Misraini, Irda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TELAAH MAQASID SYARIAH TERHADAP LEGALITAS PERJANJIAN PRANIKAH: PROTEKSI PREVENTIF DALAM HUKUM MODERN Firmansyah, Firmansyah; Akbarizan, Akbarizan; Munir, Akmal Abdul; Fitriani, Hellen Last; Misraini, Irda
Jurnal Kajian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Hukum
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkih.v4i1.1390

Abstract

Perjanjian pranikah merupakan salah satu instrumen hukum yang bertujuan untuk melindungi hak-hak individu dalam perkawinan, terutama dalam menghadapi kemungkinan permasalahan yang muncul di masa depan. Dalam perspektif hukum modern, perjanjian ini dianggap sebagai bentuk proteksi preventif terhadap hak-hak pasangan suami istri, khususnya dalam konteks harta bersama dan hak-hak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas perjanjian pranikah dalam perspektif maqasid syariah, dengan fokus pada proteksi preventif yang diberikan terhadap individu dan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif pustaka, dengan menganalisis berbagai literatur hukum Islam dan hukum positif yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian pranikah dapat dianggap sah dan legal dalam pandangan hukum Islam jika memenuhi prinsip-prinsip maqasid syariah, seperti melindungi hak-hak individu, keadilan, dan kemaslahatan bersama. Selain itu, perjanjian pranikah juga dapat menjadi sarana preventif yang efektif dalam mencegah sengketa di kemudian hari, sehingga memberikan kepastian hukum dan melindungi keharmonisan keluarga.
Exploring the Role of Spiritual and Emotional Bonds in Islamic Marriage: A Study of Psychological and Legal Perspectives for Family Sustainability Firmansyah; Rajab, Khairunnas; Arisman; Lastfitriani, Hellen; Misraini, Irda
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2026): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v17i1.30168

Abstract

As a triadic ethical vocabulary in Islamic family thought, sakinah functions as the telos of marital calm and psychological safety, mawaddah as the affective–commitment dimension of enduring love, and rahmah as the moral–empathic capacity for mercy that enables reconciliation, resilience, and mutual flourishing. This study interrogates how this spiritual–emotional architecture constitutes the substantive core of Islamic marriage beyond its formal-legal contract and clarifies how it may be operationalised to strengthen family sustainability in contemporary settings. Using a library-research design, the article undertakes systematic documentary analysis of primary Islamic sources (the Qur’an, Hadith, and classical fiqh on munākaḥāt) alongside selected contemporary scholarship on marital psychology; the materials are analysed through a descriptive–analytical strategy and a comparative–critical reading that bridges Islamic normative reasoning with relational-psychological constructs (e.g., attachment and emotional intelligence). The synthesis indicates that sakinah–mawaddah–rahmah provides a coherent normative framework for sustaining intimacy, ethical communication, and reconciliation-oriented conflict management, thereby supporting couple resilience over time. At the same time, the analysis identifies a persistent gap between normative ideals and lived marital dynamics, particularly the gendered distribution of emotional and spiritual labour that can undermine relational equity and long-term stability when unaddressed. This study contributes an interdisciplinary conceptual framework integrating Islamic family jurisprudence, marital psychology, and gender-sensitive analysis to inform more relationally grounded premarital education, marital counselling, and policy-oriented discussions on family well-being.