Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Variasi Humektan pada Formulasi Body Scrub Serbuk Kulit Manggis Wahyuni, Fitri; Rasyadi, Yahdian; Ningsih, Wida; Desnita, Eka
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 JANUARI 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.4964

Abstract

ABSTRAKKulit buah manggis mengandung senyawa Xanthone yang berkhasiat sebagai antioksidan dan juga berfungsi sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh variasi konsentrasi propilenglikol dan gliserin terhadap karakteristik sifat fisik dan kimia pada pembuatan serbuk kulit buah manggis menjadi body scrub. Penelitian ini dilakukan dengan metoda ekperimental yang meliputi pembuatan sediaan body scrub menggunakan 1 % serbuk kulit buah manggis dengan menvariasikan propilenglikol: gliserin (10:0%; 2:8%; 8:2%; 5:5%; 0:10%;0:0%) dan pengujian karakterisasi sediaan body scrub (uji organoleptis, uji homegenitas, uji pH, uji stabilitas dan uji tipe emulsi). Hasil karakterisasi untuk uji organoleptis yaitu berwarna kecoklatan dan tidak berbau dan homogen. Untuk pengujian pH sediaan didapatkan pH sediaan sesuai dengan pH kulit 4,5 – 8. Untuk pengujian stabilitas sediaan dinyatakan stabil dikarenakan tidak adanya perubahan yang signifikan diakhir masa penyimpanan. Dari karakterisasi tipe emulsi diketahui sediaan body scrub yang dihasilkan tipe emulsi minyak dalam air. Kesimpulan penelitian ini tidak ada perbedaan pengaruh penggunaan variasi konsentrasi propilen glikol dan gliserin pada formulasi body scrub. Kata kunci: Body scrub, serbuk kulit buah manggis, propilen glikol, gliserin
SANTRI CERDAS TANPA NARKOBA: EDUKASI DAN PENCEGAHAN DINI DI LINGKUNGAN PESANTREN Elvionita, Cindy; Ferilda, Siska; Marsellinda, Elsa; Primadhini, Tessa Amanda; Ayudia, Elisa; Desnita, Eka; Ferdian, Arif; Putra, Rama Feriska
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja merupakan salah satu masalah serius yang mengancam kesehatan, moral, dan masa depan generasi muda, termasuk di lingkungan pesantren. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa kelas IX Pondok Pesantren Prof. Dr. Hamka II Padang mengenai bahaya narkoba serta mendorong terbentuknya perilaku pencegahan. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi melalui ceramah interaktif, diskusi tanya jawab, kuis kelompok, serta foto Bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa setelah mengikuti penyuluhan, terciptanya suasana diskusi yang partisipatif. Selain itu, dukungan guru dan pimpinan pesantren memperlihatkan komitmen untuk menjadikan kegiatan ini sebagai program berkelanjutan. Dengan demikian, penyuluhan berbasis partisipatif terbukti efektif sebagai strategi pencegahan narkoba dan berpotensi memperkuat ketahanan komunitas pesantren terhadap ancaman penyalahgunaan zat terlarang.
EFEKTIFITAS ESTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum) SECARA TOPIKAL DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA MUKOSA PADA TIKUS PUTIH (Galur Wistar) Kurniawan, Jeffry; Edrizal, Edrizal; Desnita, Eka
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.779 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.24

Abstract

Kesehatan mukosa merupakan suatu hal yang sangat penting dan selalu di perhatikan pada masa modern saat ini, terutama luka pada mukosa yang disebabkan oleh beberapa faktor. Apabila penanganan luka pada mukosa tidak dilakukan secepat mungkin maka akan memasuki kondisi inflamasi. Luka merupakan diskontinuitas dari suatu jaringan. Telah dilakukan penelitian Efektifitas Esktrak Buah Delima (Punica granatum) secara Topikal dalam Proses Penyembuhan Luka Mukosa pada Tikus Putih (Galur Wistar). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ekstrak buah delima (Punica granatum) dalam proses penyembuhan luka mukosa pada tikus putih (Galur Wistar). Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimental Laboratorium. Pembuatan ekstrak buah delima (Punica granatum) dilakukan di Laboratorium Kopertis Wilayah X Padang, Sumatera Barat. Konsentrasi buah delima (Punica granatum) 10%, 5%, 2,5%, 1%, 0,5%, kontrol positif 2,5% hidrocortison dan kontrol negatif tanpa pemberian sediaan apapun dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Andalas, Padang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar ekstrak buah delima (Punica granatum) 10% dan 5% memberikan efek tidak membaik pada luka mukosa tikus putih (Galur Wistar), sedangkan kadar ekstrak 2,5%, 1% dan 0,5% memberikan efek membaik pada luka mukosa tikus putih (Galur Wistar). Setelah dilakukan uji Anova yang hasilnya terindikasi bahwa pengaruh langsung hari (perawatan) terhadap skor observasi (p<0,05) dalam penyembuhan luka mukosa tikus putih. Kesimpulan dari penelitian ini maka dapat dikatakan bahwa ekstrak buah delima (Punica granatum) mempunyai efek dalam proses penyembuhan luka mukosa tikus putih (Galur Wistar).
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK BROKOLI (Brassica oleracea var italica) DENGAN EKSTRAK BUAH JERNANG (Daemonorops) TERHADAP PENINGKATAN OSTEOKLAS DAN OSTEOBLAS REMODELING TULANG ALVEOLAR TIKUS PUTIH WISTAR JANTAN Edrizal, Edrizal; Desnita, Eka; Putri, Andhini Nadilah
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol. 12 No. 2 (2025): Vol 12 No 2 (December 2025)
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v12i2.1548

Abstract

Latar Belakang : ekstraksi merupakan suatu tindakan mengeluarkan gigi dari soket tulang alveolar yang menyebabkan kerusakan tulang kemudian diikuti proses remodeling tulang dengan melibatkan osteoklas dan osteoblas. Kadar kalsium dipercaya dapat meningkatkan proliferasi kedua sel ini. Kadar kalsium brokoli cukup tinggi sehingga diharapkan mampu mempercepat proliferasi kedua sel tersebut. Tujuan penelitian : mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak brokoli (Brassica oleracea var italica) dengan ekstrak buah jernang (Daemonorops) terhadap jumlah osteoklas dan osteoblas remodeling tulang tikus putih wistar jantan (Rattus norvegicus). Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental laboratoris dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian hewan percobaan berupa tikus putih wistar jantan (Rattus norvegicus), dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok perlakuan (brokoli) dengan 3 konsentrasi yaitu 10%,30%, dan 60%, kontrol negatif (aquades), kelompok positif (jernang) kemudian diamati pada hari ke-7, 14 dan 21 pasca ekstraksi gigi selanjutnya pembuatan preparat histologis dengan pengecatan hematoxylin eosin dan pengamatan mikroskopis. Hasil : uji One Way Anova menunjukan efektivitas ekstrak brokoli terhadap peningkatan jumlah osteoklas dan osteoblas. Uji LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada hari ke-7, 14 dan 21 antara kelompok perlakuan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Kesimpulan : terdapat efektivitas ekstrak brokoli terhadap peningkatan jumlah osteoklas dan osteoblas remodeling tulang alveolar tikus putih wistar jantan. Ekstrak brokoli konsentrasi 10% lebih efektif meningkatkan jumlah osteoklas dan osteoblas remodeling tulang alveolar tikus putih wistar jantan daripada ekstrak buah jernang konsentrasi 10%
Saliva Accuracy Analysis as a Non-Invasive Method for Determining Blood Type Maharani, Dwi Sinta; Firdaus; Desnita, Eka
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 20 No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v20i1.6

Abstract

Background: A phobia is an excessive, irrational, and persistent fear of something that makes it difficult for someone to carry out certain activities. Psychological disorders, such as a phobia of blood and injections, indicate the need for forensic identification methods that do not require blood samples. Blood type identification plays an important role in forensic cases, especially in matching the blood type of the evidence of victims or perpetrators. Objective: To analyze the accuracy of saliva as a noninvasive method for determining blood type in students of the Faculty of Dentistry, Baiturrahmah University, class of 2021. Method: This was a quantitative observational analytic study with a cross-sectional design. The study population comprised 80 students selected using a simple random sampling technique. Saliva samples were analyzed using the absorption inhibition method and compared with available blood type data. The data were analyzed using SPSS version 23.0, and Fisher's exact test was performed as an alternative to the chi-square test. Results: Blood types A, B, and AB have 100% compatibility in secretor individuals, while blood type O has 0% compatibility because there are no antigens A and B in the saliva. Statistical tests showed a significant level of accuracy between blood type examination through saliva and blood type in the data (p=0.000). Conclusion: Overall, saliva blood type examination has the same level of accuracy as the conventional method.