Articles
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Kelas VIII [The Implementation of the Project-Based Learning to Improve the Grade VIII Students’ Learning Motivation]
Tobing, Novelina;
Nainggolan, Cathryne Berliana
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 2, No 2 (2020): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19166/dil.v2i2.2216
Learning motivation is an important milestone for students since it provides the needed energy for students to achieve the learning goals with full attention and totality and to interpret the learning process that has been delivered through the learning activities. The purpose of this paper is to explore the implementation of the Project-based Learning model on student motivation in Grade VIII. The author's research subject is students in Grade VIII B, consisting of 13 students. The author uses research data from the results of the teaching’s portfolio and data triangulation (questionnaires, interviews, and observations). The findings of this research indicate that students’ motivation in Grade VIII B was improving. This improvement was shown through the indicators of student motivation during a series of teaching-learning processes in class. Through the implementation of the Project-based Learning model, teachers create learning environments and activities that are interesting, innovative, and relevant to the learning process of students in the classroom. Based on the results of the author's research, it is concluded that the implementation of Project-based Learning model can increase student motivation. The motivation to learn enables students to view and to participate in the learning process to be accountable to God as God's responsible co-workers. It is hoped that the teacher can apply the Project-based Learning model to help students with low learning motivation in class.
Cara Pandang Guru Kristen terhadap Otoritas dalam Kerangka Kisah Agung
Dinda Mawar Sandi;
Cathryne Berliana Nainggolan
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 6, No 2 (2020): KENOSIS: JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37196/kenosis.v6i2.95
The teacher is an influential person in the classroom. The magnitude of this influence is because the teacher has the authority to be responsible in the classroom. However, not all teachers can exercise their authority in the classroom properly. Teachers treat students too hard or too softly in class so that it takes the teacher's role to be able to carry out their duties with the right authority. Teachers will be able to exercise authority properly if they have the right perspective on authority. The purpose of this paper is to explain the importance of a Christian teacher's perspective in exercising authority in the classroom towards students. The research method used is literature review, using books and journals related to the topic. The teacher's authority is the authority given by God the highest authority. The Great Story is a Biblical framework of creation, fall, redemption, and exaltation. Since the beginning of creation, God has given authority to Adam & Eve to rule and maintain the earth. This proves that the teacher's authority is a gift from God that must be worked out. The result of writing this paper is that the Christian perspective on authority is the basis for teachers to exercise their authority. This perspective helps Christian teachers understand the source and purpose of the authority given, which is for the glory of God so that the teacher can exercise his authority properly.AbstrakGuru merupakan pribadi yang berpengaruh di dalam kelas. Besarnya pengaruh tersebut dikarenakan guru memiliki otoritas untuk bertanggung jawab di dalam kelas. Namun demikian, tidak semua guru dapat menjalankan otoritasnya di dalam kelas dengan baik. Guru memperlakukan siswa terlalu keras atau terlalu lembut di kelas sehingga dibutuhkan peran guru untuk dapat menjalankan tugasnya dengan otoritas yang benar. Guru akan dapat menjalankan otoritas dengan benar jika memiliki dasar cara pandang yang benar pula mengenai otoritas. Tujuan dari makalah ini untuk menjelaskan pentingnya cara pandang guru Kristen dalam menjalankan otoritas di kelas terhadap siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan menggunakan buku dan jurnal yang terkait dengan topik. Otoritas guru merupakan otoritas yang diberikan oleh Tuhan sang pemegang otoritas tertinggi. Kisah Agung adalah kerangka pikir Alkitab yang terdiri dari penciptaan, kejatuhan, penebusan, dan pemuliaan. Sejak awal penciptaan, Tuhan sudah memberikan otoritas kepada Adam dan Hawa untuk menguasai dan memelihara bumi. Hal tersebut membuktikan bahwa otoritas yang dimiliki guru adalah pemberian Tuhan yang harus dikerjakan. Hasil dari penulisan makalah ini adalah cara pandang Kristen terhadap otoritas adalah dasar guru menjalankan otoritasnya. Cara pandang tersebut membantu guru Kristen memahami sumber dan tujuan otoritas yang diberikan yaitu untuk kemuliaan Allah sehingga guru dapat mempraktikkan otoritasnya dengan benar.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Kelas VIII [The Implementation of the Project-Based Learning to Improve the Grade VIII Students’ Learning Motivation]
Novelina Tobing;
Cathryne Berliana Nainggolan
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 2, No 2 (2020): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19166/dil.v2i2.2216
Learning motivation is an important milestone for students since it provides the needed energy for students to achieve the learning goals with full attention and totality and to interpret the learning process that has been delivered through the learning activities. The purpose of this paper is to explore the implementation of the Project-based Learning model on student motivation in Grade VIII. The author's research subject is students in Grade VIII B, consisting of 13 students. The author uses research data from the results of the teaching’s portfolio and data triangulation (questionnaires, interviews, and observations). The findings of this research indicate that students’ motivation in Grade VIII B was improving. This improvement was shown through the indicators of student motivation during a series of teaching-learning processes in class. Through the implementation of the Project-based Learning model, teachers create learning environments and activities that are interesting, innovative, and relevant to the learning process of students in the classroom. Based on the results of the author's research, it is concluded that the implementation of Project-based Learning model can increase student motivation. The motivation to learn enables students to view and to participate in the learning process to be accountable to God as God's responsible co-workers. It is hoped that the teacher can apply the Project-based Learning model to help students with low learning motivation in class.
GURU YANG BERDAMPAK PADA SISWA: WEBINAR EDUKASI ONLINE UPH - YAYASAN ABAR INDONESIA
Cathryne Berliana Nainggolan;
Yanti TC
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1747
Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan topik Guru yang berdampak pada siswa lahir dari adanya kerinduan terhadap pembinaan dan pendidikan bagi masyarakat awam maupun profesional yang rindu untuk lebih diperlengkapi sebagai pendidik. Guru adalah profesi yang strategis dalam memberikan dampak yang besar dalam kehidupan siswa. Maka seorang guru perlu tetap menyadari betapa pentingnya profesi yang diembannya. Program ini diselenggarakan dengan metode ceramah dimana pemateri menjelaskan dari dua aspek yaitu aspek sejarah dan aspek prinsipil, kemudian peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan mengisi feedback terhadap webinar yang telah diikuti. Pemateri juga menampilkan kumpulan video testimoni mahasiswa program pendidikan yang membagikan mengenai sosok guru yang berdampak bagi mereka. Program yang disampaikan dalam bentuk webinar ini, bertujuan untuk memotivasi para guru yang telah memulai pembelajaran pada tahun ajaran yang baru, maupun orang awam lainnya yang tertarik untuk ikut berbagian dalam dunia pendidikan atau dalam mendidik anak-anak mereka. Hasil evaluasi webinar menunjukkan bahwa para peserta mendapatkan informasi yang tepat terhadap kebutuhan mereka. Selain itu, peserta memberikan respon bahwa tujuan/sasaran webinar telah tercapai dengan baik.
Penggunaan Metode Pembelajaran Tanya Jawab Untuk Mendorong Keaktifan Siswa [Using the Question and Answer Learning Method to Encourage Students’ Activeness]
Samuel Reza Prananta;
Cathryne Berliana Nainggolan
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 4, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19166/dil.v4i3.6339
Teachers and students, while created in the image of God, are fallen. Student inactivity affects the learning process in the classroom. Students who are active in the classroom can increase the success of the learning process and student achievement. A Christian teacher should use a perspective based on Christian educational philosophy in looking at problems that occur in the classroom and how to overcome them. The researcher conducted a study over 5 weeks with grade 9 students at a school in Jember. The researcher found that the 9th graders were less active during the Biblical studies learning process. The researcher used the Socratic method as a solution to deal with this problem. The purpose of this study is to describe whether the Socratic method can influence student activity. The research method used is the descriptive qualitative method. The research results indicate that the Socratic method can increase student activity during the learning process. This is verified by fulfilment of five indicators of instruments measurement used by researcher. Suggestions for future research are that the questions given to students should be varied.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Guru dan murid adalah citra Allah yang telah jatuh. Ketidakaktifan siswa mempengaruhi proses pembelajaran di kelas. Padahal siswa yang aktif di dalam kelas dapat meningkatkan keberhasilan proses pembelajaran dan prestasi siswa. Seorang guru Kristen seharusnya menggunakan cara pandang yang berlandaskan pada filosofi pendidikan Kristen dalam melihat permasalahan yang terjadi di kelas dan bagaimana cara mengatasinya. Peneliti melakukan penelitian selama 5 minggu di kelas 9 di sebuah sekolah di Jember. Peneliti menemukan bahwa siswa kelas 9 kurang aktif selama proses pembelajaran studi Alkitab. Peneliti menggunakan metode pengajaran sokrates sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apakah metode pengajaran sokrates dapat mempengaruhi keaktifan siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran sokrates dapat meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya lima indikator pengukuran instrumen yang digunakan peneliti. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah pertanyaan yang diberikan kepada siswa harus bervariasi.
BIMBINGAN BELAJAR UNTUK ANAK SD DESA TANJUNG BURUNG DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI
Tantu, Year Rezeki Patricia;
Tangkin, Wiyun Philipus;
Sitompul, Lastiar Roselyn;
Silalahi, Destya Waty;
Nainggolan, Cathryne Berliana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1900
Kualitas pendidikan di Desa Tanjung Burung, Provinsi Banten dapat dikatakan masih tertinggal. Realita menunjukkan bahwa sekitar 50% anak usia sekolah dasar memiliki kemampuan literasi yang rendah, seperti belum mampu menulis dan membaca dengan lancar, serta anak kurang mampu memahami makna cerita. Tujuan dari program PKM ini adalah anak-anak sekolah dasar dapat meningkatkan kemampuan literasi dasar melalui akses buku bacaan yang disediakan di mobil pintar dan bimbingan belajar dari tutor mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UPH. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 bulan, yaitu bulan Februari hingga Juni 2023, setiap hari Sabtu pukul 10.00 – 12.00. Hasil belajar siswa dan hasil observasi tutor menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan literasi anak dalam hal membaca cerita fiksi dengan pelafalan yang benar, menyusun kata menjadi kalimat, memahami cerita pendek, menulis, dan bercerita. Anak-anak mendapatkan manfaat melalui bimbingan belajar yang diberikan dan orang tua juga memberikan respon yang baik terhadap kegiatan bimbingan belajar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI PADA SISWA KELAS 1-3 MELALUI METODE KELOMPOK TUTORIAL DI DESA TANJUNG BURUNG
Nainggolan, Cathryne Berliana;
Silalahi, Destya Waty;
Tangkin, Wiyun Philipus;
Tantu, Year Rezeki Patricia;
Sitompul, Lastiar Roselyna
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1981
Metode tutorial merupakan sebuah metode mengajar yang berfokus pada peningkatan daya kognitif siswa sekaligus kemampuan akademiknya. Metode tutorial dapat dilakukan secara perorangan maupun perkelompok. Secara khusus, metode kelompok tutorial diterapkan pada siswa SD kelas 1-3 di desa Tanjung Burung dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi mereka. Awalnya, siswa SD kelas 1-3 desa Tanjung Burung menunjukkan semangat belajar dan kemampuan literasi yang rendah. Keterbatasan mereka dalam hal membaca dan menulis berdampak pada pemahaman mereka dalam mengidentifikasi ide dan pesan dalam cerita pendek. Demi meningkatkan kemampuan literasi siswa SD kelas 1-3 desa Tanjung Burung, metode kelompok tutorial dilakukan secara rutin selama 10 kali pertemuan antara seorang mahasiswa guru sebagai tutor dengan sekelompok siswa yang terdiri dari 5 sampai 8 siswa setiap minggunya. Hasilnya, metode kelompok tutorial berhasil meningkatkan kemampuan siswa SD desa Tanjung Burung secara kognitif dan emosional. Secara kognitif, siswa SD kelas 1-3 desa Tanjung Burung dapat mengidentifikasi ide dan makna dari cerita pendek atau dongeng melalui kegiatan menyimak, membuat kalimat sederhana, bahkan membuat dan menuliskan cerita pendek dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri secara sederhana. Secara emosional, metode kelompok tutorial dapat meningkatkan kepercayaan diri para siswa melalui relasi guru dan siswa dan pemberian apresiasi selama pembelajaran.
STUDENT TEACHER’S EXPERIENCES OF SPIRITUAL FORMATION AND DIGITAL LEARNING IN A CHRISTIAN HIGHER EDUCATION
Nainggolan, Cathryne Berliana;
Ma, Daniel Santoso
Polyglot Vol 18, No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19166/pji.v18i2.5740
The main purpose of Christian higher education is to provide a holistic development of students, including spirituality. In order to enhance student’s spiritual growth, a Christian private university has been developing a comprehensive approach to educational practices regarding the integration of faith and learning. However, the pandemic COVID-19 has been limiting student’s opportunity to experience those practices. The aim of this phenomenological study was to explore the student teachers’ experiences of spiritual formation and digital learning in a Christian Teachers’ College. The number of participants was 20 and data were collected by conducting interviews and self-reflection reports. The findings were classified in three main themes: personal attachment, support network, and diverse learning applications. The findings and implications are expected to reinforce digital learning in Christian higher education in promoting student’s spiritual formation. Bahasa Indonesia AbstrakTujuan utama dari pendidikan tinggi Kristen adalah menyediakan perkembangan naradidik secara holistik, termasuk spiritualitas. Demi meningkatkan pertumbuhan spiritual naradidik, sebuah universitas Kristen telah mengembangkan sebuah pendekatan pendidikan yang komprehensif secara khusus mengenai integrasi antara iman dan ilmu. Akan tetapi, pandemic COVID-19 telah membatasi kesempatan naradidik untuk mengalami praktik-praktik pendidikan tersebut. Tujuan studi fenomenologi ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa guru tentang formasi spiritualitas dan pembelajaran digital di sebuah fakultas keguruan Kristen. Partisipan berjumlah 20 orang dan data diperoleh melalui wawancara dan laporan jurnal refleksi pribadi. Hasil penelitian diklasifikasikan dalam tiga tema utama: keterikatan pribadi (personal attachment), jaringan pendukung (support network), dan penerapan variasi pembelajaran (diverse learning applications). Hasil penelitian dan implikasi diharapkan dapat memperkuat pembelajaran digital serta mendukung formasi spiritualitas nara didik di pendidikan tinggi Kristen.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI BAHASA ANAK USIA DINI DAN SD DI DESA TANJUNG BURUNG MELALUI MOBIL PINTAR DAN TUTORIAL LITERASI
Tangkin, Wiyun Philipus;
Nainggolan, Cathryne Berliana;
Tantu, Year Rezeki Patricia;
Sitompul, Lastiar Roselyna;
Silalahi, Destya Waty;
Sitanggang, Nurelinda
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2292
Kemampuan literasi bahasa adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan memproduksi bahasa secara efektif. Bagi anak-anak, kemampuan literasi bahasa berperan penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Secara spesifik, manfaat kemampuan literasi bahasa adalah meningkatkan kemampuan menulis, berbicara, membaca, dan menyimak. Namun, permasalahan yang muncul di desa Tanjung Burung adalah 40% dari jumlah anak usia dini dan anak usia sekolah dasar masih belum memiliki kemampuan literasi bahasa yang baik. Beberapa faktor penyebab permasalahan tersebut adalah sarana dan prasarana desa yang kurang mendukung kebutuhan anak-anak desa dengan jumlah jiwa yang cukup banyak; dan keterbatasan ekonomi orangtua yang membuat anak-anak kurang mendapat kesempatan untuk belajar dengan sumber belajar seperti buku bacaan dan media pembelajaran kreatif lainnya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bekerjasama dengan kegiatan Mobil Pintar dan pendampingan belajar literasi bahasa mencoba memfasilitasi anak-anak dalam membaca, berbicara, dan menyimak. Tujuan dari PkM ini adalah memberikan akses untuk membaca buku-buku dan mengembangkan budaya membaca yang disediakan dalam Mobil Pintar kepada anak-anak dan memberikan bimbingan belajar lewat tutorial yang meningkatkan kemampuan literasi bahasa dengan menggunakan aktivitas yang kreatif. Melalui metode pembelajaran kreatif dan media pembelajaran yang menarik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan kreativitas anak.
SPIRITUALITAS SEMU ATAU SPIRITUALITAS SEJATI
Nainggolan, Cathryne Berliana;
Suparman, Gideon
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2294
Keunikan spiritualitas Kristen terletak pada proses dan tujan akhirnya. Berbagai bentuk spiritualitas yang dilakukan diarahkan pada hidup batiniah yang semakin menyerupai Tuhan Yesus Kristus sebagai tujuan akhir. Inilah spiritualitas Kristen yang sejati. Maka, spiritualitas Kristen yang sejati tidak pernah tercapai dengan cara yang instant. Proses panjang adalah syarat mutlak spiritualitas yang sejati. Yang menjadi tantangan dalam menjalankan spiritualitas Kristen adalah praktik spiritualitas yang tidak diarahkan pada kehidupan batiniah yang semakin menyerupai Tuhan. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada 38 orang, rasa malas untuk melatih hidup batiniah adalah tantangan terbesar sebanyak 63% pemuda-pemudi Kristen daerah Wiladeg-Yogyakarta. Padahal, sebanyak 42% untuk membaca Alkitab dan 76% untuk mengikuti ibadah adalah dua aktifitas rohani yang paling membuat mereka bertumbuh secara spiritualitas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan adalah seminar dan group discussion tentang spiritualitas dengan judul “Spiritualitas bagi Pelayan/ Aktifis Gereja” ditujukan bagi pemuda-pemudi Kristen daerah Wiladeg – Yogyakarta pada bulan Juni 2024. Group discussion mengakomodir pengalaman pribadi setiap peserta untuk saling menceritakan kesulitan dan tantangan mengembangkan spiritualitas serta mengambil komitmen bersama dalam menjalankan spiritualitas Kristen yang sejati. Hasil seminar dan group discussion ini menyatakan bahwa pemuda-pemudi Kristen gereja Wiladeg mengetahui tujuan spiritualitas mereka yang mendorong mereka lebih berkomitmen dalam pertumbuhan rohani dan memampukan mereka untuk melawan rasa malas.