Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TELAAH MAQASID SYARIAH TERHADAP LEGALITAS PERJANJIAN PRANIKAH: PROTEKSI PREVENTIF DALAM HUKUM MODERN Firmansyah, Firmansyah; Akbarizan, Akbarizan; Munir, Akmal Abdul; Fitriani, Hellen Last; Misraini, Irda
Jurnal Kajian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Hukum
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkih.v4i1.1390

Abstract

Perjanjian pranikah merupakan salah satu instrumen hukum yang bertujuan untuk melindungi hak-hak individu dalam perkawinan, terutama dalam menghadapi kemungkinan permasalahan yang muncul di masa depan. Dalam perspektif hukum modern, perjanjian ini dianggap sebagai bentuk proteksi preventif terhadap hak-hak pasangan suami istri, khususnya dalam konteks harta bersama dan hak-hak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas perjanjian pranikah dalam perspektif maqasid syariah, dengan fokus pada proteksi preventif yang diberikan terhadap individu dan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif pustaka, dengan menganalisis berbagai literatur hukum Islam dan hukum positif yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian pranikah dapat dianggap sah dan legal dalam pandangan hukum Islam jika memenuhi prinsip-prinsip maqasid syariah, seperti melindungi hak-hak individu, keadilan, dan kemaslahatan bersama. Selain itu, perjanjian pranikah juga dapat menjadi sarana preventif yang efektif dalam mencegah sengketa di kemudian hari, sehingga memberikan kepastian hukum dan melindungi keharmonisan keluarga.
Tugas Ninik Mamak dalam Upaya Pencegahan Perceraian pada Keluarga Masyarakat Hukum Adat: Studi Kasus di Desa Kuntu, Kabupaten Kampar Kiri Irdamisraini , Irdamisraini; Andri, Andri; Fitriani, Hellen Last; Musrifah, Musrifah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3580

Abstract

Tidak bisa dipungkiri, Harmonis adalah tujuan dari perkawinan. Tapi tidak sedikit keluarga yang terus diterpa konflik antar pasangan, bahkan mengarah pada perpisahan. Di sinilah peran keluarga, saudara, dan tokoh adat atau ninik mamak untuk membantu penyelesaian konflik dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Melibatkan empat narasumber utama, dan data didapatkan melalui wawancara yang didukung studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran ninik mamak dalam upaya mencegah perceraian di Desa Kuntu dapat disimpulkan bahwa seluruh aspek yang menjadi indikator variabel peran ninik mamak dalam mencegah perceraian dapat dijalankan oleh ninik mamak Desa Kuntu dengan baik. Ninik Mamak menjalankan peranannya dengan baik dalam pertimbangan jodoh, penasehatan perkawinan, pengawasan rumah tangga, dan sebagai mediator apabila ada konflik. Terdapat dua faktor yang menjadi faktor pendukung keberhasilan ninik mamak Desa Kuntu dalam mencegah perceraian di Desa Kuntu yakni  (1)  Faktor kuatnya  Ninik mamak dalam menjaga struktur kekerabatan, dan (2) Faktor keharusan memutuskan perkara konflik keluarga dengan hukum adat.
Nilai Harta Curian yang Dipotong Tangan (Studi Komparatif Pendapat Mazhab Hanafi Dan Imam Syafi’i): Penelitian Irdamisraini, Irdamisraini; Andri, Andri; Fitriani, Hellen Last; Musrifah, Musrifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5988

Abstract

Artikel ini membahas perbedaan mazhab Hanafi dan Imam Syafi’i dalam menetapkan nilai minimum harta curian yang dikenai hukuman potong tangan, yang berdampak besar pada pelaku. Mazhab Hanafi menetapkan satu dinar atau sepuluh dirham, sedangkan Imam Syafi’i seperempat dinar atau tiga dirham. Penelitian ini bertujuan mengetahui sebab perbedaan tersebut dengan menelaah metode istinbath hukum dan kekuatan dalil masing-masing. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan rujukan utama al-Mabsuth karya as-Sarkhasi dan al-Umm karya Imam Syafi’i, serta literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan disebabkan oleh penggunaan hadis yang berbeda; hadis mazhab Hanafi dinilai lemah karena periwayatnya (‘Amru bin Syu’aib) diperselisihkan, sedangkan hadis yang digunakan Imam Syafi’i berstatus shahih. Oleh karena itu, pendapat Imam Syafi’i dinilai lebih kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.