Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Perbandingan Nilai Tahanan Pentanahan di Gedung dan di Gardu induk pada Rumah Sakit Grand Mitra Medika Medan Ramadhani, Syaru; Yusmarato, Yusmarato; Harahap, Raja; Pelawi, Zulfadli
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 6, No 3 (2021): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v6i3.4605

Abstract

Pentanahan merupakan salah satu fakctor kunci dalam usaha pengamanan (perlindungan) sistem tenaga listrik. Adanya perbedaan beberapa nilai tahanan pengukuran pentanahan pada jenis tanah bebatuan diakibatkan karena faktor keasaman dan kadar air yang ada pada tanah, Sumatera utara sangat pengaruh pada keamanan dari sistem pentanahan yang akan dibangun. Penelitian dilakukan dengan menganalisa Perbandingan nilai tahanan pengukuran pentanahana digedung dengan menanam 3 titik batang elektroda dengan kedalaman berbeda dan melakukan system paralel dari ketiga titik elektroda tersebut  dan pada pengukuran digardu induk ada 9 titik batang elektroda yang tertanam pengukuran dilakukan dengan cara tunggal tidak melakukan system paralel, pada nilai tahanan tanah 3000 ohm, jenis tanah bebatuan dengan menggunakan elektroda batang . Elektroda batang  tersebut dengan panjang 3,2 meter, dengan jarang masing-masing elektroda 2 meter, pengukuran dilakukan dengan  menggunakan alat ukur earth tester. Dari hasil penelitian tersebut hasil yang didapat dari perbandingan pengukuran pentanahan pada gedung dengan cara sytem paralel lebih baik (lebih kecil tahanananya) jika dibandingkan dengan pengukuran pada gardu induk non paralel. Pengukuran nilai tahanan tanah akan jauh lebih baik pada kedalaman yang maksimal dibandingkan dengan kedalaman biasa (1.280 cm)  lebih baik dari 320 cm atau 1 batang elektroda.
Evaluasi Perlindungan Kawat Fasa Saluran Transmisi Tegangan Tinggi 150 KV Terhadap Petir Menggunakan Kawat Tanah Pelawi, Zulfadli; Husna, Jamilah; Komaini, Ayatullah; Pulungan, Fahrul Halim; Lubis, Diva Prima Syahputra
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i2.9768

Abstract

Pada umumnya kita telah mengetahui seringnya gangguan terhadap jaringan transmisi adalah gangguan alam, seperti gangguan kilat terhadap jaringan transmisi disebabkan jaringan transmisi yang melalui udara, panjang, tinggi dan tersebar diberbagai daerah terbuka serta beroperasi dalam segala macam kondisi. Hingga sampai sekarang belum ada yang menunjukan kegunaan kilat bagi kehidupan, belum mendapat jalan untuk mencegah atau memanfaatkan energi yang ditimbulkan oleh petir tersebut. Walaupun demikian ilmu pengetahuan menusia tetap berkembang dengan kemajuan teknologi. Dengan salah satu alat pengaman kawat udara (Overhead Ground Wire) untuk melindungi kawat- kawat fasa dari jaringan transmisi. Diantara pertimbang-pertimbangan yang diambil dalam perancangan pemerisaian saluran transmisi adalah letak kawat tanah terhadap kawat fasa, karena diharapkan petir akan menyambar kawat tanah dan persentase tersambarnya kawat fasa akan kecil.
Analisis Parameter Sistem Pembumian Grid Gardu Induk KIM Mabar Armansyah, Armansyah; Pelawi, Zulfadli; Wibowo, Dimas Teguh
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i1.9758

Abstract

Pada saat ini kehidupan masyarakat semakin maju, makin banyak membutuhkan daya listrik. Di samping penambahan penyediaan daya listrik, peningkatan pelayanan juga merupakan hal pokok yang harus diperhatikan oleh pihak produsen tenaga listrik. Kehandalan dari sistem distibusi tenaga listrik, akhir-akhir ini semakin dituntut oleh pihak konsumen untuk melayani berbagai macam beban listrik yang menunjang semua kegiatan kehidupan. Dalam hal ini PT. PLN juga harus mengambil langkah-langkah dalam mengamankan pemakaian tenaga listrik tersebut, maka masalah yang timbul pada gardu induk KIM Mabar, seperti timbulnya tegangan sentuh, tegangan langkah dan tegangan transfer akibat kegagalan isolasi haruslah ditindak lanjuti karena dapat menjadi masalah pada gardu induk tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka salah satu caranya adalah dengan melakukan pembumian titik netral dan pembumian badan (body) peralatan-peralatan pada gardu induk. Dan salah satu sistem pembumian yang cukup layak untuk diterapkan adalah sistem pembumian langsung dalam bentuk kisi-kisi (grid) dengan menggunakan elektroda batang yang tujuan utamanya adalah untuk memperoleh nilai tahanan pembumian yang kecil dan nilai tahanan pembumian yang seragam.
Analisis Pencahayaan Kandang Ayam Modern Japfa Comfeed Indonesia Di Pulau Bintan Pulungan, Fahrul Halim; Harahap, Raja; Husna, Jamilah; Pelawi, Zulfadli
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 3 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v10i3.13135

Abstract

Perkembangan teknologi dalam sektor peternakan modern telah mendorong implementasi sistem otomatisasi yang bergantung pada ketersediaan dan keandalan sumber daya listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kelistrikan pada kandang ayam modern milik PT Japfa Comfeed Indonesia yang berlokasi di Pulau Bintan. Fokus utama dari penelitian ini adalah mengevaluasi efisiensi penggunaan energi listrik, kesesuaian instalasi terhadap standar keselamatan, serta identifikasi potensi risiko dan solusi teknis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan performa sistem kelistrikan. Metodologi penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung di lapangan, wawancara dengan pihak teknis perusahaan, serta analisis data teknis seperti kapasitas beban, konsumsi energi harian, skema distribusi daya, dan sistem proteksi listrik. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap sistem backup listrik, termasuk penggunaan genset dan potensi integrasi energi terbarukan seperti panel surya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kelistrikan yang digunakan sudah memenuhi sebagian besar standar kelistrikan industri, namun masih ditemukan beberapa kekurangan, seperti ketidakseimbangan beban antar fasa, keterbatasan kapasitas cadangan daya, serta kebutuhan pemeliharaan preventif yang lebih terstruktur. Berdasarkan temuan tersebut, penulis memberikan beberapa rekomendasi teknis seperti perbaikan sistem distribusi, penambahan sistem monitoring energi, serta penerapan manajemen beban untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Sistem Filtrasi Air Berbasis Tenaga Surya Menggunakan Biji Kelor (Moringa Oleifera) di Desa Lubuk Saban, Kabupaten Serdang Bedagai Husna, Jamilah; Pelawi, Zulfadli; Antoni, Antoni; S., Ronal HT; Sulaiman, Oris Krianto
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 3 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v10i3.13155

Abstract

Ketersediaan air bersih menjadi isu utama di wilayah pesisir yang rentan terhadap intrusi air laut. Penelitian ini mengembangkan sistem filtrasi air berbasis tenaga surya dengan pemanfaatan biji kelor (Moringa oleifera) sebagai biokoagulan alami. Proses filtrasi ini melibatkan kombinasi media alami seperti pasir silika, batu zeolit, karbon aktif, dan ijuk, serta diintegrasikan dengan sensor pH dan turbidity berbasis mikrokontroler Arduino. Hasil menunjukkan penurunan nilai Total zat padat yang terlarut (TDS)  dari 263 ppm menjadi 109 ppm, serta peningkatan pH air ke kisaran standar air layak konsumsi (8,30). Sistem ini menunjukkan potensi tinggi untuk penerapan berkelanjutan di daerah pesisir dengan keterbatasan air bersih.