Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI PADA PELAJARAN KIMIA DI UPH COLLEGE [THE IMPLEMENTATION OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TO INCREASE CRITICAL THINKING OF GRADE 11 STUDENTS STUDYING CHEMISTRY AT UPH COLLEGE] Year Rezeki Patricia Tantu
Polyglot Vol 14, No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i2.1051

Abstract

Chemistry in secondary education aims to equip students with higher order thinking skills. In a grade 11 chemistry class at UPH College, students were less active in asking and answering questions. The result of their cognitive learning in class was actually quite good, but they did not connect the concepts and context of chemistry to real-world situations. Students memorized almost all of the concepts that they needed to complete the exercises and take tests. Students were not using thinking skills because the learning process tended to use a  conventional teacher-centered approach. The aim of this research is to implement the Contextual Teaching and Learning method as a solution to increase critical thinking of grade 11 students in chemistry. This study uses Class Action Research (CAR) with 24 grade 11 students at UPH College as research subjects. Data were collected through observation, interviews, reflection, and student worksheet which is then analyzed descriptively qualitative. The results showed that there is increased critical thinking through Contextual Teaching and Learning. It was concluded that (1) the Contextual Teaching and Learning process should include constructivist, inquiry, questioning, learning communities, modeling, reflection, and authentic assessment in each cycle run, (2) the Contextual Teaching and Learning method can increase critical thinking of grade 11 students in chemistry.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Pembelajaran Kimia pada pendidikan menengah atas bertujuan untuk memperlengkapi siswa dengan kemampuan berpikir yang lebih tinggi. Saat pembelajaran Kimia di UPH College berlangsung, sebagian besar siswa kelas XI masih kurang aktif dalam proses tanya jawab. Hasil rata-rata belajar kognitif siswa dalam kelas ini tergolong baik, namun siswa kurang mengaitkan konsep kimia dengan konteks kehidupan sehari-hari. Hampir semua konsep dihafal dan digunakan untuk mengerjakan soal latihan dan soal tes. Siswa belum terbiasa melatih kemampuan berpikir mereka karena pembelajaran cenderung menggunakan pendekatan konvensional yang berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan menerapkan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada pelajaran Kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas XI di UPH College. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, jurnal refleksi, dan lembar kerja siswa yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran kontekstual. Disimpulkan bahwa: (1) proses pembelajaran kontekstual yang meliputi konstruktivisme, inkuiri, bertanya, komunitas belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian otentik terlaksana dalam setiap siklus yang dijalankan, (2) pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada pelajaran Kimia.
Penerapan Media Pembelajaran Visual Dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Yonathan Hae; Year Rezeki Patricia Tantu; Widiastuti Widiastuti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.522

Abstract

Pemberian media pembelajaran yang tepat sesuai karakteristik anak SD dapat mendorong peningkatan motivasi belajar siswa. Realita yang dialami oleh siswa SD kelas 5 di salah satu sekolah yang ada di Sulawesi Utara adalah siswa kurang aktif dan tidak begitu tertarik kepada penyajian materi dan pertanyaan yang diberikan oleh guru. Hal ini disebabkan kurangnya penggunaan gambar visual dan penjelasan yang dilakukan lebih banyak menggunakan teks. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan media pembelajaran visual dalam membangun motivasi belajar siswa SD kelas 5. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, studi dokumentasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan dengan pemberian media pembelajaran visual yang menekankan kepada prinsip kesederhanaan, penekanan, dan keterpaduan dapat membangun motivasi belajar siswa kelas 5 SD saat belajar. Selain itu, media pembelajaran visual perlu dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditentukan
Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Year Rezeki Patricia Tantu; Lizbeth Yulia Christi
Jurnal Basicedu Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.424

Abstract

Kegiatan microteaching dapat mempersiapkan mahasiswa calon guru untuk menguasai kompetensi pedagogik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan kegiatan microteaching Sains dari mahasiswa calon guru SD di Universitas Pelita Harapan. Hasil analisa diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi dosen yang mempersiapkan mahasiswa menjadi guru Sains dan bagi mahasiswa calon guru untuk mengantisipasi kriteria-kriteria yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen rubrik penilaian microteaching dan lembar observasi dosen. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase total perolehan skor dari setiap kriteria rubrik penilaian microteaching, kemudian dikonversi ke dalam data kualitatif melalui tabel persentase kriteria penilaian hasil belajar. Terdapat 7 kriteria yang dinilai berdasarkan rubrik penilaian microteaching, yaitu: pembukaan, metode mengajar, pemahaman konsep, media pembelajaran, manajemen kelas, keterampilan berbicara, dan penutup. Peneliti memperoleh hasil bahwa kegiatan microteaching yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2016 sudah baik dengan persentase untuk kriteria pembukaan sebesar 62,82% (cukup baik), metode mengajar sebesar 82,69% (baik), pemahaman konsep sebesar 77,564% (baik), media pembelajaran sebesar 77,85% (baik), manajemen kelas 72,436% (baik), keterampilan berbicara 82,051% (baik), dan penutup 62,18% (cukup baik). Berdasarkan persentase dari setiap kriteria penilaian microteaching, dapat diketahui bahwa kriteria yang masih perlu ditingkatkan lagi adalah kemampuan membuka pelajaran, manajemen kelas, dan menutup pelajaran.
GURU SEBAGAI FASILITATOR DALAM MENGASAH KEMAMPUAN BERPIKIR KRISTIS SISWA PADA PEMBELAJARAN DARING Marcellino Timoty Lukman; Year Rezeki Patricia Tantu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v7i1.5375

Abstract

At the elementary school level, students need to master basic concepts and develop critical thinking skills. In the midst of the times in 21st century, the ability to think critically becomes one of the skills that students need to master so that they can face the challenges of this century. Critical thinking skills can be trained through the learning process in the classroom. The reality in the field when carrying out online learning, there are 6th-grade elementary school students who have not been able to meet critical thinking indicators in Mathematics lessons, namely not understanding concepts (addition and subtraction), analyzing, and detecting requirements on Mathematics problems. This is also because the teacher has not facilitated students to be the ability to hone students critical thinking skills well. The purpose of this study is to explain the role of teachers as facilitators in honing the critical thinking skills of 6th-grade students in mathematics online learning. The research was conducted using descriptive qualitative methods at one of the schools in Tangerang. The results and conclusions were obtained that the role of the teacher as a facilitator was able to hone the critical thinking skills of 6th-grade students in mathematics online learning through providing learning media in the form of learning games, learning videos, and worksheet, as well as providing feedback and guidance to students in solving Mathematics problems.
Penerapan Peraturan dan Prosedur Kelas Dalam Membentuk Sikap Disiplin Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Nita Aprianda Siahaan; Year Rezeki Patricia Tantu
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.1682

Abstract

Sikap disiplin bagi siswa kelas 1 SD perlu terus dibentuk dan dikembangkan. Selama pembelajaran daring berlangsung, ditemukan masih ada siswa yang terlambat masuk kelas daring, berbicara saat guru menjelaskan, tidak mengumpulkan tugas, dan tidak mengikuti prosedur kelas daring. Pada akhirnya, pembelajaran menjadi kurang kondusif. Salah satu cara untuk membentuk kedisiplinan siswa adalah dengan menerapkan peraturan dan prosedur kelas. Tujuan penelitian yang diangkat adalah memaparkan penerapan peraturan dan prosedur kelas dalam membentuk sikap disiplin siswa kelas 1 SD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi guru, umpan balik rekan sejawat, serta refleksi guru. Hasil yang di temukan menunjukkan bahwa penerapan peraturan dan prosedur kelas dapat membentuk sikap disiplin siswa kelas 1 SD. Penerapan peraturan dan prosedur kelas ini memberikan arahan yang membantu siswa memahami tindakan yang seharusnya dilakukan selama pembelajaran sehingga siswa dapat mengikuti peraturan dan prosedur kelas yang ditetapkan. Penelitian ini masih dapat terus dilakukan dengan waktu yang lebih panjang dan penyesuaian peraturan dan prosedur terhadap kondisi kelas dan perkembangan siswa sekolah dasar.
Pelatihan Guru SDNKetapang Dan SDNTanjung Anom Untuk Meningkatkan Keterampilan Memilih Metode Pembelajaran Year Rezeki Patricia Tantu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.672 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.308

Abstract

This workshop was held based on the need for the teachers at SDN Ketapang and SDN Tanjung Anom, Tangerang to improve their skills in determining learning methods. In 2016-2017, those teachers attended a seminar on Classroom Action Research (CAR). As a follow up to the seminar, they needed a workshop on how to apply it in classroom teaching and learning. Thus, this workshop aims to give opportunities for those elementary teachers to understand the importance of CAR, reflect after teaching, identify classroom problems, identify the supporting theories, and choose the appropriate learning method to overcome the problems. The implementation of the activity begins with a needs analysis of the teacher, determining the topic and schedule of training, preparation of teaching material, training followed by questions and answer session, practice, and evaluation. The activity was held in March-May 2018 and was attended by 11 elementary teachers. The three-month workshop result was the improvement of skill in determining teaching and learning methods to overcome class problems through CAR framework. It was shown by the practice of class problem identification and learning method identified by the teachers.
Bimbingan Belajar Matematika dan Bahasa Inggris di Kelurahan Bojong Jaya - Tangerang Year Rezeki Patricia Tantu
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.875 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.846

Abstract

Kebutuhan yang besar akan pembelajaran yang bermakna untuk meningkatkan kemampuan berhitung dan kemampuan Bahasa Inggris di Kelurahan Bojong Jaya – Tangerang mendorong diadakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini. Kondisi latar belakang ekonomi warga yang bertempat tinggal di kelurahan tersebut sangat berdampak kepada pendidikan yang didapatkan anak-anak usia sekolah dasar. Pendidikan yang dirasakan oleh anak-anak belum maksimal dan memadai. Anak-anak kurang menguasai konsep dasar dalam berhitung dan minim dalam pembelajaran Bahasa Inggris. PkM ini bertujuan untuk menghadirkan pembelajaran bermakna dan menyenangkan sesuai dengan level anak SD dalam meningkatkan kemampuan berhitung dan Bahasa Inggris. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengamatan dan uji kemampuan dasar matematika dan Bahasa Inggris, penentuan materi dan jadwal tutor, pelaksanaan bimbingan belajar, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan pada bulan Januari-Juni 2020, tetapi ada perpanjangan pada bulan Agustus 2020 karena situasi pandemi yang mengakibatkan kegiatan ini terhenti pada bulan April-Juni. Hasil dari kegiatan bimbingan belajar ini adalah meningkatnya motivasi belajar anak, perbendaharaan kata dalam Bahasa Inggris anak bertambah, dan peningkatan kemampuan menguasai konsep dasar berhitung. Hal ini dapat terlihat dari catatan observasi tutor dan hasil uji kemampuan matematika dan Bahasa Inggris.
Penerapan Metode Tanya Jawab dalam Mengakomodasi Keaktifan Belajar Siswa Vania Immanuella; Year Rezeki Patricia Tantu; Yubali Ani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 4 (2023): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i4.4224

Abstract

Keaktifan merupakan bagian yang penting dalam pembelajaran karena memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Siswa sejatinya adalah manusia yang berelasi, aktif, dan mampu berpikir kritis. Berdasarkan pengamatan selama delapan minggu pada pembelajaran daring di kelas 3 SD, didapati adanya siswa yang sangat aktif dan kurang aktif saat belajar. Guru mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan siswa yang kurang aktif karena siswa tidak menjawab pertanyaan dan kurang inisiatif dalam proses pembelajaran. Dibutuhkan stimulus kepada siswa yang masih terlihat kurang aktif dalam pembelajaran, salah satunya melalui tanya jawab. Penelitian ini bertujuan memaparkan penerapan metode tanya jawab untuk memfasilitasi keaktifan belajar siswa. Penelitian dilakukan di salah satu sekolah swasta di Tangerang dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam proses pembelajaran guru mempersiapkan sebuah kesempatan untuk siswa dapat melakukan tanya-jawab dan diskusi. Penerapan metode tanya jawab mampu menghasilkan interaksi dua arah antara guru dan siswa sehingga kelas menjadi lebih aktif. Saran untuk selanjutnya guru dapat menggunakan variasi strategi tanya jawab yang lebih kreatif untuk meningkatkan keaktifan siswa.
Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Tantu, Year Rezeki Patricia; Christi, Lizbeth Yulia
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.424

Abstract

Kegiatan microteaching dapat mempersiapkan mahasiswa calon guru untuk menguasai kompetensi pedagogik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan kegiatan microteaching Sains dari mahasiswa calon guru SD di Universitas Pelita Harapan. Hasil analisa diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi dosen yang mempersiapkan mahasiswa menjadi guru Sains dan bagi mahasiswa calon guru untuk mengantisipasi kriteria-kriteria yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen rubrik penilaian microteaching dan lembar observasi dosen. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase total perolehan skor dari setiap kriteria rubrik penilaian microteaching, kemudian dikonversi ke dalam data kualitatif melalui tabel persentase kriteria penilaian hasil belajar. Terdapat 7 kriteria yang dinilai berdasarkan rubrik penilaian microteaching, yaitu: pembukaan, metode mengajar, pemahaman konsep, media pembelajaran, manajemen kelas, keterampilan berbicara, dan penutup. Peneliti memperoleh hasil bahwa kegiatan microteaching yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2016 sudah baik dengan persentase untuk kriteria pembukaan sebesar 62,82% (cukup baik), metode mengajar sebesar 82,69% (baik), pemahaman konsep sebesar 77,564% (baik), media pembelajaran sebesar 77,85% (baik), manajemen kelas 72,436% (baik), keterampilan berbicara 82,051% (baik), dan penutup 62,18% (cukup baik). Berdasarkan persentase dari setiap kriteria penilaian microteaching, dapat diketahui bahwa kriteria yang masih perlu ditingkatkan lagi adalah kemampuan membuka pelajaran, manajemen kelas, dan menutup pelajaran.
BIMBINGAN BELAJAR UNTUK ANAK SD DESA TANJUNG BURUNG DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI Tantu, Year Rezeki Patricia; Tangkin, Wiyun Philipus; Sitompul, Lastiar Roselyn; Silalahi, Destya Waty; Nainggolan, Cathryne Berliana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1900

Abstract

Kualitas pendidikan di Desa Tanjung Burung, Provinsi Banten dapat dikatakan masih tertinggal. Realita menunjukkan bahwa sekitar 50% anak usia sekolah dasar memiliki kemampuan literasi yang rendah, seperti belum mampu menulis dan membaca dengan lancar, serta anak kurang mampu memahami makna cerita. Tujuan dari program PKM ini adalah anak-anak sekolah dasar dapat meningkatkan kemampuan literasi dasar melalui akses buku bacaan yang disediakan di mobil pintar dan bimbingan belajar dari tutor mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UPH. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 bulan, yaitu bulan Februari hingga Juni 2023, setiap hari Sabtu pukul 10.00 – 12.00. Hasil belajar siswa dan hasil observasi tutor menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan literasi anak dalam hal membaca cerita fiksi dengan pelafalan yang benar, menyusun kata menjadi kalimat, memahami cerita pendek, menulis, dan bercerita. Anak-anak mendapatkan manfaat melalui bimbingan belajar yang diberikan dan orang tua juga memberikan respon yang baik terhadap kegiatan bimbingan belajar.