Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis bahan rijek yang dihasilkan dalam proses produksi percetakan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan bahan sisa di CV Panca Karya Sejahtera. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menggali fenomena secara mendalam melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan rijek yang paling dominan adalah cetak jelek yang muncul pada tahap awal proses penyetelan mesin. Kemunculan bahan rijek dipengaruhi oleh gangguan mesin, kualitas bahan baku yang tidak sesuai standar, serta ketidaktepatan prosedur kerja. Penelitian juga menemukan bahwa perusahaan belum memiliki sistem penanganan dan pemanfaatan bahan rijek yang terstruktur, sehingga sebagian besar limbah hanya dikembalikan kepada pelanggan atau dijual ke pengepul tanpa melalui proses pengolahan nilai tambah. Temuan ini memperkuat relevansi teori manajemen mutu dan konsep 3M (man, machine, material) serta menegaskan pentingnya penerapan prinsip circular economy dan value added dalam proses produksi. Secara praktis, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan rijek dapat menjadi strategi efisien untuk mengurangi limbah, meningkatkan citra perusahaan, dan menciptakan peluang nilai ekonomi baru. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur mengenai manajemen limbah industri percetakan, khususnya pada perusahaan berskala menengah yang jarang menjadi fokus studi sebelumnya. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi model pemanfaatan bahan rijek, melakukan studi komparatif antarindustri percetakan, dan mengkaji potensi kolaborasi dengan UMKM atau komunitas daur ulang untuk menciptakan ekosistem pemanfaatan limbah yang berkelanjutan.