Fast Ferry Ericza Damaranda Sugita; Wasis Dwi Aryawan; Rizka Arie Hutama
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2020): 6th International Seminar on Science and Technology 2020 (ISST 2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2020i6.11152

Abstract

Design is a complex process where creativity and analytical skills are needed for success. At present, the development of design methods has moved towards field practice rather than theory. The main objective of this research is to determine the design of fast ferry to transport passengers from Sorong to other coastal areas in West Papua. The method used in this fast ferry design is the System Based Ship Design (SBSD) method which uses a strategy to reduce the number of loops to find the best concept by giving greater emphasis to the analysis of functions. The design study begins with a mission statement and establishes the main function requirements. Then find the area and volume needed on each deck that is determined by using life size experiment and model test experiment to determine the initial main dimensions. Then, alternatives to be evaluated against the relevant framework conditions. The results of this study is catamaran fast ferry design with a load capacity of 100 passengers and has a speed of 40 knots. It has main dimensions of length of 40,387 m, breadth of 11.02 meters, and draft of 1.5 meters. It is propelled by water jet propulsion and aluminium material applied.