Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Mesin Pencacah Rumput Untuk Meningkatkan Produktifitas Kelompok Tani Mitra Tani I Desa Bantan Tengah Bengkalis Romadhoni Romadhoni; Suzdayan Suzdayan; Arief Teguh Pribadi; Fazrian Fazrian; Bobi Satria; Muahammad Yudi Ismail Marzuki
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i1.1119

Abstract

Pakan ternak berupa Rumput merupakan salah satu sumber makanan pokok bagi hewan ternak kerbau, sapi, maupun kambing dalam bertahan hidup, berproduksi serta berkembang biak. Untuk mendapatkan produksi ternak yang tinggi sangat tergantung pada pakan hijauan yang tersedia secara dan kontinyu. Sumber utama pakan hijauan adalah berasal dari rumput, maupun tanaman perkebunan hijau lainnya yang mempunyai kosenterat tinggi yang di butuhkan hewan ternak. Salah satu rumput yang sangat potensial dan sering diberikan pada ternak adalah rumput gajah (pennisetum purpureum). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk dapat merancang bangun alat mesin pencacah rumput. Adapun demensi ukuran Panjang 70 cm, lebar 55,3 cm dan tinggi 90 cm. Adapan hasil pengujial mesin pencacah untuk mencacah rumput gajah 1 kg mebutuhkan waktu yaitu 50 detik, 51 detik dan 52 detik. Selanjutnya pada pengujian terakhir menggunakan rumput alang-alang dengan berat 1 kg membutuhkan waktu yaitu 58 detik, 57 detik dan 54 detik.
PENGADAAN ALAT DAN SOSIALISASI HANDY TALKIE (HT) DALAM BERKOMUNIKASI BAGI KESELAMATAN PELAYARAN NELAYAN TRADISIONAL                           DESA KEMBUNG LUAR Aprizawati; Zusniati; Ningsih, Wahyu; Satria, Bobi
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/fhve8x60

Abstract

Desa Kembung Luaryang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dimana sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan traditional selain bekerja di Malaysia, yang mana masih banyak menggunakan kapal kapal kayu tanpa peralatan keselamatan dan alat komunikasi memadai didalamnya. Sebagai feel dari kurangnya kesadaran dan kurang memadainya fasilitas serta keterampilan pekerja sehingga banyak awak kapal yang meremehkan tentang risiko bekerja, seperti tidak memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup berkomunikasi di laut. komunikasi di kapal juga sangat penting. Oleh sebab itu nelayan tradisional perlu memiliki radio maritim seperti HT (Handy Talkie) dalam berkomunikasi. Ada dua manfaat penggunaan radio maritim, yang pertama, untuk bagaimana nelayan melindung diri sendiri di laut dengan berkomunikasi secara benar apabila terjadi bencana atau bahaya. Kedua, bagaimana agar nelayan dalam berkomunikasi tidak mengganggu jalur komunikasi lain, seperti misalnya penerbangan. Dalam berkomunikasi menggunakan frekuensi radio harus secara benar sesuai aturan, agar tidak saling mengganggu. Adapun penggunaan alat ini perlu sosialisasi bagi para nelayan sebelum mereka diberikan radio seperti HT.Untuk menjaga hubungan antar-kapal maupun dengan pusat, maka perlu kiranya tersedia satu atau beberapa alat komunikasi kapal laut. Di antaranya ada telegraf, VHF radio, hingga telepon
Pengadaan Alat Dan Sosialisasi Alat Keselamatan Pelayaran Bagi Nelayan Tradisional Desa Muntai Satria, Bobi; Putra, Arif; Aprizawati, Aprizawati
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/yx3yak55

Abstract

Desa Muntai yang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dimana sebagian masyarakatnya berprofesi  sebagai nelayan traditional selain bekerja di Malaysia, yang mana masih banyak menggunakan kapal kapal kayu tanpa peralatan keselamatan didalamnya. Sebagai timbal balik dari kurangnya kesadaran dan kurang memadainya fasilitas serta keterampilan pekerja sehingga banyak awak kapal yang seperti meremehkan tentang risiko bekerja, seperti tidak menggunakan alat-alat keselamatan yang memadai  Life Jacket atau baju pelampung yaitu alat keselamatan yang sangat dibutuhkan di atas kapal khususnya saat situasi bahaya. Adapun setiap awak kapal dan penumpang harus dilengkapi dengan life jacket masing-masing agar saat terjadi bahaya bisa dengan cepat mengevakuasi diri sendiri untuk meninggalkan kapal. Fungsi dari baju pelampung ini yaitu untuk membantu korban atau pemakai (sadar atau tidak sadar) bisa tetap mengapung di atas air dengan posisi hidung dan mulut berada di permukaan. Alat ini memang sudah dirancang khusus sebagai alat keselamatan di kapal. Dalam hal ini Tim ingin mengedukasi kepada para nelayan pentingnya memiliki alat keselamatan selama mereka berlayar mencari ikan di laut.
Pemanfaatan Drum Bekas (Incenerator) Sebagai Pembuatan Penanda Alur Navigasi Yang Ekonomis Bagi Nelayan Tradisional Di Desa Kembung Luar Aprizawati, Aprizawati; Bobi Satria, Bobi Satria; Robyansyah, Robyansyah; Zusniati, Zusniati
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/1476sk85

Abstract

Desa Kembung Luar yang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dimana sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan traditional selain bekerja di Malaysia, yang mana masih banyak menggunakan kapal kapal kayu dan mereka pergi melaut dimulai dari sore hari hingga ke subuh hari. Oleh karena itu terkadang mereka mengalami kendala pada saat akan memasuki alur Sungai yang tanpa penanda alur navigasi sehingga menyebvabkan mereka sering kali terlewat Ketika hendak berbelok dan memutar arah kembali. Dalam hal ini beberapa tempat yang menjadi titik selalunya terjadi kapal-kapal nelayan tersebut menabrak bakau atau terlewat dikarenakan tidak melihat penanda akibat kondisi malam terlalu pekat tanpa penerang yang mana hanya mengandalkan lampu senter sorot yang dipakai di kepala. keselamatan para awak kapal maupun penumpang kapal harus diperhatikan dengan baik, untuk itu biasanya dalam sebuah pelayaran akan disiapkan selain berbagai macam alat keselamatan sehingga para awak kapal dan penumpang bisa merasa lebih aman juga kondisi arus dan arah balik serta keluar para nelayan. Oleh sebab itu, berdasarkan pantauan di lapangan perlu diadakan penyuluhan atau sosialisasi tentang pentingnya alat penanda alur navigasi bagi nelayan di Desa Kembung Luar, Bengkalis serta melakukan pemanfaatan drum bekas(Incenerator) untuk dijadikan sarana penanda alur navigasi karena belum mendapatkan penanda alur tersebut dari Distrik Navigasi.
Pemanfaatan Drum Bekas (Incenerator) Sebagai Pembuatan Penanda Alur Navigasi Yang Ekonomis Bagi Nelayan Tradisional Di Desa Kembung Luar Aprizawati Aprizawati; Bobi Satria Bobi Satria; Robyansyah Robyansyah; Zusniati Zusniati
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/1476sk85

Abstract

Desa Kembung Luar yang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dimana sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan traditional selain bekerja di Malaysia, yang mana masih banyak menggunakan kapal kapal kayu dan mereka pergi melaut dimulai dari sore hari hingga ke subuh hari. Oleh karena itu terkadang mereka mengalami kendala pada saat akan memasuki alur Sungai yang tanpa penanda alur navigasi sehingga menyebvabkan mereka sering kali terlewat Ketika hendak berbelok dan memutar arah kembali. Dalam hal ini beberapa tempat yang menjadi titik selalunya terjadi kapal-kapal nelayan tersebut menabrak bakau atau terlewat dikarenakan tidak melihat penanda akibat kondisi malam terlalu pekat tanpa penerang yang mana hanya mengandalkan lampu senter sorot yang dipakai di kepala. keselamatan para awak kapal maupun penumpang kapal harus diperhatikan dengan baik, untuk itu biasanya dalam sebuah pelayaran akan disiapkan selain berbagai macam alat keselamatan sehingga para awak kapal dan penumpang bisa merasa lebih aman juga kondisi arus dan arah balik serta keluar para nelayan. Oleh sebab itu, berdasarkan pantauan di lapangan perlu diadakan penyuluhan atau sosialisasi tentang pentingnya alat penanda alur navigasi bagi nelayan di Desa Kembung Luar, Bengkalis serta melakukan pemanfaatan drum bekas(Incenerator) untuk dijadikan sarana penanda alur navigasi karena belum mendapatkan penanda alur tersebut dari Distrik Navigasi.