Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Prinsip-Prinsip Perencanaan Pendidikan Akhlak Pemuda dalam Perspektif Hijrah Rasulullah SAW Heriyanto Slamet; Endin Mujahidin; Nesia Andriana; Ahmad Sastra; Ahmad Alim
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i1.404

Abstract

Sebuah perencanaan menempati tempat penting dalam sebuah lembaga atau institusi dalam menentukan gerak awal lembaga tersebut. Rencana adalah kegiatan di mana tujuan ditetapkan dan penggunaan sumber daya dirumuskan dan diatur. Pendidikan merupakan pekerjaan yang dilakukan pendidik terhadap murid yang membutuhkan   proses panjang. Oleh sebab itu pendidikan seharusnya punya landasan yang kokoh dan prinsip-prinsip yang tegak untuk memperkuat pondasi tersebut. Sebuah lembaga pendidikan, khususnya dalam pendidikan Islam, merupakan sarana untuk menjadikan manusia yang berakhlak. Proses pendidikan membutuhkan perencanaan yang tepat untuk mensuport jalur pendidikan ke depan. Rencana juga harus didukung oleh landasan dan prinsip yang kuat yang dapat memperkuat pondasi pendidikan. Prinsip perencanaan pendidikan yang komprehensif dan kerjasama yang kuat antar semua unsur pendidikan memudahkan perjalanan proses pendidikan ke depan untuk mencapai tujuan pendidikan. Peristiwa hijrahnya Nabi memiliki implikasi yang sangat mendalam bagi pendidikan akhlak. Di dalamnya terkandung ajaran bahwa umat manusia harus selalu membela kehormatan umat Islam, mempererat silaturrahmi sesama umat Islam.  Baginda Rasul dituntun  wahyu dalam  langkahnya,  juga membutuhkan  rencana matang untuk keberhasilan yang dicita-citakannya. Rencana-rencana yang diterapkan baginda Rasul dapat dilihat dalam sejarah Islam.
KONSEP PENDIDIKAN THOHAROH MENURUT SYECH MAHMUD AL-MISHRI DALAM KITAB ALFIQHUL MUYASSAR LILTIFLILMUSLIM Syarif Hidayat; Budi Handrianto; Ahmad Sastra
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i1.3061

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam jurnal ini, adalah bagaimana konsep Pendidikan thoharoh menurut Syeikh Mahmud AlMisri dalam kitab Alfiqhul Muyassar Liltiflil Muslim?. tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mendeskripsikan konsep Pendidikan thoharoh menurut Syeikh Mahmud Al-Mishri dalam kitab Alfiqhul Muyassar Liltiflil Muslim. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pustaka (library research) dimana penelitian ini menggunakan berbagai data-data yang dikumpulkan terdiri dari teori konsep dan ide, oleh sebab itu data yang penulis sajikan sebagai bahan penelitian berasal dari sumber tertulis dengan mempelajarinya terlebih dahulu, menelaah, bahan-bahan literasi yang berhubungan dengan materi pembahasan. Metode pengambilan data peneliti menggunakan analisis isi, analisis deskriptif, dan analisis induktif untuk menarik kesimpulan dari penelitian ini. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan: “Konsep pendidikan thoharoh menurut Syeikh Mahmud Al-Mishri adalah kemampuan guru untuk mendidik dan membimbing peserta didiknya agar dapat lebih baik lagi dalam beribadah atau mendekatkan diri kepada Allah. Jadi pendapat penulis jika dipahami lebih mendalam perihal pendidikan thoharoh ini dapat membentuk generasi muda yang jauh lebih berproduktif karena mendapatkan pendidikan agama sejak dini. Thoharoh digunakan oleh Syeikh Mahmud Al-Mishri agar dapat memperoleh derajat ketakwaan kepada Allah sesuai yang tercantum di dalam kitab Alfiqhul Muyassar Liltiflil Muslim di terangkan bahwa agar memperoleh ketakwaan tersebut hendaklah melalui dua dasar jenjang dalam mensucikan diri baik yaitu thoharoh maknawiah ( batiniah ) dan thoharoh hasiyah ( dzohiroh ) diantaranya; mensucikan hati terlebih dahulu dengan membersihkan membersihkan hati dari syirik, maksiat, hasad, riya dan nifaq serta khobas ( najis ) dan hadas. dapat dilakukan dengan cara berwudhu, mandi, tayamum dan istinja‟.
Manajemen Pendidikan Islam Terpadu Sebagai Solusi Problema Pendidikan Masa Kini Akhmad Alim; Ahmad Sastra; M. Ikbar Muhyi Maulani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.403 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i1.11040

Abstract

Istilah manajemen pendidikan Islam sudah banyak diketahui bahwa pembahasannya tidak akan jauh dari istilah manajemen pendidikan, pemaparannya di setiap referensi terkait manajemen pendidikan Islam pada akhirnya akan berujung di penjabaran manajemen pendidikan secara umum. Akan sulit jika menjelaskan tentang manajemen Pendidikan Islam tanpa melihat referensi dari bahasan umum dari manajemen pendidikan itu sendiri. Begitupun jika disambungkan dengan ruang lingkup manajemen pendidikan Islam sudah bisa dipastikan akan berkaitan erat secara umum dengan ruang lingkup manajemen pendidikan. Ruang lingkup tersebut dapat dimaknai dengan batasan objek yang menjadi tujuan bagi pengelola lembaga pendidikan Islam dalam melakukan pengelolaan lembaganya. Oleh karena itu dirasa sangat penting dan dipandang perlu untuk mengetahui dan memahami ruang lingkup manajemen pendidikan Islam secara menyeluruh dan menjadi suatu pengetahuan yang bermanfaat untuk kepentingan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa lembaga-lembaga pendidikan yang melakukan pengelolaan dengan menggunakan manajemen pendidikan Islam. Dalam pelaksanaannya apakah sudah berjalan dengan maksimal atau masih banyak yang harus dibenahi. Tentunya dibatasi pada runag lingkup manajemen Pendidikan Islam. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian dengan metode kajian pustaka yang disajikan dengan berdasarkan fakta-fakta di lapangan. Menjadi konsekuensi yang logis jika sistem Pendidikan yang dijalankan sebagai Pendidikan Islam Terpadu akan memaksa menggunakan manajemen khusus terpadu pula. Manajemen Pendidikan yang efektif dan efisien yaitu dengan cara manajemen kolektif, dilakukan dengan semangat kolektifitas.
Perencanaan Peserta Didik di Yayasan Al-Qur’an Ibnu Jauzi Dramaga Laudza Zulfa Nur Dipa; Endin Mujahidin; Nesia Andriana; Ahmad Sastra; Ulil Amri Syafri
Journal Of Administration and Educational Management (ALIGNMENT) Vol. 8 No. 2 (2025): Alignment:Journal of Administration and Educational Management
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/alignment.v8i2.14214

Abstract

This study aims to analyze student planning at the Al-Qur'an Ibnu Jauzi Dramaga Foundation, including aspects of recruitment, selection, orientation, and placement of students. The research method used is qualitative research with a library and field research approach. Data collection techniques include observation, structured interviews, and documentation, which are analyzed through data triangulation to test the validity of the information. The results of the study indicate that student planning is carried out systematically, starting with an analysis of the capacity and needs for facilities and infrastructure. The recruitment process is carried out through the formation of a committee and direct promotion, selection is carried out through interviews and document verification, and orientation is carried out in the form of "Taaruf Kepondokaan" activities to introduce the environment and values ​​of the institution. Placement of students is based on gender and class level similarities, with a focus on Islamic learning materials. This study provides a concrete picture of student planning management in Islamic boarding school-based educational institutions.  Keywords: Student Planning, Recruitment, Selection, Orientation, Placement
Transformative Adab Pedagogy Based on the Thought of Az-Zarnuzi, Al-Ghazali, and Abdullah Al-Haddad and Its Relevance to Phase A Adab Education Program in Elementary Schools Nanih Suhernih; Santi Lisnawati; Nesia Andriana; Wido Supraha; Ahmad Sastra
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v7i2.13290

Abstract

This study aims to formulate the concept of transformative adab pedagogy, a learning model that integrates the personal, spiritual, and social adab values of the three scholars within the context of the Phase A Adab Education program (grades 1–2 of elementary school). This study employs a library research method. The results of the analysis indicate that Az-Zarnuji's ideas regarding the discipline (adab) of learning, Al-Ghazali's concepts of purification of the soul (tazkiyatun nafs) and intention, and Al-Haddad's emphasis on the consistency of worship and social ethics can be collaborated into a comprehensive framework. The implementation of this pedagogy focuses on habituation, exemplary conduct (role modeling), value internalization, and socio-emotional engagement between teachers and students. In conclusion, the synthesis of the thoughts of these three scholars produces a transformative adab pedagogical model that is operational for application in early-phase learning. This model not only strengthens the cultivation of spiritual foundations and self-discipline from an early age but also offers a practical solution to the challenges of educational secularism in Indonesian elementary schools.
Transformative Adab Pedagogy Based on the Thought of Az-Zarnuzi, Al-Ghazali, and Abdullah Al-Haddad and Its Relevance to Phase A Adab Education Program in Elementary Schools Nanih Suhernih; Santi Lisnawati; Nesia Andriana; Wido Supraha; Ahmad Sastra
Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/al-ulum.v7i2.13290

Abstract

This study aims to formulate the concept of transformative adab pedagogy, a learning model that integrates the personal, spiritual, and social adab values of the three scholars within the context of the Phase A Adab Education program (grades 1–2 of elementary school). This study employs a library research method. The results of the analysis indicate that Az-Zarnuji's ideas regarding the discipline (adab) of learning, Al-Ghazali's concepts of purification of the soul (tazkiyatun nafs) and intention, and Al-Haddad's emphasis on the consistency of worship and social ethics can be collaborated into a comprehensive framework. The implementation of this pedagogy focuses on habituation, exemplary conduct (role modeling), value internalization, and socio-emotional engagement between teachers and students. In conclusion, the synthesis of the thoughts of these three scholars produces a transformative adab pedagogical model that is operational for application in early-phase learning. This model not only strengthens the cultivation of spiritual foundations and self-discipline from an early age but also offers a practical solution to the challenges of educational secularism in Indonesian elementary schools.