Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Prinsip-Prinsip Etika dari "tinggal di dalam" dari perspektif Yohanes Nainggolan, Cathryne Berliana
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 7 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v7i1.9131

Abstract

Johannine Literature is known for its rich theological perspective. Grounding from his theological standpoints, he draws his ethical principles. One of the disputes in this book is whether John has explicit or implicit ethical implications for his teaching. The methodology used in this paper is a literature review using exegetical sources. This paper focuses on one of John’s teachings, “abiding in” and its ethical principles.  The concept of “abiding in” portrays the identity and authority of Jesus related to His Father, the status and fellowship between Jesus and His disciples, as a mark of true or false disciples, and as a basis to live as Jesus lived. Deriving from this concept, abiding in Jesus is the ground of ethical principles: living in the light, loving others, and obeying the truth.
STUDENT TEACHER’S EXPERIENCES OF SPIRITUAL FORMATION AND DIGITAL LEARNING IN A CHRISTIAN HIGHER EDUCATION Nainggolan, Cathryne Berliana; Ma, Daniel Santoso
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5740

Abstract

 The main purpose of Christian higher education is to provide a holistic development of students, including spirituality. In order to enhance student’s spiritual growth, a Christian private university has been developing a comprehensive approach to educational practices regarding the integration of faith and learning. However, the pandemic COVID-19 has been limiting student’s opportunity to experience those practices. The aim of this phenomenological study was to explore the student teachers’ experiences of spiritual formation and digital learning in a Christian Teachers’ College. The number of participants was 20 and data were collected by conducting interviews and self-reflection reports. The findings were classified in three main themes: personal attachment, support network, and diverse learning applications. The findings and implications are expected to reinforce digital learning in Christian higher education in promoting student’s spiritual formation. Bahasa Indonesia AbstrakTujuan utama dari pendidikan tinggi Kristen adalah menyediakan perkembangan naradidik secara holistik, termasuk spiritualitas. Demi meningkatkan pertumbuhan spiritual naradidik, sebuah universitas Kristen telah mengembangkan sebuah pendekatan pendidikan yang komprehensif secara khusus mengenai integrasi antara iman dan ilmu. Akan tetapi, pandemic COVID-19 telah membatasi kesempatan naradidik untuk mengalami praktik-praktik pendidikan tersebut. Tujuan studi fenomenologi ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa guru tentang formasi spiritualitas dan pembelajaran digital di sebuah fakultas keguruan Kristen. Partisipan berjumlah 20 orang dan data diperoleh melalui wawancara dan laporan jurnal refleksi pribadi.  Hasil penelitian diklasifikasikan dalam tiga tema utama: keterikatan pribadi (personal attachment), jaringan pendukung (support network), dan penerapan variasi pembelajaran (diverse learning applications). Hasil penelitian dan implikasi diharapkan dapat memperkuat pembelajaran digital serta mendukung formasi spiritualitas nara didik di pendidikan tinggi Kristen. 
Penggunaan Metode Pembelajaran Tanya Jawab Untuk Mendorong Keaktifan Siswa [Using the Question and Answer Learning Method to Encourage Students’ Activeness] Prananta, Samuel Reza; Nainggolan, Cathryne Berliana
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 4 No. 3 (2022): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v4i3.6339

Abstract

Teachers and students, while created in the image of God, are fallen. Student inactivity affects the learning process in the classroom. Students who are active in the classroom can increase the success of the learning process and student achievement. A Christian teacher should use a perspective based on Christian educational philosophy in looking at problems that occur in the classroom and how to overcome them. The researcher conducted a study over 5 weeks with grade 9 students at a school in Jember. The researcher found that the 9th graders were less active during the Biblical studies learning process. The researcher used the Socratic method as a solution to deal with this problem. The purpose of this study is to describe whether the Socratic method can influence student activity. The research method used is the descriptive qualitative method. The research results indicate that the Socratic method can increase student activity during the learning process. This is verified by fulfilment of five indicators of instruments measurement used by researcher. Suggestions for future research are that the questions given to students should be varied.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Guru dan murid adalah citra Allah yang telah jatuh. Ketidakaktifan siswa mempengaruhi proses pembelajaran di kelas. Padahal siswa yang aktif di dalam kelas dapat meningkatkan keberhasilan proses pembelajaran dan prestasi siswa. Seorang guru Kristen seharusnya menggunakan cara pandang yang berlandaskan pada filosofi pendidikan Kristen dalam melihat permasalahan yang terjadi di kelas dan bagaimana cara mengatasinya. Peneliti melakukan penelitian selama 5 minggu di kelas 9 di sebuah sekolah di Jember. Peneliti menemukan bahwa siswa kelas 9 kurang aktif selama proses pembelajaran studi Alkitab. Peneliti menggunakan metode pengajaran sokrates sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apakah metode pengajaran sokrates dapat mempengaruhi keaktifan siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran sokrates dapat meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya lima indikator pengukuran instrumen yang digunakan peneliti. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah pertanyaan yang diberikan kepada siswa harus bervariasi.
PENGENALAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS SISWA DI SD DASANA INDAH Cathryne Berliana Nainggolan; Ganda Sari; Novel Priyatna; Bertha N. Silitonga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2706

Abstract

Kehadiran sekolah di tengah kehidupan siswa tidak hanya terkait dengan hal akademik belaka. Pada masa kini, kehadiran sekolah dituntut untuk dapat mendampingi keberadaan siswa secara holistis, yang juga meliputi sisi psikologis siswa. Kemampuan para guru untuk mendampingi masalah psikologis menuntut pengenalan guru terhadap dinamika perkembangan psikologis siswa. Sekolah Dasar Dasana Indah memiliki tantangan menghadapi perkembangan psikologis siswanya yang merupakan generasi alpha. Selain ketergantungan mereka pada gadget dan teknologi, tantangan kehidupan keluarga dan ekonomi juga menjadi variabel-variabel pemicu munculnya tindakan negatif dan kebiasaan kurang baik pada siswa, seperti sering terlambat datang ke sekolah, perilaku yang mencari perhatian orang lain, tantrum, emosi yang tidak stabil, cara bicara kasar kepada guru/ orang lain, tidak mengerjakan tugas sekolah sesuai instruksi, dan menangis jika tidak dapat mengerjakan soal ulangan. Para guru telah melakukan upaya pendekatan namun sikap fenomena sikap dan tindakan yang sama kembali berulang terjadi. Sigmund Freud dan Abraham Maslow telah memberikan sumbangsih untuk membantu menganalisa penyebab-penyebab utama muncul tindakan dan sikap negatif pada seseorang. Maka seminar ini diadakan atas kerjasama Sekolah Dasar Dasana Indah dan Universitas Pelita Harapan dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen-dosen yang dilakukan dalam 2 kali seminar yaitu tanggal 7 April dan 26 April 2025 untuk memberikan seminar pengenalan guru terhadap perkembangan psikologis siswa. Hasil yang diperoleh adalah para guru peserta seminar memberikan respon bahwa dari seminar mereka mampu mengenali akar-akar utama penyebab munculnya berbagai bentuk fenomena sikap dan tindakan negatif siswa. Selain itu, lewat seminar ini, para guru dapat menemukan pendekatan yang berbeda kepada siswa.
Pengajaran Disiplin Gereja berdasarkan pengakuan-pengakuan Reformed Cathryne Berliana Nainggolan
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 8 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v8i1.10840

Abstract

Church discipline is a sensitive topic because it is directly related to the holiness of believers’ lives within the church. Various theological angles have emphasized the importance of a proper understanding and faithful practice of church discipline. However, a comprehensive exploration of church discipline based on the Reformed confessions has not yet been sufficiently developed. Therefore, this paper aims to explore the doctrine of church discipline as articulated in the Reformed confessions, with particular attention to the Belgic Confession, the Heidelberg Confession, and the Westminster Standards. This study employs a dialectical and analytical approach to examine the teaching of church discipline within the Reformed traditions. The exploration of these confessional documents demonstrates that church discipline is not merely a corrective measure but an essential ecclesial practice. It serves to preserve the holiness and purity of the church, uphold doctrinal faithfulness, and reflect the church’s identity as the body of Christ. Thus, church discipline is understood as a vital means through which the church faithfully lives out its calling before God and the world.
Persepsi Guru Sains terhadap Buku Teks dalam Pendidikan Kristen: Studi Fenomenologi di Sekolah Menengah Pertama Lentera Harapan Curug, Tangerang Juniriang Zendrato; Kurniawati Martha; Cathryne Berliana Nainggolan
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 14 No 2 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46495/sdjt.v14i2.293

Abstract

Kebergantungan guru pada buku teks tanpa memahami filosofi penulisnya melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan persepsi guru Sains SMP SLH Curug, Tangerang, dalam menggunakan buku teks Sains untuk mencapai visi misi sekolah. Secara spesifik penelitian ini menggali persepsi,  dasar pemikiran, strategi,  tantangan, dan refleksi guru  dalam menggunakan buku teks untuk dalam mencapai visi misi sekolah. Metode fenomenologi kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap empat guru Sains diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan ada lima tema yang dibahas yaitu kriteria standar pemerintah Indonesia, Tema Kontekstual Wawasan Kristen Alkitabiah (TKWKA), pemahaman sepanjang hayat, penjelasan dengan contoh, dan refleksi. Hasil analisis menunjukkan persepsi guru Sains terhadap buku teks yaitu sebagai alat bantu pembelajaran yang penggunaannya perlu diselaraskan dengan visi misi sekolah, ada lima dasar pemikiran guru saat menggunakan buku teks tersebut, ada empat tantangan di dalam pengintegrasian buku teks dengan Wawasan Kristen Alkitabiah, refleksi guru berupa kesadaran, tanggung jawab, dan kreativitas pedagogis guru saat menggunakan buku teks tersebut. Disimpulkan bahwa para guru Sains di SMP SLH Curug menerapkan filosofi pendidikan Kristen dalam penggunaan buku teks Sains. Disarankan adanya Professional Learning Community (PLC) untuk membantu para guru menggunakan buku teks berdasarkan Wawasan Kristen Alkitabiah dan penelitian lanjutan mengenai penyusunan model integrasi buku teks dalam pendidikan Kristen.