Dedi Supriadi
Universitas Ibn Khaldun Bogor

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tinjauan Terhadap Tripusat Lingkungan Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Islam Abdu Rahmat Rosyadi; Dedi Supriadi; Muhammad Dahlan Rabbanie
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i02.1329

Abstract

Lingkungan pendidikan yang dikenal oleh masyarakat sampai saat ini terdiri atas di lingkungan pendidikan keluarga; sekolah; dan masyarakat yang disebut dengan Tripusat Pendidikan. Gagasan ini dilandasi oleh sebuah argumen bahwa setiap manusia akan selalu berada dan mengalami perkembangan dalam tiga lingkungan pendidikan tersebut. Konsep tripusat pendidikan yang terdiri atas lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat telah terselenggara sejak kali pertama digagas hingga saat ini masih tetap berlangsung, bahkan mendapat penguatan dan pengakuan dari pemerintah dalam Konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Padahal dalam perspektif pendidikan Islam, seorang anak sebelum  mendapat pendidikan dari tiga lingkungan tersebut telah mendapat pendidikan dari ibunya selama di dalam kandungan sebagai lingkungan pendidikan pertama. Tujuan penelitian ini untuk melakukan tinjauan terhadap Tripusat Pendidikan dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan menganalisis secara yuridis-normatif terhadap ayat-ayat al-Quran tentang konsep pendidikan Islam yang berkaitan dengan pendidikan dalam kandungan dan konsep tripusat Pendidikan berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagai obyek kajian atau sasaran penelitian. Hasil dan pembahasan dalam penelitian disimpulkan bahwa lingkungan pendidikan dapat diperluas dari  tiga menjadi empat lingkungan pendidikan, yaitu: lingkungan pendidikan dalam kandungan, lingkungan pendidikan keluarga, lingkungan pendidikan sekolah, dan lingkungan pendidikan masyarakat. Empat lingkungan Pendidikan ini harus sejalan secara paralel dan bersinerji untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
MODEL EVALUASI SIARAN RADIO PENDIDIKAN FKIP UIKA Mohammad Givi Efgivia; Dedi Supriadi
Jurnal Obor Penmas: Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.057 KB) | DOI: 10.32832/oborpenmas.v2i2.2624

Abstract

Radio Pendidikan Streaming FKIP UIKA sebagai salah bentuk mediapembelajaran, dalam kajian ini untuk mengetahui :a) Evaluasi Siaran Radio b)Metode siaran untuk radio pendidikan c) strategi evaluasi untuk radiopendidikan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Deskriftif. Kajian inidilakukan produksi program selesai dengan melakukan survey serta dialogterbatas dan terarah. Tentang hal strategi evaluasi siaran radio pendidikanstreaming FKIP UIKA ialah dengan mengumpulkan / melibatkan pendengardengan melibatkan pakar keradioan guna melihat perkembangan danmengidentifikasikan aspek sasaran pendengar, observasi pendengar, datapendengar, temu pendengar, suvey pendengar dan bukti survey. HasilEvaluasi menemukan adalah evaluasi dalam siaran radio berguna dilakukanpengkajian kembali berguna untuk usulan program yang sudah terprogramserta mengetahui kesuksekan siaran dan kekurangan dalam sebuah program
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUSY BOOK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SDN SINDANG RASA BOGOR Dina Maulani; Dedi Supriadi
EDUKHA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.347 KB) | DOI: 10.32832/edukha.v2i2.5867

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengatahui prosedur pengembangan mediapembelajaran Busy Book untuk mengenal Alfabet siswa kelas 1 di SDN Sindang RasaBogor. 2) Mengetahui kelayakan dari pengembangan Media Pembelajaran Busy Bookuntuk mengenal Alfabet siswa kelas 1 di SDN Sindang Rasa Bogor. Jenis penelitian inimerupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D).Dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek pada penelitian ini ialahpeserta didik kelas 1 di SDN Sindang Rasa Bogor. Hasil penelitian keseluruhanmenunjukan bahwa hasil penilaian uji kelayakan ahli media dan desain pembelajaranadalah 95,15% (Sangat Layak). Uji coba ahli materi adalah 90,9% (Sangat Layak). Ujicoba one to one adalah 94,4% (Sangat Layak). Uji coba small group adalah 94,55% (Sangat Layak)..
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA FLASHCARD Dedi Supriadi; Tita Alfatiaga Irdianiza
EDUKHA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.433 KB) | DOI: 10.32832/edukha.v1i2.3938

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahuibagaimana peningkatan kemampuan membaca pada anak usia dini melalui media flashcard kelas B di PAUD ANNISA Kec. Rancabungur Kab. Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah 15 orang anak kelas B PAUD ANNISA dengan usia 5-6 tahun, yang terdiri dari 10 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan model spiral Kemmis dan Mc Taggart melalui 2 siklus yang tiap siklus terdiri 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator capaian penelitian ini yaitu kemampuan membaca pada anak usia dini dapat meningkat dan memperoleh rata-rata persentase lebih dari 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pada anak usia dini yang dapat mencapai indikator yang telah ditentukan yaitu perolehan rata-rata persentase lebih dari 80%. Pada saat melakukan tindakan Siklus I, anak memiliki ratarata persentase sebesar 43,89% dengan kriteria Mulai Berkembang (MB). Dilakukan tindakan Siklus II rata-rata persentase kemampuan membaca anak meningkat menjadi 84,44% dalam kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan menggunakan media flashcard sudah mulai berkembang. Langkahlangkah penelitian untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak usia dini melalui media flashcard, yaitu: 1) Guru merancang dan mempersiapkan media flashcard; 2) Guru menggunakan media flashcard dalam proses pembelajaran dengan memperlihatkan media kepada anak setinggi dada; 3) Anak memperhatikan dan mengikuti arahan guru dalam menyebutkan huruf; 4) Anak menyebutkan kata dengan bantuan guru; 5) Mendampingi dan memotivasi anak apabila ada yang mengalami kesulitam.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS 5 DI SDN PAJELERAN 1 CIBINONG Nopiar Prahmawati; Dedi Supriadi
EDUKHA Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.577 KB) | DOI: 10.32832/edukha.v1i1.3207

Abstract

Tujuan dari penelitian pengembangan ini yaitu diantaranya: (1)mengembangkan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA dengan materi sistem pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan, (2) menguji tingkat kelayakan media pembelajaran interaktif pada materi sistem pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang diantaranya meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek dalam penelitian ini adalah kelayakan media pembelajaran interaktif dan objek penelitian ini adalah peserta didik kelas 5 di SDN Pajeleran 1 Cibinong. Uji kelayakan dilakukan dengan cara uji perorangan (One to One) terhadap 3 ahli, yakni ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran. selain itu juga dilakukan uji kelompok kecil(Small Group) terhadap 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan denganangket menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif. Tingkat kelayakan media pembelajaran inetarktif pada mata pelajaran IPA secara keseluruhan memperoleh nilai dengan kategori layak. Penggunaan media pembelajaran interaktif dalam kegiatan pembelajaran mampu untuk meminalisir kesulitan belajar peserta didik, meningkatkan daya tarik dan respon peserta didik, dan mampu memudahkan guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
Mandatory Learning Of Islamic Religious Education In The Perspective Of The National Education Policy Dedi Supriadi; Akhmad Alim; Abdu Rahmat Rosyadi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 001 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i001.1720

Abstract

The concept of Islamic education that are sourced from al-Quran and al-Hadith confirms that learning the religion of Islam is an obligation that absolutely needs to be done by individually obligatory (fard `ain), while the implementation and the implementation of Islamic religious education in communal (fard kifayah) be the obligation of the state, government, society and family. Research related to the compulsory learning of Islamic religious education in the perspective of the national education policy is carried out with the normative approach. The Data used is sourced from regulations and legislation as well as other provisions with data analysts conducted by descriptive-normative. The result of research and discussion can be summarized as follows: First, the Islamic religious Education must be taught in the form of subjects/courses religion in line, level and type of education, the existence of which is regulated in various laws and regulations. Islamic religious education is a core part of the curriculum of national education from primary education, secondary education and in the form of formal education, non-formal and informal. Second, in the autonomous region, the Local Government can set policy in Islamic religious education through regulation in the form of Local Regulations, Regulations of the Regional Head, and the shape of the other regulations in the held of compulsory education Islamic religious education by the institute of Islamic Education non-formal. The policy of the State or the government in Indonesia has been set in the State constitution, law, and government regulation, regulation of the Minister of Religion of Islamic religious Education became a compulsory held by each of the institutions of Islamic education and general education from basic education, secondary to higher education. 
The Shortage of Consciousness in Adolescents Performing Congregational Prayers at Mosque Dedi Supriadi; Endin Mujahidin; Bahagia Bahagia
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.3019

Abstract

Mosque in Cigola Village. This study focuses on the problems of teenagers in Cigola Village, namely why these teenagers do not pray in congregation at the Al-Barokah Mosque. In modern times, this is one of the factors that teenagers do not pray in congregation to the mosque, because they are busy surfing in cyberspace (social media), playing games, and so on, causing a feeling of laziness, thus there is a lack of awareness of teenagers to pray in congregation at the mosque. . In this study, we use a qualitative approach that aims to describe the lack of awareness of teenagers to pray together at the Al-Barokah Mosque in Cigola Village. We collected this research data by means of online interviews and observation. As for the results of our research, it is true that there are many teenagers who do not participate in congregational prayers at Majid Al-Barokah, the majority of mosque congregations are filled by parents. This proves that there is indeed a lack of awareness for teenagers to pray in congregation at the mosque.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF AL QURAN Dedi Supriadi; Endin Mujahidin; Bahagia Bahagia
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.049 KB) | DOI: 10.30868/ei.v5i10.7

Abstract

Bani Ădam adalah makhluk yang memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan dengan makhluk lain, meliputi fithrah keagamaan, peradaban, dan kemampuan memanfaatkan alam. Yang berada dalam relasi (hablum) dengan Tuhan (hablum min Allah), relasi dengan sesama manusia (hablum min an-nâs), dan relasi dengan alam (hablum min al-‘âlam). Agar terwujud dengan baik sebagai manusia dalam posisi basyar, an-nâs, al-insân, dan bani Ădam, yang diberikan potensi fithrah aqal, nafs, qalbu, dan rûh, maka manusia harus mengacu kepada karakter Nabi Ibrâhîm as yang diabadikan dalam Al-Qurân. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhu’i/tematik. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Temuan baru dari penelitian ini adalah memberikan pernyataan kurang sejalan dengan teori Thomas Lickona yang mengajukan 10 karakter kebajikan utama, untuk memperbaiki manusia tidaklah cukup, melainkan harus mengikuti karakter utama Nabi Ibrâhîm as yang diabadikan dalam Al-Qur’ân._______________________________*   Dosen Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta   Yaitu waffâ/menyempurnakan janji, halîm/kesabaran dan murah hati, awwâh/banyak memohon rahmat/kasih sayang, munîb/bertaubat dan kembali kepada Allah swt, muhsinîn/orang yang merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Allah swt, mu’minîn/orang yang stabil keimanannya, ummah/pemimpin yang sangat perlu diteladani, qânitan Lillâh/orang yang taat kepada Allah swt, hanîfâ/yang selalu cenderung kepada kebenaran, lam yaku min al-Musyrikîn/tidak pernah menyekutukan Allah swt, syâkiran lian’umih/senantiasa mensyukuri nikmat Allah swt, istighfar/memohon ampunan, tabarra’/berlepas diri dari kekafiran dan kemusyrikan,  aslam wajhah Lillah/menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah swt, muhsin/mawas diri dan merasakan kehadiran Allah swt, khalîlâ/kesayangan Allah swt, al-Mûqinîn/sangat mantap keyakinannya, keyakinan terhadap akhirat, ketenangan hati, tawakkal/berserah diri kepada Allah swt, shiddiq/jujur, tabligh/menyampaikan, amanah/dapat dipercaya, fathanah/cerdas, kokoh pendirian, pemberani dan gigih, rasional, peduli dan tanggung jawab, monoteisme, dermawan, murah hati, ramah tamah, istiqamah, komitmen, ikhlas, kerja sama dan tolong menolong, sabar, menghormati tamu, menebarkan salam,  sebagai pijakan untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF AL QURAN Dedi Supriadi; Endin Mujahidin; Bahagia Bahagia
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 10 (2016): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam - Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v5i10.7

Abstract

Bani Ădam adalah makhluk yang memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan dengan makhluk lain, meliputi fithrah keagamaan, peradaban, dan kemampuan memanfaatkan alam. Yang berada dalam relasi (hablum) dengan Tuhan (hablum min Allah), relasi dengan sesama manusia (hablum min an-nâs), dan relasi dengan alam (hablum min al-‘âlam). Agar terwujud dengan baik sebagai manusia dalam posisi basyar, an-nâs, al-insân, dan bani Ădam, yang diberikan potensi fithrah aqal, nafs, qalbu, dan rûh, maka manusia harus mengacu kepada karakter Nabi Ibrâhîm as yang diabadikan dalam Al-Qurân. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhu’i/tematik. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Temuan baru dari penelitian ini adalah memberikan pernyataan kurang sejalan dengan teori Thomas Lickona yang mengajukan 10 karakter kebajikan utama, untuk memperbaiki manusia tidaklah cukup, melainkan harus mengikuti karakter utama Nabi Ibrâhîm as yang diabadikan dalam Al-Qur’ân._______________________________*   Dosen Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta   Yaitu waffâ/menyempurnakan janji, halîm/kesabaran dan murah hati, awwâh/banyak memohon rahmat/kasih sayang, munîb/bertaubat dan kembali kepada Allah swt, muhsinîn/orang yang merasakan kehadiran dan kebersamaan dengan Allah swt, mu’minîn/orang yang stabil keimanannya, ummah/pemimpin yang sangat perlu diteladani, qânitan Lillâh/orang yang taat kepada Allah swt, hanîfâ/yang selalu cenderung kepada kebenaran, lam yaku min al-Musyrikîn/tidak pernah menyekutukan Allah swt, syâkiran lian’umih/senantiasa mensyukuri nikmat Allah swt, istighfar/memohon ampunan, tabarra’/berlepas diri dari kekafiran dan kemusyrikan,  aslam wajhah Lillah/menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah swt, muhsin/mawas diri dan merasakan kehadiran Allah swt, khalîlâ/kesayangan Allah swt, al-Mûqinîn/sangat mantap keyakinannya, keyakinan terhadap akhirat, ketenangan hati, tawakkal/berserah diri kepada Allah swt, shiddiq/jujur, tabligh/menyampaikan, amanah/dapat dipercaya, fathanah/cerdas, kokoh pendirian, pemberani dan gigih, rasional, peduli dan tanggung jawab, monoteisme, dermawan, murah hati, ramah tamah, istiqamah, komitmen, ikhlas, kerja sama dan tolong menolong, sabar, menghormati tamu, menebarkan salam,  sebagai pijakan untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 
Tinjauan Terhadap Tripusat Lingkungan Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Islam Abdu Rahmat Rosyadi; Dedi Supriadi; Muhammad Dahlan Rabbanie
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i02.1329

Abstract

Lingkungan pendidikan yang dikenal oleh masyarakat sampai saat ini terdiri atas di lingkungan pendidikan keluarga; sekolah; dan masyarakat yang disebut dengan Tripusat Pendidikan. Gagasan ini dilandasi oleh sebuah argumen bahwa setiap manusia akan selalu berada dan mengalami perkembangan dalam tiga lingkungan pendidikan tersebut. Konsep tripusat pendidikan yang terdiri atas lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat telah terselenggara sejak kali pertama digagas hingga saat ini masih tetap berlangsung, bahkan mendapat penguatan dan pengakuan dari pemerintah dalam Konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Padahal dalam perspektif pendidikan Islam, seorang anak sebelum  mendapat pendidikan dari tiga lingkungan tersebut telah mendapat pendidikan dari ibunya selama di dalam kandungan sebagai lingkungan pendidikan pertama. Tujuan penelitian ini untuk melakukan tinjauan terhadap Tripusat Pendidikan dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan menganalisis secara yuridis-normatif terhadap ayat-ayat al-Quran tentang konsep pendidikan Islam yang berkaitan dengan pendidikan dalam kandungan dan konsep tripusat Pendidikan berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagai obyek kajian atau sasaran penelitian. Hasil dan pembahasan dalam penelitian disimpulkan bahwa lingkungan pendidikan dapat diperluas dari  tiga menjadi empat lingkungan pendidikan, yaitu: lingkungan pendidikan dalam kandungan, lingkungan pendidikan keluarga, lingkungan pendidikan sekolah, dan lingkungan pendidikan masyarakat. Empat lingkungan Pendidikan ini harus sejalan secara paralel dan bersinerji untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.