Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN ARUS MOTOR INDUKSI ROTOR SANGKAR DUA KUTUB DENGAN EMPAT KUTUB Armansyah, Armansyah; Pelawi, Zulfadli
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i3.4604

Abstract

Motor induksi rotor sangkar misalnya sebagai salah satu jenis motor induksi yang banyak penggunanannya. Motor induksi rotor sangkar ini dioperasikan pada dua putaran yaitu pada putaran cepat dan lambat. Menganalisa arus pada motor induksi tiga phasa rotor sangkar dengan cara perhitungan dan analisa pengujian. Motor induksi adalah mesin listrik yang berfungsi untuk mengubah energi listrik arus bolak-balik menjadi energi mekanik. Dan pada umumnya digunakan sebagai motor-motor penggerak di dalam industri. Untuk daya yang lebih besar dari 1 HP biasanya digunakan dengan sumber daya tiga phasa atau dengan perkataan lain motor induksi tiga phasa. Perbedaan besar arus pada hubungan bintang dan segitiga terletak pada penyambungan belitan pada kumparan yang mempengaruhi besar tahanan. Sedangkan yang mempengaruhi kecepatan adalah banyaknya kutub yang dibentuk pada motor tersebut. Pada motor 2 kutub, 3000 rpm, I = 20,8 Amper. Pada motor 4 kutub, 750 rpm, I = 12 Amper. Sedangkan tahanan total pada hubungan delta untuk motor empat kutub sebesar 31,7 ohm, besar tahanan pada hubungan bintang untuk motor dua kutub sebesar 10,5 ohm.
Rancang Alat Pengolah Limbah Cair Dan Penetralisasi Udara Dalam Ruangan Dengan Pemanfaatan Ozon Generator Napitupulu, Wali Pahrinal; Harahap, R.; Pelawi, Zulfadli; Yusniati, Yusniati
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 3 (2022): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v7i3.6312

Abstract

Perkembangan teknologi tentu memberikan perubahan yang besar dalam kehidupan manusia, mulai dari pengelolaan insfrastruktur, industri makanan, industri obat semuanya sangat mudah dilakukan dengan memamfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Namun, tanpa disadari bahwa dampak buruk juga banyak yang timbul dari kemajuan teknologi tersebut, diantaranya yang paling menonjol adalah pencemaran akibat limbah yang dihasilkan dari industri tersebut. Meskipun sebagian industri sudah menerapkan pengolahan limbah, namun pengolahan tersebut hanya berhasil beberapa persen saja bahkan sebagian adari industri industri kecil masih mengabaikan hal ini. Dampak yang terjadi dari kegagalan dalam pengolahan limbah adalah terjadinya pencemaran udara, tanah dan air. Seperti contoh kabibat pencemaran udara adalah akan muncul berbagai jenis virus yang akan mengganggu kesehatan manusia seperti yang terjadi saat ini. Kemudian pencemaran pada tanah akan menyebabkan berkurangnya kesuburan dari tanah tersebut dan yang paling fatal adalah apabila terjadi pencemaran pada air, maka semua mahluk hidup akan merasakannya. Terjadinya pencemaran pada  udara dan air akibat kesalahan dalam pengolahan limbah akan menjadi faktor utama penyebab masalah pada manusia itu sendiri. Sehingga untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut, dilakukan penelitian berlanjut dan juga upaya pembuatan alat yang dapat mengolah limbah cair dan dan udara. Dengan memanfaatkan tegangan tinggi yang kemudian ditransmisikan untuk menghasilkan petir kecil yang kemudian akan menghasilkan senyawa O3 (Ozone) dan dengan kontrol plc yang akan mengatur semua kinerja dari sistem sehingga alat dapat difungsikan dengan semaksimal mungkin. Sasaran utama yaitu membunuh virus yang biasa mengendap di air yaitu virus e-coli dan juga virus di udara. Kemudian menjernihkan air dari beberapa senyawa yang sudah terlarut sehingga air tersebut dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga.
Analisis Perbandingan Nilai Tahanan Pentanahan di Gedung dan di Gardu induk pada Rumah Sakit Grand Mitra Medika Medan Ramadhani, Syaru; Yusmarato, Yusmarato; Harahap, Raja; Pelawi, Zulfadli
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i3.4605

Abstract

Pentanahan merupakan salah satu fakctor kunci dalam usaha pengamanan (perlindungan) sistem tenaga listrik. Adanya perbedaan beberapa nilai tahanan pengukuran pentanahan pada jenis tanah bebatuan diakibatkan karena faktor keasaman dan kadar air yang ada pada tanah, Sumatera utara sangat pengaruh pada keamanan dari sistem pentanahan yang akan dibangun. Penelitian dilakukan dengan menganalisa Perbandingan nilai tahanan pengukuran pentanahana digedung dengan menanam 3 titik batang elektroda dengan kedalaman berbeda dan melakukan system paralel dari ketiga titik elektroda tersebut  dan pada pengukuran digardu induk ada 9 titik batang elektroda yang tertanam pengukuran dilakukan dengan cara tunggal tidak melakukan system paralel, pada nilai tahanan tanah 3000 ohm, jenis tanah bebatuan dengan menggunakan elektroda batang . Elektroda batang  tersebut dengan panjang 3,2 meter, dengan jarang masing-masing elektroda 2 meter, pengukuran dilakukan dengan  menggunakan alat ukur earth tester. Dari hasil penelitian tersebut hasil yang didapat dari perbandingan pengukuran pentanahan pada gedung dengan cara sytem paralel lebih baik (lebih kecil tahanananya) jika dibandingkan dengan pengukuran pada gardu induk non paralel. Pengukuran nilai tahanan tanah akan jauh lebih baik pada kedalaman yang maksimal dibandingkan dengan kedalaman biasa (1.280 cm)  lebih baik dari 320 cm atau 1 batang elektroda.
Evaluasi Perlindungan Kawat Fasa Saluran Transmisi Tegangan Tinggi 150 KV Terhadap Petir Menggunakan Kawat Tanah Pelawi, Zulfadli; Husna, Jamilah; Komaini, Ayatullah; Pulungan, Fahrul Halim; Lubis, Diva Prima Syahputra
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i2.9768

Abstract

Pada umumnya kita telah mengetahui seringnya gangguan terhadap jaringan transmisi adalah gangguan alam, seperti gangguan kilat terhadap jaringan transmisi disebabkan jaringan transmisi yang melalui udara, panjang, tinggi dan tersebar diberbagai daerah terbuka serta beroperasi dalam segala macam kondisi. Hingga sampai sekarang belum ada yang menunjukan kegunaan kilat bagi kehidupan, belum mendapat jalan untuk mencegah atau memanfaatkan energi yang ditimbulkan oleh petir tersebut. Walaupun demikian ilmu pengetahuan menusia tetap berkembang dengan kemajuan teknologi. Dengan salah satu alat pengaman kawat udara (Overhead Ground Wire) untuk melindungi kawat- kawat fasa dari jaringan transmisi. Diantara pertimbang-pertimbangan yang diambil dalam perancangan pemerisaian saluran transmisi adalah letak kawat tanah terhadap kawat fasa, karena diharapkan petir akan menyambar kawat tanah dan persentase tersambarnya kawat fasa akan kecil.
Analisis Parameter Sistem Pembumian Grid Gardu Induk KIM Mabar Armansyah, Armansyah; Pelawi, Zulfadli; Wibowo, Dimas Teguh
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i1.9758

Abstract

Pada saat ini kehidupan masyarakat semakin maju, makin banyak membutuhkan daya listrik. Di samping penambahan penyediaan daya listrik, peningkatan pelayanan juga merupakan hal pokok yang harus diperhatikan oleh pihak produsen tenaga listrik. Kehandalan dari sistem distibusi tenaga listrik, akhir-akhir ini semakin dituntut oleh pihak konsumen untuk melayani berbagai macam beban listrik yang menunjang semua kegiatan kehidupan. Dalam hal ini PT. PLN juga harus mengambil langkah-langkah dalam mengamankan pemakaian tenaga listrik tersebut, maka masalah yang timbul pada gardu induk KIM Mabar, seperti timbulnya tegangan sentuh, tegangan langkah dan tegangan transfer akibat kegagalan isolasi haruslah ditindak lanjuti karena dapat menjadi masalah pada gardu induk tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka salah satu caranya adalah dengan melakukan pembumian titik netral dan pembumian badan (body) peralatan-peralatan pada gardu induk. Dan salah satu sistem pembumian yang cukup layak untuk diterapkan adalah sistem pembumian langsung dalam bentuk kisi-kisi (grid) dengan menggunakan elektroda batang yang tujuan utamanya adalah untuk memperoleh nilai tahanan pembumian yang kecil dan nilai tahanan pembumian yang seragam.