Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Adaptasi Pelayanan Kesehatan pada Tenaga Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 Glorya Riana Latuperissa; Budi Utomo; Makhfudli Makhfudli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1581

Abstract

Introduction: The increase in the number of patients exposed to Covid-19 during the pandemic period raises great concern and psychological pressure including depression, anxiety, and stress on health workers so that this can affect health services to adapt. This study aims to assess the effect of social support on the adaptation of health services to health workers during the Covid-19 pandemic. Method: The study was a systematic review with The Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) approach. It was need an article searched in Scopus, Science Direct, Spinger Link, ProQuest, and EBSCO database and classifying them into four points: social support, psikologis, adaptation, and health services. Inclusion criteria in the study literature were documents type was an original articl, the source from journals, article in English, and available in full text. The publication time limit was 2016 to 2021. We identified 11 articles deemed relevant. Results: Health workers had high levels of anxiety during the covid-19 pandemic. Social support has a positive psychological relationship with health workers because it not only reduces negative symptoms but also creates positive coping mechanisms to promote adaptation in providing effective health services. Conclusion: Social support needs to be considered for health institutions to adopt a social support perspective in the implementation of daily health service adaptation. Further research is needed to determine the relationship between social support and adaptation to health services.Keywords: social support; health services; health personnel; health workforce; healthcare workers; adaptation; covid-19ABSTRAK Pendahuluan: Peningkatan jumlah pasien terpapar Covid-19 selama pandemi menimbulkan kekhawatiran dan tekanan psikologis yang besar termasuk depresi, kecemasan, dan stres pada tenaga kesehatan sehingga hal ini dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan untuk beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dukungan sosial terhadap adaptasi pelayanan kesehatan pada tenaga kesehatan selama pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian sistematis dengan Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis (PRISMA). Database yang digunakan dalam pencarian artikel ini yaitu Scopus, Science Direct, Spinger Link, ProQuest, dan EBSCO dan mengklasifikasikannya ke dalam empat poin: dukungan sosial, psikologis, adaptasi, dan pelayanan kesehatan. Kriteria inklusi dalam studi literatur adalah artikel asli, sumber dari jurnal, artikel dalam bahasa Inggris, dan tersedia dalam teks lengkap. Batas waktu publikasi adalah 2016 hingga 2021. Kami mengidentifikasi 11 artikel yang dianggap relevan. Hasil: Tenaga kesehatan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi selama masa pandemi covid-19. Dukungan sosial memiliki hubungan psikologis yang positif dengan petugas kesehatan karena tidak hanya mengurangi gejala negatif tetapi juga menciptakan mekanisme koping yang positif untuk mendorong adaptasi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang efektif. Kesimpulan: Dukungan sosial perlu diperhatikan bagi institusi kesehatan untuk mengadopsi perspektif dukungan sosial dalam pelaksanaan adaptasi pelayanan kesehatan sehari-hari. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan adaptasi terhadap pelayanan kesehatan.Kata kunci: dukungan sosial; pelayanan kesehatan; tenaga kesehatan; tenaga kesehatan; tenaga kesehatan; adaptasi; covid-19
A Systematic Review of the Effect of Social Support on Post-Traumatic Stress Disorder in Post-Earthquake Adolescents Glorya Riana Latuperissa; Wiwi Rumaolat; Inta Susanti; Fathmy Fitriany Soulisa
Jurnal Ners Vol. 15 No. 1Sp (2020): Special Issue
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v15i1Sp.18998

Abstract

Introduction: Earthquakes can cause mental health disorders in adolescents, one of which is post-traumatic stress disorder (PTSD). The present study aimed to assess the effect of social support on post-traumatic stress disorder in adolescents after an earthquake.Methods: The study was a systematic review with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) approach. Articles were searched for using the Scopus, ScienceDirect, ProQuest, EBSCO and SAGE databases before classifying them into 3 categories: prevalence, risk factors, social support, and post-traumatic stress disorder. The inclusion criteria regarding the literature were documents that were original; where the source was from a journal; where the article was written in English and where the full text was available.  The age of the subjects in the articles was determined to be in the range of 10-20 years old. The publication time limit was 2015 to 2020.Results: Adolescents who experienced an earthquake were found to demonstrate a high prevalence of post-traumatic stress disorder with the proportion in girls being higher than boys. Showing social support has a significant effect on PTSD after an earthquake. The earthquake-related factors that were the most strongly associated with probable PTSD were feeling scared of dying and exposure to an earthquake.Conclusion: Social support and the prevalence rates of PTSD should be observed in more detail. These results indicate that it is important to provide and strengthen the social support available to reduce the risk and severity of post-traumatic stress disorder after an earthquake among adolescents.
The Factors Associated with Successful Aging in Elderly: A Systematic Review Inta Susanti; Glorya Riana Latuperissa; Fathmy Fitriany Soulissa; Anis Fauziah; Tintin Sukartini; Retno Indarwati; Arifal Aris
Jurnal Ners Vol. 15 No. 1Sp (2020): Special Issue
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v15i1Sp.19019

Abstract

Introduction: Successful aging (SA) is defined as adding life to years and as feeling satisfied with past and present life. Criteria for successful aging: free of disease and disability; high levels of physical and cognitive functioning; and social engagement. The aim of this study was to describe factors associated with successful aging among older peopleMethods: The literature search strategy identified 1.914 articles. The PRISMA strategy was used to identify articles that met inclusion criteria. Initially 255 duplicated studies were excluded; resulting in 1659 articles screened for inclusion in this review. A further 1567 articles were removed based on the title and abstract. The remaining 32 articles were assessed for inclusion this review. Nineteen articles were excluded. In total 13 studies met inclusion criteria for this review. These 13 studies were assessed for quality, data extraction and synthesis.Results: The factors associated with successful aging are age, gender, few physical morbidities, absence of depression, body weight or BMI in the overweight range, carrying out more than six AADL and high levels of physical activity, education, smoking, alcohol consumption, marital status, proactive engagement, wellness resources, positive spirit, and valued relationships, sleep quality, leisure activity, economic status, religious activity, and high perceived meaningfulness.Conclusion: The factors that influence successful aging are socio-demographic factor, physiological, psychological, and lifestyle behavioral factors. This study shed light on the key factors that healthcare providers or researchers should consider in intervention studies and programs to promote healthy aging.
Depresi Berhubungan dengan Durasi Tidur pada Pasien Stroke Latuperissa, Glorya Riana; Nurlina, Wa Ode; Kombong, Rita; Tauran, Ireine; Agustina, Agustina
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.2055

Abstract

Penurunan kondisi yang dihadapi pasien stroke menyebabkan masalah psikologis baru yaitu depresi. Masalah baru yang muncul berdampak pada durasi tidur penderitanya. Tujuan dalam penelitian ini dirumuskan untuk menganalisa ada atau tidaknya hubungan tingkat depresi dengan durasi tidur pada pasien stroke. Pada penelitian ini penggunaan jenis penelitian non-eksperimental cross sectional dipilih untuk menganalisa. Teknik sampling dengan cara consecutive sampling dan didapatkan sebanyak 32 responden. Kuesioner Hamilton Rating Scale for Depression merupakan instrument untuk menilai tingkat depresi responden. Hasil dianalisa menggunakan uji statistik Chi-Square. Mayoritas responden penelitian berjenis kelamin perempuan (62,5%) berada pada rentang usia 64-70 tahun (28,1%) dengan Pendidikan terakhir SMA (62,5%). Mayoritas responden mengalami depresi berat dengan durasi tidur kategori pendek yaitu 11 responden. (34,37%). Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 0,000. Nilai ini menunjukkan ada hubungan tingkat depresi dengan durasi tidur pada pasien stroke di Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Hasil nilai positif menunjukkan semakin berat kategori depresi maka menyebabkan durasi tidur yang pendek.
Analisis Perilaku Keluarga dan Pengetahuan dalam Pencegahan Penyebaran Kusta Nurlina, Wa Ode; Latuperissa, Glorya Riana; Kombong, Rita; Kastella, Faysal
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.947-954

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran sentral dalam mendukung pasien yang terkena kusta, baik dari segi emosional, fisik, maupun sosial. Namun, masih banyak keluarga yang kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang cara penularan dan pencegahan kusta. Rendahnya pengetahuan ini dapat memperparah penyebaran penyakit, karena keluarga mungkin tidak menyadari pentingnya deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta tindakan pencegahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku keluarga dan pengetahuan dalam pencegahan penyebaran kusta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif, jumlah sampel 16 responden. Variabel independen adalah perilaku keluarga dan pengetahuan sedangkan variable dependen adalah pencegahan penyebaran kusta. Data dikumpulkan dengan melakukan penyebaran kuesioner. Uji analisis korelasi menggunakan uji Spearman. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga terhadap pencegahan penyebaran kusta. Nilai koefisien yang dihasilkan sebesar 0.672 (positif). Semakin tinggi pengetahuan tentang kusta, maka cenderung meningkatkan perilaku keluarga terhadap pencegahan penyebaran kusta. 
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Tingkat Penerimaan Lansia dalam Vaksinasi Influenza: Studi Kuantitatif Latuperissa, Glorya Riana; Nurlina, Wa Ode; Kombong, Rita; Kelrey, Fathimah; Tamalsir, Dylan
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.989-998

Abstract

Lansia merupakan usia yang dinyatakan telah banyak mengalami degerasi sel. Penurunan ini mempengaruhi kemampuan lansia untuk mencari dan menerima informasi Kesehatan baru. Influenza merupakan salah satu masalah Kesehatan yang sering terjadi dilingkungan masyarakat yang mana penyebarannya sangatlah mudah dan cepat. Vaksin influenza diperlukan untuk mencegah penularan. Edukasi Kesehatan diperlukan untuk memahamkan lansia akan pentingnya vaksinasi influenza. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui sejauh mana edukasi kesehatan berpengaruh terhadap tingkat penerimaan vaksinasi influenza di kalangan lansia di RT 052 Kecamatan Salahutu. Metode: Responden pada penelitian ini diambil dengan mengguankan teknik purposive random sampling dengan kriteria inklusi adalah Lansia dengan usia >60 tahun. Instrument penelitian yaitu kuesioner pengetahuan, sikap dan tingkat penerimaan yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Penelitian kuantitatif ini dianalisa menggunakan jenis analisis analisis paired t test atau wilcoxon test dan independent t test atau mann whitney serta regresi logistik untuk melihat faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksinasi. Hasil: terdapat perbedaan yang signifikan tingkat penerimaan saat sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Nilai rata-rata posttest lebih tinggi dari pretest menunjukkan bahwa saat posttest nilai pengetahuan, sikap, dan Tingkat penerimaan lebih tinggi dibandingkan saat pretest. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi kesehatan mampu secara signifikan meningkatkan tingkat penerimaan. Berdasarkan hasil uji dengan regresi logistic diketahui nilai odds ratio pengetahuan sebesar 7.555 artinya bahwa lansia dengan Tingkat pengetahuan tinggi memiliki peluang menerima vaksinasi influenza 7.555 kali lebih besar dibandingkan lansia berpengetahuan rendah. Nilai odds ratio sikap sebesar 5.649 artinya bahwa lansia dengan sikap positif memiliki peluang menerima vaksinasi influenza 5.649 kali lebih besar dibandingkan lansia bersikap negatif. Kesimpulan: terdapat pengaruh edukasi kesehatan dengan tingkat penerimaan lansia terhadap vaksinasi influenza.
Edukasi Kesehatan Seksualitas Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Taman Kanak-Kanak Al Gufran Waihong Kombong, Rita; Kastela, Faysal; Nurlina, Wa Ode; Latuperissa, Glorya Riana; Umalekhay, Zulfaqirah Fitri; Liligoly, Jesika; Pune, Jaenur
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i02.383

Abstract

Kekerasan seksual pada anak usia prasekolah perlu mendapatkan perhatian, salah stau alasannya karena anak dalam posisi yang lemah dan tidak mampu melawan. Dampak dari Tindakan ini adalah anak mengalami gangguan proses tumbuh kembang. Bila tidak segera diatasi maka akan menimbulkan dampak jangka panjang bagi korban kekerasan seksual yaitu korban akan berpotensi untuk menjadi pelaku kekerasan seksual dikemudian hari dan dapat terjadi post- traumatic stress disorder. Data di Provinsi Maluku terdapat 268 anak yang mengalami kekerasan seksual dan di Kota Ambon yang terbanyak 98 anak. Salah satu TK AL GUFRAN WAIHAONG yang berada di Kota Ambon dilakukan observasi ditemukan hampir semua anak belum mengerti tentang kesehatan seksual sehingga pentingnya diberikan edukasi tentang Underwear rules. Pentingnya edukasi pada usia 4- 6 tahun (usia prasekolah) karena mulai muncul rasa ingin tahu mengenai masalah seksualitas. Tujuan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah terjadinya maslah kesehatan seksual pada anak pra sekolah. Metode yang dipakai adalah observasi lahan PKM, pembuatan materi edukasi dan kuesioner, edukasi dan evaluasi kegiatan ini. Hasil yang didapatkan adalah yang mengikuti kegiatan sebanyak 30 orang dan terjadi peningkatan pengetahuan kesehatan seksual sebanyak 93,33% serta adanya antusias dan keakftifan anak pra sekolah. Kesimpulan adalah terjadi peningkatan kesehatan seksual pada anak pra sekolah jadi perlunya dilakukan edukasi secara konsisten pada anak pra sekolah
Evaluasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Melalui Pemeriksaan Gula Darah, Asam Urat, Dan Kolesterol Tamalsir, Dylan; De Lima, Filda V. I.; Abbas, Mutmainnah; Mus, Rosdiana; Latuperissa, Glorya Riana; Nurlina, Wa Ode
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i1.615

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are the leading causes of morbidity and mortality in Indonesia, with risk factors such as unhealthy diet, physical inactivity, and overweight or obesity. This study aimed to evaluate NCD risk factors through blood glucose, uric acid, and total cholesterol measurements in Negeri Leahari, Leitimur Selatan District, Ambon City. A cross-sectional design was used with a convenience sampling technique, involving 138 voluntarily participating individuals. Blood glucose, uric acid, and total cholesterol levels were measured using an AutoCheck device, while data on diet, physical activity, and body mass index were collected through questionnaires. The results showed that 30% of participants had blood glucose levels ≥200 mg/dL, 22% had hyperuricemia, and 26% had total cholesterol levels ≥200 mg/dL. The main contributing factors were unhealthy diet (58%), low physical activity (52%), and a high prevalence of overweight and obesity (38%). Analysis showed a significant relationship between low physical activity and high uric acid levels (p = 0.04), while the relationship between diet and cholesterol and blood glucose levels showed a tendency toward increase, although not statistically significant (p > 0.05). The prevalence of NCD risk factors in Negeri Leahari is relatively high, highlighting the need for education on healthy eating, promotion of adequate physical activity, and routine monitoring of blood glucose, uric acid, and cholesterol levels to reduce the risk of further complications.