Qomarats, Izan
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

REVITALISASI GERABAH TRADISIONAL GALOGANDANG DENGAN TEKNIK BATIK MENJADI PRODUK ESTETIK Qomarats, Izan; Hendra, Hendra; Washinton, Rahmad
Jurnal Abdimas Mandiri Vol 4, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v4i1.1044

Abstract

Pelatihan desain gerabah tradisional Galogandang dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap produk budaya lokal. Apalagi pembuatan gerabah di Galogandang sekarang ini hanya didominasi oleh ibu-ibu yang lanjut usia. Sedangkan belum tampak adanya generasi muda yang berminat melanjutkan dan mengembangkannya. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka lama kelamaan gerabah di Galogandang bisa tinggal sejarah. Salah satu upaya untuk itu adalah dengan pelatihan desain gerabah dengan motif batik khas Minangkabau. Kegiatan pelatihan yang tergolong baru untuk wilayah Sumatera Barat ini ditujukan untuk mempopulerkan gerabah tradisional yang dipadukan dengan motif kontemporer yaitu motif batik. Kegiatan ini dinilai efektif untuk mendongkrak popularitas gerabah tradisi dan mempromosikan motif batik khas Minangkabau yang belum banyak dikenal masyarakat. Pelatihan ini mengajarkan bagaimana membuat motif batik khas Minangkabau dengan menggunakan canting batik sehingga produk yang dihasilkan lebih menarik. Mendekorasi gerabah dengan teknik ini bisa menjadi solusi bagi pengrajin gerabah dalam memasarkan produk gerabahnya yang selama ini dibuat tanpa ada motif hias. Dengan kegiatan ini diharapkan akan bisa mempopulerkan kembali gerabah Galogandang dengan wajah baru yang lebih menarik. Kedepannya pengrajin juga bisa membuat beragam bentuk desain  baru dari gerabah untuk disesuaikan dengan konsep motif kreasi yang dibuat.Kata kunci : Gerabah, Desain, Motif Batik
REVITALISASI GERABAH TRADISIONAL GALOGANDANG DENGAN TEKNIK BATIK MENJADI PRODUK ESTETIK Izan Qomarats; Hendra Hendra; Rahmad Washinton
Jurnal Abdimas Mandiri Vol 4, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v4i1.1044

Abstract

Pelatihan desain gerabah tradisional Galogandang dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap produk budaya lokal. Apalagi pembuatan gerabah di Galogandang sekarang ini hanya didominasi oleh ibu-ibu yang lanjut usia. Sedangkan belum tampak adanya generasi muda yang berminat melanjutkan dan mengembangkannya. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka lama kelamaan gerabah di Galogandang bisa tinggal sejarah. Salah satu upaya untuk itu adalah dengan pelatihan desain gerabah dengan motif batik khas Minangkabau. Kegiatan pelatihan yang tergolong baru untuk wilayah Sumatera Barat ini ditujukan untuk mempopulerkan gerabah tradisional yang dipadukan dengan motif kontemporer yaitu motif batik. Kegiatan ini dinilai efektif untuk mendongkrak popularitas gerabah tradisi dan mempromosikan motif batik khas Minangkabau yang belum banyak dikenal masyarakat. Pelatihan ini mengajarkan bagaimana membuat motif batik khas Minangkabau dengan menggunakan canting batik sehingga produk yang dihasilkan lebih menarik. Mendekorasi gerabah dengan teknik ini bisa menjadi solusi bagi pengrajin gerabah dalam memasarkan produk gerabahnya yang selama ini dibuat tanpa ada motif hias. Dengan kegiatan ini diharapkan akan bisa mempopulerkan kembali gerabah Galogandang dengan wajah baru yang lebih menarik. Kedepannya pengrajin juga bisa membuat beragam bentuk desain  baru dari gerabah untuk disesuaikan dengan konsep motif kreasi yang dibuat.Kata kunci : Gerabah, Desain, Motif Batik
Corporate Identity Canting Buana Kreatif: Rancangan dan Pengaplikasiannya Izan Qomarats; Eva Y.
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 1, No 2 (2020): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v1i2.1625

Abstract

Canting Buana Kreatif is a small and medium-sized business that is developing towards an international scale company. This company is engaged in the creative industry (Batik Tanah Liek, a Minangkabau heritage). With the opportunities offered by the market which is quite tempting, making Widdi, the owner of Canting Buana Kreatif wants to make a Corporate Identity that is attractive, memorable and can fully represent the vision, mission and goals of his company. The goal is that the company has a positive image as a whole and can become better known and have a stronger identity in its market place. Corporate identity is created and applied to promotional media in accordance with the character of the target audience and the target market “canting buana creatives”. The method used to design this corporate identity is a qualitative method with an emphasis on Cyclic Strategy through several stages of the process, namely: briefs, problem seeking, analysis and solutions. After a solution is found, then proceed to the pre-production, production, post-production and evaluation stages. It is hoped that “Canting buana creatively” will be the only best place to visit when you want to recognize and understand Minangkabau batik.ABSTRAKCanting Buana Kreatif merupakan usaha kecil menengah yang berkembang menuju perusahaan skala International. Perusahaan ini bergerak di lingkup industri kreatif (Batik Tanah liek warisan Minangkabau). Dengan peluang yang ditawarkan pasar yang cukup menggiurkan, membuat Widdi yaitu owner Dari Canting Buana Kreatif ingin membuat Corporate Identity yang menarik, memorable dan dapat mewakili sepenuhnya visi, misi dan tujuan perusahaannya. Tujuannya agar perusahan memiliki citra positif secara menyeluruh dan dapat menjadi lebih dikenal serta identitasnya menguat di market place nya. Corporate identity dibuat dan diaplikasikan pada media promosi yang sesuai dengan karakter dari target audience dan target market Canting Buana Kreatif. Metode yang digunakan untuk merancang corporate identity ini adalah metode kualitatif dengan penekanan ke Cyclic Strategy melalui beberapa tahapan proses, yaitu: brief, problem seeking, analysis dan solusi. Setelah solusi ditemukan, barulah dilanjut ke tahap pra-produksi, produksi, pasca produksi dan evaluasi. Diharapkan Canting Buana Kreatif nantinya akan menjadi satu-satunya tempat terbaik yang akan dikunjungi ketika ingin mengenali dan memahami batik Minangkabau.Kata Kunci: Corporate, Identity, Batik, Minangkabau
REDESAIN LOGO SONGKET JEMBATAN MERAH SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI PENGEMBANGAN UMKM SAWAH LUNTO Izan Qomarats
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 4, No 1 (2023): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v4i1.3765

Abstract

ABSTRAKLogo merupakan sebuah identitas penting bagi sebuah perusahaan. Akan tetapi, di lain sisi hal yang juga tak kalah pentingnya adalah bagaimana sebuah identitas tersebut dibentuk dan dibangun. Melalui penelitian yang berjudul “Redesain Logo Songket Jembatan Merah sebagai Strategi Komunikasi Pengembangan UMKM Sawah Lunto” tentunya menggunakan pendekatan dan strategi Desain Komunikasi Visual. Metode penelitian kualitatif diterapkan dalam penelitian dengan pendekatan Cyclic Strategy ini dimana sumber informasi data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasilnya yaitu, narasumber mengakui adanya image baru yang muncul dari logo baru tersebut sehingga memberikan makna baru terhadap identitas perusahaan. Hal ini, tentunya akan berdampak bagi citra perusahaan di kemudian hari.  Kata Kunci : Redesain Logo, Songket Jembatan Merah, Cyclic StrategyABSTRACTLogo is an important identity for a company. However, on the other hand, what is equally important is how such an identity is formed and built. Through a research entitled "Redesigning Songket Jembatan Merah Logo as a Communication Strategy for Developing Sawah Lunto", the approach and strategy of Visual Communication Design were certainly used. A qualitative research method was applied in the research with the Cyclic Strategy approach where data information sources were obtained through interviews, documentation, and literature review. The result is that the interviewees acknowledge the emergence of a new image from the new logo, thus giving a new meaning to the company's identity. This, of course, will have an impact on the company's image in the future.
Perancangan Media Informasi Tentang Alat Musik Tradisional Mandailing Suvina Irmayani Lubis; Izan Qomarats
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 6 (2026): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i6.1203

Abstract

Alat musik tradisional Mandailing merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, fungsi sosial, dan identitas budaya yang penting bagi masyarakat Mandailing. Namun, perkembangan teknologi dan arus globalisasi menyebabkan minat generasi muda terhadap budaya lokal semakin berkurang. Kondisi tersebut diperparah oleh terbatasnya media informasi yang menarik dan mudah dipahami serta minimnya akses terhadap alat musik Mandailing di lingkungan sekolah. Akibatnya, pengetahuan anak-anak mengenai alat musik tradisional Mandailing menjadi semakin terbatas. Perancangan ini bertujuan menghadirkan media informasi yang mampu memperkenalkan alat musik Mandailing kepada anak usia 7–12 tahun melalui penyampaian yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai alat musik tradisional Mandailing. Hasil perancangan berupa buku ilustrasi anak, augmented reality, x-banner, poster, dan merchandise. Perancangan ini berhasil menghadirkan media informasi yang lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan perkembangan generasi digital saat ini. Melalui ilustrasi, penyajian informasi yang sederhana, serta dukungan teknologi interaktif, buku ini membantu anak-anak mengenal berbagai jenis alat musik tradisional Mandailing, meningkatkan pemahaman terhadap budaya lokal, serta menjadi salah satu bentuk pelestarian dan pendokumentasian warisan budaya Mandailing dalam media visual.
Perancangan Media Informasi Tentang Etika Interaksi Dengan Mahasiswa Penyandang Disabilitas di ISI Padangpanjang Rahma Nurfadhilah; Izan Qomarats
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 6 (2026): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i6.1220

Abstract

Interaksi sosial yang inklusif terhadap penyandang disabilitas memerlukan pemahaman etika yang tepat untuk menghindari stigma dan diskriminasi. Di lingkungan kampus ISI Padangpanjang, kesadaran dan pengetahuan civitas akademik khususnya mahasiswa mengenai etika interaksi dengan penyandang disabilitas masih rendah, serta minimnya ketersediaan media informasi. Perancangan ini bertujuan untuk merancang media informasi yang efektif dan komunikatif mengenai hal tersebut. Metode perancangan menggunakan pendekatan Desain Komunukasi Visual, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan ahli, serta penyebaran kuisioner kepada mahasiswa ISI Padangpanjang. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah buku ilustrasi yang menggabungkan teks sederhana dengan visual informatif. Melalui perancangan ini, diharapkan dapat menjadi sarana informasi yang efektif untuk menciptakan lingkungan kampus ISI Padangpanjang yang lebih ramah terhadap masyarakat penyandang disabilitas maupun mahasiswa non disabilitas.
Perancangan Aplikasi Pawcare Sebagai Media Pemantauan Kesehatan Kucing Meiza Aulia Salsabila; Izan Qomarats; Aryoni Ananta; Well Victory
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1383

Abstract

Tingginya kepemilikan kucing di Indonesia meningkatkan kebutuhan akan pengelolaan kesehatan hewan peliharaan yang lebih terstruktur. Namun, pemilik kucing masih mengalami kendala dalam mencatat riwayat kesehatan, mengingat jadwal perawatan, serta memantau perubahan kondisi kucing secara konsisten, terutama pada pemilik multi-kucing. Penelitian ini bertujuan untuk merancang interface aplikasi PawCare sebagai media pemantauan Kesehatan kucing berbasis kebutuhan pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan User-Centered Design (UCD) melalui tahapan identifikasi kebutuhan pengguna, analisis permasalahan, perancangan struktur aplikasi, dan pengembangan desain interface. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan praktisi dokter hewan, survei pemilik kucing, serta analisis aplikasi sejenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna membutuhkan media pencatatan kesehatan yang terintegrasi, tidak hanya berupa sistem pengingat, tetapi juga mampu menyimpan riwayat kesehatan kucing secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil tersebut, PawCare dirancang dengan tujuh fitur utama meliputi pengingat vaksin, obat cacing, obat kutu dan serangga, obat obatan, pencatatan gejala abnormal, pengingat grooming, serta pemantauan tren berat badan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan UCD mampu menghasilkan desain aplikasi yang terstruktur, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan pemilik kucing dalam melakukan pemantauan kesehatan secara rutin.
Perancangn Grafis Kemasan Usaha Madu Galo-Galo Di Nagari Toboh Gadang Timur Padang Pariaman Sumatera Barat Fitri Andayani; Izan Qomarats
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.930

Abstract

Madu galo-galo merupakan produk lokal hasil budidaya lebah tanpa sengat (Trigona sp.) yang memiliki nilai kesehatan dan potensi ekonomi yang tinggi di Sumatera Barat. Di Nagari Toboh Gadang Timur, Kabupaten Padang Pariaman, madu galo-galo dikelola oleh peternak skala UMKM, namun belum didukung oleh strategi visual dan kemasan yang memadai. Kemasan yang digunakan saat ini bersifat polos, minim informasi, serta tidak memiliki identitas merek, sehingga produk sulit dikenali dan kurang mampu bersaing dengan produk sejenis. Permasalahan tersebut menunjukkan pentingnya perancangan grafis kemasan sebagai media komunikasi visual antara produk dan konsumen. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan desain kemasan madu galo-galo yang mampu merepresentasikan karakter produk, meningkatkan daya tarik visual, serta memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Metode perancangan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan peternak, analisis target audiens, dan studi visual produk sejenis. Hasil perancangan diharapkan dapat memperkuat identitas produk madu galo-galo, meningkatkan nilai jual, serta mendukung pengembangan UMKM lokal secara berkelanjutan.
Perancangan Media Informasi Legenda Putri Tujuh Untuk Anak Usia 7-12 Tahun Diah Purnama Sari; Izan Qomarats
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.956

Abstract

Legenda Putri Tujuh merupakan cerita rakyat yang berasal dari Kota Dumai, Provinsi Riau, yang mulai dilupakan akibat perkembangan zaman dan semakin pesatnya perkembangan media digital. Perancangan ini bertujuan untuk menjadi alternatif solusi meningkatkan perluasan informasi mengenai kebudayaan Kota Dumai yaitu cerita rakyat melalui media informasi yang inovatif. Solusi tersebut disajikan dalam bentuk buku ilustrasi anak yang berisi tentang Legenda Putri Tujuh yang berasal dari Kota Dumai serta pengenalan tentang rumah adat, pakaian adat, tradisi, adat istiadat dan pesan moral legenda dengan menggunakan ilustrasi yang dinamis dan colorfull. Perancangan ini dinilai efektif untuk meningkatkan ketertarikan anak Sekolah Dasar terhadap bacaan yang memiliki unsur daerah, seperti cerita rakyat. Alur dan penggunaan bahasa dalam buku anak mudah dimengerti, serta penggunaan visual atau ilustrasi yang relevan membantu anak dalam memahami alur cerita dan penjelasan terkait budaya, adat-istiadat, dan warisan-warisan daerah Dumai. Berdasarkan hal tersebut, media informasi berbasis buku ilustrasi anak dinilai efektif sebagai sarana penyebaran informasi terkait cerita rakyat Legenda Putri Tujuh dan kebudayaan daerah Kota Dumai untuk anak usia 7-12 tahun.
Perancangan Identitas Visual Hutan Adat Desa Guguk Kabupaten Merangin Arby Kurniawan; Izan Qomarats
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1399

Abstract

Hutan Adat Desa Guguk, salah satu lokasi wisata berbasis konservasi lingkungan yang berada di Kabupaten Merangin, dikenal dengan keaslian ekosistem hutan primer dan kewibawaan Hukum Adat Depati. Namun, identitas visual yang digunakan saat ini belum mencerminkan identitas, kesakralan, dan keunikan kawasan secara optimal kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, diperlukan perancangan identitas visual yang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan citra objek wisata Hutan Adat Desa Guguk, yang diharapkan dapat memperluas kesadaran publik mengenai pentingnya pelestarian hutan serta memberikan dampak ekonomi positif bagi pengelola dan masyarakat lokal. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil perancangan karya berupa Logo dengan bauran mandatories office set, printed communications, online communications, tradeshow graphics, dan branded merchandise.