Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Edukasi Manfaat Vaksinasi Mengenai Dampak Infeksi Covid-19 di SMKS 9 Muhammadiyah Kota Bengkulu Dita, Diah Ayu Aguspa; Ocktaviani, Risti Dwi; Sariyanti, Mardhatillah; Rizqoh, Debie
DHARMA RAFLESIA Vol 20 No 2 (2022): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v20i2.21273

Abstract

The COVID-19 pandemic is a major challenge to Indonesia’s to improve public health. Vaccination has been increased in the fight against COVID-19. The education goal is to raise awareness about the advantages of COVID-19 vaccination. Ten teachers and education staff are taking part in this community service project. This activity began with completing a pre-test questionnaire about the advantages of the COVID-19 vaccination, followed by counseling from expertise and completing the post-test questionnaire. The results of the questionnaire evaluation after counseling improved by 95%, indicating a better understanding of the advantages of COVID-19 vaccination. Throughout the outreach activities, all participants were enthusiastic about the material presented while also discussing the hoaxes that were currently circulating in the community.
Uji Efektivitas Antijamur Ekstrak Bunga Bugenvil (Bougainvillea spectabilis Willd.) Terhadap Jamur Candida albicans (Robin Berkhout) TRIYULIANI, CIKMAH; Sariyanti, Mardhatillah
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v9i2.33463

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyakit infeksi akibat jamur adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh spesies Candida albicans. Penggunaan ketokonazol sebagai antijamur untuk mengobati infeksi jamur Candida albicans memiliki keterbatasan seperti efek samping yang ditimbulkan hingga resistensi. Pemanfaatan tanaman obat merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Ekstrak bunga bugenvil merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai antijamur. Metode: Penelitian ini menggunakan ekstraksi bunga bugenvil dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan dilarutkan dengan DMSO 5%. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan uji Minimal Inhibitory Concentration (MIC) dengan variasi konsentrasi ekstrak bunga bugenvil 0%-100%. Setelah dilakukan uji MIC kemudian dilanjutkan pengujian efektivitas. Kedua uji ini menggunakan metode difusi kertas cakram. Parameter yang digunakan adalah diameter zona hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram. Pembanding dalam penelitian ini adalah antijamur ketokonazol. Hasil: Hasil pengujian MIC dan efektivitas didapatkan bahwa ekstrak bunga bugenvil memiliki kemampuan sebagai antijamur terhadap jamur Candida albicans. Dari analisis statistik pengujian Anova One-way pengaruh ekstrak bunga bugenvil dalam menghambat jamur Candida albicans memiliki nilai Fhitung>Ftabel dengan nilai α=0,05, dan kemudian diuji lanjut dengan menggunakan uji Duncan. Hasil uji Duncan menunjukan bahwa konsentrasi 70 % (A3) merupakan konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang ditandai dengan hasil uji stastistik. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan ekstrak bunga bugenvil mempunyai aktivitas sebagai antijamur dengan konsentrasi 70% sebagai konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.
Analisis In Silico Potensi Hesperidin sebagai Inhibitor Main Protease (Mpro) Pada SARS CoV-2 dan Reseptor Angiotensin Converting Enzyme-2 (ACE-2) Yunita, Elvira; Sariyanti, Mardhatillah
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 9 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v9i2.33465

Abstract

Latar Belakang: Angiotensin Converting Enzyme-2 (ACE-2) dan proses transkripsi dari genome RNA virus oleh Main Protease (Mpro) memiliki peran penting sebagai mekanisme patogenesis virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Penghambatan aktivitas ACE-2 dan Mpro menggunakan berbagai senyawa seperti hesperidin yang terkandung dalam buah kalamansi (Citrus microcarpa) khas bengkulu menjadi salah satu target pengobatannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan senyawa hesperidin dari golongan flavonoid dalam berinteraksi dengan sisi aktif ACE-2 dan Mpro menggunakan metode molecular docking. Metode: Penelitian secara in silico dengan menggunakan metode molecular docking pada struktur 3D ACE-2 (PDB ID 1R4L) dan Mpro (PDB ID 7JQ1) terhadap Hesperidin yang diambil dari situs database Protein Data Bank dan diolah dengan program BIOVIA Discovery Studio dan Autodock Vina. Hasil: Analisis skor docking dan ikatan ligan dan sisi aktif ACE-2 serta Mpro menunjukan bahwa keduanya memiliki ikatan spontan (∆G -12,1 kkal/mol pada ACE-2 dan -9.5 kkal/mol pada Mpro) terhadap hesperidin dan dapat mengikat pada sisi aktif reseptor. Hesperidin hanya memenuhi satu dari tiga kriteria Lipinski’s Rule of five sehingga hesperidin dapat dikembangkan sebagai obat non-oral. Kesimpulan: Hesperidin dapat membentuk ikatan secara spontan (∆G < 0) pada sisi aktif protein ACE-2 dan Mpro berdasarkan hasil molecular docking. Ikatan antara senyawa hesperidin lebih kuat dengan protein ACE-2 dibandingkan dengan protein Mpro. Hesperidin dapat berpotensi sebagai kandidat obat baru sebagai inhibitor ACE-2 dan aktivitas Mpro. Kata Kunci: SARS-CoV-2, Reseptor ACE-2, Mpro, Hesperidin, In Silico
Novel Endophytic Bacteria Isolates from Andaliman (Zancthoxylum acanthopodium DC.) which Potentially Inhibit Escherichia coli and Staphylococcus aureus Rizqoh, Debie; Amelia, Aisyah; Kumala, Wulan Okta; Sipriyadi, Sipriyadi; Suryani, Utari Hartati; Sariyanti, Mardhatillah
Journal of Biomedicine and Translational Research Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jbtr.v10i1.21740

Abstract

Background: Irrational use of antibiotics has various side effects to resistance. Utilization of secondary metabolites of Andaliman plant endophytic bacteria (Z. acanthopodium DC) is an alternative known to act as an antibacterial to overcome this problem.Objective: This study aimed to determine the antimicrobial activity of the crude extract of Andaliman endophytic bacteria against Escherichia coli and Staphylococcus aureus.  Methods: This research is an experimental laboratory with qualitative data collection methods. The initial stages will be the isolation of endophytic bacteria from Andaliman, the antagonist test of Andaliman endophyte isolates against E. coli and S. aureus, and the extraction of endophytic bacterial isolates using ethyl acetate as solvent. An antagonistic test of bacterial isolate extract was performed using the disc diffusion method against pathogenic bacteria E. coli and S. aureus and observed by an inhibition zone. The final stage is the minimum inhibition test of endophytic isolates by dilution method on three potential endophytic isolates.Results: The results of the extraction of isolates EAA22, EAA28, EAB5, EAB6, and EAB7 Andaliman endophytic bacteria have inhibitory activity against S.aureus, and the results of the extraction of isolates EAB5, EAB6, EAA22 have inhibitory activity against E. coli.Conclusion: Endophyte bacteria isolates from Andaliman produce antibacterial compounds against E. coli and S. aureus. 
Kinetics IgM and IgG SARS-CoV-2 in Recovery patients with Negative Evaluation RT-PCR Endang, Jusup; Sariyanti, Mardhatillah; Triana, Dessy; Rizqoh, Debie; Enny, Nugraheni
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kesehatan Vol 7 No 02 (2023): AUGUST
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mhsj.v7i02.4359

Abstract

Background: Coronavirus is the major pathogens at human respiratory system. The antibody is a response infected patients largely not clearly. We need to understanding of antibody responses to great diagnosis and treatment studies. Objective: In this article the objective is to describe that kinetics of IgM and IgG SARS-CoV-2 in recovery patients. Method: Cohort study used a total 19 subjects who had negative evaluation RT-PCR after confirmed. IgG and IgM of SARS-CoV-2 were detected by IFA (Immuno fluorosence assay) used serum. Serum were collected 3 times after 1 month, 2 month and 4 month negative evaluation RT-PCR We profiled the serological responses (IgM and IgG) to SARS-CoV-2. Result: Majority the IgM SARS-CoV-2 post evaluation RT-PCR were very low after 1,2,4 month negative evaluation. IgG SAR-CoV-2 patients post negative evaluation RT-PCR decreased after 4 months. The level IgM and IgG level increase at first week and decrease after 12 weeks. Conclusion: IgM level lower than IgG level overtime. Quantitative IgG and IgM detection could be point of diagnosis and manifestation.
Profil Hasil Pemeriksaan GeneXpert Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Terhadap Mycobacterium tuberculosis pada Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu Periode Januari-Desember 2018 Sariyanti, Mardhatillah
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v7i2.15892

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infection that caused by Mycobacterium tuberculosis (MTB) and the droplets can be transmitted by the air. Mycobacterium tuberculosis mainly infected the lungs, but also and infected other organs like, glands, bones, and nervous system. World Health Organization reported that there are 10 million TB cases in 2017 and 1,3 million death caused by this disease. Based on the data from Health’s Profile in Bengkulu city in 2015 there are 18.982 lung tuberculosis suspects. GeneXpert is a brand new innovation to diagnose TB based on molecular examination that uses  Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) which targeting the gene rpoB hotspot in MTB integrated and automatically processing the sample’s Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) in disposable catridge. Method: This is an analytic description research. This research took secondary data (medical record) from the result of sputum examination by GenExpert tools from the lung tuberculosis patients at Bhayangkara Polda Bengkulu Hospital in January-December 2018 to acknowledge the result of MTB’s examination. Results: From this research, there were 150 male patients (70,1%) and 64 female patients (29,9%). The most patients in this research was from the age range 45-65 years old which is 102 patients (47,7%). The proportion of MTB rifampicin sensitive is 22 patients (10,3%). The proportion of MTB rifampicin resistance is 1 patient (0,05%). And the proportion of MTB not-detected is 191 patients (89,2%). Conclusion: Profile of the result of Genexpert examination in lung tuberculosis patients at Bhayangkara Polda Bengkulu Hospital is sensitive to rifampicin
Perbandingan Tingkat Keparahan Infeksi Sekunder Virus Dengue pada Keempat Serotipe di Indonesia: Systematic Review Kurniati, Annelin; Fandi, Ahmad; Sariyanti, Mardhatillah; Febrianti, Ety; Rizqoh, Debie
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v10i1.1615

Abstract

Secondary infection with the dengue virus causes mild to severe manifestations. The distribution of dengue virus serotypes varies in various areas and can change over time. There are four dengue serotypes, namely DENV-1, DENV-2, DENV-3 and DENV-4. Objectives: To knew the distribution of virus serotypes in an area and determined the pathogenesis of the disease, which can cause severe manifestations in patients with secondary infections. Methods: The data taken is the severity of secondary infections and dengue serotypes. The literature search was performed on PMC and Cochrane. Search criteria were performed using keywords (secondary infection * OR secondary dengue infection *) AND (Dengue Virus * OR Dengue Infection * OR Dengue * OR DENV) AND (Serotype * OR Serogroup) AND (severe dengue * OR severity * OR severity of illness indexs * OR dengue fever * OR dengue haemorrhage fever * OR dengue shock syndrome * OR DF * OR DHF * OR DSS *) AND (Indonesia *). Results: Literature study search found 387 literature with five studies conducted the analysis. From the results of the analysis, it was found that secondary infections were more common in patients with recurrent dengue infection with serotype 2 (DENV-2), serotype 3 (DENV-3) and serotype 4 (DENV-4). Conclusion: Secondary infection of dengue virus serotype 2 (DENV-2) and serotype 3 (DENV-3) can cause severe dengue infection.Keywords:  Dengue Virus, Indonesia, Secondary Infection, Serotype, Severity
Potensi Ekstrak Daun Mangrove (Rhizophora mucronata) terhadap Staphylococcus aureus dalam Penyembuhan Luka Infeksi Nabila, Salsah; Marbun, Rosita Anggi; Nurzaida, Shabira; Kurniawan, Agung Fadli; Sariyanti, Mardhatillah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i1.837

Abstract

Pendahuluan: Dunia medis menghadapi tantangan besar terkait luka infeksi, salah satunya akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus, terutama karena munculnya ketahanan bakteri terhadap pengobatan antibiotik, termasuk galur Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Perhatian terhadap potensi tanaman mangrove, khususnya Rhizophora mucronata, telah meningkat sebagai hasil dari pencarian alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji seberapa baik ekstrak R. mucronata menghentikan penyebaran S. aureus dan membantu penyembuhan luka.Metode: Metode yang digunakan adalah telaah pustaka yang dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data sekunder dari sejumlah publikasi ilmiah yang relevan seperti basis data Pubmed dan Google Scholar. Literatur dikaji berdasarkan kandungan senyawa aktif dalam daun R. mucronata serta uji efektivitas antibakteri ekstraknya terhadap bakteri S. aureus, baik melalui pendekatan in vitro maupun in vivo.Pembahasan: Berdasarkan hasil dari berbagai studi eksperimental yang telah kami telaah, ekstrak R. mucronata, yang mengandung banyak senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, alkaloid, saponin, fenol, dan steroid, terbukti memiliki sifat antibakteri dan antioksidan serta mempercepat penyembuhan jaringan luka.Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk obat, seperti salep dan gel, memiliki tingkat keberhasilan penyembuhan luka yang sebanding dengan agen tradisional. Ekstrak ini dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengobati infeksi kulit akibat S. aureus, terutama di tengah krisis resistensi antibiotik.
POTENSI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM) SEBAGAI OBAT ANTI HIPERTENSI : LITERATURE REVIEW Wijaya, Angela Wynne; Putri, Nur Audina; Watoni, Roshafa Arinda; Sariyanti, Mardhatillah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27588

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan penderita terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia. Angka kematian akibat hipertensi pada tahun 2019 mencapai 1,3 miliar kasus. Pengobatan untuk hipertensi dapat dilakukan secara medis maupun alternatif. Salah satu contoh pengobatan alternatif pada hipertensi adalah pengonsumsian daun kemangi. Daun kemangi memiliki banyak kandungan yang bermanfaat, seperti minyak esensial, triterpene, alkaloid, flavonoid, dan lain-lain. Daun kemangi sudah lama dikenal sebagai tumbuhan yang bermanfaat untuk berbagai kegiatan, seperti pengolahan makanan, obat herbal, dan lainnya namun tidak dengan kemampuannya untuk menurunkan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk menggali potensi daun kemangi sebagai obat anti hipertensi. Penelitian ini menerapkan metode literature review dengan melakukan pencarian artikel melalui sumber Pubmed dan Google Scholar yang meneliti potensi daun kemangi dalam penurunan tekanan darah. Berdasarkan hasil penelaahan dari 5 artikel yang relevan terkait potensi daun kemangi dalam menurunkan tekanan darah, ditemukan bahwa penggunaan infusa daun kemangi menghasilkan perbedaan tekanan darah sistolik sebanyak 12,9 mmHg serta tekanan darah diastolik sebanyak 7,3 mmHg,  pengonsumsian teh kemangi yang digunakan sebagai tambahan untuk mengobati tekanan darah tinggi juga terbukti menghasilkan penurunan yang signifikan dalam tekanan darah sistolik dan untuk tekanan darah diastolik turun setelah minggu keempat, serta beberapa penelitian lain juga menunjukkan adanya perubahan tekanan darah setelah diberikan daun kemangi. Selain itu, ditemukan juga bahwa terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas daun kemangi dalam menurunkan tekanan darah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian daun kemangi dapat memberikan efek dalam menurunkan tekanan darah.