Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Keputihan Dengan Perawatan Perineal Remaja Putri Dewi Rara Fauziah; Febi ratnasari; AYG Wibisono
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 1 No. 2 (2023): JURDIKES - DESEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v1i2.158

Abstract

Kesehatan reproduksi perempuan sudah menjadi persoalan kesehatan yang harus diperhatikan terutama yang terjadi pada usia remaja. Berbagai masalah kesehatan reproduksi dapat terjadi pada usia remaja, salah satunya disebabkan karena kurangnya perhatian juga pengetahuan terkait dengan kesehatan reproduksi. Permasalahan yang sering terjadi pada remaja putri adalah keputihan. Keputihan adalah secret atau cairan yang keluar selain darah yang berlebihan dari lubang vagina. Keputihan dapat disebabkan karena ketidak seimbangan kadar pH atau derajat keasaman pada vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang keputihan dengan perawatan perineal pada remaja putri di SMKN 5 Tangerang. Penelitian ini mengguankan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang merupakan metode pengumpulan atau pengukuran data dari variabel independen dan variabel dependen yang dilakukan dalam satu waktu. tehnik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Purposive sampling adalah tehnik untuk sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representative, sampel sebanyak 110 responden. berdasarkan uji chi-square bahwa hasil p-value <0.05. Ada hubungan tingkat pengetahuan tentang keputihan dengan perawatan perineal remaja putri di SMKN 5 kab. Tangerang yaitu dengan nilai p-value = 0.000 < 0,05.
TANDA BAHAYA PADA MASA NIFAS DI RUANG KAMAR BERSALIN (VK) RSUD PAKUHAJI Febi Ratnasari; Anisatun Zahroh; Lia Andini; Nur’aeni Putri; Nurul Rezaini; Muhamad Aditya; Kharijah Fasari; Maryanah, Maryanah; Muhammad Arief Rahman Hakim
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i1.2189

Abstract

Masa nifas (Puerperium) adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6-8 minggu. Tujuan Kegiatan : Meningkatkan pengertahuan, merubah sikap dan perilaku agar memahami tentang masa nifas, tanda bahaya masa nifas dan pengnanganan yg dilakukan jika tanda dan bahaya pada masa nifas. Metode Kegiatan : Melalui penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab menggunakan media leafllet serta demostrasi. Hasil Kegiatan : 90% peserta penyuluhan mengerti materi tentang materi yang disampaikan dan mampu menjelaskan kembali materi yang sudah dijelaskan.
PENYULUHAN KESEHATAN BREAST CARE PADA IBU POST PARTUM DI RUANG ANYELIR RSUD PAKUHAJI Risma Nur Amalia; Putri Fauziah; Oka Solehatul Mufrokah; Dhea Ananda; Siti Nurhasanah; Umi Komalasari; Siti Hadyatul Muliyah; Febi Ratnasari; Eliah, Eliah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i1.2190

Abstract

Perawatan payudara (breast care) adalah salah satu cara merawat payudara yang dilakukan pada saat kehamilan atau masa nifas untuk produksi ASI, selain itu untuk kebersihan payudara dan bentuk puting susu yang masuk ke dalam atau datar. Puting susu demikian sebenarnya bukan halangan untuk menyusui dengan baik, denga mengetahui sejak awal ibu mempunyai waktu untuk mengusahakan agar puting susu lebih mudah sewaktu menyusui. Disamping itu juga sangat penting untuk memperhatikan personal hygien pada payudara. Tujuan Kegiatan : Mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan kesiapan peningkatan pengetahuan tentang cara perawatan payudara (Breast Care). Metode Kegiatan : Melalui penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah, demonstrasi dan diskusi serta tanya jawab menggunakan media poster dan pantom. Hasil Kegiatan : 90% peserta penyuluhan mengerti tentang materi yang disampaikan dan mampu menjelaskan kembali materi yang udah dijelaskan.
PENDIDIKAN KESEHATAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI RUANG BERSALIN (VK) RSUD PAKUHAJI Febi Ratnasari; Sri Hidayati; Shakila Arabela; Uul Fadiyah; Adia Puspita Shobbriti; Tika Chaerunissa; Meta Apriyanti Dewi; Hilda Hasanah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i1.2191

Abstract

Latar Belakang : Insiasi Menyusu Dini (IMD) adalah pemberian ASI dari ibu kepada bayi dalam satu jam pertama setelah kelahiran dan memastikan bahwa bayi baru lahir menerima kolostrum. IMD merupakan proses bayi menyusu dengan naruli alaminya untuk menyusu di jam pertama setelah lahir dan kontak kulit dengan ibu. IMD sendiri di indonesia belum maksimal dilakukan yang hanya berkisar 57.29% (2017) dan target terpnuhnya IMD di indonesia adalah 100% Tujuan Penelitian : Tujuan dilakukannya penelitan ini adalah untuk mengetahui pemahaman ibu post partum mengenai Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Metode penelitian : metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet di ruang Vk Hasil Penelitian : menunjukan bahwa pengetahuan ibu post partm dan keluarga memahami dengan yang disamapaikan dan mengalami peningkatan ketahuan yang baik. Kesimpulan : pasien serta keluarga dapat mengaplikasikan kegiatan pendkes ini di kehidupan sehari-hari dan memiliki dampak positf bagi ibu dan bayi.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASI EKSLUSIF DI RUANG MERANTI RSUD KOTA TANGERANG Febi Ratnasari; Yuli Safitri; Eka Haniawati; Siti Hayatun Nupus; Nur Kholifah; Fadiatul Aini; Siti Hilda; Eva Nurmala Santi; Tia Aprilia
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2377

Abstract

Menyusui Pemberian ASI merupakan sarana utama pemberian nutrisi ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat serta mempunyai dampak biologis dan psikologis terhadap kesehatan ibu dan bayi. Pemberian ASI merupakan cara optimal dalam memberi nutrisi dan perawatan pada bayi baru lahir, dan dengan penambahan makanan pendamping ASI pada paruh kedua tahun pertama, kebutuhan gizi, imunologi, dan psikososial dapat terpenuhi hingga tahun kedua dan berikutnya (Fahimah, 2019). Pemberian ASI eksklusif memberikan manfaat bagi ibu dan bayinya. Menurut penelitian di negara maju, anak yang mendapat ASI eksklusif akan menurunkan infeksi saluran pernafasan bawah, infeksi telinga, diare, otitis media dan infeksi saluran kemih. Manfaat ASI Eksklusif adalah dapat mencegah perdarahan pasca melahirkan, menunda kehamilan, mempercepat proses penyusutan rahim, nyaman, lebih murah dan menurunkan risiko terkena kanker (Dewi dkk, 2019).
Pengaruh Konsumsi Pisang Ambon Terhadap Peningkatan Kadar HB Ibu Hamil Achmad Abdul Lutbis; Febi Ratnasari
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Anemia pada kehamilan adalah suatu kondisi pada wanita hamil dengan kadar hemoglobin kurang dari 10,5 g% pada trimester kedua. Pencegahan anemia selama kehamilan dilakukan dengan pemberian tablet Fe selama 90 hari dengan dosis 60 mg. Tiap tablet mengandung 320 mg FeSO4 (besi 60 mg) dan 500 mg asam folat. Wanita hamil selain mengonsumsi tablet zat besi, perlu didukung dengan pola gizi yang mengandung beberapa perantara yang diperlukan dalam sintesis hemoglobin. Pisang Ambon adalah salah satu dari sedikit makanan yang mengandung bahan yang diperlukan dalam sintesis hemoglobin seperti besi, protein dan vitamin B kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tigaraksa Kabupaten Tangerang.Metode penelitian ini menggunakan Quasi experimen design dengan rancangan Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trisemester II dengan anemia berjumlah 78 responden di Puskesmas Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Sampel sebanyak 30 responden yang terdiri dari 2 kelompok yaitu 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Sampel di ambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan cara melakukan pengukuran kadar hemoglobin dengan (Easytouch GCHB). Hasil penelitian analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T test berpasangan (Pairedsampel T test) dan menghasilkan nilai P value 0,001 (P < 0,05) maka dinyatakan ada pengaruh pemberian pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Kesimpulan ada pengaruh signifikan pemberian pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia, didapatkan bahwa rata-rata kadar Hb pada Pad kelompok kontrol didapatkan bahwa rata-rata kadar Hb pada (pretest) adalah 9,680 dan (posttest) adalah 9,527 dengan rata-rata penurunan -0,1533. Saran diharapkan bagi ibu hamil dengan anemia agar dapat mengkonsumsi pisang ambon 2 buah dalam sehari untuk meningkatkan kadar hemoglobin.
Pengaruh Pendidikan Video Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Remaja Febi Ratnasari; Fajrin Nur Azizah; Dhea Ayunanda Astrieta P; Ainul Latifah
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v13i1.385

Abstract

Latar Belakang: Payudara merupakan salah satu organ kewanitaan yang penting. Pentingnya peran payudara tidak lepas dari kemungkinan terjadinya masalah yang menyerang payudara. Salah satu masalah kesehatan wanita yang sangat dikhawatirkan adalah Ca Mamae / Kanker Payudara. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu cara mendeteksi benjolan payudara secara dini. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dengan menggunakan desain one-group pre-test post-test. Populasi penelitian remaja di Desa Kemiri dengan sampel sebanyak 30 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan teori Fraenkel dan Wallen, uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, dengan Ha diterima dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku pemeriksaan diri remaja pada data pre-test dan post-test. Kesimpulan : Terdapat pengaruh video edukasi SADARI terhadap perilaku SADARI pada remaja di Desa Kemiri. Saran : Diharapkan kepada seluruh remaja putri dapat memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi kesehatan khususnya mengenai kesehatan wanita berupa deteksi dini kanker payudara dengan video edukasi SADARI guna mengubah pengetahuan dan tumbuhnya perilaku positif tentang SADARI.
Penyuluhan Kesehatan Keluarga Berencana (KB) Di Ruang Nifas RSUD Pakuhaji Tamita Riskiana Dewi; Tania Oktapiani; Ria Amelia; Resa Fitriah; Nadya Hasanah; Aprilia Nur Rohmah; Dinda Rahman Melati; Febi Ratnasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh tingginya pemakaian kontrasepsi terkait dengan upaya penundaan kehamilan atau kelahiran anak berikutnya setelah anak pertama lahir, hal yang penting dilakukan adalah mengatur jarak kehamilan. Tujuan Kegiatan: mengetahui tentang penggunaan alat kontrasepsi untuk mengatur jarak kelahiran anak selanjutnya. Metode Kegiatan: Melalui penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab menggunakan media leafllet. Hasil Kegiatan: sebanyak 5 dari 7 peserta penyuluhan mengerti materi tentang materi yang disampaikan dan mampu menjelaskan kembali materi yang sudah dijelaskan.