Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Keteladanan Pendidik Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMPIT Insan Cendikia Makassar Adawiyah, Radiatul; Subaidah; Setiawati, Nur
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan, Januari 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v2i2.492

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mencari data dan membuktikan ada dan tidaknya signifikansi pengaruh yang diberikan keteladanan pendidik terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMPIT Insan Cendikia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis ex-post facto. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 115 orang, dan sampel ditetapkan sebanyak 33 responden dengan metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling untuk kepentingan angket. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrument berupa angket keteladanan pendidik dan karakter peserta didik. Dengan nilai koefisien korelasi (R) yaitu sebesar 0,164. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,027 yang mengandung pengertian bahwa besar kontribusi pengaruh variabel bebas (keteladanan pendidik) terhadap variabel terikat (karakter peserta didik), berada pada kategori yang sangat lemah ialah sebesar 0,27 (3%). Hasil analisa data yang dihasilkan= 0,221 <= 0,404. Karena berada pada kategori yang sangat lemah berdasarkan pedoman derajat hubungan nilai pearson corelasi, korelasi tersebut diabaikan. Dimana kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini ialah tidak terdapat pengaruh antara ariable keteladanan pendidik terhadap ariable karakter peserta didik
Identifikasi Jamur Penyebab Onychomycosis Pada Kerokan Kuku Pekerja Bangunan Di Desa Bontokassi Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Hasan, Zulfikar Ali; Adawiyah, Radiatul; Naim, Nurlia; Armah, Zulfian
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2022): Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v3i1.272

Abstract

Onychomycosis is a disease caused by dermatophyte and non-dermatophyte fungi that can attack human nails. Work environment, personal hygiene of workers, age and length of work can increase the risk of Onychomycosis. This study aims to identify the fungi that cause Onychomycosis on the nails of construction workers. This research is descriptive observational and using purposive sampling technique. This study used 2 methods of examination, namely directly and indirectly using 20% KOH and planting on Sabouraud Dextrose Agar culture media. The results of the identification of 15 samples using 20% KOH, found 1 (6.67%) positive sample with the discovery of hyphae and spores while 14 (93.3%) other samples were negative. The results of the identification on Sabouraud Dextrose Agar media that had been incubated at 37 oC for 3-5 days, it was found that 15 (100%) samples were positive for fungal infection. The Non-Dermatophyte, namely the discovery of 6 samples (40%) of Aspergillus Sp fungi and 5 samples of Penicillium Sp fungi (33.33%) and the discovery of Dermatophyte fungi, namely Trichopyton sp fungi as many as 3 samples (20%) and Epidermophyton sp as much as 1 sample (6.67%).
HUBUNGAN POLA GAYA HIDUP (LIFE STYLE) DENGAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS DI KDS JCC+ KABUPATEN JOMBANG Adawiyah, Radiatul; Daramatasia, Wira; RufaIndah, Ervin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32484

Abstract

Pendahuluan: HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Gaya hidup merupakan salah satu indikator kualitas hidup seseorang. Seseorang yang memiliki gaya hidup sehat akan menjalankan kehidupannya dengan memperhatikan faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan seperti makanan, pikiran, kebiasaan olahraga, dan lingkungan sehat. Hal ini akan dapat menjadikan kualitas hidup seseorang meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola gaya hidup (life style) dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di KDS JCC+ Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling pada 31 sampel dari 125 ODHIV yang ada di KDS JCC+ Kabupaten Jombang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner gaya hidup untuk mengukur gaya hidup dan WHOQOL HIV-BREFF untuk mengukur kualitas hidup. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji statistic somers’d. Hasil: Hasil penelitain menunjukkan adanya hubungan pola gaya hidup (life style) dengan kualitas hidup pada orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di KDS JCC+ Kabupaten Jombang dengan hasil tingkat kekuatan korelasi/hubungannya adalah sedang nilai 0,396 dan nilai signifikan p value 0,026 (p-value <0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola gaya hidup (life style) dengan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di KDS JCC+ Kabupaten Jombang. Kata kunci: HIV/AIDS, Gaya Hidup (Life Style), Kualitas Hidup.
Ditengah Krisis: Manajemen Komunikasi Public Relation Menangani Situasi Darurat Widyastuti, Tri Utami; Astuti, Puja; Oktaoufy, Famira; Haikal, M. Fikri; Burhan, Muhammad Rahmatul; Adawiyah, Radiatul
Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Vol 3 No 04 (2024): Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jbmws.v3i04.1719

Abstract

Krisis merupakan bagian yang tidak terhindarkan dalam perjalanan suatu organisasi, dan dapat muncul akibat berbagai faktor internal maupun eksternal. Jurnal ini membahas peran strategis Public Relations (PR) dalam komunikasi krisis, yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap reputasi dan kepercayaan publik. Melalui tinjauan literatur, penelitian ini mengidentifikasi berbagai jenis krisis, termasuk krisis produk, reputasi, lingkungan, dan operasional, serta strategi komunikasi yang diperlukan untuk masing-masing jenis krisis. Penekanan pada transparansi, kejujuran, dan pengelolaan persepsi publik menjadi kunci dalam menjaga hubungan baik dengan pemangku kepentingan. Selain itu, tantangan yang dihadapi PR di Indonesia, seperti keragaman budaya dan perkembangan media sosial, turut dibahas. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi krisis yang efektif tidak hanya melibatkan penyampaian informasi yang akurat, tetapi juga membangun narasi yang dapat menenangkan publik dan memperkuat kepercayaan. Dengan demikian, PR berperan penting dalam memastikan keberlanjutan organisasi di tengah situasi darurat.
STEPFATHERS’ RESPONSIBILITIES FOR THE FINANCIAL SUPPORT OF STEPCHILDREN FROM AN ISLAMIC LAW PERSPECTIVE (A Study in Dayen Peken, Mataram City): TANGGUNG JAWAB AYAH TIRI TERHADAP NAFKAH ANAK TIRI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Sudi di Kelurahan Dayen Peken Kota Mataram) Mansyur, Mansyur; Adawiyah, Radiatul
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 7 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol7.iss2.art6

Abstract

This study aims to analyze stepfathers’ responsibilities for the financial support and care of their stepchildren in Dayen Peken, Mataram City, and to assess these practices from an Islamic law perspective. The study employs a normative-empirical approach, combining an examination of Islamic legal provisions, the Compilation of Islamic Law, Quranic verses, hadith, and relevant literature with empirical data collected through interviews with seven stepchildren. The findings reveal variations in stepfathers’ involvement in their stepchildren’s lives. Some stepfathers have limited involvement in meeting daily needs, covering educational expenses, communicating with their stepchildren, and participating in important events in their lives. In other families, stepfathers provide financial support, attention, supervision, religious education, protection, and fair treatment without distinguishing between stepchildren and biological children. These differences are influenced by economic circumstances, emotional closeness, communication patterns, and mutual acceptance among family members. Under Islamic law, marriage to a child’s mother does not establish a relationship of lineage (nasab) between the stepfather and the stepchild. Consequently, the obligation to provide financial support and the authority to act as a marriage guardian (wali nikah) do not automatically transfer from the biological father to the stepfather. Nevertheless, a stepfather’s involvement in meeting a stepchild’s needs, providing protection and education, and showing affection constitutes a moral responsibility consistent with the principles of ihsan (benevolence), welfare (maslahah), and the goal of building a tranquil family (sakinah). [Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk tanggung jawab ayah tiri terhadap pemenuhan nafkah dan pengasuhan anak tiri di Kelurahan Dayen Peken, Kota Mataram, serta menilai praktik tersebut berdasarkan perspektif hukum Islam. Penelitian menggunakan metode normatif-empiris dengan menggabungkan kajian terhadap ketentuan hukum Islam, Kompilasi Hukum Islam, ayat Al-Qur’an, hadis, dan literatur terkait dengan data empiris yang diperoleh melalui wawancara terhadap tujuh informan anak tiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah tiri dalam kehidupan anak tiri berbeda-beda. Sebagian ayah tiri memiliki keterlibatan yang terbatas dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan, komunikasi, dan peristiwa penting anak. Pada keluarga lainnya, ayah tiri memberikan nafkah, perhatian, pengawasan, pendidikan agama, perlindungan, serta perlakuan yang adil tanpa membedakan anak tiri dengan anak kandung. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kedekatan emosional, pola komunikasi, dan penerimaan antaranggota keluarga. Dalam hukum Islam, hubungan perkawinan dengan ibu anak tidak menimbulkan hubungan nasab antara ayah tiri dan anak tiri. Oleh karena itu, kewajiban nafkah dan kewenangan sebagai wali nikah tidak secara otomatis berpindah dari ayah kandung kepada ayah tiri. Meskipun demikian, keterlibatan ayah tiri dalam memenuhi kebutuhan, melindungi, mendidik, dan memberikan kasih sayang kepada anak tiri merupakan tanggung jawab moral yang sejalan dengan prinsip ihsan, kemaslahatan, dan tujuan pembentukan keluarga sakinah.]