Azizati, Zidni
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBUATAN BIOPLASTIK DARI KITOSAN DAN SORBITOL DENGAN PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI SERAI Nanda, Kharisma Putri; Azizati, Zidni
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1691.847 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.3106

Abstract

Plastik merupakan bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan, namun plastik juga menjadi permasalahan skala global yakni sampah plastik karena plastik yang bersal dari bahan baku minyak bumi sulit untuk diuraikan. Sehingga dibutuhkan plastik yang ramah lingkungan (bioplastik). Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan bioplastik dari kitosan dan sobitol sebagai pemplastis serta minyak atsiri serai sebagai insektisida nabati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari sifat mekanik bioplastik. Bioplastik yang dihasilkan dilakukan mengujian mekanik kuat tarik (tensile strenght) dan perpanjangan (elongasi).Hasil penelitian menunjukkan penambahan 1 mL minyak atsiri serai berpengaruh terhadap sifat mekanik bioplastik dengan nilai kuat tarik dan elongasi bioplastik eksperimen masing-masing  sebesar 3.50 Mpa dan 7.54%  dari nilai biplastik kontrol masing-masing sebesar 1.427 Mpa dan 3.97%
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KITOSAN KULIT UDANG GALAH Azizati, Zidni
Walisongo Journal of Chemistry Vol 2, No 1 (2019): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2702.212 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v3i1.3878

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer yang diturunkan dari kitin, sumber alam yang dapat diperbarui yang sangat berlimpah di dunia setelah selulosa. Kitosan disintesis dari sumber alam yang berasal dari limbah krustasea, ikan, dan kulit udang. Salah satu aplikasi limbah kulit udang yang paling umum yaitu isolasi kitosan. Preparasi kitosan terbagi menjadi tiga tahap. Deproteinasi, dealuminasi, dan deasetilasi. Isolasi kitosan meliputi preparasi limbah kulit udang menjadi kitin dan deasetilasi kitin menjadi kitosan. Kitin dan kitosan dikarakterisasi dengan FTIR dan XRD. Derajat deasetilasi kitosan pada penelitian ini diukur menggunakan FTIR sebesar 93,47%. Berat molekul kitosan ditentukan dengan viskosimeter kinematik sebesar 19.000 g/mol. Pola XRD kitosan menunjukkan bahwa struktur kristal kitosan merupakan ortorombik. Hasil analisis dengan FTIR dan XRD menunjukkan bahwa kitosan telah berhasil disintesis pada penelitian ini.
PEMBUATAN CUKA ALAMI BUAH SALAK DAN PISANG KEPOK BESERTA KULITNYA TEKNIK FERMENTASI Febriani, Dwi Ratna; Azizati, Zidni
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.63 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i2.3105

Abstract

Cuka adalah suatu zat yang dibuat dari berbagai bahan yang bergula atau berpati melalui fermentasi alkohol yang diikuti oleh fermentasi asetat. Cuka yang beredar di masyarakat biasanya terbuat dari bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh,  secara industri dengan menggunakan metode sintesis kimia murni. Untuk itu perlu dibuat inovasi alami dalam pembuatan cuka buah yaitu salak dan pisang kepok beserta kulitnya. Buah salak dan pisang kepok merupakan buah yang banyak terdapat di berbagai wilayah Indonesia yang mengandung kadar karbohidrat yang tinggi sehinggga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan cuka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pembuatan cuka alami buah salak dan pisang kepok beserta kulitnya dengan teknik fermentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar asam cuka sebesar 0,042 %, memiliki aroma yang kurang sedap,larutan berwarna putih dan nilai pH 4,5 sehingga belum memenuhi kadar cuka yang dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat  yaitu minimal 4 %(4 g asam asetat per 100 ml)
Synthesis And Characterization of Biodegradable Foam (Biofoam) From Taro Starch (Colocasia Aesculenta)-Chitosan Azizati, Zidni; Rohmatun Nisa, Umi; Khofya Haqiqi, Arghob
Jurnal Riset Kimia Vol. 15 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v15i2.636

Abstract

Biodegradable foam can be used as an alternative packaging which is safe for health and environment. The raw material used to produce biofoam is starch. Taro consist of 67.42% starch. Contrarily, biofoam produced from starch has fragile mechanical properties. The addition of chitosan aims to improve the mechanical properties of biodegradable foam. Beside that, Chitosan is expected to reduce water absorption and increase tensile strength of biodegradable foam without reducing degradability. Biodegradable foam was synthesized by three steps, first step was isolation of starch from taro, second step was synthesis of biodegradable foam from taro starch-chitosan which used various concentration of chitosan to study the effect of chitosan addition for mechanical properties of biodegradable foam. Various concentration of chitosan was 0%, 1%, 2%, 3%, and 4% (w/w). Third step was characterization of biodegradable foam.  The Analysis of biodegradable foam was carried out included FTIR functional group, mechanical properties, biodegradability and water absorption. The result showed that the best tensile strength test was 1% chitosan addition with a value of 3.75 MPa; based on water absorption test, the optimum sample was 4% chitosan addition with a value of 11.66%. The results of the functional group analysis of FTIR biodegradable foam contained of C=O (amide), CN, NH and OH groups which indicated the existence of chitosan in the sample.