Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisis Kuat Dukung Fondasi Dengan Metode Statik Berdasarkan Data Sondir Toyeb, Muhammad; Puri, Anas
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.276

Abstract

Stabilitas bangunan sangat bergantung dari kuat dukung fondasi. Perhitungan kuat dukung fondasi harus menggunakan metode yang efektif. Besaran kuat dukung fondasi dihitung menggunakan beberapa metode statis yaitu metode Bustamante & Gianeselli, Schmertmann & Nottingham, Aoki & De Alencar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat dukung fondasi tiang pancang tunggal yang memberikan keamanan pada struktur atas. Tiang pancang memiliki ukuran dimensi 25 cm x 25 cm dan data penyelidikan tanah diperoleh dari dua uji Sondir. Faktor aman kelas struktur dianggap permanen dengan faktor aman (SF) sebesar 2.0. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode Aoki & De Alencar memperoleh kuat dukung tiang pancang terendah dari lainnya. Penyertaan faktor koreksi dalam perhitungan tahanan kulit dan ujung tiang, memberikan sifat kehati-hatian yang lebih dapat dipercaya untuk memperoleh kuat dukung fondasi yang lebih handal sebagai acuan perencanaan
Perbandingan Kuat Dukung Pondasi Tiang Mini berdasarkan Hasil Hydraulic Static Pile Driver (HSPD) dan Metode Empiris Ningrum, Puspa; Toyeb, Muhammad; Hamdani, Rizki
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.295

Abstract

Pada umumnya, pondasi sebagai elemen struktur bawah terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi berfungsi sebagai elemen struktur bawah yang menyalurkan beban dari struktur atas ke lapisan tanah keras. Untuk mencegah terjadinya kegagalan struktur, diperlukan investigasi tanah terlebih dahulu guna memahami jenis dan karakteristik tanah sebelum menentukan jenis pondasi yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan daya dukung pondasi tiang pancang mini (minipile) pada proyek pembangunan rumah tinggal dua lantai menggunakan metode empiris dan metode statis dengan alat Hydraulic Static Pile Driver (HSPD). Penyelidikan tanah dilakukan menggunakan uji Cone Penetration Test (CPT) atau sondir di tiga titik pengujian untuk mendapatkan data karakteristik tanah. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa lapisan tanah keras berada pada kedalaman lebih dari 15 meter. Oleh karena itu, digunakan pondasi dalam berupa tiang pancang mini dengan dimensi 20×20 cm yang dipancang menggunakan HSPD untuk mengurangi gangguan pada lingkungan sekitar. Daya dukung pondasi dianalisis dengan metode empiris, yaitu Mayerhoff, Janbu, dan Vesic, serta dibandingkan dengan hasil uji HSPD yang mencerminkan kondisi aktual lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung izin rata-rata berdasarkan uji HSPD adalah 24,2 ton. Sedangkan hasil dari analisis perhitungan metode empiris diperoleh daya dukung izin rata-rata sebesar 8,34 ton. Perbandingan hasil analisis metode empiris dengan metode statis menggunakan alat HSPD yaitu sekitar lebih kurang tiga kali lipat, dimana nilai analisis metode empiris lebih kecil dari HSPD.
Pengaruh Penambahan Palm Oil Fuel Ash terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas Tanah berdasarkan Hasil Uji UCT Ningrum, Puspa; Toyeb, Muhammad; Auliandi, Muhamad
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.229

Abstract

In general, problematic soil needs to be repaired so that the basic soil becomes better and can be requirements for a construction base. In this research, an alternative soil stabilization was carried out by adding Palm Oil Fuel Ash (POFA). POFA has pozzolanic properties which are very useful in the soil stabilization process because it can increase the binding force between stabilized soil particles. In this research, POFA was used as a mixture in basic soil with percentages of 20%, 30%, and 40%. The age of curing was carried out for 0, 7, 14, and 28 days. Based on the research results, it was found that adding POFA was effective for increasing soil strength, namely at percentages of 20%. If the percentage content of POFA is too much, the binder contained in the mixed soil can affect the behavior of the soil when it reacts with water. By increasing the POFA content by 20%, the maximum plasticity index (PI) decrease was obtained, namely 8.52% and the maximum unconfined compressive strength value was 240.82 kN/m2 at a curing age of 28 days.