Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

High Density Polyethylene (HDPE) Vessel of Pompong as a Fishing Vessel for Bengkalis Fisherman Siswandi B; Wasis Dwi Aryawan
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2017): The 2nd Internasional Seminar on Science and Technology (ISST) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.731 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i2.2306

Abstract

Abstract¾Generally vessels of pompong are made from wood. In this era, wood for shipbuilding is difficult to obtain. So, it is necessary to find an alternative material as a substitute for wood. High density polyethylene (HDPE) can be used as of material for shipbuilding because it has advantages such as heat resistant, corrosion resistant and has a long durability. Size vessels with a length of (L) = 8.8 meters, breadth (B) = 1.56 meters, height (H) = 1.05 meters and draft (T) = 0.6 meters which makes the design shape of the vessel of pompong HDPE plastic. The vessel of the pompong plastic has a stability of GZ value of 0.381 meters on the heel of 60 degrees and has a resistance of 0.74 kilonewtons  at a speed of 5 knots.
ANALISA NUMERIK OLAH GERAK KAPAL SELAM DENGAN VARIASI BENTUK AFTER BODY Putri Virliani; I Ketut Suastika; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v12i2.6709

Abstract

Dalam pengoperasian kapal selam, olah gerak (maneuver) yang baik diperlukan pada saat melakukan serangan maupun menghindar dari  serangan musuh. Salah satu komponen teknologi kapal selam yang perlu dikembangkan untuk mencapai maneuver yang baik adalah komponen hydroplane yang tersusun pada bagian after body kapal selam. Kapal selam itu dapat melakukan olah gerak vertikal mapun horizontal dengan menggunakan sistem kendali gerak (hydroplane). Ukuran geometri dan bentuk lambung dari kapal selam mempengaruhi karakteristik maneuver kapal selam. Untuk mencapai  karakteristik maneuver yang diinginkan diperlukan perancangan ulang sistem kendali hydroplane. Penelitian ini diawali dengan membuat variasi bentuk after body kapal selam dan memprediksi lintasan gerak melingkar kapal selam. Perhitungan gaya hidrodinamika dan momen dilakukan secara numerik dengan menggunakan software Computational Fluid Dynamic (CFD-CFX). Kemudian dengan menggunakan software MATLAB , data-data hasil dari perhitungan CFD dapat dimasukkan ke dalam persamaan untuk diturunkan menjadi kurva yang menunjukkan lintasan gerak melingkar kapal selam.
ANALISA NUMERIK OLAH GERAK KAPAL SELAM DENGAN VARIASI BENTUK AFTER BODY Putri Virliani; I Ketut Suastika; Wasis Dwi Aryawan
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1787.171 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v12i2.5703

Abstract

Dalam pengoperasian kapal selam, olah gerak (maneuver) yang baik diperlukan pada saat melakukan serangan maupun menghindar dari  serangan musuh. Salah satu komponen teknologi kapal selam yang perlu dikembangkan untuk mencapai maneuver yang baik adalah komponen hydroplane yang tersusun pada bagian after body kapal selam. Kapal selam itu dapat melakukan olah gerak vertikal mapun horizontal dengan menggunakan sistem kendali gerak (hydroplane). Ukuran geometri dan bentuk lambung dari kapal selam mempengaruhi karakteristik maneuver kapal selam. Untuk mencapai  karakteristik maneuver yang diinginkan diperlukan perancangan ulang sistem kendali hydroplane. Penelitian ini diawali dengan membuat variasi bentuk after body kapal selam dan memprediksi lintasan gerak melingkar kapal selam. Perhitungan gaya hidrodinamika dan momen dilakukan secara numerik dengan menggunakan software Computational Fluid Dynamic (CFD-CFX). Kemudian dengan menggunakan software MATLAB , data-data hasil dari perhitungan CFD dapat dimasukkan ke dalam persamaan untuk diturunkan menjadi kurva yang menunjukkan lintasan gerak melingkar kapal selam.
Design of a Semi-Submersible Tourism Ship for Bunaken Underwater Recreation in Manado, Indonesia Wasis Dwi Aryawan; M Hafiz Nurwahyu Aliffrananda; Danu Utama; Hasanudin Hasanudin; Yuda Apri Hermawan
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 19, No 3 (2022): October
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kapal.v19i3.46629

Abstract

With a rapid increase in various number of marine tourism destinations, especially in The Bunaken National Park with the amount of tourists that has increased throughout the year rising by 23% for domestic tourists and 12% for international tourists between 2002 and 2018. Unfortunately, to enjoy the underwater scenery of The Bunaken National Park can access by diving and snorkeling which is not all tourist can do that. Furthermore, in order to support the marine tourism industry in Indonesia, a semi-submersible tourism ship was developed with a glass at the hull's bottom based on the standard spiral design and the safety standard established by the rules so the tourists can easily enjoy the underwater ecosystem. The concept design of bottom-glass ship with trimaran hull type is offered as a problem-solving in this paper. The final design of the main dimensions are length of overall (LOA): 23,1 meters, width (B): 8 meters, Draft (T): 2.22 meters but the maximum submerged up to 2,5 meters, speed of 10 knots, and passenger capacity of 44 persons.
Survival Stability of RoPax Reviewed In Terms of The Water on Deck (WoD) Hasanudin Hasanudin; Ardi Nugroho Yulianto; Achmad Zubaydi; Wasis Dwi Aryawan
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i3.18921

Abstract

RoPax vessels are widely used worldwide but contribute to numerous fatalities. Accidents result from human factors, vessel damage, management, and natural causes. Vessel stability is a significant concern, with WoD leading to increased load and rising KG, potentially causing capsizing. This study examines a RoPax OCD UFP that experienced a WoD-related accident in Indonesian waters. Modifications considered are standard freeing ports, becoming RoPax OCD SFP, and applying side casings, or RoPax OCD WS assessed the Stockholm Agreement. Fluid simulation and stability failure criteria were employed at varying wave heights. The largest RAO on the variation of heading angle is changed into stability criteria, resulting in realistic outcomes that have not been seen in earlier research. The highest RAO roll occurs at a heading encounter angle of 60 degrees with a value of 2.192362 degrees/m. Results show survival for RoPax UFP, RoPax SFP, and RoPax WS in the 0-1 m wave height range, with only RoPax UFP capsizing at 2-3 m. RoPax WS has an extended stability arm but decreases stability at high wave heights. RoPax SFP is unaffected by WoD but may still face capsizing depending on the pure stability arm GZ factor. Modifying RoPax UFP to RoPax SFP or RoPax WS can improve survival intact stability.
Desain Liquified Natural Gas Bunkering Vessel (LNG BV) untuk Melayani Kapal Berbahan Bakar LNG yang Melewati ALKI II Nugraha, Dion Tirta; Aryawan, Wasis Dwi; Putra, Erzad Iskandar
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.130261

Abstract

ALKI II per tahunnya dilalui 36.773 kapal, didomi-nasi oleh kapal bulk carrier yang mengangkut biji besi dari Australia ke Asia Timur. Terdapat tren pembangunan kapal bulk carrier berbahan bakar LNG sebagai alternatif yang bahan bakar lebih ramah lingkungan, sesuai dengan regulasi International Maritime Organization (IMO) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, pada ALKI II masih belum tersedia fasilitas pengisian kapal berbahan bakar LNG, sehingga terdapat peluang bisnis yang menjanjikan dalam operasi LNG bunkering vessel. Penelitian ini ditujukan untuk mendesain LNG bunkering vessel untuk melayani kapal berbahan bakar LNG pada ALKI II. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data untuk pengembangan desain dan perhitungan teknis. Hasilnya divisualisasikan dalam rencana garis, rencana umum, safety plan, piping diagram dan juga model 3D. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu LNG bunkering vessel dengan ukuran utama LPP = 104,3 m, LWL = 107,4 m, B = 18,44 m, H = 9 m, T = 5,7 m. Kapal ini akan melayani bulk carrier berbahan LNG pada ALKI II menggu-nakan 2 tangki IMO tipe C dengan total kapasitas 8.400 m3. Berbahan bakar dual fuel dengan daya 3.640 kW dan dioperasikan 20 awak kapal, kapal ini dibangun dengan biaya sebesar 29.304.334,82 Dolar AS.