Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KONSEP PEMBELAJARAN PAI UNTUK SISWA PENYANDANG TUNAGRAHITA RINGAN Zukhrufatul Jannah, An Nisaa; Annas Budiarto, Muhammad; Muhammad Noor Fikriansyah, Ardhian; Nurul Rohmah, Faniya; Husna, Difa'ul
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 1 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i1.21-30

Abstract

Proses belajar dapat dikatakan baik apabila menimbulkan perubahan tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Belajar mengajar adalah proses yang tersusun secara rapi yang terdapat perencanaa, pelaksanaan, serta evaluasi di dalamnya. Pendidikan agama islam merupakan upaya pembentukan karakter dan usaha mengamalkan serta menghayari ajaran agama. Dalam masyarakat kita terdapat istilah ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), yakni mereka para penyandang keterbatasan. Tunagrahita merupakan anak yang mengalami gangguan dalam perkembangan mental dan intelektualnya mengalami hambatan. Hal tersebut berdampak negatif kepada anak salah satunya adalah sulit mengendalikan emosi sehingga mengakibatkan anak kurang bahkan tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Terdapat klasifikasi tunagrahita salah satunya adalah unagrahita ringan (mampu dididik) Dalam segi pendidikan anak tunagrahita diajarkan akademik untuk kemandirian biasa disebut dengan akademik fugnsional. Anak tunagrahita dimaksimalkan kemampuannya dalam bidang keterampilannya. Pendidikan agama islam bagi penyandang tunagrahita tentunya bertujuan agar mereka mampu mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Maka metode peragaan bagi anak tunagrahita akan sangat membantu mereka dalam materi sholat ataupun wudhu.
Islamic Religious Education For Autism at SLB Autisma Dian Amanah Sleman Yogyakarta Husna, Difa'ul; Nur Cholifah, Fitri
EDUCAN : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 8 No. 1 (2024): Islamic Education
Publisher : Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, UNIDA GONTORs Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/educan.v8i1.11233

Abstract

Autism was first introduced by Leo Kramer, a psychiatrist from Harvard, in 1943. People with autism, among others, have symptoms of difficulty interacting, communicating strangely, not caring about the surrounding environment, having their own world, and having difficulty accepting change. Therefore, they need accommodations in the learning process. Researchers use descriptive and qualitative methods to describe the data obtained through the use of interview techniques, documentation, and observation. Data analysis goes through stages in the form of data reduction, presentation, and drawing conclusions. Checking the validity of the data is carried out using triangulation techniques. Based on research, PAI learning in children with autism at SLB Autisma Dian Amanah Yogyakarta is carried out by identifying and determining the specifications and qualifications for changes in student behavior, determining the learning approach system, establishing learning procedures, methods, and techniques, as well as criteria for learning success.
Representasi Nilai Islami Peran Orangtua Dalam Mendampingi Anak Difabel Pada Animasi Nussa Hanif, Faishal Abyan; Husna, Difa'ul; Salsabila, Unik Hanifah
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 2 (2020): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v1i2.27

Abstract

The role of parents in carrying out learning for children's lives in the future is very important, the absence of this parent's role can result in negative consequences that can affect it, especially children with special needs. On the other hand, currently changes in the learning system due to the pandemic have resulted in the government adopting a distance learning policy so that teachers have to innovate more in developing strategies to carry out learning activities, besides that in this new learning system, parents must participate in accompanying children's learning. This is something new for some parents because previously children were entrusted to formal and non-formal institutions, as a result, many parents were confused about how to assist their children in learning. In this study, it discusses the role of parents in accompanying children without being separated from Islamic values which aim to make it easier to provide a description of parents about their roles in assisting children to learn. The method used in this research is a qualitative approach using representation theory. The result of this research is to describe the role of parents, especially mothers, in accompanying children to study at home and become role models for children. This study also reveals that the main character of the animated film is a child with disabilities. Meanwhile, the Islamic values presented are instilling a sense of gratitude, responsibility and sharing with others.                    Abstrak Peran orang tua dalam melakukan pembelajaran untuk kehidupan anak kedepan sangatlah penting, ketiadaan peran orang tua ini bisa mengakibatkan konsekuensi negatif yang dapat mempengaruhinya, apalagi anak yang mempunyai kebutuhan khusus. Di sisi lain saat ini perubahan sistem pembelajaran dengan adanya pandemi mengakibatkan pemerintah mengambil kebijakan pembelajaran jarak jauh sehingga menjadikan guru harus lebih berinovasi dalam menyusun strategi untuk menjalankan kegiatan pembelajaran, selain itu dalam sistem pembelajaran yang baru ini menjadikan orangtua harus ikut berpartisipasi dalam mendampingi belajar anak, hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi sebagian orangtua karena sebelumnya anak dititipkan pada lembaga formal maupun nonformal, akibatnya tidak sedikit orang tua yang bingung bagaimana cara dalam mendampingi anak belajar. Dalam penelitian ini membahas peran orang tua dalam mendampingi anak dengan tidak terlepas dari nilai islami yang  bertujuan untuk  memudahkan dalam memberikan gambaran orang tua mengenai perannya dalam mendampingi anak belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori representasi. Hasil dari penelitian adalah menggambarkan peran orang tua terkhusus ibu dalam mendampingi anak belajar di rumah dan menjadi sosok teladan bagi anak, dalam penelitian ini mengungkapkan juga bahwa tokoh utama dari film animasi tersebut merupakan anak difabel. Sedangkan nilai-nilai islami yang dipresentasikan adalah menanamkan rasa bersyukur, tanggungjawab dan berbagi terhadap sesama.
Pembelajaran PAI berbasis Multiple Intelligences : Studi di SDIT BIAS Giwangan, Yogyakarta Husna, Difa'ul; Pamungkas, Oktri
Jurnal al Muta'aliyah: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 2 (2024): Jurnal AL-Muta`aliyah
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/mutaaliyah.v4i2.786

Abstract

Each child is born with different intelligence potential, so ideally the learning process can be held by respecting each type of student intelligence according to his nature. This study aims to determine the learning implementation applied to the learning of Islamic Religious education based on multiple intelligences at SDIT BIAS Giwangan. The researcher used a descriptive qualitative method to describe the data obtained using interview, observation, and documentation techniques. The validity of the data is checked by data triangulation. Furthermore, data analysis is carried out by data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that: 1) Learning planning is carried out with Multiple Intelligences Research and the preparation of a syllabus and RPP; 2) The implementation of learning is carried out in preliminary activities, core activities, and closing activities; 3) Learning evaluation is carried out by paying attention to the cognitive, affective, and psychomotor domains.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN PROFESIONALISME GURU DI MASA PANDEMI Khotimah, Ihda Husnul; Husna, Difa'ul; Muyasaroh, Nikmatin
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v19i2.2180

Abstract

Proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara daring pada masa pandemi covid-19 ialah untuk memutus penyebaran kasus covid-19. Penelitian ini mendiskripsikan upaya dalam optimalisasi pengembangan kepribadian dan profesionalisme guru dimasa pandemi covid-19 dengan adanya perubahan dalam cara kegiatan belajar mengajar sehingga memerlukan kesiapan guru dalam belajar mengajar yang dilaksanakan secara daring. Oleh karena itu perlu adanya optimalisasi pengembangan kepribadian dan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di masa pandemi. Kepribadian dan profesionalisme guru sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar anak, guru yang memiliki kepribadian yang baik dan profesionalisme yang optimal akan menjadikan guru yang lebih berkualitas.OPTIMALISASI PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN PROFESIONALISME GURU DI MASA PANDEMI
Sentiment Analysis of Religious Moderation in Virtual Public Spaces during the Covid-19 Pandemic Salsabila, Unik Hanifah; Pratiwi, Anggi; Ichsan, Yazida; Husna, Difa'ul
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 6 No 1 (2021): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v6i1.8839

Abstract

In Indonesia, the COVID-19 pandemic has resulted in the virtualization of most social and educational activities, including discourse on the dynamics of Islamic education, which is colored by contextual differences in manhaj, ideology, and religious practice. Social media has evolved into a new role as a multicultural public space that reflects the Indonesian people's religious literacy diversity. As a subsystem of national education, Islamic education plays a critical role in internalizing the Indonesian people's competencies. Religious moderation literacy will lead Indonesian people who are multicultural to a more accepting and inclusive attitude while reducing social conflicts. The purpose of this research is to ascertain public sentiment toward religious literacy in Indonesia during the 2020 Covid-19 outbreak. Twitter was chosen as the virtual public space to study in this context because, according to previous research, it is a social media platform widely used by Indonesians to discuss serious topics in education and religion. The researcher employs a type of quantitative exploration as a statistical testing technique. The data collection technique was crawling through open public data associated with Twitter's Application Programming Interface (API). This research generated findings in a word cloud labeling graph containing data on religious moderation participation. The sentiment analysis score obtained is - 0.9183, which is higher than 0.4588 on religious moderation content. The combined score is 0.565, which is higher than 0.333. the results are also contained in a sentiment analysis heat map visualization. The researchers recommend future researchers compare the ratio of religious moderation material on Islamic religious education subjects in online learning.
Hayy Ibnu Yaqdzhan: The Concept of Knowledge Development from Ibn Tufail's Perspective and His Contribution to Islamic Education Ichsan, Yazida; Salsabila, Unik Hanifah; Husna, Difa'ul; Okfia, Supitri
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 8 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.815 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v8i1.1916

Abstract

The purpose of the article Hayy Ibnu Yaqdzhan: The Concept of Development of Knowledge from Ibn Tufail's Perspective and His Contribution to Islamic Education is twofold. First, a description of the growth of knowledge from Ibnu Thufail's viewpoint. Second, understanding the relevance of Hayy's love story to epistemology and Islamic education. Through documentation, this study examines the novel by Hayy Ibnu Yadzhan through a content analysis of the text. The findings of this study indicate that Hayy Ibnu Yadzhan's novel contributes to the creation of an epistemology of knowing in Islam in which knowledge can be attained through the use of the senses, reason, and intuition. In addition, Hayy's new contribution to Islamic education includes three essential components. First, about cognitive growth. Roman Hayy describes the development process as sensory, imitative, exploratory, philosophical, contemplative, and mystical. Second is the concept of knowledge, which can be acquired through sense, reason, and intuition. Third, in terms of religiosity, all the positive elements in the form of beliefs, rituals, religious knowledge, and religious experience always lead to the essence and wisdom.   Keywords: Hayy Ibn Yaqdzhan, Ibn Thufail, Islamic Education.
The Ummi Method for Enhancing Quranic Reading Skills: A Study among Housewives Alghozi, Alan Alifudin; Husna, Difa'ul
Jurnal Al Burhan Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Institut Darul Falah Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58988/jab.v5i2.599

Abstract

Low Qur'anic literacy among homemakers remains a critical challenge, despite their vital role as the first educators within the family. This study aimed to analyze the implementation of the Ummi method as an alternative model to enhance Qur'anic reading skills among homemakers in Kralas Village, Bantul, Yogyakarta. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. Eight informants, including two teachers and six participants, were selected using the snowball sampling technique. The findings revealed that learning was carried out through a systematic process, spanning from planning to closure. The novelty of this study lies in the application of two-way evaluation, where both teachers and participants assessed each other, and in identifying the importance of teacher certification and participatory learning management for adult learners. Academically, this research enriches the literature on Qur’anic education based on andragogy, while practically, it offers a replicable community-based model to empower homemakers in strengthening family Qur'anic literacy.
KONSEP PEMBELAJARAN PAI UNTUK SISWA PENYANDANG TUNAGRAHITA RINGAN Zukhrufatul Jannah, An Nisaa; Annas Budiarto, Muhammad; Muhammad Noor Fikriansyah, Ardhian; Nurul Rohmah, Faniya; Husna, Difa'ul
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 1 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i1.21-30

Abstract

Proses belajar dapat dikatakan baik apabila menimbulkan perubahan tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Belajar mengajar adalah proses yang tersusun secara rapi yang terdapat perencanaa, pelaksanaan, serta evaluasi di dalamnya. Pendidikan agama islam merupakan upaya pembentukan karakter dan usaha mengamalkan serta menghayari ajaran agama. Dalam masyarakat kita terdapat istilah ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), yakni mereka para penyandang keterbatasan. Tunagrahita merupakan anak yang mengalami gangguan dalam perkembangan mental dan intelektualnya mengalami hambatan. Hal tersebut berdampak negatif kepada anak salah satunya adalah sulit mengendalikan emosi sehingga mengakibatkan anak kurang bahkan tidak dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Terdapat klasifikasi tunagrahita salah satunya adalah unagrahita ringan (mampu dididik) Dalam segi pendidikan anak tunagrahita diajarkan akademik untuk kemandirian biasa disebut dengan akademik fugnsional. Anak tunagrahita dimaksimalkan kemampuannya dalam bidang keterampilannya. Pendidikan agama islam bagi penyandang tunagrahita tentunya bertujuan agar mereka mampu mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Maka metode peragaan bagi anak tunagrahita akan sangat membantu mereka dalam materi sholat ataupun wudhu.
Islamic Religious Education Strategy for Children with Visual Impairments Husna, Difa'ul; Andini, Andini
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 12 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v12i1.8908

Abstract

The learning strategy aims to realize the efficiency and effectiveness of teaching and learning activities for students, including children with special needs for the visually impaired. Teachers must strive so that students can receive the material well using the right strategy. This research aimed to determine the learning strategy of Islamic religious education for visually impaired children with special needs at SLB Negeri Banjarnegara and determine the supporting and inhibiting factors in the learning process of Islamic religious education. The research uses a qualitative research approach. Data were collected through observation to obtain sufficient data. Then conducted, interviews with related parties to support the data. Documentation is carried out for the data to be more valid. After all the data has been collected, data analysis is carried out by reducing the data, presenting the data and drawing conclusions. The results of this study showed that the learning strategy of Islamic religious education, which was applied to children with visual impairments at SLB Negeri Banjarnegara, used direct instruction strategies by applying lecture, discussion, and question-and-answer methods.